Kau tau, rasanya, tak ada puasnya waktuku untuk sekedar mengagumimu, merindukanmu, bahkan mencintaimu.
Do'a-do'aku tak pernah terhenti, meskipun kau telah berhenti.
Entah kenapa aku selalu percaya dan teryakini kau pun merindukanku, menjagaku dalam do'amu, bahkan mencintaiku. Ah, betapa keterlaluannya diri ini.
Maafkan aku yang membuatmu terganggu atas rasaku yang membelenggu.
Jika aku bisa menghentikannya, akan ku hentikan semuanya. Agar kau tenang bernafas lega, bahkan bahagia.
Untukmu yang selalu ada dalam angan, do'a maupun harap.
Pahamilah, bahwa sangatlah menyesalnya aku kala itu tak mencoba untuk mengenalmu bahkan mencintaimu.
Dan sangat bahagialah aku, ketika sekitarmu dan sekitarku seluruhnya mengagumimu, tetapi kamu memilihku untuk menjadi seorang perempuan yang kau rindukan, jaga dalam do'a, bahkan untuk kau cintai. Beruntunglah aku bila itu berpihak kepadaku. Ya, betapa sayangnya itu hanyalah ingatan setiap setelah aku terbangun dipagi hari.
Bahkan mereka seperti beranggapan sangat tidak mungkin sekali, pria spesial sepertimu mencintai perempuan bertipe aku ini. Setiap aku mengingat hal itu, rasanya aku ingin berjalan mundur beribu-ribu langkah dan meninggalkanmu. Tapi, sepertinya rasaku padamu begitu kuat hingga tak mampu untuk melangkah mundur dan meninggalkanmu.
Bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan rasa ?
Karna segala rasaku berlabuh padamu.
Sepertinya Yang Maha Kuasa menempatkan sedih senangku didirimu. Hingga kamu selalu menjadi alasan atas rasaku, begitupun semangatku.
Sunyi, sepi, begitulah yang terbiasa aku rasakan ketika tanpa sapaanmu. Tetapi, selalu kulakukan membaca puisi-puisimu berulang-ulang kali dipagi hari ketika terbangun dan malam hari sebelum tidurku. Itu yang membuatku merasa kamu selalu ada dan menyapaku.
Kamu memang tak ada habisnya aku jelaskan. Tak ada hentinya aku rasakan. Namamu selalu menggema dilangit, berdampingan dengan do'a-do'a yang aku panjatkan untukmu. Semoga kamu tak lagi dingin. Karna rasa dan do'aku selalu ku tuangkan dalam setiap puisiku, yang mencoba memelukmu.