Setahun lebih lalu saya dan Azima punya kebiasaan malam. Azima belum tidur sampai ayahnya pulang, lalu ajak main sampai malam. Kadang bisa jam 10, bahkan jam 11 malam kami main.
.
Biasanya dihabiskan buat gambar bareng, olah raga bareng, atau main bangun susun bareng. Azima gak akan mau tidur kalau ayahnya gak ikut tidur. Pas ayahnya harus lanjutin kerja malam hari, dia sering bilang, “mau nemenin ayah kerja”, sambil nulis2 sendiri di deket meja kerja ayahnya.
.
Nah tapi setelah Azima sekolah TK dan TPA sore hari, jam tidurnya jadi sebelum jam 8 malam karena lelah di siang hari. Pola yang lebih bagus dan sehat sebenarnya, tapi sekarang jadi merindukan waktu2 malam main bareng kami. Mayoritas hari kerja biasanya ayahnya pulang dalam kondisi Azima sudah berselimut.
.
Pernah dengar cerita dari orang, katanya entrepreneur itu gak punya work life balance. Iming2 punya waktu fleksible sebagai wirausaha hanya isapan jempol. Ia mungkin baru bisa menikmati waktu luang saat bisnisnya besar, bisa jalan sendiri, atau tinggal menikmati deviden hasil usaha.
.
Tapi saya merasa stigma itu gak boleh begitu saja diterima dan telan mentah2. Karena walau pengorbanan waktu dengan kerja keras itu mutlak diperlukan, tapi waktu saat ini tidak akan pernah bisa ditukar dengan kelapangan masa depan.
.
Gak akan sama rasanya antara bacakan cerita sebelum tidur putri kecil kita dengan dinner bareng anak gadis ketika mereka dewasa. Beda jauh kenangan antara ajarkan meng-eja quran dengan menyaksikan mereka menyelesaikan hafalan quran saat beranjak besar. Gak tergantikan sensasi saat kita menggendongnya riang di bahu, dengan mendampinginya saat akad nikahnya kelak.
.
Setiap penggalan waktu punya kenangan dan artinya. Semua berharga. Gak bisa kejadian di satu penggalan waktu ditunda terjadinya di masa kemudian ketika kita lapang. Semuanya harus terjadi dan dijalani sesuai suratan, baik sempit ataupun lapang.
.
Yang buatnya bisa berbeda adalah kemampuan tuk terus berusaha total di setiap peran sesempit apapun. Mencari nafkah butuh total, tapi gak boleh mengurangi totalitas sebagai seorang ayah. Memperjuangkan mimpi harus serius, tapi gak boleh mengabaikan keseriusan sebagai suami. Aktualisasi diri penting, tapi gak boleh menafikkan pentingnya berbakti pada orang tua.
.
Semua mungkin gak akan bisa sempurna. Sering kali kita pincang ke kanan dan ke kiri sambil terus melangkah. Tapi gak boleh satupun yang tercecer terabaikan. Karena tiap hal yang kita pikul itu penting. Gak bisa dibalas sebanyak apapun harta belasan tahun mendatang. Gak bisa diputar ulang selapang apapun waktu di masa yang akan datang.