Beberapa bulan yang lalu, tepatnya 24 Februari 2014, kami ber-21 menandatangani kontrak kerja.
Yeah…finally setelah penantian berbulan2, kabar yang kami tunggu2 datang juga. Untuk pertama kalinya kami dari berbagai latarbelakang berkumpul di ruangan yang sama sebagai insan BR*.
Ada 2 orang dari Kendari dan 2 orang dari Ambon. Sore hingga malam itu kami diberikan instruksi dan wejangan2 dari Inspektur dan Wakil Inspektur, juga dari Spv.SAU. Besok siangnya kami take off menuju ibu kota Negara, Jekardaaaah ~
Tau nda sih, itu perjalanan pertama saya ke ibu kota and i’m so excited dalam hati. Aaaah….rasanya gado2 skli.
Tiba di pusdiklat (Ragunan – JakSel), kami dibagi ke kamar yang sudah ditentukan. Cwek untungnya ada 4 org, jadi kami berempat sekamar.
Ntah saya yang barusan merasakan fasilitas seperti itu dari kantor atau memang kamarnya bagus. Kamar di pusdiklat menurut saya kayak di hotel. Tapi tentu saja bukan hotel berbintang2 donk ya.
Ada 4 tempat tidur dalam satu kamar, 2 kamar mandi (pake shower dan ada westafel + cermin besarnya. Maaf saya katrok! Hahaha), ada 2 lemari pakaian, 4 meja belajar beserta raknya, fasilitas laundry everyday, house keeping, sarapan+makan siang+makan malam di resto pusdiklat, snack time 2x sehari). Selain itu, gaji sebagai pegawai juga tetap jalan dan uang kost pas OJT juga ditanggung.
This is AMAZING! Betapa perusahaan kami menyayangi pegawainya *hug*
Bulan pertama dan ketiga belajarnya sampe Sabtu. 3 minggu belajar operasional, lalu OJT.
Balik dari OJT operasional, kami dapat kabar bahagia. Pusdiklat penuh…jadinya kami diungsikan ke Hotel Ibis di daerah Slipi. Makin nyaman saja fasilitas yang diberikan. Sekamar berdua..sarapan dan makan malam (Senin-Jumat) di restoran hotel, makan siang di resto pusdiklat pastinya. Sabtu-Minggu sarapan+makan siang+makan malam di restoran hotel.
Bayangkan deh….saya seorang biasa yang bahkan nongkrong di café bisa dihitung jari selama hidup, sekarang merasakan tidur & makan di hotel selama sebulan. Eh salah…2 bulan krn slesai OJT kredit, pusdiklat masih penuh. Transportasi dari hotel ke pusdiklat juga ditanggung. Jadi setiap ada kelas, kami bolak balik Slipi-Ragunan dengan bus. Awalnya seru, lama2 capek juga di jalan. Hahaha
Tapi sungguh semua pengalaman selama pendidikan, sangatlah berkesan.
Yang menyebalkan selama hidup di hotel adalah setiap kali saya meniatkan tidak makan alias diet, selalu saja ada menu baru (T_T) *hiks*
Jadi, satu2nya cara untuk diet hanyalah jangan ke resto krn disana banyak cobaan! :D
Dalam satu kelas, ada 2 Kanins. Untuk angkatan saya digabung antara Makassar dan Malang.
Teman2 dari Malang nggak ada cweknya..cwok semua 11 org.
Mulai dari kaku2an…mulai akrab…akrab…konflik kecil2an…makin akrab…haru2an…lalu pisah.
Mungkin bagi kami para cwek, pisah dengan teman2 Malang tidaklah sesedih dibanding teman2 cowok. Soalnya anak cwok ka nada yang sekamar dengan anak Malang, OJTnya pasangan sama anak Malang juga ada.
Sampai sekarang masih keep contact antara Makassar & Malang, tapi pasti tidak seseru dulu. Sekarang tidak bisa dipungkiri, kami ber 32 sudah punya kesibukan masing2…ntah itu krn pekerjaan, teman kantor…teman main…keluarga…pacar…dan diri sendiri. Membagi wktu dengan adil itu susaaaah. Tapi satu hal yang saya rasa kami sepakati bersama di malam perpisahan di pinggir kolam wktu itu…apapun yang terjadi, JANGAN LEAVE GRUP!!
Iya, kami punya grup WA bersama yang dulu sangat ramai meski kami ada di jarak yang sangat dekat bahkan mungkin di ruangan yang sama. Sekarang, jaraknya jauh..grupnya malah sepi.
Kadang2 saya merindukan kita yang dulu. Sungguh.
Sudah sekitar 4 bulan sejak masa pendidikan berakhir. Tahun depan kami evaluasi PT dan dengan satu harapan yang sama: LULUS.
Sekarang kami sedang menjalani sesuatu yang mungkin akan menentukan kami jd auditor yang bagaimana. Semoga saya punya cukup mood yang baik untuk menceritakannya. Keseringan mager soalnya, hehehe.