Apa kabar mu hari ini? aku yakin kabar mu pasti baik atau perlu aku ulangi, pasti kabar mu sangat baik saat ini. Aku hanya ingin menyapa kamu saat ini. Setiap aku ingat kamu yang aku rasakan hanya satu, semoga kamu selalu bahagia dengan hidupmu yang baru.
Aku senang saat ini kamu sudah tumbuh menjadi laki-laki dewasa. Pertama kali mengenal dirimu rasanya baru kemarin, waktu begitu cepat berlalu, bukan? Dahulu kamu selalu kehilangan arah, seperti belum memahami dirimu akan berjalan kemana. Selalu merengek padaku apa yang ingin kamu tuju. Sekarang kamu sudah memahami jalan mana yang akan kamu lalui untuk mencapai tujuanmu. Aku bangga pada dirimu yang sekarang.
Apa kabar dirinya? Aku yakin dirinya orang yang lebih baik dari diriku, bukan? Bagaimana sifatnya? Kamu hutang cerita pada ku!
Hal lain ketika mengingatmu adalah sesuatu yang menjengkelkan. Hal itu adalah ketika aku tahu ada dirinya bukan dari dirimu langsung! Tidak bisakah kamu bersikap dewasa untuk jujur dan mengatakannya pada ku langsung? Dulu segalanya selalu kamu ceritakan padaku. Terima kasih, aku merasa seperti buku usang yang kamu buang begitu saja ketika sudah penuh isinya. Padahal aku kira kemarin merupakan sebuah perbaikan, tapi nyatanya aku yang terlalu berlebihan.
Kamu seperti anak laki-laki yang baru menemukan mainan barunya, yang selalu kamu pamerkan setiap saat pada dunia. Untuk apa semua itu? Agar aku tahu? Apakah supaya dunia tahu bahwa dirimu saat ini begitu bahagia memiliki dirinya? Apa dengan begitu dirimu merasa puas dengan semuanya? Kalau ya, silahkan itu memang hak mu.Tapi, apa pernah kamu lakukan hal yang sama pada aku dulu? hmmm, rasanya aku dulu seperti mainan yang selalu kamu sembunyikan dalam kamarmu.
Saat ini kamu masih sering membuka profil sosial media ku, bukan? Kamu masih penasaran dengan diriku saat ini? Aku tahu semuanya akan perlahan berkurang. Apakah aku baik-baik saja sekarang, begitu? Aku bisa jawab, Ya aku sangat merasa baik sekarang ini. Apa yang aku inginkan satu persatu tercapai, tanpa merasa bergantung pada siapapun. Aku merasa menjadi individu yang berkembang. Mungkin harus aku sampaikan terima kasih karena kamu menghilang tanpa pamit hingga aku menjadi yang sekarang.
[Pertanyaan kamu pasti ini]
-Kenapa dia gak dateng ke pementasan ku?-
Setelah kamu cerita akan pentas, aku sudah bertekad memang akan datang. Niat awal bakal bikin surprise kecil. Tapi, sudahlah ada dirinya sekarang, untuk apa aku datang?.Aku yakin dirinya bisa mengapresiasi dirimu lebih baik dari aku.
Untuk renungan aja sih. Siapa yang masih memikirkan satu sama lain? Siapa yang belum bisa pindah ke lainnya? Siapa yang masih sering membuka profil sosial media satu sama lain? Kamu yang lebih tahu jawabannya. Aku? Jujur dari pertama aku tahu ada dirinya, aku bersikap tak akan mencaritahu apapun tentang dirimu lagi dan itu masih linier hingga saat ini. Aku merasa apa yang terjadi dihidupmu untuk sekarang bukan lagi menjadi urusanku. Aku merasa lega “Finally, he’s found someone”. Semua itu pilihan kamu, jadi kamu harus pertanggung jawabkan semuanya. Jangan sudah ada dirinya, tapi masih mencari tahu tentang diriku. Rasanya tak akan adil untuk dirinya.
Sampaikan salam ku untuk dirinya.
Saturnus, 28 Desember 2016