Lihatlah, anak kecil ini sekarang sudah tumbuh besar.
Dulu ia berlari mencari tangan untuk digenggam,
sekarang ia berjalan sendiri, meski lututnya kadang masih gemetar.
Ia pernah menangis dalam diam,
belajar menguatkan hati tanpa tahu caranya.
Waktu memaksanya dewasa sebelum sempat bertanya,
tetapi ia tetap melangkah pelan, tapi berani.
Dan meski ada ruang dalam dirinya yang tak pernah benar-benar pulih,
ia tetap berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.












