Di Q4-2019, bersama dengan dua orang teman kantor, kami merencanakan perjalanan dengan membeli tiket promo yang saat itu bisa jadi hampir setengah harga normal biasanya dijual. Rencananya, perjalanan akan dilakukan di akhir Q1-2020. Walaupun pada saat itu harga tiketnya sudah di diskon, tapi tetap saja perlu waktu lagi kami mempersiapkan hal-hal lainnya yang diperlukan, mulai dari tiket lainnya (antar kota), penginapan, visa, pakaian, mau kemana dan ngajapain aja disana. Alhasil di waktu menunggu perjalanan itu kami sering berdiskusi sambil mengusahakan hal-hal lainnya yang dibutuhkan. Di akhir tahun 2019, berita tentang covid sudah bermunculan di negara asalnya, China, hingga ke beberapa negara lainnya.
Hingga tiba di bulan keberangkatan kami, Maret, ketika seluruh persiapan sudah ya bisa dibilang 90%. Transportasi, akomodasi, visa, mata uang yang akan digunakan, pakaian yang akan digunakan, bahkan koper juga sudah dipinjam dari temen biar agak besaran. Hingga akhirnya berita suspect pertama covid di Indonesia naik ke publik, wuishhh rasanya, udah harap-harap cemas. Banyak penerbangan yang dibatalkan karena beberapa negara melakukan restriksi terhadap penerbangan dari negara-negara yang telah teridentifikasi covid-19.
Hingga akhirnya kami memutuskan untuk mencoba mengontak pihak penjualan tiket untuk menanyakan kebijakan refund tiket, berhubung tiket yang kami beli sebetulnya non-refundable. Travel agent tersebut sepertinya juga agak kewalahan dengan banyaknya permintaan dari customernya. Ya tapi kami tetap mencoba. Kemudian kami juga mengontak tiket penerbangan antar kota disana, hotel di 2 kota, apakah bisa di refund. Namun seluruhnya menjawab tidak bisa di refund. Long story short, semuanya bisa di reschedule (open ticket) sampai dengan batas waktu yang ditentukan. Kalau gasalah untuk tiket pesawatnya bisa open hingga September 2020.
2020 hampir berakhir, namun pandemi masih belum menunjukan kata bersahabatnya. Dari seluruh yang kami kontak, tiket penerbangan antar kota sudah tidak bisa dilakukan apa-apa lagi. Sisanya, di undur lagi hingga awal tahun 2021. Sampai mendekati akhir tahun, ketika yaudah pasrah kayaknya hangus aja deh gapapa dari pada kesehatan diri dan orang disekitar yang jadi taruhannya. Di pertengah bulan Desember di aplikasi perjalanan tersebut ada notifikasi kalau biaya tiket akan di refund. Tapi, hal itu tidak berlaku untuk teman perjalanan gue lainnya. Kami coba bertanya kenapa hal itu bisa terjadi padahal pesan di saat yang bersamaan, jawabannya hal tersebut terjadi karena di tiketku terjadi error atau apalah pada saat itu sehingga pada akhirnya dana dikembalikan.
Dari kejadian ini, gue jadi belajar tentang hal-hal yang ada dikendali dan bukan menjadi kendali kita. Meskipun sudah mempersiapkan berbagai hal, bahkan tinggal packing aja trus berangkat. Namun kalau Allah menghendaki “ini bukan saatnya Mi, lain kali aja ya”, maka terjadilah. Sedih? bangetttt.. Negara itu salah satu negara yang pingiiinn banget gue kunjungin sejak kuliah hehe. Tapi akhirnya manis, Allah kasih refund tiket yang non-refundable. Di momen ini juga gue merasa Allah lagi ngajarin untuk menahan ego ya, kayak mau bilang “Mi masih banyak hal yang perlu diprioritasin, yang lain dulu aja yah”.
Rumah, 15 Desember 2022. 07:03