"Tak banyak kesadaran dalam bertindak, seperti lisan yang terkadang suka mencemooh seenaknya. Seperti goresan kata-kata yang meluap tanpa berpikir akan makna"
Dunia ini sedang menangis pilu, covid-19 yg tak tampak dengan kasat mata bisa menyerang kita kapan saja dan dimana saja. Protokol Pemerintah tak lagi di indahkan dengan alasan perut yang selalu saja disalahkan.
Sejatinya, jika kita yakin akan pertolongan Allah Sang Pencipta Semesta yang bisa memberikan kehidupan dengan baik sampai hari ini... Hal tersebut tak akan terjadi, perut tak akan jadi alasan. Mungkin terdengar tidak logis karena tidak Yakin akan pertolonganNya.
Protokol Pemerintah tidak kejam koq, hanya tegas "Memutus Mata Rantai".
Coba liat sekarang...? Apa yang terjadi? Belum juga selesai, karena sebagian tak mengindahkan Protokol tersebut. Coba saja 14 hari pertama WFH dijalankan dengan bijak, jawabannya akan beda...?!
Yah, kesadaran diri memang nampaknya butuh penegasan. Biar tidak semena-mena!
Saya sedih, benar-benar sedih.. Disaat Tim Medis dan "relawan" berjuang menyelamatkan bangsa ini dengan taruhan nyawa, disaat itu juga sebagian dari kita nge-yel berkeliaran dengan seenaknya tanpa alasan yang jelas, berkoar-koar dengan bangga, bertindak dan berspekulasi dengan pikirannya saat itu tanpa berpikir dampak kedepannya akan seperti apa.
Rasanya lelah dan terlihat sia-sia dengan perjuangan sebagian manusia yang menjalankan protokol dengan baik, jika sebagian lainnya seenaknya.
Sebentar saja berpikir, luangkan waktu untuk muhasabah...
Bersyukurlah karena Allah Sang Pencipta Alam Semesta ini masih memberikan kita hidup, masih menjaga kita tetap leluasa bernafas,....
Entah, rasanya msih banyak kata yang ingin saya haturkan... Namun rasanya, jari-jari ini sudah tak mampu menuliskannya karena saya teramat sedih.
Semoga Allah Sang Pemilik Semesta ini memberikan kehidupan yang lebih baik lagi untuk kita semua di Dunia... Aamiin
-umaira- Cirebon|Monday|May 18 2020