Pada apa yang hari ini terasa menyesakkan
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

gracie abrams

Jar Jar Binks Fan Club
Noah Kahan
Misplaced Lens Cap
Cosimo Galluzzi
Today's Document
One Nice Bug Per Day
Cosmic Funnies
The Stonewall Inn

oozey mess
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
sheepfilms

shark vs the universe
No title available
Sweet Seals For You, Always
No title available
macklin celebrini has autism
Sade Olutola

pixel skylines

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Ukraine

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from T1
seen from T1
seen from Bangladesh

seen from Türkiye
seen from Ukraine
seen from United States
seen from United States
seen from Russia

seen from Côte d’Ivoire
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
@nine-moment
Pada apa yang hari ini terasa menyesakkan
Di usia-usia rawan gini, belum ada yang ngalahin nikmatnya habis setoran murajaah dan gak ada kesalahan huhu. Nikmat bangeett. YaAllah makasih yaa, it was my dreaamm. Bisa ikut program murajaah dari uang aku sendiri.
Jujur kadang capek karena gak hafal-hafal dan salah terus, tapi aku punya backingan Allah 😇 pokoknya aku mau dikasih nikmat ini terus, tolong jangan dicabut ya yaAllah please banget ini maah. Daripada aku sedih gajelas terus kan, mending sedihnya karena sulit murajaah tapi habis itu lancar 😇
Oh btw, dulu aku bertanya-tanya kenapa ya orang bisa gak enak hati kalau liat orang yg punya pencapaian, misal menikah, punya anak, karir bagus. Nah itu lah gue sekarang wkwkw kayak turut bahagia tapi akunya yang emang hatinya gak sebersih itu, soalnya langsung jadi sedih sama diri sendiri 😭😭 tapi gpp yah namanya juga fase hidup. Jadi sedih ya gapapa tapi habis itu nyari kesenangan lain yang bisa buat bahagia 🫶
Aku Juga Mau.
Allah ku,
Tolong hadiahkan aku seporsi kemenangan seperti yang Engkau hadiahkan juga pada orang-orang.
Aku juga mau ya Allah, mau merasakan kemenangan itu, kemenangan dalam segala hal yang aku mau.
.......
Wkwkw baru saja mengalami kejadian orgil 😭😭😭 malu banget yaAllah
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Yang penting Allah nyaksiin kalau aku juga ikhtiar.
Kenapa ya gak ada yang bilang kalau fase masih sendirian di usia menjelang 30 tahun itu ternyata segaenak dan sesepi itu, makanya ajakan untuk bersabar itu gak pernah sesederhana itu 🫠
181
Kalau untuk kebaikan,
Nggak papa tauu, manuver dari keputusan di masa lalu
Kamu tidak harus selalu terikat dengan pilihan yang kamu buat ketika dirimu bodoh, polos, dan tidak tahu banyak hal itu.
Nggak papa banget, merevisi tindakan dan merasa menelan omongan sendiri karena sudah tau ilmunya, sudah tahu kebenarannya.
It's called character development ✨
Toh satu-satunya yang mengikat kita selamanya adalah tetap hidup dan mati dalam keadaan islam... yang kaffah.
@ffahraa
Aku pernah berdiri terlalu lama di depan langit, membawa nama yang sama dalam setiap doa.
Kukirimkan harapan itu berkali-kali, seperti surat yang selalu kutulis ulang karena takut ada kalimat yang kurang sopan untuk didengar Tuhan. Aku memperbaiki niatku, memperhalus pintaku, bahkan belajar menerima jika jawabannya harus menunggu.
Tetapi waktu berjalan seperti sungai yang tak pernah menoleh ke hulu.Yang kupinta tetap tidak datang.
Pada awalnya aku marah. Bukan karena Tuhan tidak mendengar, melainkan karena aku yakin sekali bahwa yang kuminta adalah sesuatu yang baik. Aku menghitung segala alasan mengapa doa itu pantas dikabulkan. Aku menyusun argumen seolah-olah langit membutuhkan pembelaan dari seorang manusia yang penuh kekurangan.
Namun tahun demi tahun mengajarkan sesuatu yang tak pernah kutemukan dalam buku mana pun.
Bahwa tidak semua doa gagal karena buruk. Ada doa yang tidak dikabulkan justru karena terlalu sempit dibandingkan jalan yang sedang disiapkan.
Aku masih tidak tahu mengapa Tuhan tidak memberiku apa yang kuinginkan. Mungkin aku memang tidak perlu tahu. Mungkin ada pengetahuan yang terlalu besar untuk ditampung oleh hati yang masih sibuk menghitung kehilangan.
Kini aku tidak lagi meminta dengan tangan yang mengepal.
Aku meminta dengan tangan terbuka.
Jika Engkau berikan, aku akan bersyukur.
Jika Engkau tunda, aku akan belajar.
Jika Engkau ambil, aku akan mencoba mengerti.
Dan jika Engkau tidak pernah mengabulkannya sampai akhir hidupku, biarlah doa itu menjadi saksi bahwa pernah ada sesuatu yang sangat kuinginkan, tetapi aku tetap memilih percaya kepada-Mu.
Sebab pada akhirnya, yang paling berat bukanlah menerima bahwa doaku tidak terkabul.
Yang paling berat adalah menerima bahwa kehendak Tuhan kadang berbeda dari cerita yang sudah kutulis sendiri di dalam kepala.
Dan mungkin, kedewasaan lahir tepat di titik itu:
Ketika hati berhenti bertanya, "Mengapa bukan yang aku minta?"
Lalu mulai bertanya, "Apa yang ingin Engkau ajarkan melalui semua ini?"
@ruangrindusblog | @gramabiru
Yang katanya, "Gak papa, menghabiskan jatah gagal dan penolakan" memang mudah sekali untuk diucapkan. Tapi nyatanya ketika berada di fase itu, kita tidak pernah benar-benar siap. Kita tetap dihantam dengan luka dan rasa sakit. Walaupun sudah mempersiapkan segala kemungkinannya, rupanya Allah lah yang tetap memberikan kuasa kepada hati hambaNya yang mudah terbolak-balik.
Maka, tak perlu menyalahkan diri sendiri atas apapun yang terjadi. Atas semua perasaan yang tumpah ruah tanpa permisi. Memberikan pelukan hangat kepada diri sendiri yang sedang bersedih dan membiarkan semuanya mengalir dengan khusyuk.
Suatu saat nanti semua kegagalan dan penolakan itu akan menemukan ruang damainya, insyaAllah.
Sebelum tidur, ucapkanlah:
"Yaa Allah, kabulkanlah apa yang aku inginkan. Bahkan yang aku rahasiakan dan sulit terucap dalam doaku.
Aku menyerahkan segala urusanku kepadaMu, maka perbaikilah semuanya dengan kebaikan sesuai kehendakMu.
Jadikanlah aku menjadi orang yang Engkau pandang dan Engkau rahmati, yang Engkau dengar doanya lalu Engkau kabulkan"
Aamiin 🤲
Kembali melihat dunia dengan sisi-sisinya yang berbeda, ada yang sedang bergundah ria dalam kesendiriannya, namun di sisi lain ada juga yang sedang memendam perih di tengah kebersamaannya. Nyatanya manusia memang tak akan pernah terpisahkan dari segala ujian hidupnya, baik itu dalam kesendirian dan kesepian maupun dalam sebuah ikatan yang telah menggetarkan Arsy-Nya.
Aku meyakini kebenarannya, bahwasanya ibadah terpanjang adalah berprasangka baik terhadap takdirNya. Bagaimanapun ujung dari sebuah takdir membawa setiap insan, bagaimanapun berjalannya sebuah fase kehidupan yang fana ini, garis keputusan Allah adalah selalu yang paling benar dan terbaik.
Maka dari itu, berserah adalah jalan satu-satunya dalam menjalani kehidupan ini. Berserah dalam mode aktif bukan pasif. Terus bergerak dalam kebaikan walaupun sambil meraba-raba. Percayakan semuanya, percayakan pada keputusanNya, karena pada akhirnya Allah tak pernah meminta kita sempurna dalam menjadi hambaNya, karena Ia tahu kita tak akan bisa mencapai kesempurnaan yang hanya dimilikiNya.
Mungkin juz 29 kalau bentuknya manusia udah marah-marah ke aku kali ya saking kebacutnya aku 😭
Yang Maha Mengatur, tolong buat aku sibuk dalam kebaikanMu sampai aku lupa dengan rasa gundah dan sedihku.
Udah selesai bersih-bersih rumahnya, tapi kenapa aku masih sedih 🥲 apa karena masih kepikiran ini ya 🥲
Bukan sedih karena belum ada suami, tapi sedih sama pertanyaan sederhanaku ternyata kadang dipahami orang beda-beda 🥲
Enggak si, sedihnya gak cuma karena itu aja. Tapi dari situ jadi ngelihat ke berbagai hal yang ternyata aku semakin sadar kalau aku masih stuck di tempat yang sama 🥲
Sampai mikir, Allah kecewa gak ya sama aku?
Walaupun memang banyak banget hal yang disyukuri, tapi rasa capeknya ngejar dunia yg gak ada habisnya dan beratnya ngejar akhirat yang banyak naik turunnya tuh.. kayak.. hiks
Even yg tinggal di rumah sama keluarga kadang ngerasa banget sendiriannya.. kagum deh sama orang-orang yg bisa ngerantau sendirian dan masih waras 😭 aku gak yakin aku gak akan gila kalau beneran sendirian 🥲
Ah, semoga besok ada kabar baik 💖
Tapi Allah tidak pernah sekalipun mengecewakan hambaNya. Takdir-takdir yang tercipta satu demi satu adalah kejadian terbaik untuk semua yang mempercayaiNya.
Bahkan sepotong buah yang kamu makan hari ini, sudah menjadi milikmu sejak benihnya di tanam.
Maka semakin yakinlah dengan ayat ini:
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلٌّ فِي كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semuanya (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."