Potential leader is born, but effective leader id made.
Anthony D'Souza
wallacepolsom
hello vonnie

izzy's playlists!

Origami Around
Show & Tell
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
d e v o n

Andulka

titsay
🪼
h
Claire Keane
I'd rather be in outer space 🛸

PR's Tumblrdome
Misplaced Lens Cap

★

#extradirty

roma★
Keni
KIROKAZE
seen from Argentina

seen from United States
seen from France

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Germany
seen from Vietnam
seen from United States
seen from Argentina

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Kuwait

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Uzbekistan

seen from Denmark

seen from Australia
@mu4zz
Potential leader is born, but effective leader id made.
Anthony D'Souza
Celoteh Tentang Hotel : Khalista Hotel
Hotel ketiga
Lokasi
Berlokasi di salah satu jalan utama di Kabupaten Purwakarta, tepatnya di jalan Veteran. Jaraknya terbilang dekat dari gerbang toll Sadang, cukup 10 menit jika jalanan lancar. Di sekitar hotel banyak tersedia pilihan makanan di malam hari. Duo minimarket terpopuler di Indonesia juga sangat dekat jaraknya dari hotel.
Desain dan Fasilitas
Pertama kali melihat tampilan depan hotel ini, yang ada di pikiran saya adalah "koq mirip ruko gini?" Untuk hotel yang belum berbintang, desain bangunan hotel ini sebenarnya sangat baik. Ruang resepsionisnya tidak luas dan menyatu langsung dengan ruang makan untuk sarapan. Meja yang tersedia di ruang makan tak lebih dari sepuluh buah. Sajian sarapan yang ditawarkan memang tidak banyak, sekedar cukup untuk mengisi perut di pagi hari. Ruang makan ini juga jadi alternatif tempat duduk-duduk santai di sekitar lobby karena hanya ada dua kursi yang tersedia di dekat meja resepsionis.
Lahan outdoor hotel mutlak hanya untuk lahan parkir. Kapasitasnya pun terbatas, mungkin hanya menampung tidak lebih dari 15 mobil. Fasilitas umum lainnya adalah cafe yang terletak di lantai 3 atau rooftop. Cafe ini berkonsep outdoor, mulai beroperasi setelah maghrib sampai mendekati tengah malam. Kapasitasnya juga jauh lebih besar dibandingkan ruang untuk sarapan di lantai satu. Saya jadi berpikir mengapa cafe ini tidak dijadikan tempat sarapan saja. Karena selain tempatnya lebih luas, tamu juga dapat menikmat pemandangan kota Purwakarta di pagi hari, yang tentunya tak kalah indah dibandingkan malam hari.
Kamar
Saya menginap di kamar kelas deluxe. Desain dan fasilitasnya cukup baik. Sederhana, bersih dan tertata rapi. Luasnya malah sedikit lebih luas daripada hotel bintang tiga di Jakarta yang pernah saya temui. Kamar ini memiliki sabuah jendela kecil, atau lebih tepatnya sih ventilasi. Karena letaknya cukup tinggi untuk dijangkau jika anda ingin mebuka/menutupnya. Satu hal yang cukup menggangu adalah posisi LCD TV yang terlalu tinggi. Nonton TV satu jam saja leher sudah mulai pegal, padahal saya sudah berada di posisi terjauh dari TV. Kayaknya TV ini disetting untuk ditonton sambil tiduran di kasur, karena itulah satu-satunya pilihan posisi menonton yang ternyaman.
Toilet beserta shower dan wastafel terihat cukup terawat. Fasilitas toiletries terbatas hanya sabun batangan dan shampoo. Tanpa sikat gigi.
Secara keseluruhan, hotel yang baru dibuka tahun 2012 ini cukup nyaman ditempati. Dengan harga hotel melati, pelayanan dan fasilitasnya sudah mendekati hotel bintang dua. Mengingat di Purwakarta tidak banyak pilihan hotel, maka hotel ini bisa jadi pertimbangan bagi pengunjung yang hanya ingin sekedar beristirahat setelah seharian beraktifitas di kota Purwakarta dan sekitarnya. Foto dan informasi lebih lanjut tentang Khalista Hotel, silahkan meluncur ke web resmi.
Celoteh Tentang Hotel : The Bellezza Suites
Hotel kedua
Lokasi
Lokasinya di daerah Permata Hijau, persis di seberang ITC Permata Hijau. Alamat lengkapnya yaitu di Jalan Letjen Soepeno 34, Arteri Permata Hijau Jakarta Selatan. Termasuk strategis karena dekat dengan pusat perkantoran di kawasan Sudirman. Lalu lintas sekitar hotel padat pada pagi dan sore hari saat kebanyakan orang pergi dan pulang kantor.
Desain dan Fasilitas Umum
Bangunan hotel ini menyatu dengan apartemen dan pusat perbelanjaan. Semua bangunannya berdesain eropa romawi. Resepsionis hotel ada di sisi belakang. Ukurannya pun tidak terlalu besar. Di lantai yang sama, ada juga bar/lounge yang dapat menampung sekitar 50 orang.
Satu hal yang di luar dugaan saya adalah restoran tempat tamu sarapan pagi. Restoran terletak di lobby pertokoan Bellezza Shopping Arcade. Sambil makan pagi kita jadi bisa melihat -sekaligus diliatin- orang-orang yang lalu lalang sepanjang lobby. Kalau dari segi variasi makanan yang disajikan, tidak sebanding dengan megahnya gedung. Variasi dan rasa sajian dapat disejajarkan dengan hotel bintang dua.
Fasilitas pendukung yang tersedia selanjutnya adalah sarana olahraga. Fasilitas olahraga ada di lantai 5. Ada gym yang berukuran agak kecil yang hanya menampung beberapa alat olah raga, lapangan badminton indoor, lapangan squash, dan satu buah meja ping-pong. Di bagian outdoor, ada kolam renang yang cukup luas dan jogging track. Jogging track dan taman minimalis terbentang sepanjang kompleks pertokoan Bellezza.
Kamar
Saya menginap di kamar tipe Family Suite. Kamar ini mirip dengan apartemen dua kamar. Ada satu kamar tidur utama berikut kamar mandi, satu kamar kecil, satu kamar mandi, dan ruangan yang mencakup ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Fasilitas dapurnya juga lengkap. Ada kompor, perabotan makan, kulkas, dispenser, dan tempat cuci piring. Oiya, mesin cuci juga disediakan di kamar ini.
Pada kamar utama disediakan balkon kecil. Balon menghadap arah ke Jalan Letjen Supeno. Jika melongok ke bawah, tamu dapat menikmati pemandangan kolam renang dan taman kecil yang asri.
Kamar mandi di dalam kamar utama cukup luas. Ada bathtub dan shower yang terpisah. Untuk kamar mandi lain di ruang keluarga, perbedaan hanya pada ukuran dan ditiadakannya bathtub. Toiletries yang disediakan di semua kamar mandi juga lebih dari standar.
Ruang Rapat
Ruang rapat yang saya gunakan ada di lantai tujuh. Luasnya tentu sesuai dengan jumlah peserta yang hadir. Lantai dilapisi karpet yang cukup tebal. Pencahayaan bernuansa kekuningan dan cukup menerangi seluruh ruangan. Di lantai lima, ada pula ruang rapat yang terletak di sisi kolam renang. Jadi waktu makan atau coffe break, hidangan dapa disajikan di pinggir kolam renang yang masih teduh karena masih tertutup atap.
Oke sampai di sini saja review singkat tentang The Belleza Suites Hotel. Deskripsi dan foto seputar hotel dapat diakses di sini.
Celoteh Tentang Hotel : Aston Primera Pasteur
Hotel kesatu.
Lokasi
Hotel ini beralamat di jalan Dr. Djunjunan No.96 Bandung. Lokasinya strategis, tak jauh dari pintu tol Pasteur. Cocok banget buat kementerian atau lembaga negara yang ingin mengadakan kegiatan karena tamu undangan tidak akan kesulitan untuk menemukan hotel ini. Dari Jakarta atau Bandara Soekarno Hatta cukup naik berbagai armada travel yang ada, langsung dapat turun tepat di depan hotel.
Di sekitar hotel terdapat banyak restoran, mini market, dan toko-toko yang menjajakan oleh oleh. Tak jauh dari hotel pun terdapat pusat perbelajaan dan sarana-sarana hiburan lain yang dapat anda kunjungi jika bosan berada di hotel. Semua lokasi tersebut dapat ditempuh dengan jalan kaki atau dengan angkutan umum.
Desain Umum
Seperti hotel-hotel Grup Aston lainnya, warna ungu mendominasi dekorasi dan seragam karyawannya. Desain hotel dan dekorasi ruangannya minimalis modern. Di lobby, terdapat kolam kecil sederhana yang cukup menarik. Restorannya dapat menampung cukup banyak tamu, dan disediakan area outdoor di sisi kolam renang bagi para perokok. Makanan yang disediakan cukup banyak. Anda harus mengambil porsi makanan yang sedikit kalau mau mencicipi semua makanan yang tersedia, kalu tidak ingin susah berdiri karena kekenyangan. Soal rasa, mayoritas masakan di sini sesuai dengan selera saya.
Area hotel tidak terlalu luas, namun sisi outdoor masih cukup untuk menampung taman, kolam renang berukuran sedang, dan sedikit lahan parkir . Untuk lahan parkir, hotel juga menyediakan beberapa lantai lagi di belakang dan di basement hotel, sehingga dapat menampung cukup banyak kendaraan.
Kamar
Saya menginap di kamar kelas Deluxe. Menurut saya, ukuran kamar yang sekitar 6 x 4 meter ini pas bagi ukuran kamar hotel standar. Tidak terlalu luas, tidak terlalu sempit. Interior kamar terlihat modern dengan pencahayaan yang baik di malam hari. Terdapat pula satu unit brankas kecil untuk menyimpan barang berharga anda di kamar. Ada juga senter yang disematkan di sisi lemari untuk digunakan pada keadaan darurat. Disediakan satu bantal ukuran standar dan satu bantal kecil untuk menunjang kenyamanan tamu saat tidur.
Beralih ke kamar mandi. Di sini ada ruang shower, kloset dan wahstafel. Seperangkat toiletries standar plus cotton bud tertata rapi di sisi cermin. Pencahayaan dan sirkulasi udara baik.
Ruang Rapat
Ukuran ruang rapat bervariasi tergantung jenisnya. Anda dapat menyesuaikan ukuran dengan kebutuhan jumlah peserta rapat. Desain ruangan baik dengan interior bernuansa gelap, jadi terkesan kurang ceria. Namun dari segi tata lampunya baik. Layar dan projector sudah menjadi kelengkapan standar. Sound systemnya jelas terdengar di seluruh sisi ruangan.
Sekian review singkat nan subjektif tentang Hotel Aston Primera Pasteur. Tambahan atau perubahan isi tulisan bisa saja dilakukan di kemudian hari jika memang saya anggap perlu.
Foto dan penjelasan lain seputar hotel ini dapat dilihat di website ini
Celoteh Tentang Hotel : Pengantar
Sebenarnya sejak awal mulai bekerja dan ikut dinas ke sana kemari, sudah terpikirkan untuk membuat review tentang hotel yang saya datangi. Cuma karena alasan teknis, waktu, serta niat, jadinya tertunda terus keinginan nulis tersebut.
Kali ini, saya bertekad untuk memaksakan diri untuk mulai menulis review. Toh sepertinya belum terlambat. Masih ada waktu kerja sekitar 30 tahun lagi untuk "bertualang" ke beberapa hotel di dalam negeri, syukur-syukur kalo bisa ke luar negeri juga. Aamiin!
Tentu saja review-nya ini masih kelas pemula banget. Jangan dibandingin dengan reviewnya @ariefrahman, @marischkaprue, atau @TrinityTraveler.
Harapannya dari awal memang hanya untuk kenang-kenangan bagi diri sediri dan keluarga. Jika ternyata bisa bermanfaat bagi orang lain, ya Alhamdulillah. :)
So, mari kita mulai. Bismillah.
Kembang tiruan. Tanpa wangi, tapi tetap dapat memancarkan pesonanya.
Rasa cinta akan semakin jernih saat kita harus berpisah untuk sementara dengan orang yang kita cintai
Iwan Setyawan
Dengarkan Curhatku
Berbicara itu menyenangkan! Dengan berbicara, gagasan bisa disalurkan. Ceria bisa dibagi. Atau, kesal dapat pudar bersama energi yang menguap saat berbicara. Tidak sedikit juga yang menjadikan berbicara ini sebagai sumber penghidupan. Tentu bukan hal yang haram, selama apa yang diucapkan adalah kebenaran. Tapi lucunya, anehnya, uniknya, saya lebih suka mendengar. Menikmati intonasi, menikmati ekspresi, sambil memilah informasi mana yang perlu disimpan. Mengamati wajah, ekspresi, bahkan geliat bibir dari sang sumber suara. Meskipun kadang suara itu hanya berlalu di telinga. Tanpa sejenakpun mampir di otak ataupun di permukaan hati.
Kepada cinta yang tak lelah menunggu Kepada kasih yang sabar menanti Kepada senyum yang tak pudar Kepada peluk yang selalu ingin melingkar Terima kasih Mulut ini hanya bisa menguntaikan doa Agar semua canda dapat terus berlanjut Selalu bermakna Selalu dirindukan
Mungkinkah kita perlu telinga khusus untuk dapat mendengar kata hati?
Apakah perlu hati diberi mulut, supaya bisa selalu kau dengar?
Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan sowan ke PT. INKA alias Industri Kereta Api. Sebuah BUMN yang bergerak di bidang perakitan kereta api.
Berhubung datangnya dalam rangka dinas, maka yang menyambut ternyata pak Dirutnya langsung. Lumayan, bisa kenalan dengan beberapa direksi. :p
Setelah memberikan beberapa kalimat sambutan dari kedua belah pihak, rombongan lalu diajak berkeliling melihat-lihat workshop PT. INKA. Lahan yang dimiliki cukup luas, 22 hektar. Butuh waktu hampir 2 jam untuk menjelajahi tiap bagian workshop. Tapi karena terlalu bersemangat melihat perakitan kereta, kaki baru berasa capek setelah selesai survey. :)
Gambar di atas adalah contoh lokomotif generasi awal. Untuk generasi masa kini lokonya sudah lebih keren dan canggih. Contohnya seperti di bawah ini.
Luas satu gedung perakitan sudah hampir sama dengan hanggar pesawat. Lega beneer..
Selain memproduksi kereta api, PT. INKA sebenarnya sudah mulai mencoba mengembangkan mobil nasional. Sudah pernah dikenalkan ke publik dengan nama "Gea". Sayangnya saat ini pengembangan mobil ini sedang ditunda, karena menurut mandat Menteri BUMN, PT. INKA diminta untuk fokus saja dulu pada industri kereta api.
Gea warna biru adalah mobil pick-up dengan kapasitas mesin 650cc. Ukurannya cukup kecil, kabinnya masih cukup ideal untuk dua orang dewasa. Sedangkan mobil gea warna kuning memiliki mesin yang sama dengan konsep city car. Kabin ruang kemudi masih terlalu sempit, saya sendiri tidak bisa duduk dengan nyaman saat mencoba masuk. Kaki mentok sana-sini. mungkin idealnya untuk remaja berpostur sekitar 160cm. :)
Selain mobil nasional, PT. INKA juga sedang mengembangkan Trem. Bentuknya klasik sederhana. Entah kapan akan diujicoba atau diaplikasikan bagi masyarakat umum.
Walau kunjungan ini tidak lama, saya merasa sangat terkesan dengan BUMN yang satu ini. Sungguh bukan hal yang mudah membesarkan dan terus mengembangkan perusahaan industri kereta api satu-satunya di ASEAN ini agar semakin diperhitungkan di tingkat dunia. Meskipun saya juga kurang doyan naik kereta, tetapi saya selalu berharap perusahaan ini mampu merakit kereta keren dan canggih seperti kereta di Jepang atau Perancis.
Semoga. :)
Kenapa harus ada kecewa? Supaya manusia sadar bahwa dia tak punya kuasa?
Orang kreatif termotivasi oleh hasrat untuk berprestasi, bukan karena ingin mengalahkan orang lain
Avn Ramp
Dear God
Sulit sekali curhat sama orang lain, baik lisan maupun tulisan. Apa ini bisa dikategorikan pengecut? Selama ini, memang jauh lebih nyaman jika curhat langsung ke Tuhan. Intim sekali. Walau tak "bertemu" langsung, tapi sungguh terasa Dia mendengar sambil memeluk hangat. Memang benar kata pak ustad, "jika kamu mendekat dengan berjalan, maka Allah akan mendekat dengan berlari". :)
SEPASANG SEPATU BARU
Pada suatu malam yg dingin di bulan Desember, seorang anak kecil bernama Johny, kira-kira berumur 10 thn, berdiri di depan sebuah toko sepatu dgn telanjang kaki. Dia mengintip ke jendela toko sambil menggigil kedinginan. Tiba-tiba seorang wanita mendekati Johny, "Anak kecil, apa yg sedang kamu perhatikan di jendela itu?" "Aku sedang meminta kpd TUHAN supaya memberiku sepasang sepatu baru." Kemudian wanita itu memegang tangan Johny & membawanya masuk ke dalam toko. Dia meminta pegawai toko untuk membawakan 1/2 lusin pasang kaus kaki untuk Johny. Setelah itu, dia bertanya kpd pegawai toko apakah dia bisa memberikan sebaskom air hangat & handuk untuknya. Pegawai toko segera memberikan apa yg diminta oleh wanita itu. Dia membawa Johny ke bagian belakang toko, melepaskan sarung tangannya, berlutut, membasuh kaki Johny yg kecil itu & mengeringkannya dgn handuk. Sesaat kemudian pegawai toko datang dgn membawa beberapa kaos kaki. Wanita itu memakaikannya pd kaki Johny, dia juga membelikan Johny sepasang sepatu. Dia mengikat sisa kaus kaki yg lain & memberikannya kpd Johny. Dia menepuk kepala Johny & berkata, "Tak usah kuatir, kamu akan merasa lebih nyaman sekarang." Pd saat wanita itu hendak pergi, si Johny kecil yg masih terheran-heran itu menarik tangannya & memperhatikan wajahnya. Dgn berderai air mata karena terharu, Johny berkata, "Apakah Anda keluarga TUHAN?" Wanita itu sungguh terharu. Matanya berkaca-kaca sampai tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Kita semua adalah ciptaan Tuhan. Apakah setiap pikiran, ucapan dan tindakan kita bisa menuntun org lain utk bisa melihat & merasakan bahwa ada TUHAN dalam hidup kita? Mungkin TUHAN ingin memakai kita untuk menjawab doa seseorg. Maka kendalikanlah hidup kita. Hasilkan semua yg bisa Anda hasilkan. Simpan semua yg bisa Anda simpan. Berilah semua yg bisa Anda beri. Niscaya hidup Anda akan berlimpah sukacita dan kebahagiaan. -dari seorang teman