untukmu, yang barangkali tidak pernah tahu seberapa dalam aku jatuh padamu
aku ingin menulis sebuah kalimat yang belum pernah dikirimkan siapa pun. kalimat yang lahir khusus untukmu.
aku hanya ingin kau tahu bahwa ada seseorang di dunia ini yang menyebut namamu dalam hatinya lebih sering dari apa pun. bahkan mungkin lebih sering dari ia menyebut namanya sendiri.
kalau aku bisa menjelaskannya dengan kata, aku akan berkata: mencintaimu seperti bernafas—tidak selalu kusadari, tapi tanpamu, segalanya sesak. aku ingin menjadi bagian dari harimu, bukan sebagai gangguan, tapi sebagai kelegaan. sebagai seseorang yang bisa kamu ajak diam berdua, tanpa merasa sepi sedikit pun.
aku pernah mencoba menulis puisi tentangmu, tapi ujung-ujungnya kertas itu basah oleh air mataku sendiri. bukan karena aku sedih, melainkan karena aku tidak tahu bagaimana caranya merangkum seluruh semesta yang kau bawa hanya dalam satu halaman.
kamu tahu? Aku mencintaimu seperti waktu mencintai detik. tanpa detik, waktu menjadi kurang sempurna. aku mencintaimu bukan hanya dengan perasaan, tapi dengan seluruh sistem syaraf yang bergetar tiap kali mendengar namamu disebut.
andai kamu tahu, aku mencintaimu dengan cara yang tidak diajarkan oleh siapa pun. hanya dengan caraku sendiri. caraku yang aneh. caraku yang sunyi. caraku yang tidak bisa ditiru.
kalau cinta adalah bahasa, maka kamu adalah kata yang tidak pernah diajarkan di mana pun, yang tidak akan ditemukan di buku apa pun. kamu adalah kosakata rahasia yang hanya bisa kupahami lewat denyut dadaku sendiri. dan di dadaku, namamu tidak pernah benar-benar diam. ia bergema, seperti gema langkah pulang yang sudah lama kutunggu.
aku tidak mencintaimu karena aku kesepian. aku mencintaimu karena bahkan saat aku ramai oleh dunia, hanya kamu yang terasa seperti rumah.
kadang, aku ingin menua di sisimu. tapi kadang, aku juga ingin menua dalam ingatanmu. karena jika suatu hari hidup memisahkan kita, aku masih ingin ada di tempat di mana ingatanmu menatapku paling lama.
aku mencintaimu seperti bumi mencintai gravitasi. menarikmu diam-diam, tanpa paksa, tanpa bunyi, tapi pasti. aku tidak akan pernah menuntutmu memilihku. tapi jika suatu saat kamu ragu, kamu boleh melihat ke dalam mataku, karena di sana, kamu adalah satu-satunya yang tinggal dan tak pernah pergi.
cinta ini mungkin tak sempurna, tapi ia jujur. ia setia. ia tumbuh bukan karena diminta, tapi karena kamu memang pantas dicintai.