Kalau hatimu lelah, istirahatlah, jika ingin, maka menangislah. Tidak apa. Kamu tahu air mata itu bukan tanda kelemahan. Air mata itu adalah tentang banyak hal yang tidak bisa kamu ungkapkan, untuk meluruhkan tanyamu tentang apa-apa yang belum bisa kamu pahami. Setelahnya semangatmu akan kembali. Kamu akan memahami. Kamu akan menerima. Kamu akan berlari kembali.
Semua orang tahu, dan kamu juga pasti tahu, bahwa apa-apa yang terjadi adalah apa-apa yang telah direstui Tuhan untuk terjadi. Dan kamu tidak memiliki daya sedikit pun untuk menolak kehendak-Nya. Cukuplah keyakinanmu akan maksud baik Tuhan untuk melanjutkan harapan. Kamu tahu apa yang harus dilakukan. Melangkah lagi.
Sesekali kamu memang mesti menangis. Karena tidak semua gerimis berujung pelangi yang manis. (Ja(t)uh, Azhar Nurul Ala)


















