Tawakal bukan bermaksud: “Ya Allah, aku redha apa sahaja, aku tak mahu apa-apa.”
Tapi: “Ya Allah, aku sangat inginkan sesuatu ini…tapi aku percaya jika Engkau beri, Engkau tahu kenapa. Jika Engkau tahan, Engkau lebih tahu untuk apa.”
No title available
will byers stan first human second
tumblr dot com

pixel skylines

izzy's playlists!
Cosimo Galluzzi
macklin celebrini has autism
One Nice Bug Per Day
DEAR READER
occasionally subtle

#extradirty

if i look back, i am lost
Misplaced Lens Cap

oozey mess
we're not kids anymore.
Xuebing Du
Sweet Seals For You, Always

blake kathryn
Peter Solarz
TVSTRANGERTHINGS

seen from Egypt
seen from Italy
seen from United States

seen from Argentina
seen from Türkiye
seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@midahmawaddah
Tawakal bukan bermaksud: “Ya Allah, aku redha apa sahaja, aku tak mahu apa-apa.”
Tapi: “Ya Allah, aku sangat inginkan sesuatu ini…tapi aku percaya jika Engkau beri, Engkau tahu kenapa. Jika Engkau tahan, Engkau lebih tahu untuk apa.”
“Everything’s a risk. Not doing anything is a risk. It’s up to you.”
— Nicola Yoon, Everything, Everything
“It will suddenly work out for you. You’re going to come out on top. Be ready for incredible changes to happen in your life.”
— Unknown
Catatan Lama
Pagi ini buka catatan lama, karena biasa menulis di buku catatan, jadi mudah terekam perjalanan pemikiran, insights, atau apapun yang bermanfaat ditulis.
Hari ini nemu catatan sebagai reminder:
Jangan nunda waktu sholat, sholat itu panggilan kesuksesan dan kebahagiaan (falah), sholat menata kehidupan kita atas izin Allah.
Baca Qur'an, maknai qur'an sebagai petunjuk berkehidupan.
Ciptakan visimu selaras dengan apa yang Allah mau.
Pilihlah pasangan yang tepat, dengan penuh kesadaran, keimanan, dan keyakinan yang kuat. Mintalah sama Allah, minta doa pada orang-orang sholih agar dipertemukan dengan pasangan yang baik, sekufu, karakter, pemahamannya cocok dengan kita, dan ridho sama agamanya.
Scenes from the lake path, 26th of May 2025.
Subhan Allah
Jazaakillah khoiron aa syg traktirannya, ngasih emak makan dan kopi dari uang THR gantian dia mau juga kebagian jatah traktir hehe.
Makan mie ala-ala nge’mie di Korea ya hehe. Pilih terus masak sendiri, dia juga senang🫰🏻🫶🏻
Kami kesini sekitar 2 pekan lalu sebelum mereka tutup permanent (kebetulan) yang kami sebenarnya dadakan tanpa rencana langsung sat set . Alhamdulillah 🤍🤎
Sekarang Haru-Haru tutup permanen 😮 kalian ada yg udh pernh ksana kh juga atau belum sempat ges ?
Never let others feel worthless. Don’t push people aside or ignore them thinking you’re more superior. Always remind them of their worth.
Mufti Menk
Islam
Kadang Allah uji kita dengan kehilangan, kadang Allah uji kita dengan kesempitan, kadang Allah uji kita dengan kesepian, dan kadang kehilangan itu tidak pernah Allah ganti didunia, bukan untuk mematahkan, tapi untuk membuktikan sandaran dan bersimpuh dalam sujud agar kita sadar yang paling menyakiti didunia ini bisa pergi, yang kita cintaipun bisa diambil ulang, yang paling kita andalkan bisa dijadikan tidak bisa berdaya.
Ada beberapa bagian dari takdir yang kita butuh waktu untuk mencerna hikmah apa yang hendak Ia sampaikan kepada kita
Jangan terus membenci seseorang hanya karena kamu mendengar cerita buruk tentangnya.
Mendapatkan surat cinta (lagi)
Telah lama aku tidak bercerita tentang hati pada dia, obrolan kita selalu penuh hanya tentang ilmu, usaha susah payahnya kita bertahan di jalur menuntut ilmu masing masing, penuh dengan tawa tebak2an recehku yang tidak pernah habis, tentang keluarga masing masing, tentang keseharian kita yang selalu ada saja faidah atau hal menarik yang bisa kita bagi.
Telah lama kita hampir lupa dengan luka yang lampau aku rasakan dan dia satu satunya tempat berbagi. Bahkan ketika Allah izinkan kita bertemu hari itu, kita tidak berbincang tentang dia yang telah lama pergi. Dan setelah pertemuan itu, ia menulis sebuah surat ☔
_______________________________________________
Semoga masih teduh hatimu, perempuan
Judul ini yang akan mengiringi perjalanan dan menjadi satu bait harapan,
Dan rasanya ingin aku tuliskan pada sebuah sampul, lalu aku sertai kisah pada setiap lembaran² dibelakangnya
Anggap, ini sebagai apresiasi cinta dari ku untuk perjuangan yang tanpa jeda itu,
Hujan,
Aku masih ingat bagaimana semangatnya yang lebih kuat dari derasnya air yang Allah turunkan saat itu,
Aku masih ingat, setiap untaian cerita yang terus mengalir tanpa henti di sepanjang perjalanan,
Tanpa tangis,
Pertemuan pertama setelah ratusan hari kita lalui
Perempuan,
Keteduhan hati itu tidak tercipta dari dari hingar bingar dunia,
tidak datang dari sudut² yang ramai,
tidak terbentuk dari jiwa penuh ambisi,
Teduh,
bukan berarti sepi, bukan juga lemah, bukan tak memiliki hasrat, bukan hidup tanpa rasa
Tapi,
bagaimana dirinya bisa berjalan beriringan dengan jiwa yang tunduk kepada Tuhannya,
mentautkan hati hanya kepada pemilik hati,
meleburkan setiap rasa dengan ribuan doa,
menepikan harapan hanya kepada janji-janji Tuhannya,
Ingat, bahwa dunia tidak pernah menawarkan keabadian perihal rasa,
dunia tidak pernah menjanjikan kepastian perkara sebuah hasil dari jerih payah,
Oleh karenanya,
Perempuan, "Semoga masih teduh hatimu, saat kali kedua dirimu kembali berjalan di keramaian dan kebisingan"
"Surat untuk koi lagii hehehe"
______________________________________________
Hari itu, 9 September 2025, kita bertemu untuk pertama kalinya setelah berteman hampir 3 tahun.
Dirumahnya hujan, rumah dia ada kemungkinan banjir, dan kita hampir tidak jadi bertemu.
Aku bimbang, ku lihat Al Qur'an yang sudah aku siapkan sebagai hadiah untuknya. Akhirnya aku sampaikan,
"Mba, aku jalan aja kesana, mungkin 2 jam perjalanan, kalo qodarullah rumah mba banjir, ga apa apa kita gajadi keluar, yang penting Al Qurannya sampe, aku bisa meluk mba, lalu pulang"
Aku niatkan perjalanan yang jauh itu, menembus hujan sepanjang perjalanan hanya untuk menjaga persahabatan dan cinta karena Allah. Aku niatkan semua karena Allah, dan semoga ada pahala pada langkahku hari itu.
Satu jam perjalanan, hujan berhenti. Aku tetap melaju menuju rumahnya di daerah Ciledug. Pondok Gede - Ciledug. Ia hendak memesan grab, aku tahan, aku ingin sampai dirumahnya. Dan atas izin Allah, kita bertemu, bertukar cerita sejak detik pertama ia duduk di bonceng sepeda motorku, dan terus begitu sampai kita menghabiskan waktu 3 jam di Rumah Sagaleh.
Rasanya hangat, haru, campur aduk, dan hatiku semakin terpaut padanya dengan sebab keimanan, ketakwaan, tauhid dan ilmu yang terus kita perjuangkan. Semoga Allah meridhoi persahabatan kita mbak, Allah lapangkan hati kita untuk bisa saling mencintai karena Allah hingga akhir waktu. Allahumma aamiin.
Mengutip sedikit potongan nasihat Ustadz Hamdi Al Bakry hafidzahullah dalam kajian The Rabbanians Talks "Bukankah kita Berteman?"
Contoh yang paling kongkrit adalah Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, orang yang paling sempurna keimanannya, tapi Allah subhanahu wa Ta'ala pilihkan sahabat sahabat yang akan menjadi teman Rasulullah. Sekelas Nabi aja butuh teman, apalagi kita? Tentu kita sangat perlu teman yang bisa saling mengingatkan.
Betapa pentingnya kedudukan seorang sahabat dalam islam. Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyebutkan tentang konteks ini di beberapa hadist.
"Jangan kalian mencela sahabat sahabatku"
Para ulama menjelaskan bahwa ini salah satu keutamaan para sahabat Nabi radhiyallahu anhum, mereka mendapatkan kemuliaan, mendapatkan pahala yang tidak bisa kita dapatkan sebabnya karena mereka bersahabat dengan Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam.
Jadi, persahabatan adalah sesuatu hal yang harus kita bangun, kita ciptakan, harus kita usahakan. Gak bisa kita pasrah aja "asal dapet temen, siapa aja temennya" oh engga ya.
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda,
عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ ٱللَّهِ ﷺ: اَلرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِل
Artinya:
“Sesungguhnya seseorang itu berada di atas agama (akhlak dan kebiasaan) temannya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat dengan siapa ia berteman.”
(HR. Abu Dawud no. 4833, dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani).
Nasihat Ustadz Hamdi Al Bakry hafidzahullah dalam kajian The Rabbanians Talks, "Bukankah kita Berteman?"
mari kita tutup postingan panjang ini dengan capture chat dia tadi pagi.
😮💨🤍😌🙌😽
BerMuara di 2026