Tuhan, aku memang banyak dosa. Tapi tolong jangan berikan cobaan ini ke keluargaku..
h
Today's Document
noise dept.
cherry valley forever
YOU ARE THE REASON
🪼

Janaina Medeiros

Kaledo Art
Alisa U Zemlji Chuda

if i look back, i am lost
Jules of Nature
Xuebing Du

oozey mess
$LAYYYTER
Cosmic Funnies
art blog(derogatory)

blake kathryn

No title available

ellievsbear

shark vs the universe
seen from Argentina
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Brazil
seen from Syria
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from Canada

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
@nitulanitul
Tuhan, aku memang banyak dosa. Tapi tolong jangan berikan cobaan ini ke keluargaku..
Skripsi - (sejujurnya dah dari kemaren², tapi tak apa aku akan mulai menulis dengan hari ini)
Lagi di perpusda, nyari buku buat bacaan di rumah sekalian numpang nyicil bab 1 skripsi. Kalau di rumah jam segini pasti aku gabisa fokus, dan bisa ngerjainnya tengah malam. Hanya saja, aku tak membawa laptop dikarenakan laptopku harus selalu di-charge dan di perpusda ini tak banyak colokan. Lagipula laptopku terlalu berat. Toshiba jadul yg kalau dibawa berat²in punggung. Tak hanya itu, laptopku keyboard jepang setingan buat qwerty umumnya gak bisa. Mau bagaimana lagi, karena aku tak hapal tata letak huruf jepang dan ada tombol yg tidak bisa dipencet, jadi ya sudah. Mau tidak mau aku harus skripsian memakai buku tulis dan hp. Untuk masalah input referensi seperti mendeley, dan rapiin paragraf, baru deh aku memakai laptop. Jujur aja terkadang aku ngerasa "kok gini amat (sambil tertawa)", selama ini nyusun proposal dan awal² nyusun skripsi ini hanya mengandalkan hp dan buku tulis. Tapi tak apa, harus semangat.
Punggung lelaki itu perlahan menghilang dalam kegelapan. Wanita bersedih tak mampu meraih tubuh yang perlahan menjauhinya. Menangis, hingga kakinya lemas. Terduduk ia di jalan sambil menutup mukanya. Beberapa jam kemudian, sang fajar menyingsing perlahan. Cahaya matahari mulai terpancar sedikit demi sedikit. Mengintip, itu yang dilakukan matahari. Si wanita lalu menyeka air matanya, mensyukuri bahwa yang dilihatnya sangat cantik. Ia mengerti setelah tangisan yang ia keluarkan, Tuhan memberinya petunjuk dengan mendatangkan sinar matahari. Lalu matahari pun semakin naik hingga udara semakin hangat. Ia percaya bahwa Tuhan sedang memeluknya bersama hangatnya matahari pagi ini. Bangkitlah ia dengan memulai tekad bahwa setelah kesedihan yang ia rasakan, ia akan menemui kebahagiaannya.
Setelah membersihkan telinga, malah perih. Lalu makin kesini makin ngerasa daya untuk mendengar agak menurun. Pernah berharap kembali normal tapi rasanya tidak mungkin.
Jujur, aku tipe orang yang setelah disakiti atau dikhianati milih buat lebih berhati-hati. Agak sulit buat aku percaya lagi setelahnya. Perlakuan buruk yang sampai bikin hati terasa sakit dan sesak yang orang lain lakukan ke aku entah kenapa bersarang. Memaafkan? Tentunya aku sudah mencoba memaafkan. Ikhlas? Perkara ikhlas aku sudah coba namun ketika tiba-tiba ingat kejadiannya itu membuatku merasakan pahitnya. Apalagi yang kejadiannya masih baru.
Aku pernah membaca postingan yang bertuliskan "Tuhan menyingkirkan orang-orang di kehidupanmu karena Dia mendengarkan percakapan yang tidak kamu dengar". Aku selalu percaya bahwa Tuhan Maha Baik.
Untukmu yang Terjatuh
Tulisan ini untukmu, yang merasa bahwa dunia mengkhianati perjuanganmu. Barangkali saat ini kondisimu tidaklah baik, sedang berada pada posisi hancurnya impian dan retaknya hati. Pada tangisan yang hanya terdengar lirih oleh diri sendiri dan berharap orang lain tidak melihat lemahmu.
Tenanglah, sebentar lagi akan habis masa sulitmu dan datang masa mudahmu. Bukankah begitu janji-Nya padamu yang mampu bersabar meski ada tangisan? Bahkan itu sebuah kenikmatan saat kamu mampu mengalokasikan banyak dari waktumu untuk selalu berdoa dan mengadu? Sebab orang yang sedang bahagia dan merasa bangga dengan pencapaiannya belum tentu dekat dengan-Nya. Nikmatilah masa-masa sulitmu.
Aku tahu bagaimana sakitnya dikhianati dan merasa gagal, aku tahu bagaimana rasanya lelah menunggu dan sulitnya merangkak bangkit. Tapi begitulah cara Allah mengajarkan dan menjadikanmu lebih kuat, memberikanmu pencerahan bahwa harapan terbaik itu hanya pada Allah.
Kesuksesan dan keberhasilanmu bukanlah dijamin oleh manusia, ketenangan dan kenikmatan hidup juga bukan berasal dari manusia, sudah waktunya kamu sadar dan mengubah jalan pikiran. Bahagia dan sengsara itu milik Allah, maka biarkan Allah yang memberikan rasa itu pada setiap hamba-Nya. Tugasmu hanya mengabdi dan menjadikan setiap perjuanganmu itu ibadah. Niat dan ikhlas.
Untuk yang sedang mencoba merapihkan kaca yang pecah karena ujian perjalanan hidup, semoga Allah memberikanmu kekuatan untuk terus berprasangka baik dan selalu optimis, bahwa setelah kesukaran ini akan ada kemudahan dan kemenangan.
Dariku yang sedang menata jalan kehidupan.
@jndmmsyhd
Tuhan, bantu aku menjadi insan yang berlapang dada. Kenapa setiap kali teringat hal-hal itu aku masih saja tiba-tiba merasa sesak. Tuhan permudahkanlah aku menjadi insan lebih baik.
Ada yang menanyakan apa pencapaian 2020 ku. Dan ku jawab : Aku masih bertahan, aku masih hidup, aku masih bisa melihat keluargaku khususnya melihat ibuku yang kuat.
[UNTUK KAMU GENERASI MILENIAL YANG SUNTUK DENGAN RUTINITASMU SAAT INI!]
“Kok gue suntuk banget ya sama kehidupan ini?”
“Sebenarnya apa sih arti hidup gue?”
Mungkin pikiran-pikiran di atas pernah terlintas di benakmu. Sebenarnya, merasa bosan pada hal yang kamu lakukan secara berulang adalah hal yang wajar. Di kehidupan ini pun, setiap makhluk hidup memiliki sebuah siklus kehidupan yang juga berulang.
Namun, bila kamu merasa motivasi hidupmu sudah semakin turun dan kamu mulai bertanya-tanya akan tujuan hidupmu, sebaiknya segera ubah prinsip hidupmu dengan Prinsip Ikigai.
Merasa asing dengan Prinsip Ikigai? Yuk, simak postingan dari instagram @satupersenofficial berikut!
#MentalHealthRangers #SatuPersen #HidupSeutuhnya #SelfDevelopment #Infografis #PrinsipIkigai #IkigaiPrinciple #Psikologi #PsikologiIndonesia
Berkecamuk, ingatan-ingatan tentang tahun lalu menghantui pikiranku. Seakan menarik diri ini agar tetap tenggelam dalam kenangan yang sedang coba ku lupakan. Sering air mata tiba-tiba menetes hanya karena ini. Di samping itu, aku selalu mencoba tetap tegar menahan agar air mata tak mengalir. Satu hal yang aku tetap yakini bahwa aku bisa bangkit, mungkin perlahan namun aku sebisa mungkin untuk selalu bangkit.
Artist is Comicname
Kangen Nanon dan Chimon, 2 ikan cupang yang nemenin selama quarantine 2020😭 Semoga kalian bahagia di atas sana🥺🙏
2 bulan lagi, mungkin aku akan memberi hadiah diri ini sesuatu yang manis, es krim misalnya🤔 cake boleh juga🤔
Sendiri ku bukan berarti hal buruk. Aku harus fokus mengurus keluarga ku. Sudah pernah terlampau egois dan aku akan terus memperbaikinya. Biarkan aku memperbaiki dan memantaskan diri.
Dia yang memilih ingin sendiri dulu saja, bukan benar-benar tidak butuh siapa-siapa. Maka, jangan pula benar-benar meninggalkan, lihat saja dia dengan diam dan dari kejauhan.
(via kotak-nasi)
Rasanya malu ketika tulisan-tulisanku dibaca oleh mereka yang mengenalku sejak lama. Bukan karna tulisanku hanya sebuah kata-kata biasa, tapi malu ketika mereka berkata "kayaknya kamu gak sebaik itu".