Kontroversi : Grand Theft Auto 5
Bila dilihat dari konsep dan peta permainannya, GTA V merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya yaitu GTA : San Andreas. Video Game ini sendiri mengambil latar belakang berdasarkan negara bagian fiktif yaitu San Andreas, namun negara bagian fiktif ini di bangun berdasarkan wujud nyata dari sebuah negara bagian di Amerika Serikat yaitu California Selatan dan Nevada, beberapa kota di San Andreas juga merupakan kota fiktif yang merujuk pada beberapa kota nyata di Amerika Serikat, seperti Los Santos (Los Angeles), San Fierro (San Fransisco), dan Las Venturas (Las Vegas).
Ratusan ribu peminat setianya bahkan rela antre berjam-jam untuk mendapatkan kepingan CD GTA V ini. Kebanyakan dari mereka adalah para remaja dan orang dewasa yang telah lama mengikuti jejak seri Grand Theft Auto sebelumnya. Game ini memberikan keleluasaan bagi pemainnya untuk mengeksplorasi dunia fiktif yang terdapat di dalam game sebagaimana layaknya di kehidupan nyata. Mulai dari bekerja, mengendarai mobil, naik kereta, berbelanja dan sebagainya. Dan tidak pula dipungkiri bahwa konten-konten inilah yang menjadi nilai jual utama Grand Theft Auto di pasaran video games yang semakin ketat saat ini.
Namun dibalik semua itu, Grand Theft Auto banyak menerima kecaman dari masyarakat bahkan politisi di Amerika Serikat terkait kebebasan untuk mengeksplorasi tersebut. Layaknya dunia nyata, di dalam gameplay Grand Theft Auto pun memuat konten-konten yang menurut beberapa orang bisa memberikan dampak buruk terutama bagi anak-anak. Mulai dari konten kekerasan dan kriminalitas hingga tindakan-tindakan yang mengarah kepada perbuatan asusila yang belum seharusnya dikonsumsi oleh anak-anak dibawah umur. Bahkan beberapa kasus kekerasan dan bahkan pembunuhan yang melibatkan para remaja dengan mudahnya langsung dikait-kaitkan dengan video game ini. Seolah-olah video game inilah yang menjadi faktor pendorong utama tindakan kriminalitas dan asusila yang dilakukan anak-anak. Padahal bila di telisik lagi, bukan hanya karena pengaruh games ini yang menjadi faktor pendorong utama hal-hal yang tidak diinginkan itu terjadi.
Seperti yang dikutip liputan6 dari laman Kotaku, Senin (21/10/2013), Jim Glasgow yang menjabat sebagai Jaksa Negara untuk wilayah Will County, Illinois, Amerika Serikat membuat sebuah acara penyuluhan yang dihadiri oleh 50 orangtua murid dan memperlihatkan kepada mereka bagaimana bahayanya pengaruh dari video game GTA V.
"Anda bisa melakukan berbagai kejahatan atau memutuskan untuk membunuh seseorang dengan banyak gaya. Semua tersedia dan dicontohkan secara mendetail di sana (GTA V). Tinggal pilih menembak, menusuk, membakar korban, apa pun bisa dilakukan," ungkap Glasgow.
Namun, berdasarkan berita yang dikutip dari laman kompas.com yang dilansir dari Telegraph, seorang Psikolog klinis Dr. Ferguson melakukan penelitian terhadap anak-anak yang gemar memainkan game dengan unsur kekerasan. Hasil penelitiannya mengatakan, game dengan unsur kekerasan tidak membahayakan dan malah bisa menjadi media terapi untuk anak-anak.
Menurut Ferguson, tidak ada bukti yang menunjukan game kekerasan memiliki dampak negatif pada kepribadian anak, bahkan untuk anak dengan karakter hiperaktif atau yang memiliki gangguan depresi.
Dalam penelitiannya, Ferguson mensurvei 377 anak berusia rata-rata 13 tahun yang memiliki karakter hiperaktif dan gejala depresi, untuk melihat apakah game kekerasan membuat mereka jadi lebih pemarah atau agresif.
Tim Ferguson di Stetson University, Florida, menyimpulkan bahwa, tidak ada bukti bahwa video gamekekerasan meningkatkan intimidasi atau perilaku nakal di kalangan pemuda dengan gejala kesehatan mental klinis tinggi. Sebaliknya, tim Ferguson menemukan bahwa dalam beberapa kasus, memainkan game kekerasan dapat mengurangi agresivitas dan perilaku gemar mengolok-olok teman sebaya.
Dibalik semua kontroversi yang ada di masyarakat tersebut, Grand Theft Auto V sendiri patut diberikan apresiasi. Betapa tidak, bayangan-bayangan kita selama ini tentang bagaimana kita bisa bermain game yang bebas untuk melakukan hal apapun yang tidak bisa kita lakukan di dunia nyata, akhirnya bisa di wujudkan oleh Grand Thef Auto V.
Lagipula tidak hanya hal-hal yang buruk yang kita dapat dari bermain video games ini, ada banyak sekali manfaat dari bermain Grand Theft Auto. Pertama, Game ini bisa melatih para gamersnya bagaimana memecahkan misi-misi yang cukup rumit, hal ini bisa melatih ketangkasan, kesabaran, sportifitas dan kerjasama bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Kedua, bermain game ini juga bisa menjadi media membangun kepercayaan diri, dan keberanian anak-anak dan juga sekaligus menciptakan insting eksplorasi/penjelajahan.
Seperti yang di kutip dari laman okezone.com, bermain game bisa meningkatkan keterampilan pengambilan keputusanAnda, Video game paling membutuhkan reaksi cepat dalam sepersekian detik untuk mengambil keputusan yang menyangkut hidup dan mati tokoh virtualnya. Para ahli saraf kognitif dari University of Rochester di New York menemukan fakta bahwa game dapat memberikan banyak permainan otak untuk menyimpulkan informasi.
Kemudian, para peneliti dari North Carolina State University meneliti hubungan antara bermain video game dengan kesejahteraan mental. “Mereka yang senang bermain video game memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, sedangkan yang tidak bermain video game justru terdapat emosi negatif seperti depresi,” kata seorang peneliti di PsychCentral Rick Nauert.
Dan bahkan bukan hal yang mustahil, bahwa game ini bisa menjadi sarana simulator dan adaptasi bila suatu hari nanti anda bekunjung kesalah satu kota fiktif yang mengambil latar belakang kota asli di Amerika bila anda berkunjung kesana suatu hari nanti.
Jadi semua mestilah kembali kepada para penggunanya, hal apapun itu bila diterapkan dengan cara-cara yang tidak bijak maka akan tetap bersifat dan berdampak buruk. Dan kepada orang tua agar tetap memberi perhatian dan bimbingan kepada anak-anak mereka secara lebih intensif.