“Orang yang dulu asing bisa menjadi sangat berarti. Dan lucunya, orang yang sangat berarti juga bisa menjadi asing.”
—
Dunia itu seimbang. // A.W.
Bandung, 4 Maret 2018.
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
official daine visual archive
cherry valley forever
No title available

blake kathryn
h
Interview Vampire Daily
sheepfilms

Origami Around
Phantogram Three
ojovivo
almost home
Keni

shark vs the universe
occasionally subtle
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Product Placement
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available

seen from Malaysia
seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Colombia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Kazakhstan
seen from Ukraine
seen from Germany
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Venezuela

seen from Austria
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Paraguay
seen from India
@nur-a8-blog
“Orang yang dulu asing bisa menjadi sangat berarti. Dan lucunya, orang yang sangat berarti juga bisa menjadi asing.”
—
Dunia itu seimbang. // A.W.
Bandung, 4 Maret 2018.
Kata ibu, jangan berdebat dengan orang yang tak mengenal dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa mendengar omonganmu, jika saja dia tak paham bagaimana bentuk matanya. Dia akan terus bicara, menjelaskan dirinya, tanpa belajar bahwa orang lain juga punya kelebihan.
–boycandra
Kenapa Kau Kembali?
Kenapa kau selalu kembali ketika mengetahui bahwa hatiku akan selalu lagi dan lagi Menerimamu Memaafkanmu.
Padahal aku tahu kau tak pernah tahu betapa menyakitkannya semua itu untukku. Menyadari bahwa aku selalu luluh. Menjaga hatiku dari orang-orang baru hanya karena berpikir suatu saat akan ada waktu di mana kau akan kembali ke pelukanku.
Kenapa kau selalu kembali? Jika pada akhirnya tetap selalu pergi. Tak pernahkah kau berniat untuk tinggal lebih lama dari kata selamanya?
Kenapa kau selalu kembali? Dan kenapa aku masih saja tetap peduli?!
Dibalik seseorang yang tampaknya tidak peduli dengan apa pun, ada sosok yang dulunya pernah sangat peduli namun dikecewakan dengan amat sangat.
Don’t look for my heart, I have lost it a long time ago. // A. W. (via surat-pendek)
Aku kira janji dibuat untuk bisa ditepati bukannya untuk diingkari. Tetapi justru yang membuat janji seringkali mengingkari janjinya sendiri.
That’s why I don’t make promises anymore because I know, eventually, someone will break those promises. // A. W. (via surat-pendek)
Kita sudah punya kehidupan masing-masing hari ini. Kau asing bagiku. Aku masa lalu bagimu. Jika rindu tiba-tiba menyerangmu. Urus saja sendiri. Mohon jangan libatkan aku lagi. Meski tanpa kau minta aku terlibat dalam urusan hati itu. Namun, ingatkah engkau, bahwa hatiku pernah begitu hancur sebab sikapmu di hari lampau. Jangan mengulang rasa yang pernah ada. Rasa yang menghilangkan sepenuhnya kebahagiaan yang kurasa.
–boycandra
Jangan terlalu mengagung-agungkan hubunganmu sekarang walaupun itu sedekat nadi. Karena kau tak akan tau, di masa depan bisa jadi akan sejauh masa lalu.
Karenanya Rasul pernah menyinggung, sisakan sedikit benci di rasa cintamu, dan sisakan sedikit cinta di rasa bencimu.
Miqdad Haqqony (Terinspirasi dari kisah @anwarrosyidin)
Sejauh masa lalu.
Untuk diri…
Kudengar kamu menangis semalam. Pipimu basah, kelopak matamu membengkak.
Hatimu kalut. Ingin terus maju, namun dibaluti rasa takut.
Orang-orang yang sebelumnya peduli lambat laun pergi. Mungkin mereka memiliki kesibukan masing-masing, dan kamu kembali terasing.
Atau memang benar, bahwa kamu bukan prioritas. Maka, kumohon tetaplah waras. Hatimu harus tangguh, sekalipun sesekali mengeluh.
Tidak mengapa kamu jauh dari dia. Dekatkanlah seolah-olah ia ada melalui doa.
Jangan mencemaskan keadaan, sebab katanya kamu khawatir esok tak bisa makan adalah menghina Tuhan.
Jangan takut, jangan khawatir, teruslah berpikir baik untuk yang terbaik.
Orang-orang diluar sana terlihat selalu bahagia karena mereka menikmati sepi dengan suka cita.
Langit tak runtuh meski tak bersangga. Begitu pula hatimu. Semoga akan akan terus kuat meski belum ada yang menopangnya.
Dear hati,
Bahagialah sebagaimana janjimu di tahun ini.
Belum Saatnya Berhenti
Kalau kau menyerah sekarang, lantas siapa yang akan membungkam segala caci maki mereka nanti?
Siapa yang akan membuktikan bahwa cemoohan mereka itu salah? Siapa yang akan membuat mereka diam ketika mereka dengan bebas mengatakan bahwa kau bukanlah orang yang tepat dalam hal ini? Menyerah dan berhentilah hanya ketika kau sudah selesai. Bukan ketika sedang berjuang di tengah-tengah. Jika kau berhenti sekarang, maka itu mengartikan seluruh perkataan mereka yang merendahkanmu itu benar. Bahwa kau ini tidak bisa, kau itu payah, kau tak sanggup bertahan.
Selama kau nyaman di tempat ini, selama kau merasa bahagia di tiap pagi, tetaplah untuk terus berjuang sekuatnya. Jangan berhenti hanya karena hasilnya masih sedikit. Semua butuh waktu. Jangan hanya karena orang lain sudah lebih dulu ‘Besar’ maka kau jadi berkecil hati dan merasa apa yang kau kerjakan sekarang itu ‘Kecil’. Selama kau bahagia dengan apa yang kau kerjakan sekarang, percayalah suatu saat itu akan menjadi besar. Jika tidak besar bagi mereka, setidaknya itu besar bagi dirimu sendiri. Semua orang punya caranya masing-masing. Semua orang punya waktunya sendiri-sendiri.
Aku tak mungkin kamu prioritaskan, sebab kamu mempunyai mereka yang telah memprioritaskanmu. Aku mana mungkin dimengerti, sebab kamu mempunyai mereka yang lebih mengerti dirimu. Aku hanyalah salah satu pribadi dari sekian banyak pribadi yang menjadi bagian hidupmu. Aku hanyalah remeh kecil tak mengganggu yang hinggap pada duniamu. Aku tak penting, bagai hujan yang mengguyur genting. Aku ada, namun selalu dipandang biasa. Sebab. Aku bukan siapa-siapa.
(via sajaksesak)
Untuk kawan yang sudah teramat jauh.
Perihal hati Memangnya hati siapa yang bisa ku percaya ?
Tidak ada yang bisa menjamin bahwa hati yang mengarah padaku hari ini, tidak akan berpaling pada orang lain besok hari.
Dan hati yang ku kira tidak akan pernah tega melukaiku hari ini, bisa saja berubah menjadi yang paling tega melukaiku di kemudian hari.
Lalu hati siapa yang bisa ku miliki ?
Hatimu ? Bahkan denyut di nadiku saja bukan milikku.
Maaf jika masih mengenang padahal jelas-jelas sudah kau hempas. Aku hanya ingin menikmati luka lebih lama lagi. Agar sakitnya begitu terasa. Semoga kelak jadi pelajaran. Bahwa seseorang yang pernah berjanji selalu membersamai pada akhirnya pergi juga.
Selalu sisakan ruang kecewa sekecil apa pun itu. Agar ketika dia pergi kamu masih bisa bangkit.
Terimakasih, karena kamu sudah berhasil menyudahi rasa ini. Atas sikap dinginmu kini sudah tidak ada lagi rindu yang menggebu. Tidak ada lagi kamu yang menjadi candu. Tidak ada lagi menunggu seperti orang bodoh. Semua kembali kepada keadaan semula, dimana belum ada kamu.
Depok, 16 Desember 2017
Mereka yang lebih memilih menyimpan luka seorang diri bukan bearti tidak punya teman, kekasih, atau apalah namanya. Mereka punya. Hanya saja mereka sadar bahwa tidak segala hal bisa dibagi apalagi perihal luka. Yang bisa jadi orang lain hanya sekedar ingin tahu. Parahnya malah di jadikan lelucon.
Bagian mana yang membuatmu jatuh cinta ? Perhatian pada kabarmu saja tidak. Khawatir atas keadaanmu juga tidak. Peduli akan dirimu, rasanya pun belum pernah. Terlebih mengupayakan dan memperjuangkanmu ? Sama sekali tidak. Lalu bagian mana yang menjadi alasanmu bertahan ?
Senja. (via menyapamentari)
Hari ini barangkali kita masih saja memendam perasaan yang belum terselesaikan.
Atas perasaan yang pernah kita biarkan berbunga, namun layu pada akhirnya.
Atas perasaan yang tidak bisa kita kendalikan laju arahnya. Padahal bukan pada tujuannya.
Kita begitu mudahnya membiarkan seseorang mengetuk pintu hati, mempersilahkannya masuk dan kita berharap ia akan tinggal. Nyatanya, ia pergi begitu saja. Bahkan tanpa pamit.
Yang tersisa hanya dirimu dengan segala sakit, kecewa, dan seluruh penyesalan. Yang tertinggal hanya dirimu dengan segala upayamu untuk tidak menyerah putus asa pada takdir.
Mungkin kita tak kuasa untuk menyalahkan ia yang telah hadir dan hanya meninggalkan luka. Nyatanya diri kitalah yang lengah dan membiarkan harapan tersemai di dalam hati sebelum kepastian itu ada.
Namun percayalah, perasaan ini akan berlalu bersamaan dengan penerimaan yang kita upayakan. Meski tidak mudah, seiring berjalannya waktu semuanya akan baik kembali. Jika kita memilih untuk memaafkan, menerima dan mensyukuri kesalahan kita kali ini. Akan selalu ada makna baik, saat kita mau mengakui salah dan mau memperbaiki.
Kala patah hati dan engkau memilih bersinar dengan sebaik - baiknya prasangka! Selamat merayakan hari - hari, dengan hati yang menang. Jakarta petang tadi, 15 November 2017 ~ Menyapa Mentari
Salah besar jika kamu beranggapan aku baik-baik saja. Bahwa rasaku selama ini hanya permainan belaka. Bahwa aku adalah manusia jahat. Kamu lupa, kadang yang mengakhiri juga merasakan sakit.