Only a few people care. The rest are just curious.
★

tannertan36
Cosimo Galluzzi
Interview Vampire Daily
sheepfilms
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

titsay
Today's Document

No title available
Show & Tell
Game of Thrones Daily
occasionally subtle

oozey mess
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

shark vs the universe
NASA
Xuebing Du
$LAYYYTER
I'd rather be in outer space 🛸

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Bangladesh
seen from India
seen from Singapore
seen from Malaysia
seen from Japan

seen from Russia
seen from Egypt

seen from Australia
seen from United States

seen from Canada
seen from Singapore
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from Norway
seen from Philippines

seen from Vietnam

seen from United States
@marthadisastraaa
Only a few people care. The rest are just curious.
Saat kebaikanmu senyap oleh telinga manusia dan tidak terlihat oleh mata lainnya, bersyukurlah bahwa sebenarnya Allah telah memberimu pesan. Soal kebaikanmu yang tetap abadi dan menjadi pemanis jalan kehidupan dunia, juga menjadi penolong setelah sepeninggalmu.
Barangkali urusan duniamu sedang sempit, pikiran dan hatimu sedang tidak bisa berdamai dan saling berbenturan, saat masa itu tiba cobalah untuk membantu orang susah di luar sana. Kamu tahu bahwa dirimu pun sedang tidak baik-baik saja, tapi begitulah Allah menguji dan menjadikanmu lebih dewasa.
Biarlah Allah yang memberikanmu jalan keluar terbaik dengan kamu memberi pertolongan pada orang lain. Terkadang, pintu kebaikan dan jawaban itu akan terbuka dari situ.
Cobalah untuk mulai memprioritaskan Allah dalam segala hal, memprioritaskan keberkahan langit daripada imbalan dunia. Mudah bagi Allah untuk memberikanmu bantuan, semudah kamu pula yang memberikan pertolongan pada yang lain. Sebab hanya Dia yang memiliki kunci jawaban dari setiap permasalahan manusia.
Melembutlah.
@jndmmsyhd
Awan di atas kepala abu-abu semua, rasanya setapak di depan hilang begitu saja.
Jadikan cintaku padamu Ya Allaah
Berhenti di titik ketaatan
Meloncati rasa suka dan tak suka
Karena aku tahu,
MentaatiMu dalam hal yang tak kusukai
Adalah kepayahan, perjuangan, dan gelimang pahala
Karena seringkali ketidaksukaanku,
Hanyalah bagian dari ketidaktahuanku
(Jalan Cinta Para Pejuang : 294)
Bertahanlah..
Semoga, yaa.
Usia Pernikahan
Soal usia yang selalu menjadi ramai perbincangan dan obrolan, menerka-nerka akan sampai di usia berapa hidup di dunia, memulai khayalan akan menikah di usia berapa dan mendapat momongan di usia berapa. Semua persoalan menjadi saling berkejaran, sampai di usia berapa mereka yang menikah akan tetap bersama ?
Sebab ada yang baru menikah 2 atau 10 tahun, lalu ditinggal oleh pasangannya, ada pula tersebab sesuatu sehingga bisa jadi bercerai, dan banyaknya sebab-sebab yang lain. Mungkin begitulah kenapa Allah memerintahkan agar jangan terlalu sayang pada setiap makhluk, termasuk pasangan. Cinta dan sayang itu harus ada, tapi tidak berlebihan. Sebab setiap ada cinta dan sayang yang terlalu tinggi, akan berbekas pada sakit yang berkepanjangan.
Tidak ada yang tau usia seseorang, bahkan ada yang belum menikah pun lalu Allah panggil. Cara terbaik menjalani usia pernikahan adalah membeli waktu dengan kebaikan, berbuat baik bersama-sama, agar yang terkenang dan yang dirindu adalah perbuatan kebaikannya, bukan paras atau cantik tampannya.
Usia pernikahan itu misteri terindah, bahkan untuk seseorang yang sudah mengkhitbah atau meminang seorang perempuan pun, kini ia berkejaran dengan waktu untuk sampai ke hari resepsinya, lebih dulu ajal atau walimahnya. Seorang yang sudah menikah akhirnya juga berkejaran dengan waktu, lebih dulu ia memiliki momongan atau ajalnya. Bahkan mereka yang tergambar seperti keluarga bahagia juga berkejaran dengan waktu, sampai tua bersama atau ditengah jalan ada yang Allah panggil lebih dulu.
Memikirkannya hanya akan membuatmu terasa lelah dan gelisah, dan biarkan takdir Allah yang menjawabnya, berhusnudzon bahwa kamu dan pasanganmu sekarang atau nanti akan hidup lama, untuk bisa menanam kebaikan yang akan dipetik hasilnya bersama-sama.
Usia pernikahan itu rahasia, maka biarkan Allah yang mengatur rahasia terbaik untuk setiap manusia.
Langit dan awan keberkahan.
@jndmmsyhd
Akhirnya terjawab juga, Maasyaa-Allaah..
Pada saat itu seorang teman datang ke rumah mengantarkan pesanan yg ia jual. Tiba-tiba bilang "mi ingin cerita boleh ga" saya jawab "boleh ayo cerita aja". (sebut saja namanya Tulip)
Singkat cerita teman saya ingin bercerai. Kaget, sedih, tapi tidak bisa merasakan persis seperti yg teman saya rasakan karena saya belum menikah. Bagaimana teman saya ini bisa mengatakan ingin berpisah dengan suaminya, yang saya tau suaminya adalah orang baik. Kemudian kita berdua menangis.
Satu teman yg lain mengabari (sebut saja namanya Lily) lewat pesan WA katanya "jangan seperti saya yg gagal membina rumah tangga" membaca pesan beberapa kali untuk memastikan kalau ini ga terjadi kepada teman-temanku.
Baru beberapa minggu yg lalu kabar cerai sudah mengganggu pikiran dan sekarang kabar "itu" ada lagi.
Hari baik akhirnya datang juga. Teman saya yg lain (sebut saja namanya Rose) melangsungkan akad, segala do'a dan harapan baik dipanjatkan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat teman dekat dimasa putih abu. Saya sudah berencana untuk datang dengan teman yg lain termasuk Tulip dan Rose. Qadarullah Tulip tidak bisa hadir.
Akhirnya Lily, suami Lily, anak laki-laki Lily yg masih bayi dan teman lainnya datang ke tempat acara akad Rose. Karena tidak ingin kepo atau mencampuri privasi orang lain saya tidak menanyakan kelanjutan pesan Lily di WA. Saya hanya fokus ingin menghadiri hari bahagia Rose. Lily datang dengan suaminya menandakan hubungan mereka baik-baik saja. Setidaknya itu yg saya lihat.
Diakhir acara akhirnya benteng pertahanan untuk tidak kepo hancur juga astagfirullah:(
Saya menanyakan bagaimana dengan suami? Jawabnya "Do'akan ya mi". بِإِذْنِ اللَّهِ semoga Lily dan suami langgeng, bahagia dunia akhirat dan diberkahi Allaah Subhanahu Wa Ta'ala.
Banyak sekali pembelajaran yg bisa diambil dari kehidupan orang terdekat kita. Proses pendewasaan yg rumit, mengelola emosi, apapun itu belajarlah untuk menjadi baik dimata Allaah.
Jangan lupa untuk mendo'akan teman-teman kita agar selalu diberi kebahagiaan, keselamatan dunia dan akhirat. Semoga do'a-do'a kita tersampaikan dan di ijabah oleh Allaah, aamiin Allahumma aamiin.
Mengutip kembali "Usia pernikahan itu rahasia, maka biarkanlah Allaah yang mengatur rahasia terbaik untuk setiap manusia".
Hope New York Jakarta holds you
Hope they holds you like I do
Sometimes just one dua changes qadr
صَبْرٌ
Sabr, my tired soul.
Your time will come.
ان شاء الله
May Allaah keep my smiling :)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Sebagaimana halnya tubuh ketika sakit, tidak bermanfaat baginya makanan dan minuman. Demikian juga saat kalbu sakit karena syahwat, nasihat tidak akan berguna baginya."
Al-Fawaid hlm. 95
Menikmatea Sore
Hidup memang melelahkan. Kerjaan bertumpuk tak karuan. Pulang berjibaku di medan jalanan. Sampai rumah malah berantakan.
Lalu di mana rehat? Kapan bisa beristirahat? Tarik napas. Hembuskan perlahan. Dunia akan terus berjalan. Dengan atau tanpamu. Lantas untuk apa terburu-buru. Memburu sesuatu yang nantinya kau sadar tak perlu.
Tarik napas kembali. Hembuskan lebih pelan. Nikmati setiap detik yang berlari. Kabur dari genggaman tanpa bisa diajak kembali. Biarkan waktu berjalan pergi. Asal kesadaran tetap ada di hati.
Jeranglah air hingga mendidih. Tunggu ketel berbunyi dan air berbuih. Matikan. Dengarkan seksama. Kesunyian yang menjelma, dari ketel yang sebelumnya ribut luar biasa.
Siapkan cangkir terindahmu. Sejumput teh di dalamnya amatlah perlu. Siram perlahan. Perhatikan. Dengarkan. Bunyi air yang beradu cangkir. Memenuhi rongga, mengisi jiwa.
Biarkan teh terseduh sempurna. Hingga beningnya serupa getah damar atau hijau bercahaya. Jangan diaduk! Atau nanti kau akan merusak kenikmatannya.
Hirup wanginya sedalam kau bisa. Sedalam kerinduan pada kekasih yang tak kunjung tiba. Jangan tergesa. Nikmati saja. Sesap. Hisap. Pelan. Perlahan. Hangatnya mengalir. Menyapu lembut rongga mulut. Manis. Sepat. Bebungaan yang muncul entah dari mana. Ataupun segarnya buah yang tiba-tiba ada. Jangan tergesa. Nikmati saja.
Tak ada deadline. Tanpa tuntutan. Hidup tak semata kerjaan. Ada juga keindahan dalam keheningan & kesunyian yang sekarang sedang kau rasakan.
Tarik napas kembali. Hembuskan lebih pelan lagi.
—Oza Sudewo
:’)
Jadi kamu penikmat Kopi atau Teh? Pilihlah yang ketika kamu meminumnya tubuh dan perasaan bisa menjadi lebih baik dan lebih semangat untuk beribadah kembali ✨
Bandung, 1 Desember 2019
Kaki-kaki itu sering gemetar digerakkan tujuan besar, kadang kala tersandung mulut kecil nan jahil, atau rasa ingin yang teramat sempit.
Tempatnya pulang hanya ke tangan yang luas dan dada yang dalam. Ia tujuan, anak segala doa. Barang sebentar ia dikejar dengan serakah, atau direbut dari tujuannya, dari darahnya sendiri, sudut matanya bak api lilin membakar keheningan siapapun jadi kesepian yang bising, dan nyala yg begitu saja hilang sebelum udara sempat sepenuhnya pergi dari mulut siapapun, sebelum sempat memintanya untuk tinggal.
—Syahid Muhammad
Alur Kehidupan
Entah pada jejak yang mana kuikuti sebuah pedoman. Entah pada jalur yang mana kulalui agar segera tersampaikan. Entah pada lintas yang mana kupilih tuk selamat hingga akhir perhentian.
Aku akan tetap pada jalanku, tak akan sejengkalpun mengulang kesalahan lalu. Meskipun rumit, sunyi, berduri penuh batu dan liku, tapi jika pada kebaikan ia menuju, maka tak ada cara lain kecuali dengan bersabar dan memantapkan laku.
Jika dalam kembaraku ada tatih yang hendaki penumpu, semoga ada erat yang mengenggam rindu, menerima segala lalu, menguatkan sekian pilu kemudian bersama meraih titik henti yang satu.
Namun jika suatu saat ada persimpangan yang menjadikan kita temu, aku harap gemuruh dadaku tak lagi berderu, biasa saja. Layaknya pejalan kaki di kerumunan, bersisihan tetapi beda haluan.
***
Kota Sejuta Rindu, 17 November 2019
Sabar.....
Perbanyak istighfar, semoga Allaah memberi kita kemudahan.
“Kamu akan sidang”
“Kamu akan wisuda”
“Kamu akan mendapatkan pekerjaan”
>,<
Tenang saja, tidak ada kata terlambat. Semua sudah sesuai garis waktu masing-masing. Tetaplah bahagia.
Penguhujung Musim Kemarau
Seharusnya, musim sudah berganti. Kemarau kali ini terlampau panjang.
—
Kemarau kali ini banyak melukiskan cerita . Tentang menyambut cahaya matahari pagi. Ia yang menghangatkan dunia, dengan terik dan terang yang secukupnya.
Tentang senja. Ia adalah cahaya yang ke emasan, yang seperti selalu bangun dari mimpi indah. Lalu sekejap ia tahu ke mana hari akhirnya terbenam. Ialah jeda.. dari siang yang berlari, yang menurunkan pula malam.
Tentang malam. Aku ingin memeluk bulan. Bagiku, bulan yang diam dan dingin bukanlah alasan untuk pergi.. melainkan zona yang aman, sebuah tempat bersandar. Seringkali kita ini bulan yang tak mengerti dunia. Bergerak dalam diam, berputar di waktu yang tak kasat mata. Tanpa tahu, jauh di bumi, seseorang merindukan hadirnya. Begitu banyak hal yang tak kita tahu, seperti seberapa panjang jarak agar doa-doa sampai? Juga berapa banyak mimpi dan ujaran cinta untuk membuat kita sadar bahwa layaknya bulan, eksistensi kita, adalah ukuran keindahan. Matahari boleh saja dapat bagiannya. Tapi malam juga layak dapat sinar yang lebih terang. Malam layak, seperti pun kita, untuk bertahan lebih lama. Kita seringnya tak sadar betapa berharganya kita. Serta betapa uniknya setiap kehidupan, ketika mimpi menggerakkan poros dan memberi kita warna. Maka apapun peranmu dalam semesta, jadilah.
... untuk jatuh, untuk patah, untuk hancur, untuk tumbuh, sebaik-baiknya, sesadar-sadarnya.
Kata.puan
30/10/19 - 10.44 PM
Aku boleh terharu? Tapi aku tetap ingin sampaikan sebuah pesan. Jangan. Belum saatnya. Kelak jika memang, biar saja Allaah yang alurkan bagaimana cerita kita. Benderang digelap malam, atau berdesir dideru ombak. Titipkan saja pada pemilik seluruh jiwa. Jiwaku dan jiwamu pemiliknya sama, kan? Maha Baik.
Terharu sudah dibuat bangga 😇
Menulis Do’a
1. Semoga kamu lalai dalam menyakiti diri sendiri
2. Agar kamu lekas sembuh dari kosong yang hanya terisi api
3. Semoga kamu menemukan cinta yang tau bagaimana menenangkan air bah disungaimu
4. Semoga dihindarkan matamu dari nama yang hanya bisa membawa air mata
5. Semoga marahmu reda dan terguraslah semua kotormu
6. Terkutuk setiap pagimu tak ada hari terlewat kamu tak mencintai dirimu
7. Dan langkahmu bermakna bagi semesta
8. Dan tak ada yang mengetuk pintumu semena-mena tanpa niat tuk bertamu
9. Dan redupnya malam hanya menjadi tidur tanpa resah bagimu
10. Dan tidurmu hanya sehelai kertas bersih tanpa takut bagimu
11. Hilanglah kasar yang dunia ukirkan padamu
12. Rebahlah badanmu setelah hari sepanjang tahun dan berat sebesar dunia telah kau pikul di pundakmu
13. Mengalirlah kalam baik dari setiap celah gigimu
14. Merekahlah lengkungan manis walau kaki ditarik pilu
15. Semoga empuk selalu kasurmu untuk memeluk mayat letihmu disetiap penghujung hari
16. Dan semoga gelap tau cara terbaik menghangatkan apa yang mentari tak dapat sentuh
17. Semoga bayanganmu tak pernah membuatmu takut
18. Hilanglah semua prasangka yang membuatmu getir lalu
19. Semoga dijauhkan dari tangis tak berarti
20. Lalu yang terakhir aku mohon kepada semesta dibahagiakanlah kamu
—
Bahasa cinta itu sangat banyak, dan yang paling jujur adalah do’a. Dari Nadin untuk Sal, aku tulis kembali untuk kamu.