3 Bulan Ngonten, Worth Doing kah?
Mau terjun juga jadi influencer atau affiliator? Baca dulu tulisan gweh biar tau gambarannya :)
Jadi influencer jelas lebih enak dibandingkan kerja kantoran. Easy money, bahasanya. 1 sampai 3 digit perbulan bisa dikantongi. Silaunya hasil ngonten dari kreator senior jelas bikin banyak orang ikut mencoba peruntungannya sendiri. Termasuk gw.
Dapat endorsement berbayar, barter gratis, hingga jadi BA adalah pencapaian bagi seorang influencer. Tanpa perlu jadi artis yang dikenal satu negara, siapapun ada kesempatan yang sama asal mau mencoba. Semua orang mendambakan posisi itu, gak heran banyak yang rela beli akun, suntik akun demi menyandang status sebagai seleb sosial media.
Jujur, mulanya gw sendiri kurang minat harus unjuk wajah, berinteraksi dengan pengikut, posting kegiatan harian, walau hasilnya nanti bisa sepadan. Di sisi lain, gw yang pemalu ini sering insecure dengan wajah yang kurang rupawan. Clueless apa konten yang harus dibuat, sampai akhirnya 'terpaksa' memulai hal yang sama karena sulitnya dapat kerja.
Kupikir ngonten itu mudah. Ternyata ada perjuangan di baliknya, apalagi kalau tak rupawan ataupun kurang beruntung.
Perjuangan pertama adalah, melawan rasa malu, menampilkan wajah jauh ampuh menaikkan akun meski harus siap ada orang terdekat yang mengenalimu. Gw belum siap kalau ada yang mengomentari fisik. Tapi, kalau gw tetap di zona nyaman pasti bakal melewatkan banyak hal.
Kedua, sabar dan konsisten adalah gabungan kunci awal terjun ngonten. Sosial media lebih suka pengguna yang aktif posting, ini cukup berat, karena sekitar hari ke-20an rasa semangat perlahan turun dan mulai bertanya-tanya.
"Untuk apa ngelakuin ini?" "Emangnya menarik buat orang lain gitu?"
Berhasil melawan rasa malas dan tetap konsisten bagi gw yang sukanya bolong-bolong itu jadi perjuangan luar biasa.
Lo harus sabar dan tetap konsisten posting tiap hari walau views anjlok, gak ada yang komen atau like. Sabar juga kalau hasilnya gak bisa secepet orang lain. Di dunia ngonten juga keberuntungan itu berperan besar. Gw sadari, ada kreator lain yang bahkan videonya gak begitu HD, makanan yang itu melulu justru bisa raih ribuan pengikut dengan cepat. Ada pula yang jarang muncul, dan sekalinya muncul langsung fyp, dan hal-hal lain yang bikin kesabaran menipis.
Ketiga, putar otak, membuat tipe konten yang serupa dengan kreator besar bukan berarti cocok pula untuk akun lo. Gw sendiri fokus jadi kreator mukbang. Sederhana, 'cuma' perlu makan dan mainkan ekspresi. Rupanya perkembangan akun tak secepat orang lain, padahal rasanya gw udah effort maksimal dari segi sound. Tak boleh diam di zona nyaman, gw mesti putar otak dalam membuat konten yang dibilang agak di luar ranah mukbang.
Keempat, mental, tampil di publik dan menyuguhkan sesuatu pada audiens juga harus kuat mental menghadapi komenan dari orang asing atau orang terdekat. Belum lagi algoritma sosial media yang suka semaunya.
Mental gw juga diuji pas akun sepi, dikomentarin gak menarik audiens sebab makanan gw terlalu sederhana, keluarga yang mulai ngenalin, dan viewers yang sempet anjlok karena perubahan sistem dari sosial media. Apakah gw harus mundur? Oh jangan.
Selama ini ngira kalau jadi seleb sosial media itu enak, cuma perlu post estetik, duit lancar. Setelah nyemplung ke kolam yang sama, rupanya gak semudah itu awalnya, yang mungkin itu juga dirasain kreator besar waktu ngerintis.
Buah yang sedang gw petik dari kurang lebih 3 bulan ngelawan rasa malu, sabar, konsisten, muter otak, sampe mental diuji ini apa? Yap, impian para kreator pemula. Dapet tawaran PP/barter dan makin dilirik brand, which is good, you're now getting more attention and trustworthy.
Punya pengikut 1.000 orang, awalnya gw belum nerima tawaran barter lagi dan akhirnya 2-3 minggu nyentuh pengikut 1,1k barulah banyak DM masuk meminta barter value dengan gw, ada pula 2 brand lain yang menawarkan sistem paid promote.
Bahagia? Jelas. Rupanya usaha kecil ini gak sia-sia, akun gw perlahan berkembang dan mulai dikenal brand. Bisa nyicip banyak jajanan viral yang harganya mahal tanpa harus beli, oh enaknya, gak heran makin banyak yang pengen jadi konten kreator.
Untuk pendapatan, sejauh ini gw belum deal sama brand yang kemarin minta rc. Target? Semoga followers gw bisa nyentuh 5-10 rb dalam 3 bulan kedepan dan secepatnya bisa sistem paid karena wishlist gw udah menggunung huhuhu.
Pesan penting lain buat yang mau nyemplung: kalau udah mulai dilirik brand dan banjir endorse, tetaplah serius, down to earth, lakukan layaknya itu kerja kantoran, post sesuai deadline biar direfer ke brand lainnya. Gw jujur sedih denger para KOL Specialist yang cerita gak sedikit para ingfluenser jadi besar kepala, kerja seenaknya setelah namanya makin besar.
Itu impian banyak orang loh :(