berlin ig source : @ doyoutravel
he wasn't even looking at me and he found me
Show & Tell
d e v o n
will byers stan first human second
almost home
Xuebing Du

#extradirty
Sweet Seals For You, Always
Today's Document

roma★
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Product Placement

JBB: An Artblog!

titsay

shark vs the universe
ojovivo

JVL
h

PR's Tumblrdome

@theartofmadeline
seen from Switzerland

seen from Russia

seen from Indonesia

seen from United States

seen from Canada
seen from Brazil

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Argentina

seen from Argentina

seen from United States

seen from India

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@mohamadakbarazizz
berlin ig source : @ doyoutravel
Dragon burning stove from Misty Oakley on facebook.com
KINCIR
Terlahir kecil dari segelintir kincir. Membuang luka yang takjub dari rimbunnya kuyub. Menahan letih melihat hijaunya alam. Membangkitkan semangat akan rasa yang selalu terpendam. Kau tahu betapa sakitnya luka yang dibasuh dengan ribuan rasa. Memahami isi sesuai dengan perihnya air mata YK-Februari 21-02-2017 17.54 WIB Pakualaman YK
MEGER[T]I
Aku mengerti dengan ombak yang selalu teriak. Memburu arak di saat hari yang sesak. Angan pun tak kunjung retak. Mendengar bising di atas nafas yang sesak. Hai, engkau. Engkau tahu betapa rimbunnya suara ombak. Tidak lagi mereka melihat rasa yang selalu retak. Akan gelisah seperti suara katak. Setiap detik enggan menggertak. Tentang apa itu yang dimaksud dengan hati yang retak. Penajam, Balikpapan, 30 April 2017 [MAA]
DESAKAN
Mereka tertawa, tersenyum, mengapit dua bibir disela air kapan mengalir. Mei ini awan yang terik selalu menguliti kulit kami, membaur dengan tubuh yang kurus, berat ditulang punggung untuk mengemban amanah. Satu per-satu aku lepaskan secara perlahan beban di pundak. Selalu menuduk alakadar banyak yang mendesak. Penajam - Balikapapan 1 Mei 2017
Suruh Tembawang, Kuching Malaysia
ruang yang selalu memiliki cerita antara aku kamu dan buku-buku kecil
Marhaban Ya Ramadhan. Terakhir buka bersama di Jogja bersama teman kelas yang masih tersisa di Jogja
Menanti Acc!
Malam ini, hujan yang rintik. Seperti bintik pori-pori yang memiliki celah untuk udara. Jam berlalu dari sore hingga petang, kala senja telah tertutup kabut hitam begetar guntur. Jemariku gatal untuk tidak membual pada ketikan-ketikan khayal. Kala itu, berhadapan dengan gelar Ph. D, terkemuka dari universitas ternama di dunia. Hadapan seger pada raut wajahku dengan diiringi dengan intro temuan lapangan. Semua diganggu gugat olehnya, maklum. Pikiranku hanya sebatas orang-orang lapangan, bukan orang-orang proyek yang mampu memanjakan dirinya ala sajian manis kapitalis-kapitalis semu. Satu per satu, bagian per bagian telah dilewati. Pada akhirnya temuan lapangan yang aku dambakan ternyata terhalau oleh jarinya. "Ini data disimpan, ini data nggak usah dibuang" "Ini bab 4 kamu displaynya terlalu empiris, kemudian bab saya masukan ke beberapa bab di depannya yah" Naaaaahas, tapi aku mendambakan apa yang aku harapkan. Di kemudian hari, entah esok atau lusa. Aku dapat memaparkan beberapa temuam lapangan sebagai bentuk aksi risetku kepada mereka yang hanya membual dalam kelas bertajuk khayal.
cerdik tak membuang kawan, gemuk tak membuang lemak~ #wongbanten (at Ratu Boko)
Dinding Perbatasan Hanya Sebagai Pembatas (Mencangkul Potensi)
“Pengalaman bertatap muka langsung di lapangan adalah merupakan kunci. Ruang kelas diisolasi, lahan dusun diekspos. Tidak ada orang yang mampu menyelam tanpa masuk ke dalam air”
Perjalanan panjang membawa kami dengan tekad bulat mencoba untuk berjuang mengarungi pemberdayaan masyarakat perbatasan yang menjadi mindset kami dalam membawa perubahan yang akan kami jalankan bagi masyarakat perbatasan Entikong, Desa Suruh Tembawang merupakan Desa terluar, terisolir, terdalam, dan tertinggal. Aspek pembangunan yang masih dikatakan kurang dari kata baik, terlihat dalam beberapa aspek yang kita temukan di lapangan. Desa Suruh Tembawang, Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat harus dilalui melalui jalur sungai Sekayam yang terdiri dari kecamatan Entikong, Sontas, Merau, Punti Engkaras, Palapasang, Entabang , Mangkau, Suruh Engkadok, dan Suruh Tembawang. Beberapa desa yang telah kita lewati. Daerah Indonesia memiliki daerah terluar yang terlihat dari berbagai batas diantara daerah-daerah yang mengapit negara lain, sebagai contoh daerah Suruh Tembawang, Daerah Suruh Tembawang memiliki 2.701. Sepuluh dusun Suruh Tembawang diantaranya; Kebak Raya, Suruh Tembawang, Pool, Sekajang, Badat Baru, Badat Lama, Gun Jemak, Gun Tembawang, Senutul, dan Sungkung. Berdasarkan hasil wawancara secara mendalam yang dilakukan kepada didapatkan banyak informasi mengenai hal-hal yang kita lihat melalui pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pihak pemerintah. Salah satunya mengenai pembangunan masyarakat dari berbagai aspek yang dilakukan oleh pengurus desa maupun masyarakat itu sendiri bagi masyarakat dalam bentuk keberlanjutan Desa dengan tujuan untuk meningkatkan status sosial dan ekonomi masyarakat itu sendiri. Teriring rasa yang telah dilihat melalui intuisi dasar membangunkan mahasiswa untuk melihat dan berpartisipasi dalam pembangunan desa terjauh dari pusat Kecamatan, Desa Entikong yang jaraknya lebih dekat dengan Tebedu Malaysia, Sarawak membuat masyarakat nyaman dengan berbagai bahan pokok masyarakat Sarawak yang ada disetiap harinya. Terjadi prinsip moral yang kuat “Kaki Indonesia – Perut Malaysia”. Makna ini tersirat dan sangat menjadi lebih baik ketika kita mengoptimalkan semua hasil pertanian dan perkebunan di desa. Pembangunan yang terjadi dalam hal ini membuat sebauh desa semakin terkesan buruk. Masuknya beberapa bantuan diantaranya bibit sayur mayur, bibit ikan, kambing etawa dan beberapa program pemerintah yang sering kita dengarkan bagi masyarakat yang membutuhkan tetapi terkadang masyarakat Suruh Tembawang membawa semangat yang berlebih, tetapi hal yang bterjadi adalah pemberian semata. Perbatasan identik dengan kata “terbatas” terbatasnya infrastruktur desa sampai pada ranah dusun. Perkembangan teknologi yang masuk ke desa tak seimbang dengan sebuah pengorbanan masyarakat dalam lini pembangunan. Desa ini termasuk bagian dari output UU Desa No. 6, hal ini membangkitkan semangat masyarakat pada awalnya meningkat. Namun hanya sebatas awalnya saja, tak lain kita lihat sebuah kemungkinan besar yang terjadi dalam transect desa yang telah kita dapatkan beberapa hari ketika kita melakukan hidup bersama dengan masyarakat. Disisi lain, fasilitas yang ada di dalam Desa ini sangatlah terbatas, akses pasar yang tidak ada, pembangunan yang tersendat, harga bahan-bahan pokok yang mahal sangat. Berbeda dengan di Kecamatan Entikong, Desa ini desa terluar Indonesia, yang notabene banyak sekali hasil bumi yang dihasilkan untuk menyambung kehidupan masyarakat. Masyarakat desa Suruh Tembawang memiliki potensi perkebunan yang sangat tinggi, hasil dari potensi masyarakat hanya sebatas dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat saja, dan pengelolahannya tidaklah maksimal, dikarenakan masyarakat tidak memiliki kompetensi dalam hal pembangunan.
Development dengan menitik beratkan pada tiga aspek Dilligen (rajin), Self-help (mandiri) dan Cooperatin (kerjasama). Integrasi ketiga unsur tersebut sangatlah kental dengan dorongan masyarakat yang sangat membantu akan hal pembangunan. Prinsip kemandirian rakyat korea dituntut untuk tidak bergantung pada orang lain seperti layaknya konsep berdikari Soekarno. Mereka berani bertanggung jawab atas keputusan - keputusan yang dibuat dan diambil. Dalam merealisasikan UU Desa No. 6 Tahun 2014 membuat rakyat menyongsong akan hal pembangunan yang di rangsang oleh negara untuk rakyat desa, desa merupakan ujung tombak dari pembangunan bangsa. Konteks desa secara parsial dapat kita bayangkan sebagai tempat yang terbelakang, asumsi kasar yang muncul dalam setiap omnium. Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat Desa, hal ini tercantum dalam UU Desa Pasal 1 Ayat 12. Tidak hanya itu, ada prinsip yang muncul dalam Undang-Undang Desa yaitu rekognisi, subsidiaritas, keberagaman, kebersamaan, kegotongroyongan, kekeluargaan, musyawarah, demokrasi, kemandirian, partisipasi, kesetaraan, pemberdayaan, dan keberlanjutan. Melihat pada kancah Negara yang melakukan dorongan pembangunan dengan kesungguhan tidak lepas dari peran negara dalam memberikan pendidikan sebelum program dimulai. Hal ini dapat mencipatakan kepatuhan rakyat terhdap pemerintah dan meningkatkan kinerja pembangunan yang akan menciptakan hasil yang maksimum. Kemaksimuman hasil yang dicapai haruslah dapat membawa keberlanjutan dalam pembangunan sama seperti yang terjadi di Negara lain, pengembangan kapasitas masyarakat juga merupakan salah satu unsur utama dalam proses pemberdayaan, disamping dalam memberikan kewenangan kepada rakyatknya. Disisi lain, pembangunan dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa, tetapi ada beberapa sistematika yang harus dibangkitkan ketika kita belajar dari Korean Development Model dengan meningkatkan kinerja efektif dan kemandirian serta trust kepada stakeholder yang membuat semua akan hal pembanguanan dapat berjalan dengan sistematika yang lebih baik.
Sejatinya Desa Suruh Tembawang memiliki kekayaan alam luar biasa yang tidak akan ditemukan didaerah lain. Salah satunya keberadaan Sahang Emas yang tumbuh dikawasan bukit sekitar Sungkung komplek, yang dapat diolah menjadi lada bubuk dan khas Desa yakni “Sungkung’s Pepper”, hasil bumi lain yang melimpah segar dengan kualitas bagus tersebar di kebun-kebun, serta ladang milik masyarakat. Padi hutan, singkong dan jahe gajah, sayur mayur dan tumbuhan obat yang masih berlimpah. Masyarakat memiliki permasalahan yang cukup komplek, dibalik potensi yang dimiliki, Masyarakat Desa Suruh Tembawang menemui permasalahan berakitan kemampuan sumber daya manusia dalam pemanfaatan potensi alam yang ada. Tingkat pendidikan yang rendah serta keterbatasan akses membuat masyarakat belum mampu mengolah, mengoptimalkan serta membuat terobosan baru dalam pengelolaan sumber daya. Selama ini, kebiasaan masyarakat cenderung berpola subsisten, artinya mereka menanam/berkebun untuk kebutuhan sendiri, yang penting saat itu juga mereka bisa menyambung hidup, padahal apa yang mereka hasilkan sejatinya bisa dimanfaatkan untuk dijual dan mereka akan mendapatkan penghasilan. Permasalahan lain yang turut bermunculan ialah kurangnya kesadaran masyarakat (dalam hal ini orang tua) dalam bidang kebersihan lingikungan dan kesehatan.
sincerely
Mohamad Akbar Aziz
Bilik Senaya, 28 Juli 2016
ENTIKONG, INDONESIA - MALAYSIA
Sincerly
DATA DIPINDAH KENANGAN BERTAMBAH
Hal unik, seunik mentari yang gagal menyinari bumi, kala itu aku memasukan kosa kata baru dalam hidup ku, kegigihan yang akan aku jalani, rupanya melibatkan beberapa pemain sebagai aktor lama, satu minggu kemudian mereka membicarakan hal yang dirasa baik, dua minggu kemudian mereka senang bergunjing, menggunjing kawan yang ada di lokasi maupun tidak ada di tempat, beberapa minggu kemudian setiap orang yang aku pijaki perkataannya, mula-mula melepaskan diri dari belenggu keganasan intelektual, pemain lama hanya naik pitam untuk beraksi, tidak ada urusan dan perkataan yang mengaga. Begitu pula senior yang terdahulu, yang sering membeberkan pengalamannya bermain wanita, menenggak arak sampai pada titik vodka USA.
Penghilang rasa jenuh.
Bukan centimeter, melainkan ribuan kilometer.
Entah mengapa aku merindukan suaramu, tabir malam dikala itu, kesejukan rembulan yang dulu hinggap, lambat laun engkau mengucap sesuatu yang belum aku ketahui. Jelas membuat diriku sangat mengerti.
Bermula dikenalkan oleh “Emak” sorang ibu kandung yang kalau membangunkan solat subuh anak-anaknya cukup dibuka jendela kamar anaknya, kemudian selimutnya disembunyikan. Emak adalah Ibuku yang mendidik ku dari balita hingga dewasa saat ini, yang mengajariku berpakaian. Aku pun dikenalkan dengan trademark gambar di atas oleh ibuku. Sewaktu SMA aku baru mengenal tulisan pada celana jeans ini, itu pun dikarenakan Emak menggunakannya.
Cukuplah semua bunga api di langit untuk mengukur rembulan-rembulan yang telah beralalu. Sinar matahari hari ini belum jatuh, bunga-bunga dan kumbang-kumbang menunggu sinarnya, mereka berhimpit diantara selah-selah.
Intensitas berkurang, tingkat fokus bertambah 👻