NHW#1 MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL - Adab Menuntut ilmu
Bismillahirrohmanirrohiim...
Setelah kegalauan yang begitu lama, membuat butiran-butiran ide hanya mengendap di dasar hati yang tak nampak, bersembunyi lekat dalam angan-angan tak terangkai, maka hari inilah saatnya, pensil diraut, kertas dihampar....
*Aaiih... Macam puisi pembukaannya... 😂
Mengutip Ustadz Abdul Somad, Lc. M.A. yang pernah bertutur,
"Menulislah, Menulislah! Agar orang di masa depan tau, engkau pernah hidup di masa lalu"
Tulisan kali ini akan membahas tentang ADAB MENUNTUT ILMU yang termaktub dalam NHW #1 Matrikulasi Institut Ibu Profesional.
Aaiih... Dah nampak jadi ibu profesional belum wajahku ni? *ambil kaca
Memanglah, menuntut ilmu perlu adab, sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Ibnu Sirrin,
"dahulu mereka mempelajari adab sebagaimana mereka mempelajari ilmu".
Makanya, pantaslah jika kurikulum Matrikulasi IIP ni dimulai dengan Adab Menuntut Ilmu 👍
Okeee, Mari kita buka, apasaja yang ditanyakan dan apa yang menjadi bisikan jawaban dari sanubari yaaaaaaa...
*eng ing eeeeng, tarakdungcessss
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Karena mengingat betapa masih banyak ruang kosong di tempat singgah ilmu saya, maka banyaklah ilmu yang harusnya saya cari dan tekuni. Tapi mengapa oh mengapa hanya satu yang ditanya. Yaaah... Memang hidup seringkali harus memilih, Kawan. Setelah melalui seleksi bibit, bebet, dan bobot (*lah jadi kayak milih jodoh), maka saya memutuskan untuk menekuni ILMU PARENTING.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Karena ilmu parenting buat saya mencakup hampir semuanya yang saya inginkan.
Belajar kesabaran, eksperimen sains, Belajar ilmu psikologi, memasak dan gizi, ilmu kesehatan, mengalah dan menekan egois, melihat sisi positif, mengenali potensi diri, Sampek belajar mengelola keuangan, dan masih buanyaaaaaaak lagi...
Semua itu adalah cabang ilmu yang harus ibu ketahui dalam mengasuh dan mengasihi anaknya, mendidik anak jadi sosok yang sholih, mandiri, dan beradab serta berbudi pekerti luhur.
Keinginan yang besar untuk bisa mendidik anak dengan sebaik-baiknya, dengan segenap hati dan cinta, pasti memaksa emak-emak tangguh untuk belajar banyak.
Tak terbayang gembiranya saat anak kita berkata,
"I don't need Google, because my mom knows everything"
*aduh jadi berkaca-kaca sendiri
Semoga jika saatnya tiba, Emak ni bisa kamu andalkan ya Nak. 😘
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Tahapan yang mungkin harus saya pertimbangkan adalah :
Mencoba bersih-bersih tempatnya ilmu, si hati, agar ilmu yang saya mau tekuni bisa masuk dengan nyaman dan berlama-lama bersama saya.
Mengikhlaskan niat, mengumpulkan tekad, dan menjaga semangat.
Memilih media sosial yang bertema PARENTING. Akan lebih mudah juga untuk sharing dan mendapatkan tips2 dari media sosial (*terlepas dari, filtering tentu sangat dibutuhkan). Dari medsos juga saya kenal IIP, akhirnya 'ketemu' fasilitator yang ketjeh dan Pemateri yang mempesona, dan akhirnya bisa mengunyah ilmu dengan mudahnya.
Membaca buku yang berkaitan dengan Parenting dan cabang2 yang mendukungnya.
Mengikuti seminar2 tema PARENTING yang dibutuhkan dan mampu untuk diikuti.
Praktek, praktek, praktek. Karena sekarang belom jadi parent, ya ilmu2 ini daripada mengendap, bisa lah diaplikasikan dalam kehidupan rumahtangga yaa... Hahahaha
Dan strategi2 lain yang mungkin ter-update seiring berjalannya waktu dan pengalaman. Seperti mendaki tangga tadi, makin atas kita makin tau, cara yang pas dan enaknya naik tangga ni pake model begimana, tangan dulu, kaki dulu, sambil jongkok, atau kayang?
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Wuaaah, ini banyak banget sebenernya. Kalo baca kitab Khulashoh Ta'dzimil 'Ilmi, ada banyak banget PR tentang sikap penuntut ilmu yang harus saya kerjakan.
Salah banyak dari sikap yang harus saya stabilo dan koreksi adalah :
Sikap ga mau kalah. dikalahkan itu sering bikin saya ga terima dan mencak-mencak, Ckckckck...
Ga sabaran. Ini tahap awal dari langkah selanjutnya, yaitu Sok Tau.
Moody. Ini berhubungan linier sama semangat. Ya semangatnya dengerin materi, ya semangatnya mikir, ya semangatnya ngerjain tugas.
Itu sikap2 yang urgent banget harus diperbaiki segera, yah paling enggak dicicil yaa...
Untukmu yang membaca ini, doakan saya yaaaa.... 😘