jika kematian begitu murah bagimu,
begitu pula kehancuranmu
tanganmu, tanganku, tangan kita penuh darah
kenapa tidak sekalian kita mandi lumuran darah
jika tangisan mereka sudah tak ada arti,
begitu pula rasa serakah di hatimu
makananku, makananmu, makanan kita adalah daging busuk
maka tidak sekalian saja kita keruk mayat mereka dan jadikan lauk pauk
saat keadilan hanyalah seonggok jargon belaka,
sikap otoritermu tak akan berbuah bahagia
kupingmu tuli, mulutku bisu, ternyata kita semua hanyalah badut
maka tak sekalian saja tubuh ini melebur ditelan bumi,
tak perlu menunggu sampai kiamat nanti
sedihku tak habis-habis…
tak akan pernah habis
hatiku mulai mati...
tertawan rasa sedih
tiap langkahmu, langkahku, langkah kita berbercak darah…
maka tak sekalian saja kita tenggelam dalam genangan darah syuhada di sana
bisa-bisanya kedzoliman terjadi di depan mata,
bisa-bisanya dibiarkan begitu saja
bisa-bisanya setiap hari kamu minum darah bocah-bocah yang kau bunuh di sana,
lalu menjalani hari seperti biasa
Mariah R. Nofa
22 Oktober 2023