Merdeka? Sudahkah sepenuhnya kata demikian melekat pada masing-masing diri kita sebagai masyarakat yang lahir, menetap, dan menaruh harap pada suatu bangsa yang bangga kita sebut Indonesia? 75 tahun adalah buah manis yang terus tumbuh. Sebuah dedikasi pahlawan negeri yang mampu memutus belenggu kesengsaraan negeri dari gaya kolonialisme yang sempat singgah tak sebentar oleh beberapa negara (yang modern ini bisa menjadi sahabat dalam urusan diplomasi dan kerjasama). 75 tahun adalah semangat menanam sekaligus merawat nalar dan nilai kehidupan bangsa yang lengkap terkandung, termuat, dan tertuliskan dalam Pancasila yang tak asing bagi masyarakat Indonesia asli. 75 tahun adalah gagah dan menawanya sang merah putih berkibar dan melekat di dada tanpa rasa takut membawanya kemanapun dan kapanpun. Harusnya. 75 tahun adalah simbol, simbol kebangkitan, simbol persatuan. Keduanya adalah simbol perjuangan untuk menjemput kata merdeka sesungguhnya bagi entitas yang mendiami suatu bangsa. Namun, bukankah terlalu retoris bila hanya mengungkap dan menaruh harap tanpa melihat jiwa yang masih menderita dalam gegap gempitanya 75 tahun keberjalanan negri tercinta? Bagaimana bisa. Perbedaan pandangan golongan tua dan muda, egosentrisme wilayah dan kesukuan yang dulu pernah terjadi. Dengan narasi benar versinya masing-masing mampu duduk Bersama untuk menjemput satu kesamaan yakni merdeka bersama, lepas dari belenggu penjajahan? Belakangan ini? Rasanya pemerintah punya dapurnya sendiri, yang aromanya tak boleh tercium oleh rakyatnya sendiri. Terus terjadi. Yang berbeda, yang punya narasi, yang menawarkan ide alternatif, di perlakukan seperti bukan penduduknya sendiri. Masih terjadi. Kesejahteraan sosial, sebatas slogan sebelum duduk di istana. Beberapa kebijakan tak ubah hanya memperlebar jarak kesenjangan sosial yang ada. Korupsi bagaikan gaya hidup bagi mereka yang tak pernah merasa cukup, telah menjadi tontonan matinya nurani para penguasa negeri. Seperti benar adanya. Tantangan pra kemerdekaan adalah penjajahan. Dan tantangan paska kemerdekaan adalah kekuasaan. [...] (di Indonesia) https://www.instagram.com/p/CD-sRT8pC5y/?igshid=kbtc7ky6b59w











