Untuk sebuah pilihan; memberi tahu orangtuamu bahwa hubunganmu dengannya telah berakhir adalah perkara yang bisa dan biasa dilakukan. Sebab sebelumnya kamu adalah orang yang sempat beberapa kali berada di pilihan itu. Bahkan orangtuamu memberi dukungan dengan mengatakan kamu pantas akan keputusan itu karena kamu belum bisa beranjak ke tahap lanjutan, pernikahan.
Lalu bagaimana dengan orangtuanya? Kamu adalah sosok pembelajar mendekati sempurna yang selalu diceritakan hingga akhirnya hadirmu sangat diharapkan. Orangtuanya yang pertama kali melihat anaknya memiliki sebuah hubungan dan terlihat selalu mempertahankan keinginan untuk dipersatukan, namun akhirnya harus menerima kenyataan, perpisahan.
Jika akhirnya dia memilih menceritakan kepada orangtuanya tentang hubunganmu, maka usailah kisah mu berganti menjadi kenangan yang mungkin akan dilupakan karena mengingatnya memberikan tekanan. Tidak lagi ia perjuangkan memilih pilihan yang sudah tak ada lagi pilihan bukanlah sebuah pilihan melainkan kekalahan menerima kenyataan. Bahwa keyakinanmu dengannya berbeda.
Kamu yakin akan sebuah perjalanan sementara dia tidak yakin dengan genggamanmu, dia ragu kamu melepaskan. Padahal dia hanya tidak mempercayai sebuah perjalanan yang dia sudah mendengarkan dari banyak orang, terjal curam mendaki menurun adalah hal tersulit dilakukan.
Untuk sebuah bahagia dan kenyataan.
Sebaiknya berterus terang adalah pilihan benar, meminta maaf adalah pilihan benar, dan meminta doa adalah pilihan terbaik. Berterimakasihlah kepadanya meski sudah tak lagi dengannya. Bahwa kamu menjadi kuat karenanya.













