Masa yang telah terlewati
Melewati berbagai peron dan terminal
Melewati langit nan cerah dan gelap
Melewati hembusan angin dan cahaya
Melewati sungai, sawah, gunung dan laut
Serta melewati berbagai jenis manusia
Setelah itu bergeraklah sang masa lalu menuju masa kini. Termenung.. harap cemas untuk mampu menghadapi & melewatinya
Seakan masa lalu masih menjadi momok menakutkan padahal seharusnya menjadi pembelajaran & amunisi ilmu menghadapinya dengan penuh hikmah
Lagi, sang masa kini masih merenung
Setelah terdiam dalam waktu lama
Beranjaklah ia mulai tersenyum dengan kalimat tauhid dan takbir
Dia berusaha berjalan, memohon tolong Sang Rabb agar membersamainya
Dan masa kini berjalan dengan penuh sabar dan syukur maka ia dibersamai pula dengan penuh kejutan kebaikan karena Rabbnya cinta padanya
Tibalah sang masa kini memikirkan masa depan. Padahal belum dijalani, namun ketakutan bukan main menghampirinya. Pilu yang sebelumnya ada pada masa lalu ada pula digabung dengan pemikiran buruk masa nanti
Sungguh berat sekali hati dan pemikirannya
Seakan akan dunia mau runtuh
Seakan akan hati tercabik
Seakan akan badan tak mampu lagi menahan segala beban
Kini kembali sunyi, senyap, sakit, harapanpun hilang
Lagi-lagi ia termenung dan berhenti
Ditengah kesunyian itu, sang masa kini tidak mau terus terusan putus asa
Maka kembali lagi ia mengucapkan kalimat tauhid dan takbir di hatinya
Alhamdulillah hatinya sudah menjadi qolbun salim, hingga berdamailah sang masa lalu, masa kini dan masa nanti
Bandung, 26/6/26
-uni.raaa











