Bukan ugly ducky.. Just trying to always be myself.. which is too different with everyone..
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Show & Tell
art blog(derogatory)
Three Goblin Art
NASA

shark vs the universe
Lint Roller? I Barely Know Her
I'd rather be in outer space 🛸
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Xuebing Du
Cosimo Galluzzi

★
Claire Keane
Peter Solarz
Alisa U Zemlji Chuda
occasionally subtle
Today's Document

祝日 / Permanent Vacation
taylor price

blake kathryn

seen from United States
seen from Brazil
seen from Jamaica
seen from Jamaica

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Mexico
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Canada
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Sweden
seen from United States
@missyderabbit
Bukan ugly ducky.. Just trying to always be myself.. which is too different with everyone..
Menunggu senja di kamar, dengan pemandangan semacam ini,.. Bangga bumi brawijayaku semakin tangguh menjejak tanah. Pandangan mata tepat ke gedung nila-coklat yang sangat familiar, tempat segala kenangan Dan penyesalan karena "terlalu cepat" meninggalkannya.. Bisa dapat lebih banyak, seharusnya.
[Review] All About My Wife - K Movies (2012)
Salah satu film favourite actor gue, Lee Sun Kyun. Disini doi berperan sebagai seorang suami yang bosan dengan istrinya yang cerewet dan selalu complain dengan semua hal. Berfikir film ini akan membosankan dalam plotnya, ternyata gue salah. Plot nya cukup menarik dan endingnya cukup mengejutkan, disamping gue cukup kaget juga, karna prediksi ending gue meleset.
Film ini dimulai dari Sun Kyun ahjusshi, yang disini berperan sebagai Doo Hyun, ketemu sama Jung In yang diperakan si cantik Lim Soo Jung di Nagoya Jepang. Gempa Bumi, digunakan sebagai benang merah dalam film ini, yang membuat prolog dan endingnya bertemu dengan rapi. Mereka bertemu dan saling tertarik, akhirnya jadian dan menikah.
Time Jump ke 7 tahun pernikahan mereka, dimana Doo Hyun mulai berubah dan membenci kebiasan kebiasan istrinya yang menurutnya terlalu negative. Semakin ga tahan, Doo Hyun melakukan berbagai cara agar bisa jauh dari istrinya, tapi ga berani buat ngajakin cerai.. SSTI (Suami Suami Takut Istri) banget sih ahjusshi.. Keadaan semakin parah karena istrinya tetep ngikutin DooHyun walaupun doi pindah, sampai satu hari, Doohyun kenal dengan tetangganya yang katanya Legendary Cassanova, Sung Ki (Ryoo Seung Ryong), dan doohyun ngebayar sung ki buat ngerayu istrinya biar mereka bisa cerai. It's not good ahjusshi.. ckckckck..Cerita semakin seru, karena ditangan cassanova ini, Jung in berubah dan keadaan berbalik menjadi penyesalan Doohyun. Ending ceritanya wajib disimak dan it's unexpected. buat penggemar Running Man, disini juga ada Lee Kwang Soo yang berperan sebagai penyiar radio rekan kerja Jung In. Yang teteup, dengan karakter kocak dan lucu.Buat weekend, film ini oke lah buat ditonton sendirian, Bareng temen juga oke.. karena film korea identik dengan adegan vulgar, di film ini juga ada gitunya sih, tapi cuma setitik kok, dan bukan jadi poin cerita. untuk nilai gue buat fim ini 7 out of 10 deh.. filmnya ringan dan oke, tapi kesan habis nonton nya masih biasa aja. ga terlalu greget yang gimana gitu, tapiiiii kalo yang demen sama Sun Kyun ahjusshi, ini film kudu ditonton banget, karna ahjusshi disini cute ganteng nan adorable banget. hehehe... Finally, thank you for reading my review, happy weekend, see you when i see you :*
[Review] I Just Wanna Hug You - J Movie (2014)
Film yang release tahun kemarin ini sebenernya udah nangkring di list movie yang siap ditonton, entah karena posternya yang so kdrama mellow jadi aga males dan selalu kena skip setiap milih. Setelah ditonton, cuma bisa kasi satu kata, CAPEK! Capek nahan nyesek. ga sampe nangis yang berlinang air sungai gitu sih cuma filmnya sangat menyesakkan hati dan kalbu.
Film ini diadaptasi dari kisah nyata. Menceritakan seorang pemain basket yang berprofesi sebagai supir taksi, Masaki (Ryo Nishikido) yang jatuh cinta sama cewe cantik penyandang disability, Tsukasa (Keiko Kitagawa). Di film ini ditunjukkan bagaimana mereka berdua bisa bersatu, dan akhirnya bisa membentuk keluarga kecil dan bahagia. Sampai akhirnya mereka dipisahkan oleh takdir.
Plotnya tegas dan tidak berlebihan dalam menceritakan setiap kesedihannya. Walaupun film ini tergolong gloomy romance, karena cerita yang disusun sangat tegas, penonton pun tidak bosan dan terbawa alur cerita haru biru tanpa pengulangan yang berlebihan. Bahkan klimax cerita ini hanya diwakilkan beberapa kata dan satu scene, tapi sedihnya kena banget. Alur yang dipilih, alur mundur, dirasa pilihan yang tepat karena pada umumnya penonton ingin tau bagaimana ENDING cerita hubungan mereka (yang ditempatkan di part awal) sementara cerita dibawakan sembari memenuhi rasa penasaran penonton yang memang sejak awal film sudah disuguhi endingnya. Pertimbangan yang luar biasa dan sebagai penonton, saya puas dengan permainan alurnya.
Di akhir film juga ada klip dari Tsukasa dan Masami yang asli saat mereka menikah, menambah manis dan haru film yang selama 2 jam ini bikin gue nyesek.
Nishikado Rio, menegaskan ketegaran Masami dengan sangat apik. karakter low profilenya dibawakan tegas dan memberikan kesan tersendiri buat gue, yang notabene masih mencari value ideal dari seorang calon suami (asli berat nih). Sosok masami mengandung sosok suami ideal yang dependable dan sangat oke. tapi bukan sosok pacar. Sebagai penggemar cowo tinggi semampai, mas ryo agaknya cukup menggoda. kurang lebih seperti itu lah.
9 stars! (out of 10) cukup ikhlas gue kasi buat film ini, salut buat sutradara dan scripwritter nya yang ga lebay dan value dari film ini tertangkap utuh sampai ke penonton. Recommended movie for ur weekend, girls.
Anyway, hari kejepit sudah lewat, selamat bekerja kembali di Jumat besok! See ya on my next review!
Mana tahaaaan.... 아이고야~~~
My Old Story
Ada masa kita gagal dalam kisah cinta yang sedang kita ciptakan. ada kalanya kita kecewa dengan cinta yang ada. Apa kamu yakin yang di sisimu itu cinta, bukan hanya pengisi sepi? Apa kamu yakin yang disisimu itu tujuan bukan ego yang hanya menerima dan menuntut?
Cinta pertama itu ada, gue percaya.
Karna gue juga punya satu, yang tiap memorinya masih cukup lekat, setiap baris dan lirik kenangannya masih cukup indah.
Do you remember that lonely alleyway? I still remember now
The anxious days when I couldn’t tell you I loved you Did you know about that?
Karna setiap kesalahan selalu mengingatkan gue ke satu memori indah yang bukan gue ciptakan, tapi memang ada. Tanpa ada usaha membuat indah, karena memang ditakdirkan untuk tetap indah diingatan.
Jangan menyamakan setiap penciptaan kenangannya.
Tapi memang belum ada lagi yang jalannya diciptakan Tuhan, untuk dibuat indah. Hampir semua rekayasa, karena ingin jatuh cinta, karena ingin bahagia. yang penting senang.
The beautiful nights of the past when we were childish I am still in love
You childish person You try to take all of me, you heartless person
Kamu tau apa sih umur segitu, saat algoritma masih membingungkan dan grammar pun tidak kunjung paham. mau tau cinta? cinta itu lebih rumit.
Akan lebih realistis kalau sebutannya bukan cinta, mungkin kenangan. karena tak pernah terpaut, tidak ada yang bertepuk tangan.
Putih abu abu itu kenangan penuh yang berujung sesal, kenapa meningggalkan sisa yang terbawa sampai umur tua. yang mana tak berkabar, merpati mati di tengah jalan.
Were you too shy to say anything? Did you not like me?
I still can’t figure it out
Kecewa karena belum tau "menurut kamu gimana"
Apa dalam penciptaan kenangan butuh persetujuan dua belah pihak. Alangkah lebih baiknya jika iya, karena tidak akan ada kenangan dengan rekayasa, semata mata agar senang sendiri. Egonya senang, kapan dewasa?
Semua waktu jadi sisa sia, Senang sih senang, dalam palsu? itu menyedihkan.
If you hear this song, please come to me My dear, I’m waiting
Tonight, tomorrow night and the night after that I’ll wait forever
Semua masih menurutku, menunggu dengan ekspektasiku.
Ada apa dengan kepura puraanku, selama tidak menganggu, takkan ada yang mau tau, biasanya juga begitu,
Biar aku sibuk dengan rekayasaku tentangmu, kalaupun kamu tau itu hidupmu, anggap saja aku berhutang royalti karna menggunakan sosokmu dalam rekayasa kenanganku. Selama masih punya itu, aku masih punya senyum. Setidaknya aku punya standart pangeran negeri dongengku, Aku dan terima kasihku.
[Review] J♥DK - J Movies
Kaget waktu liat judul ini di list Japan Movie 2014. Gue adalah salah satu fans manga L♥DK yang fanatik. Sbenernya ceritanya sederhana sih, Just a next door cinlok between Nishimori Aoi (Ayame Gouriki) dengan school prince Kugayama Shusei (Kento Yamazaki) inti dari cerita film dan manganya adalah proses cinta mereka sampe jadian (yang asli enggak banget, shusei adalah cowo terbangke tapi lovable yang suka sama aoi tapi ga mau bilang suka, apaan banget ya sih).
Film ini adalah salah satu conton GAGALNYA menerjemahkan manga menjadi satu cerita utuh yang apik dan runtut. Karena manganya buat gue udah diluar kepala. waktu nonton ini film asli bingung. Scriptwriter ngambil cerita sepotong sepotong dan itu tidak runtut sama sekali sodarah sodarah. Bingung, adalah hal yang sudah pasti, jadi saran aja buat yang pengen nonton lebih baik baca manganya dulu. FYI, manganya sampe sekarang belum tamat juga. sejak tahun 2009 release, manga ini baru ngelewatin 45 episode terhitung minggu kedua Februari 2014. Kenapa bikin film manga yang masih on-going? mungkin aja produser berharap buat bikin season 2nya, atau OVA nya.
ngomongin OVA, alangkah lebih baik kalo manga ini dijadikan Dorama. semacam Itazura na Kiss gitu. ceritanya mungkin akan lebih terbaca dan lebih mengena. asli sayang banget kalo cuma jadi potongan film yang kaya bikinnya ga niat gini. sayang juga soalnya babang kento disini cakepnya udah kaya shin dongho versi tinggi kurus semampai ala model hilo. Yah berharap aja semoga ada remake atau memang penonton film ini sadar betapa tidak rapinya storyline di film ini.
Buat tontonan menuju libur hari kejepit 19 Februari, buat mengisi malam biru nan galau, film ini cukup mengisi. Daripada dapet drama atau film yang isinya penuh orang jahat nan fiktif, gue lebih prefer film romance ringan macam ini. Tipikal orang imajinatif, film ini sukses bikin gue wondering punya cowo tinggi kurus putih keren jutek tapi perhatian ala Shusei nya Kento ♥
Anyway, rate dari gue, 6 out of 10 deh. maaf banget ya, ini ratenya aja udah ketolong banget sama gantengnya kento kok. Happy Chinese New Year buat yang merayakan. Buat para 91 liners, our year is coming, wish bunch of luck for us for this year and forward. Happy Goat Year.
Regards
The Gold Goat - 91's!
[Review] Mr. Idol - K Movies
Summer dream forever in that sweet melody
Feel your dream- you and me let's go together
It's alright if it hurts sometimes,
It's alright if you fall- I am here
The summer dream that we'll have together forever
Finally nonton film ini! sebenernya ini film udah gue tungguin sejak pre-releasenya. teaser sama setiap inteviewnya selalu ketonton (bukan ditonton :p) karena kebetulan waktu itu masih pake indovision. Kenapa ditungguin? karena di film ini ada Park Jaebum nya, atau kalo kalian kpopers anyaran, kenalnya doi dengan nama JAY PARK. Kabarnya film ini ada unsur sender menyender terkait sama kasusnya abang jae yang dikeluarin dari tupieng. Tapi pada akhirnya baru sempet download dan ketonton sekarang, udah berapa taun coba -_-.
Singkat kata, film ini menceritakan si produser cantik yang terkenal jago karena boyband asuhannya, MR.CHILDREN yang super terkenal pada masanya. diceritakan salah satu member dari MR. CHILDREN ini mati karena patah hati (ga banget tho), berhubung management mereka punya dating prohibition dan cewenya member yang mati, yang juga penyanyi di management yang sama, lebih memilih karirnya dan simplenya, member ini dicampakkan.. mungkin belum imunisasi campak waktu balita. Karena depresi yang terlalu dalam, member ini bunuh diri waktu mereka perform, yang mengakibatkan grup mereka suddenly disband. dan produser cantik ini pergi untuk melupakan kejadian yang emang bikin doi kecewa ini.
Cerita nya, si produser cantik Oh Goo Joo (Park Yejin) ini kembali ke Korea dan berencana untuk membangkitkan MR. CHILDREN lagi tanpa campur tangan managementnya terdahulu. Goo Joo pengen buktiin kalo cara management nya yang dulu dalam mengasuh "bintang" itu salah dan doi pengen buktiin kalo dia bisa mengorbitkan bintang dengan caranya. Dengan bantuan asistennya, doi mencoba mengumpulkan member MR. CHILDREN yang masih ada, Zio (Jay Park), HyunYi (Jang Seo Won) dan Ricky (Ricky Kim). Dengan 3 member yang ada, MR. CHILDREN masih membutuhkan posisi inti mereka, main vocalist, dimana member itulah yang mati bunuh diri yang diceritakan di awal film. Namanya jodoh ga kemana, Goo Joo dipertemukan dengan cowo yang ga sengaja ngembat kopernya, Lee Yoo Jin (Ji Hyun Woo) dan dengan cerita yang cukup complicated, dy Goo Joo berhasil menyatukan Yoojin dengan 3 member lainnya, dan Mr. Children siap debut. setelah marathon trainning ala Goo Joo
Cerita berlanjut menceritakan bagaimana Yoojin yang bukan siapa siapa, dilatih keras untuk menjadi bintang, agar bisa bersanding dengan 3 member lainnya yang memang sudah berpengalaman menjadi bintang sebelumnya. Setelah diterima oleh masyarakat, berbagai rumor tak henti menerpa mereka, terlebih lagi sabotase yang dilakukan management Mr. Children yang lalu. Nah disini kayanya gue menemukan poin sender menyendernya. Zio dibahas sangat bermasalah dengan perilaku kasar ala amerika amerika yang dinilai bisa menjadi contoh buruk buat anak muda dan menurut media, mendapat pertentangan keras dari fans mereka. (bikin flashback ke rumor yang ada saat jay dikeluarkan dari 2pm) Goojoo bertahan untuk membela Mr. Children sampai akhir, namun Yoojin lah yang mengambil keputusan untuk menyelamatkan reputasi Goojoo dan member Mr. Children lainnya.
Endingnya cukup apik dan menyentuh, pada akhirnya fans menerima alasan Mr. Children terlepas dari masa lalu para membernya yang suram. Mengenai kasus Jay dan 2pm, gue berharap JYP saat itu mengambil keputusan seperti film ini, karena pada akhirnya Fans akan paham dan kembali mencintai jay, karna jay selama 2PM leader. bukan jay, he is JAEBUM. isn't?
Disini ada beberapa cameo dari idol idol, salah satu rival Mr. Children, Wonder Boys sebenernya 4 member dari boyband "UKISS" kalo liat yang poninya nutup mata dan blonde 3 member itu memang susah buat realize itu ukiss, tapi siapapun yang liat Shin Dongho, ga mungkin ga realize kan?
WonderBoys.
Yang bikin agak kecewa di film ini, love line between GooJoo sama Yoojinnya ga jelas endingnya gimana, mereka pacaran apa enggak. itu bikin gregetan. GANTUNG COY! tapi memang ciri khas korean movie, ending nya cuma buat 1 poin cerita aja. sisanya gantung. biasanya malah semua gantung, ga ada yang dikelarin masalahnya. yaudah terima aja ya, ini kan bukan drama (elus elus dada ayam fillet sebelum dimakan)
The best part for every review is, teroreeeet, RATING! my rate for this movie: 7 out of 10. Cuma 7, 7 aja udah bagus. terlepas dari terkenalnya bintang yang ada di film ini, film ini terlalu ordinary. jalan ceritanya semacam dream high versi 1 episode. dan akan banyak lagi film film semacam ini dimana jalan ceritanya akan monoton kecuali memang ada poin yang ditonjolkan. Film ini semacam cuma nyindir kenapa Jay dikeluarin dari 2pm tapi samar samar. jadi geje, kaya mau ngelempar kaca pake batu, kacanya belom pecah udah ditinggal kabur. Yah dari point of view gue sih kaya gitu. Buat Hottest hottest yang masih makan ati karna Jay dikeluarin, boleh ditonton film ini buat ngobatin kangen sama jay dan buat bahan penyalur uneg uneg, kalo emang masih ga terima. Anyway, udah jam 1 malem dan besok harus kerja, selamat dini hari, have a nice work days!
You are slave. Want emancipation?
Persona 5 Teaser
[Review] My Brilliant Life - K Movies
Penghujung weekend kali ini ternyata masih males buat nyentuh proyek kantor yang terbengkalai, dan akhirnya mampir ke website streaming movie (lagi). Dari deretan film film baru, ini film cukup menarik perhatian karna posternya yang eye-catching, dan Leading Actreesnya Song Hye Gyo.
Film ini menceritakan sebuah keluarga, pasangan Han Dae Su (Kang Dong Won) dan Choi Mira (Song Hye Gyo) yang menikah di usia yang sangat muda karna Mira udah hamil di usianya yang baru 17. Drop out dan membina keluarga di usia yang sangat dini. Tapi bukan ini yang menjadi isu utama film ini, anak mereka Han Ah Reum (Jo Sung Mok) yang di awal cerita udah berumur 16 tahun, adalah pengidap penyakit langka, HGPS (Hutchinson–Gilford progeria syndrome) atau yang biasa dikenal dengan nama Sindrom Progeria. Penyakit ini bikin regenerasi sel di dalam tubuh tumbuh secara cepat, gue jadi bingung juga jelasinnya gimana, just try to check on the wikipedia page <here> kalo butuh penjelasan lebih lanjut tentang Sindrom Progreria.
Han Ah Reum yang masih umur 16 tahun, karena penyakitnya ini kondisi badannya udah kaya kakek kakek umur 80 tahun. Disinilah inti cerita dari film ini. Film ini secara ringkas menceritakan kehidupan keluarga Ah Reum. Ketegaran masing masing peran di keluarga Ah Reum digambarkan dengan tegas, emosional tapi ga berlebihan. Point of View yang ga terlalu banyak bikin film ini ga membingungkan, meskipun alur ceritanya loncat loncat, banyak flashbacknya. Dari pertengahan film menuju klimax, film ini super ga santai. Kalo nontonnya ga pake skip skip adegan, setiap dialognya akan bikin lo nangis bombay sampe bikin jakarta banjir. (oke itu lebay, maaf).
Film ini diadaptasi dari novel berjudul "Doogeundoogeun Nae Insaeng" by Kim Ae-Ran (published June 20, 2011 by Changbi Publishers, Inc.). Recommended buat jadi tontonan keluarga, bareng temen ataupun sendirian. Secara ini genrenya keluarga, ga ada adegan yang bikin awkward kalo nonton bareng bareng, kecuali lo tipe yang malu kalo mewek depan orang. bakal pusing nahan nangis kalo gitu.
Anyway, rating gue buat film ini 10 out of 10. Wih, kece yak?! Kenapa menurut gue ini film perfect banget? Karna selama nonton gue ga ada perasaan pengen sekip sekip karna adegannya ga penting, dan gue ga akan ragu atau males buat nonton film ini lagi dan lagi. Buat yang belum nonton dan tipe tipe sayang keluarga, coba deh nonton film ini, tapi jangan lupa guling atau boneka buat dipeluk dan tissuenya yaa.. sekian dari kelincipendek kali ini. see ya on next review! ppuing ppuing ♥♥♥
about self-picking name, gue punya cukup banyak nama alias. Nama jepang gue adalah Namikaze Hikari. agak norak, dan baru ngeh surename bokapnya naruto juga namikaze, tapi nama emang dibikin waktu jiwa gue masih alay alaynya. waktu SMA.. iya, jiwa alay gw sedang berkobar kobar waktu itu. alesan kenapa namikaze hikari adalah, nama tengah gw adalah WIND dimana kalo ditranslate bahasa jepang adalah KAZE, sementara nami artinya gelombang. Gw versi SMA berfikir akan sangat keren kalo 2 syllable ini digabung, While "hikari" adalah karakter favorite gw di digimon 1 & 2. that's all.
And then, nama korea gw lahir (harusnya pake selametan bubur merah bubur putih) waktu gw kuliah, waktu serius seriusnya belajar bahasa korea dan saem (Guru *basa korea) saat itu minta kita buat bikin nama tiga suku kata, seperti orang korea pada umumnya. Alesannya simple, karna kalo nama kita ditulis hangul, akan puanjang dan ribet. Dan nama korea gw adalah 한채라 (read: Han ChaeRa). temen-temen gw yang saat itu menggalau sedewa dewanya karna bingung picking surename yang sama kaya biasnya (waktu itu masa kejayaan nya 2pm). bingung, soalnya biasnya banyak. galau berasa laku -_- imajinasi masa puber yang menggila. HAN CHAERA, pertimbangannya simple karna gw sendiri waktu itu dateng les nya telat dan dikejar waktu. HAN, dari kata HANA, yang artinya satu. iya, gw anak pertama emak gw, dan CHAERAnya dari nama beneran gw, CAESARA. ga jauh beda tho? ya setidaknya alaynya turun level setitik lah dari masa SMA,
Berhubung nemu foto mas Seuki my brilliant future husband (puber ke sekian yang kumat lagi) sekalian aja curhat soal beginian. Thanks to read anyway, mungkin dari kalian ada yang punya nama lain dan pengen sharing filosofi kenamaan ala kalian? boleh kok dibagi artikelnya.. nanti akan lgsg dikomen kelincipendekcerewet yang akhir akhir ini demen banget curhat.
Ditunggu ceritanya >.<
{x} | Artist: エム | Permission to Post
not really biasing this couple.. but every unrequited love always hope to be end up together, like sasunaru.
[Review] Say "i love you" - JMovie
Baru aja kelar nonton film ini, bukan karena sindrom valentine jadi bawaannya pengen nonton yang romantis romantis, tapi karena mata ga bisa merem dan ga punya game oke buat ditamatin. and then found this movies. Karena filmnya bagus dan recomended buat ditonton, jadi gue coba kasi review sedikit, spoiler alert! dikit doang ini gapapa dong ya :)
Owkay, as usual, movie movie romance jepang diambil dari manga atau malah udah ada versi animenya. dari penelusuran om gugs, ini movie udah pernah dibikin versi animenya karena versi manganya cukup populer.. dan akhirnya dibikinlah versi live action movienya.
sutekii ii na yo - manga version-
Say "i love you" Anime version.
Movie ini cukup ringan menurut gue, nyeritain kisah pasangan beda kasta, cowo populer dan cewe korban bully. Heroin nya Yamato Kurosawa, prince charming yang baik hati, udah dianggep pacar sejuta umat. Yamato yang pernah punya masa lalu dengan bully mem bully yang bikin doi begitu baik hati dan selalu ada di sisi siswa yang terbully, ketemu sama cewe yang bullyable Mei Tachibana, yang dibully karena ga punya temen dan ga mau ngomong sama orang lain kecuali kepepet banget. Adalah sahabat yamato, Kenji yang biasa ngebuli Mei sampe puncaknya Mei nendang doi (tapi kena Yamato) dan bikin Yamato klepek klepek. Okay, it was really easy to fall in love.
Mungkin buat yang ga kenal sama anime atau manganya (termasuk gue) akan cukup heran sama pace film ini yang kaya kejar setoran, Yamato yang tetiba nyium Mei dengan alesan ngusir stalker (what da?!) dan sejak hari itu Yamato udah kaya Prince charming syndrom yang demen ciam cium, karena ini live action, hanya mengambil beberapa adegan yang dianggap penting dari manga nya yang (mungkin) ber episode episode.
but overall, ceritanya tidak membosankan. di film ini cukup menjelaskan usaha Yamato bikin Mei suka sama doi dan usaha Mei memantaskan diri (at least in her mind) sebagai pacar cowo sepopuler Yamato. Pemeran antagonisnya yang ga jahat- jahat amat bikin film ini ga typical, and i do enjoy it (uda muak sama orang orang jahat versi hello kitty :p )
Yamato Kurosawa diperankan sangat apik oleh si kamer rider favorite kita semua, mas Fourze, Sota Fukushi. disini doi keliatan super ganteng dan super tinggi, mungkin karena lawan mainnya banyak yang lebih pendek, tapi doi oke banget! satu hal, sota ini mirip banget sama Taemin SHINee, terutama kalo senyum. (or just in my imagination)
Anyway, reviewnya dikit aja, kalo banyakin spoiler jadi ga asik, jadi monggo ditonton sendiri aja filmnya buat penggemar drama romantis ringan, Rate buat Movie ini 8 out of 10 deh. YEY! SELAMAT!! (apa sih -_-) Overall recomended buat ditonton untuk mengatasi kebosanan, letih, lesu atau kurang darah. sekian dari kelincipendekcerewet yang demen brondong kaya sota sota ini, see ya on next post!