Weh ...
Sebenernya ini isi dari pendahuluan laporan kkn, tapi tak posting “weh” lah, udah lama ga posting di tumblr, dan masih belum menemukan inspirasi untuk posting sesuatu yang “WEH”, jadi posting yang draftnya udah ada dulu deh, hehe =P
Tepat pada hari jum’at tanggal 3 Juli 2015, kelompok KKN kami tiba di Pulau Sabang atau Pulau Weh. Pulau yang namanya sering disebut dalam salah satu lagu nasional ini, termasuk dalam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, “Negeri Serambi Mekah”. Karena Sabang masih termasuk dalam NAD, maka bahasa, budaya, adat istiadat, dan norma yang berlaku di kota kecil ini tidak jauh berbeda. Nuansa religi islam yang sangat kuat berpengaruh pada budaya masyarakat Sabang. Mengetahui hal tersebut, kami sebagai pendatang sangat berhat-hati dalam bersikap. Selain adat, kami juga perlu menyesuaikan diri terhadap segala hal disini, yaitu waktu beribadah yang berbeda ± 1 jam lebih lambat dari Yogyakarta, makanan bersantan dan lauk ikan yang tak pernah tertinggal dari menu kami sehari-hari, dan kondisi cuaca dengan seringnya badai terjadi serta suhu lingkungan yang tinggi membuat kulit tubuh kami ber-23 menjadi semakin “eksotis”. Kedatangan pertama kami di tempat tinggal kami yaitu di Kecamatan Sukakarya, Gampong Krueng Raya disambut oleh kepala desa atau gampong yang biasa disebut Keuchik oleh masyarakat Sabang. Setelah itu, kami mulai dipisah ke dalam dua dusun/jurong yang berbeda, yaitu Jurong Batu Singa Berfakta dan Jurong Mustika Kolam Bermata.
Pada minggu-minggu awal kedatangan kami di gampong ini, kami banyak melakukan pendekatan kepada warga gampong dan mengadakan sosialisasi terkait program-program yang kami jalankan. Selain melaksanakan program-program yang telah kami susun, kami juga turut melaksanakan berbagai kegiatan non program di masyarakat seperti membantu menjadi panitia dalam acara pernikahan salah satu warga, membantu menghias mobil pawai pada saat takbiran, membantu memasak kue lebaran dan ketupat di salah satu rumah warga. Pada satu bulan awal kami tinggal di gampong ini, banyak program kami yang belum berjalan karena masih dalam suasana bulan puasa ramadhan dan suasana lebaran. Baru setelah lebaran kami mampu menjalankan program-program kami. Banyak sekali pengalaman berharga yang kami dapatkan selama mengabdi di masyarakat Gampong Krueng Raya Sabang yang sangat berguna bagi kami sebagai pembelajaran yang sangat berharga. Pengalaman yang tidak akan pernah kami lupakan seumur hidup kami, membaur bersama masyarakat Sabang dan banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka adalah suatu kehormatan yang sangat luar biasa bagi kami. Adalah tanggung jawab yang sangat besar membawa nama baik almamater kami di masyarakat, oleh karena itu kami berusaha semaksimal mungkin agar dapat memberikan yang terbaik dalam setiap program ataupun kegiatan yang kami lakukan selama di gampong ini.
We(h) will see you again =D =D

















