“Karena membahagiakan semua orang adalah mustahil. Maka logikanya, kita punya hak untuk memilih orang yang akan kita bahagiakan.”
—

No title available
Not today Justin
styofa doing anything
No title available
Alisa U Zemlji Chuda
I'd rather be in outer space 🛸
Sade Olutola
wallacepolsom
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

tannertan36
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Janaina Medeiros
DEAR READER

titsay
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Sweet Seals For You, Always
Mike Driver
Monterey Bay Aquarium
seen from United States
seen from Japan

seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Lithuania

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from South Africa
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Germany
@niceharmony
“Karena membahagiakan semua orang adalah mustahil. Maka logikanya, kita punya hak untuk memilih orang yang akan kita bahagiakan.”
—
Tidak Mudah Memahami Orang Lain
Tidak mudah kita memahami cara berpikir orang lain, pilihan-pilihan yang ia buat, dan hal-hal yang ia jalani. Kadang, ketidakmudahan ini berujung pada pikiran kita yang lantas menilai, menghakimi orang lain.
Kita merasa seolah semua orang merasa benar atas sikapnya, merasa bahwa apapun yang ia jalani sekarang ia jalani adalah yang terbaik dan paling baik. Lantas, kita sebagai awam pun bingung. Apakah yang saya jalani ini bukan yang paling baik? Tapi, di saat yang sama kita juga merasa apa yang dijalani orang lain juga bukan yang terbaik untuk kita.
Di sinilah kita, sebuah tempat bernama pencarian diri. Berusaha memahami apa dan bagaimana hidup itu bekerja. Dan bagaimana setiap orang berusaha untuk melakukan apa saja untuk menjaga apa yang ia yakini.
Di sini, kita tahu bahwa menjadi berbeda itu sesuatu yang wajar. Semua orang nampak berbeda dari kita kan?
Lambat laun, kita akan semakin memahami dimana diri kita sebenarnya dalam hidup ini. Semua hal yang sedang kita hadapi saat ini, adalah sebuah rumusan berharga yang kelak akan memudahkan kita memahami situasi, lebih mudah memecahkan masalah, dan lebih mudah untuk beranjak.
©kurniawangunadi | 23 Mei 2019
Subuh, Siang, dan Senja
Aku menyukai senja, dan kuharap engkau menyukai subuh..
Kita terpisah di antara siang yg panjang, dengan jarak yg entah berapa jengkal..
Entah kapan dan dimana waktu akan membawa untuk bersua, ku harap doa2 itu telah menemukan pemiliknya~
Allah masih memintaku merayuNya, memohon dengan anggun untuk bisa tau nama rahasia, seorang di masa depanku.
Seorang yg tepat, hadir di saat yg tepatkan? Bersabarlah wahai hati :)
Ttg baik (?)
Tuhan, aku bimbang. Bimbang dengan apa yg mereka anggap baik, yg mereka katakan baik, dan yg menurut Engkau baik. Apakah definisi baik yg kusimpan dalam hatiku, utk ia yg kuanggap baik tak sama dengan baik menurutmu ya Rabb? Hamba ingin dibersamakan dengan orang baik, diminta dengan baik dengan proses yg baik oleh orang baik-baik. Apakah ukuran baik di hatiku yg kusandarkan padaMu tak sama dengan kehendakMu? Atau Engkau ingin mengujiku? Ya Rabb kuatkanku, kuatkan imanku :')
Rindu
Teman-temanku banyak yg merindukanku, dan aku hanya ingin tau apakah jodohku juga merindukan tulang rusuknya? Hei jika kau rindu datanglah padaku. Rindu itu penawarnya bertemu~
Alam mengajarkan Kesederhanaan
Yogyakarta, 28 November 2017
Pagi ini hujan, sepertinya merata seantero jogja. Aku selalu suka hujan, tapi tidak dengan dinginnya. Hujan selalu mengigatkanku tentang banyak hal, kenangan yg terjadi saat hujan misalnya, dan petuah-petuah yg dilontarkan oleh mereka yg bersamaku menunggu hujan mereda. Aku adalah pemikir dalam diam. Seperti pagi ini, hujan yg ku terjang selama perjalananku ke kantor tak lepas dari pemikiraku tentang banyak hal. Hujan pagi ini memberiku renungan tentang kesederhanaan. Tepatnya, alam mengajarkan kesederhanaan. Di hari saat tidak hujan aku selalu memperhatikan sekelilingku saat berhenti di lampu merah. Mereka yg bekerja di kantoran terlihat mengenakan pakaian rapinya, setidaknya ku lihat mereka mengenakan sepatu tertutup rapi dan stylis. Namun pagi ini, tak kulihat satupun yg mengenakannya. Aku pun demikian, sepatu tinggiku ku simpan rapat2 dalam bagasi motor dan kukenakan sandal jepitku. Sandal jepit atau bertelanjang kaki, itu adalah pilihan yg mayoritas orang pilih untuk melintasi hujan. Entah, Karena sayang sepatu yg mahal atau bagaimana, kedua pilihan itulah yg selalu diambil bahkan spontan dipilih tanpa berpikir. Dari situ, mungkin memang untuk berbaur dengan alam sesungguhnya kita tak perlu menyertakan gengsi seperti halnya yg kita lakukan saat berbaur dengan sesama kita. Berbaur dengan alam cukup dengan kesederhanaan, cukup menjadi diri kita sendiri. Dan menurutku alam selalu mengajarkan kesederhanaan.
Mimpi Kemarin
Sungguh itu mimpi yg indah, seperti halnya mimpi cinderella dalam kisahnya, sepatu putih berkilau, gaun broklat putih tulang, dan janji manis yg mengatakan semua telah siap. Namun entah bersama siapa janji itu akan diikrarkan, kemudian aku terbangun. Kulihat ujung jari2 kakiku telanjang, tak ada sepatu putih berkilau itu. Mimpi itu menyisakan kedamaian, batinku menjadi bahagia entah karena apa. Hanya bunga tidur. Aku selalu percaya takdirMu indah untukku. Namamu rahasia tp ku percaya kau ada di masa depanku.
Kalau beda pulau membuat kita rindu, belum tentu satu kota membuat kita jumpa. Kadang kita lupa, berjumpa itu tentang usaha, bukan tentang jauh dekatnya kita.
Ya kan? (via sundarirespati)
Guru tanpa ijazah
udah hampir 4 tahun ngajarin ngaji belajar pai, kalo dipikir aku lulusan apa kuliahnya apa, gk padu, gk pernah nyantri cuma pesantren kilat 😅 modal ilmu cuma dari perhatiin guru dari sd sampe kuliah + wejangan org tua. dan sekarang adeknya hampir UN. cuma bisa doain lancar, masa depannya cerah, ilmunya berkah. semoga ilmu itu jadi jariyah utk guru2ku yg sblmnya mengajariku dan jariyah utkku. jadi dilemanya guru yg mengajarkan sesuatu, dan ketakutan ilmunya sampai, tepat atau tidak kpd siswanya, rasanya kayak gini ya?? 😂😅
Allah itu Maha Baik
Jangan sekalipun berprasangka buruk kepada Allah ataupun mengatakan bahwa Allah tidak adil, JANGAN!!!. Allah itu adil, dan sangat baik. Malam ini aku tercenung, diemperan toko yg telah lama gulung tikar ada seorang yg bisa dikatakan tuna wisma. Orang-orang berkata ia gila, namun malam ini aku yakin ia tidak gila, ia hanya seorang tuna wicara dan tuna wisma. Aku dengan membawa bungkusan snack sisa pengajian lewat melintasinya, saat itu ia yg tertidur kemudian bangkit dari posisinya, aku kaget kemudian lari beberapa langkah. Udara begitu dingin, aku kasian kepadanya, aku berhenti dan tanpa basi basi membalikan langkah dan kuberikan bungkusan snack itu padanya. Saat itu pula aku tau ia tidak gila, dan ia hanya tuna wicara. Kemudian aku merenungkan sesuatu, guru mengaji sering berkata bahwa Allah mencintai orang yg lemah. Aku berpikir jauh, tentang bagaimana seorang yg tidak memiliki ketrampilan, diberikan kekurangan seperti orang tadi namun ia tetap masih dapat melangsungkan kehidupannya. Orang sering bilang begitu susahnya mencari nafkah demi sesuap nasi, seakan riski/rejeki sedemikian sulitnya didapat oleh kami orang-orang yg diberikan tubuh yg normal dan akal yg sehat. Sedemikian sulitnya kah? Hingga sering orang berpikiran pendek bahwa hidupnya tak menemui titik terang yg menyelamatkan kehidupannya. Lantas bagaimana dengan nasib orang seperti tuna wisma tadi? Ia tak punya ketrampilan, namun kelangsungan hidupnya tetap berjalan. Jodoh, maut, dan rizki telah ditetapkan. Mungkin itulah alasannya, karena semua itu telah diatur. Riski kita, riski tuna wisma tadi telah diatur sehingga hidupnya bisa berlangsung, meskipun riski tuna wisma tadi berasal dari rasa iba orang-orang yg tidak tega melihatnya, dan memberikan sekedar makanan agar perutnya tercukupi. Allah lah yg menggerakkan hati kita untuk memiliki iba dan menggerakkan untuk sedikit berbagi kepada mereka, karena Allah menyayangi mereka. Allah baik sekali ya, ketika logika kita berkata sesuatu yg mustahil, di luar perkiraan kita, Allah membukakan mata kita bahwa yg mustahil itu menjadi mungkin. Semuanya telah diatur, tugas kita adalah berupaya.
Berprasangka Baik
Sering pas kita bahagia seakan kita bisa hidup lebih lama, sebaliknya saat berduka, seakan umur kita habis tak ada harapan baik ttg masa depan. Bahaya kan kalau Takdir cuma ditentukan keinginan dan hati kita yg labil ini ~ Untuk itu husnudzanlah, berprasangka baiklah.
Doa Si Tulang Rusuk
aku percaya engkau sedang berjalan ke arahku, akan tiba di saat yg tepat. setiap hari dalam doaku, jika masih jauh dekatkanlah ia yg nama telah Kau tuliskan untukku, jika telah dekat jangan luputkan dia dari pandanganku, aku tak ingin hidup menua sendirian. sehingga tak perlu risau ketika mereka bertanya kapan, kapan, dan kapan. tentu saja saat Ia memperlihatkan sudah tiba saatnya, ia telah datang menjemputmu .
Pagi 16 Januari, bapak selalu bilang " dulu jam segini bapak siaga, ibuk udah ngrintih2 sakit 😢" Makasih buk untuk perjuangannya melahirkan mbk, terimakasih juga untuk doa2 ibu yg membuat Allah ridho terhadap saya, maaf masih sering mengecewakan :')
Aku menunggu beberapa tahun untuk mendengar suatu penjelasan, tentang kata yg terhenti di ujung lisan, tentang air mata yg ingin menjelaskan sesuatu. Tetapi hari ini aku menyadarinya, mungkin hanya sebuah kata yg ingin disampaikannya, yaitu kata 'maaf'. Mungkin itu tak pernah diucapkannya, namun jauh sebelum kata itu terucap aku telah melapangkan hati untuk siap memaafkannya. Dan aku belajar bahwa ternyata yg sulit bukanlah memaafkan, namun meminta maaf. Menahklukan ego untuk meminta maaf membutuhkan nyali yg cukup besar. Jadilah pemaaf dan mintalah maaf ~
Allah lagi Allah terus ~
Ngadu aja sama Allah, siapa tau Allah kasian sama kamu terus doamu diijabah. Minta sama Allah, deketin Allah, jangan lupa minta maaf, minta ampun karena kita masih sering lalai. Keseringan minta tp lupa syukur. :'(
Syukur.
11 tahun lalu di penghujung tahun aku terbaring di sebuah Rumah Sakit Swasta, mendengar rintihan dan lagu sendu peringatan Tsunami Aceh dalam tayangan televisi.. Aku takut usiaku berhenti diangka 11 tahun, sehingga aku menangis dan memohonkan kesembuhan untuk diriku tak lupa doa utk saudara² syahid dalam bencana Tsunami itu.. Alhamdulillah Allah memberikanku kesempatan hidup hingga hari ini aku kembali mendaftar untuk memeriksa diri sbg pasien di rumah sakit itu lagi, namun Hanya sakit ringan.. Telah banyak kesempatan dan nikmat yg Allah berikan, terkadang Allah memberikan ujian kecil berupa sakit agar kita bersyukur.. Agar kita mengingat banyak nikmat yg kita terima tapi luput kita syukuri, seperti nikmat sehat. Ighfir dzunubi.. Ampunilah hamba yg lalai ini ya Rabb.. Ijinkanlah utk hamba bersyukur dan senantiasa memperbaiki diri.. Agar maghfiroh-Mu menghampiri-Ku.. Alhamdulillah atas semua yg Engkau anugerahkan kepadaku.. Trimkasih ya Rabb..
Selembar Harapan dalam Kertas yg Pernah Kutulis
I wana be Lecture, be enterpreneur, be motivator, be councelor, high education, more than it i just wana be a good wife and good mom of sons and daughters ~ emansipasi tanpa lupa qodratnya wanita.