Cukup membingungkan ketika memilih lima buku dari sekian banyak yang saya baca sepanjang 2019. Saya tidak akan mengatakan yang terbaik, karena kalau yang terbaik bisa saja novel, puisi, atau yang lainnya.
Hanya saja yang paling memberi pengaruh bagi hidup saya. Lima buku ini berhasil mematahkan dan mengubah sudut pandang yang saya yakini selama ini.
Buku ini bisa dibilang otobiografi, meski tidak sepenuhnya. Mengisahkan jungkir balik kehidupan Arianna Hufington hingga menjadi salah satu dari 100 wanita berpengaruh di seluruh dunia.
Di puncak kesuksesannya dia mengatakan "Kekayaan dan kekuasaan bukanlah yang dikenang orang ketika sudah mati, melainkan hubungan kita dengan diri sendiri, orang-orang yang dicintai, dan komunitas, atau dengan kata lain thrive - diri kita yang utuh dan bahagia."
Buku ini mengubah pandangan saya tentang konsep memiliki. Ketika sebelumnya saya berpikir bahwa memiliki barang lebih banyak, lebih mewah, lebih mahal, lebih branded dari yang lain adalah sebuah kebahagiaan. Buku ini justru mengatakan sebaliknya. Semakin memiliki sedikit barang, semakin sedikit stres yang diakibatkan karena memilikinya.
".....Kaya atau miskin, tenar ataupun tidak, kita semua hanyalah manusia biasa yang saling bertemu dalam hidup ini."
Buku yang ditulis oleh seorang neurolog dan psikiater yang terbebas dari tahanan nazi ini berhasil mengubah pandangan saya soal bagaimanna merespon penderitaan. Bagaimana ia bisa memaknai dan menemukan alasannya untuk bertahan hidup.
Menurut Frankl "Jika seseorang ditakdirkan untuk hidup menderita, dia harus menerima penderitaan tersebut sebagai tugasnya; tugas yang tunggal dan unik. Dia harus menerima kenyataan bahwa bahkan di dalam penderitaannya dia tetap unik dan hanya satu-satunya di jagat raya. Tidak ada orang yang bisa menanggung dan mengurangi penderitaannya. Kesempatan yang unik terdapat pada caranya menanggung beban tersebut."
Banyak sekali buku-buku yang membahas bagaimana caranya untuk sukses. Dari mulai kerja keras, disiplin, mengoptimalkan bakat, dan juga banyak hal positif lainnya. Bedanya buku ini juga menyorot beberapa hal yang selama ini dianggap negatif dalam meraih kesuksesan. Menariknya dibahas secara lugas dan ilmiah berdasarkan hasil penelitian.
Siapa yang akan lebih cepat berhasil, si baik hati kah, atau pemain yang licik? Barker mengatakan "Ingatlah, perilaku yang buruk itu kuat dalam jangka pendek, tetapi perilaku yang baik akan menang dalam jangka panjang".
Buku ini menceritakan dialog sederhana antara seorang filusuf dan pemuda yang tidak percaya bahwa setiap orang bisa berubah. Ini adalah buku pertama yang karena percakapannya berhasil membuat saya menemukan trauma-trauma saya di masa lalu, berhasil mematahkan pikiran bawah sadar saya tentang apa yang selama ini sudah saya yakini. Membacanya seperti sedang berhadapan dengan seorang psikolog.
Mengutip apa yang dikatakan Adler dalam buku ini "Yang penting bukanlah dengan apa seseorang dilahirkan, namun bagaimana dia memanfaatkannya."
Bagaimana dengan buku favoritmu?
Yuk tulis di kolom komentar buku yang sangat kamu rekomendasikan, beserta alasannya.