"Menuntut ilmu adalah taqwa, menyampaikan ilmu adalah ibadah, mengulang-ulang ilmu adalah dzikir, menuntut ilmu adalah jihad" (Imam Al-Ghazali) Sudah tiga hari terakhir alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk membantu di kelas mengaji. Ada satu hal yang menarik perhatian sekaligus membuat saya seperti tertampar, yaitu saat anak-anak ini berbaris antri menunggu giliran mengaji sambil berlatih bagian yang akan dibaca di hadapan saya. Ini adalah salah satu adab terhadap ilmu yang sering sekali dilupakan. Saya ingat betul dulu ada salah seorang dosen yang mewajibkan kami membaca terlebih dahulu buku apapun yang berkaitan dengan bab yang akan dibahas dan beliau selalu membuka kelas dengan diskusi atas apa yang kami baca sebelum perkuliahan. Dulu saya kadang merasa dipaksa harus baca dulu karena takut dimarahi atau berkurang nilai kuliahnya. Sementara anak-anak ini atas inisiatifnya sendiri menyiapkan apa yang akan mereka baca di depan saya sambil mengantri. Padahal saya hanya guru pengganti karena guru utamanya sedang cuti dan saya sama sekali tidak menyuruh mereka atau lebih tepatnya tidak tahu bahwa mereka punya "tradisi" ini. "Ngederes" kalau kata partner saya. Imam Malik pernah menyampaikan dalam sebuah kesempatan, "Ilmu itu didatangi bukan mendatangi". Dan anak-anak ini dengan senyum sumringahnya mendatangi kelas tanpa diantar siapapun kecuali rasa hausnya akan ilmu, berbaris antri dan begitu antusias dalam mengaji. Ah terima kasih, Nak. Ibu gurumu ini belajar tentang adab terhadap ilmu yang sering terlupakan. Sering merasa sudah bisa padahal masih banyak salah, terlalu angkuh untuk mengulang-ulang ilmu. Terkadang masih malu kalau mengajarkan hafalan sambil memegang mushaf, padahal itulah salah satu ikhtiar agar tidak salah dalam mengulang bacaan. Terima kasih, Nak. Ibu gurumu ini telah banyak belajar darimu. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1818 #catatanbuguru












