Aksi-Reaksi (Romantis Versi Kita)
Jaman taaruf, Mas sempat mengatakan bahwa dia bukanlah lelaki yang romantis. Tak bisa membuat bahasa indah ataupun puisi cinta untuk istrinya. Aku hanya tersenyum dan tidak begitu mempermasalahkan. Aku percaya, dia memiliki bahasa yang lain dalam beromantika.
Benar saja, ketika menikah, Mas memang masih canggung, kaku, bahkan menyentuhku pun terkesan masih ragu dan grogi. Aku juga sih. Mungkin memang seperti itu lah reaksi pertemuan dua orang yang belum saling akrab sebelumnya. Masih malu-malu meong.
Namun untuk urusan kerjasama dalam rumah tangga, kami tidak canggung untuk saling membantu. Belum banyak berkata-kata, namun dilakukan dengan aksi nyata. “Ah, kamu bohong Mas. Dulu kamu bilang kamu tidak romantis”, ucapku dalam hati.
Sesederhana genggaman tangan, itu sudah luar biasa loh bagi seorang istri
Kami saling belajar tentang aksi reaksi. Akan sulit munculnya reaksi tanpa adanya aksi. So, Mas dan aku sama-sama bereksperimen memberikan berbagai aksi.
Mas lebih banyak memberikan aksi melalui teladan. Bangun sebelum Subuh, beres-beres rumah sebelum bepergian, tidak tidur setelah shalat Subuh, dll. Aku pun mengikuti kebiasaannya sebagai bentuk reaksiku.
Kalau aku lebih memberikan aksi dalam pencairan suasana. Panggilan sayang, kalimat mesra, juga perhatian kecil yang manis seperti menyelipkan sebatang coklat bertuliskan doa di tas kerjanya. Dan benar saja, Mas memberikan reaksi yang menurutku sangat luar biasa untuk ukuran orang seperti Mas (yang bawaannya serius)! Mas memanggilku “sayang”. Dan yang paling bikin aku melayang adalah ketika di hari lahirku dia membawakan bunga mawar bertuliskan doa dan kata romansa. Luar biasa bahagianya aku saat itu.
Atau ketika suasana terkesan canggung dan kaku, harus ku beranikan untuk mencairkannya. Ku raba tangan Mas yang dingin, dan ternyata Mas menyambutnya dengan menggenggam tanganku. Kalau tak ada yang mau memberikan aksi lebih dahulu, maka sangat disayangkan karena tidak ada reaksi yang tercipta.
Aksi Suami: Memegang sapu di pagi hari.
Reaksi Istri: Mengambil sapunya, atau mengambil alat pel.
Aksi Suami: Mencuci sayuran di kulkas.
Reaksi Istri: Melanjutkan memotong dan meraciknya.
Aksi Suami: Mengumpulkan pakaian kotor dan memasukan ke mesin cuci.
Reaksi Istri: Membilas dan menjemur pakaiannya.
Begitu pun sebaliknya..
Aksi Istri: Duduk di samping suami .
Reaksi Suami: Berhenti mainan HP dan merangkul pundak istri.
Aksi Istri: Memasak makanan favorit suami.
Reaksi Suami: Melahap masakan istri dan memuji.
Aksi Istri: Memanggil dengan panggilan sayang.
Reaksi Suami: Membalas dengan emot “kiss”.
Dan berbagai aksi-reaksi lainnya yang membuat kehidupan rumah tangga semakin manis dan hangat. Jangan ragu, jangan malu. Toh sama suami/ istri sendiri. Lagi pula yang begini kan berpahala. Jangan lupa niatkan untuk beribadah, untuk membahagiakan satu sama lain, untuk menyalurkan cinta dan kasih sayang, juga membangun keintiman.










