Memang benar, setelah dewasa ruang ikhlas harus benar-benar ditumbuhkan agar kita bisa menerima setiap takdir baik dari Sang Pencipta

#extradirty

tannertan36
Cosimo Galluzzi

JVL
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
macklin celebrini has autism

blake kathryn
Sade Olutola

Kaledo Art
Jules of Nature

Love Begins
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
noise dept.
Today's Document
almost home
todays bird
🪼
Keni
TVSTRANGERTHINGS

roma★
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from Australia
seen from India
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Mexico
seen from Ireland
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United Arab Emirates

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States
@okegonnabeoke
Memang benar, setelah dewasa ruang ikhlas harus benar-benar ditumbuhkan agar kita bisa menerima setiap takdir baik dari Sang Pencipta
Jika menonton 1 reels berdurasi maksimal 1 menit kemudian dikali lagi dengan 10 x scroll maka kita sudah menghabiskan waktu tanpa makna selama 10 menit. Dan jika selama 24 jam itu terjadi berkali-kali maka kita akan kelebihan dopamin yg dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh kita. (For the example: stress, halusinasi, membuat distraksi, bahkan bisa membuat kita malas untuk melakukan hal yg memiliki nilai)
Dan jika kita bandingkan dengan ibadah wajib yg ketika dilakukan minimal 5 x 5 menit atau 25 menit dari 24 jam yg kita lewatkan dalam sehari, bahkan hal tersebut dapat memberikan dampak positif. Seringnya adalah kita lalai, malas, atau bahkan mengeluh dan paling parah adalah menganggapnya hal sepele.
Mari kita renungkan, dawamkan ada apa dengan perilaku kita selama ini? Memilih hal yg sedikit manfaat dan menimbulkan dampak negatif lalu kemudian lalai dalam taat pada sang Pencipta? Astaghfirullah
Sudah terlalu lama hati ini tertutup oleh setiap kebenaran yg Allah adakan pada setiap keadaan yg menimpa kehidupan saat ini. Yaa Allah, Yaa Rabb bukakanlah kembali hati ini agar selalu pasrah dan patuh pada setiap kebeneran yg selalu engkau berikan melalui Indra pendengaran ataupun penglihatan ini Yaa Rabb.
Jauhkanlah hati ini dari sifat bathil, sifat iri, sifat-sifat buruk yang selalu didengungkan oleh syaitan.
Ighfirlana Yaa Allah.
Antara mengajar karena kebutuhan atau benar-benar panggilan pengabdian?
Kalo #jadiguru yg ga dilabeli "guru" gapapa kan?
Sejatinya, sebaik apapun rencana yg sudah kita buat. Akan jauh lebih baik jika kita sami'na wa'ato'na terhadap setiap ketetapan-Nya yg pasti akan membawa kita pada hal-hal yg lebih baik dan mendewasakan.
#RamadhanKareem #taqabalallahuminnawaminkum #HappyIedMubarak1445H
Maunya aku apa ya?
Jika isi hati dan pikiran kita selalu negatif tentang sesuatu, niscaya kita pun akan memandang diri kita demikian.
Benar, sungguh benar hal itu terjadi dan menimpa diri ini. Ada yg upload "ah, gitu doang", " Ah, apaan".
Hal itu justru mendorong diri kita untuk tidak mau menunjukkan apa yg ada dalam diri kita pada dunia bahwa kita juga sama.
Terlalu banyak memikirkan hal yg kita tidak tahu tentang apa yg mereka pikirkan terhadap kita justru akan membuat hati kita tak nyaman, takut, khawatir, dan gejala negatif lainnya. Sehingga kita akan stuck untuk melakukan apa yg kita inginkan di depan mereka.
Pemuda penuh harap harus bisa dan pandai merubah keadaan, mengikis sedikit demi sedikit pandangan negatif itu menjadi pandangan positif. Melihat kebahagiaan orang lain menjadi bagian indah yg Allah berikan agar kita pun bisa merasakan hal yg sama dengan mereka. Bukan justru mengutuknya dengan perasaan iri/dengki yg justru membuat kita semakin terpuruk dan memperparah keadaan kita sendiri.
Come on, we'll going well and will be happiness.
Gagal merencanakan = merencanakan kegagalan. True?
Kita tidak akan pernah mengenal keindahan alam bawah laut yang di dalamnya terdapat banyak terumbu karang, ikan yg jarang dijumpai, bahkan birunya air laut jika hanya sebatas berenang di atas permukaannya saja. Sama halnya dengan *teeeet*
Ingin rasanya menjadi sosok yg dibangga-banggakan olehnya di hadapan ribuan orang yg ada di dekatnya.
Semoga senantiasa diberikan kesabaran dan kelapangan dalam dada. Masalah selalu ada berikut dengan solusinya. Salah satu solusinya ya sabar aja.
Dada ini terasa sesak. Oh, ternyata maagnya kambuh 🤢
Mengadakan resepsi pernikahan (walimatul urs') hukumnya dianjurkan (sunnah muakkad) menurut mayoritas Ulama, sebagian lainnya menghukumi wajib. Dasarnya adalah dimana ada hadits anjuran/perintah nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam atas hal ini, walaupun hanya dengan memotong seekor kambing, dan beliau Shalallahu 'alaihin wa sallam pun mengadakan walimah pada sebagian pernikahan beliau dengan dua mud gandum, dan sekeranjang kurma pada pernikahan beliau dengan Shafiyah radhiyallahu 'anha.
Dianjurkannya walimatul 'urs adalah bertujuan untuk mengumumkan pernikahan, hikmahnya agar terhindar dari sangkaan berzina, serta tuduhan-tuduhan keji, juga agar mendapatkan keberkahan serta doa.
Namun di zaman ini, ada beberapa hal yang diharapkan agar diperhatikan:
1. Walimatul 'Urs itu adalah pemberitahuan penuh rasa syukur
Poin penting pada walimatul 'urs ada dua: pertama, pengumuman bahwa fulan telah menikah. Kedua, bentuk rasa syukur. Agama ini tidak pernah memberatkan ummatnya, itu sebab nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam menganjurkannya walaupun hanya dengan memotong seekor kambing, ataupun dengan kata lain sesuai kemampuan. Maka tidaklah elok jika ada yang membebani diri tanpa mengukur kemampuan dengan berhutang, kemudian mengadakan walimah semewah mungkin, hanya bertujuan untuk "mengangkat status sosial" di tengah masyarakat.
2. Walimatul 'Urs adalah bentuk "kepatuhan" atas sunnah Nabi, bukan untuk membuat maksiat.
Membuat maksiat dalam walimatul 'urs itu seperti apa bentuknya? Banyak bentuknya.
Mulai dari menentukan tanggal nikah melalui cara yang bertentangan dengan syariat, bahkan bisa jatuh kepada kesyirikan jika menganggap akan sial jika tidak sesuai dengan perhitungan. Ini termasuk kepada tathayur atau thiyarah. Yang dibolehkan adalah menentukkan tanggal nikah tanpa mengaitkan dengan kesialan dan sebab-sebabnya, dan tidak mengaitkannya dengan ramal meramal.
Bentuk membuat maksiat lainnya adalah dengan memanggil pawang hujan, kemudian diisi dengan acara dangdutan yang biduannya berpakaian tidak pantas. Sangat disayangkan juga, ada yang karena demi riasan tidak luntur, sampai meninggalkan shalat, jikapun menjamak shalat.. maka alasannya harus diperhatikan betul, apa hukum asal bolehnya kita menjamak shalat? Jika karena riasan, itu bukan ilat hukum dibolehkannya menjamak shalat. Jika alasannya karena menjamu tamu, kenapa kita tidak menyesuaikan dengan waktu shalat? Bukan sebaliknya.
Apa tujuan dari menikah? Tujuan menikah utamanya adalah dalam rangka ibadah, untuk mendapatkan ridha Allah Ta'ala. Kemudian, jika ingin bernilai ibadah, dan mendapat ridha Allah, sudah seharusnya kita memperhatikan bagaimana prosesnya agar tidak melanggar larangan-larangan Allah Ta'ala, sehingga keberkahan menyertai.
3. Tradisi dan adat istiadat memberi amplop/hadiah
Sudah menjadi tradisi yang membekas sekali di sekitar kita, jika ada walimah, maka lazimnya disediakan kotak untuk memasukkan amplop. Bahkan ada yang sudah memberikan semacam pemberitahuan dalam kertas undangannya bahwa pengundang tidak menerima bingkisan berupa kado ataupun karangan bunga, ada simbol hanya amplop yang akan diterima. Entah siapa pelopor dari tradisi ini, bahkan sekarang sudah saya temukan dengan cara yang lebih "modern", yaitu meminta agar tamu mentransfer ke rekening yang tertera dalam undangannya.
Kenapa saya sampai membahas ini? Karena dampak dari tradisi ini tidaklah sederhana, seakan yang mengundang seperti sedang "meminta-minta" kepada para undangan. Di amplop-amplop ataupun berita acara tanda telah mentransfer itu ditulis nama, siapa yang memberi. Yang katanya, esok lusa seakan menjadi "hutang", jika diundang balik.. maka minimal memberi dengan jumlah yang sama.
Tradisi inipun tidak jarang membuat pengundang hanya mengundang tetangga, kerabat, kolega yang kaya saja, sedangkan yang miskin tidak.
Inilah yang dikatakan sejelek-jelek makanan walimah sebagaimana dalam hadits:
شَرُّ الطَّعَـامِ طَعَامُ الْوَلِيْمَةِ، يُدْعَى لَهَـا اْلأَغْنِيَـاءُ وَيتْرَكُ الْفُقَرَاءُ
“Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah, hanya orang-orang kaya yang diundang kepadanya, sedangkan kaum fakir dibiarkan (tidak diundang)." (HR. Bukhari)
Sudah saatnya kita memikirkan, apakah tradisi seperti ini patut dilakukan? Teladanilah Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, dan wasiat-wasiatnya, semoga dapat melihatnya dengan hati yang lebih luas tentang baik buruknya.
Yang diundang adalah tamu, dan kita sudah sepantasnya memuliakan tamu, tanpa berharap tamu membalas apa yang kita hidangkan.
4. Jadikan Walimah membawa kebermanfaatan, dan keberkahan, bukan mubazir dan mengganggu.
Dalam agama ini kita dididik agar tidak berlebihan dalam segala hal, tidak melakukan hal yang mubazir (menghamburkan harta secara boros), dan jangan sampai mengganggu.
Bentuknya seperti apa menganggu itu? Memakai jalan umum untuk tamu undangan, dengan demikian hak orang lain terlanggar, sehingga menimbulkan kesulitan di sekitarnya. Mengadakan acara walimah berhari-hari dengan suara musik sepanjang malam, sehingga menganggu tetangga dan sekitarnya.
Hakikat pernikahan itu bukan ada pada mewah tidaknya walimah, namun perjalanan panjang sesudahnya.
Siapapun yang memaknai walimatul 'urs dengan pemahaman yang baik, Ia juga akan dapat menempatkan pemahaman hidup dengan baik, biidznillah.
Jika semisal sulit dikarenakan perbedaan pandangan dengan orang tua, maka bicarakanlah baik-baik, dengan cara yang baik.. sebelum keluarga itu terbentuk. Jika sedemikian sulit diubah, meski telah berikhtiar memahamkan, pastikan.. generasi berikutnya, anak-anak dan cucu kita, tidak mengalami hal yang sama.
Harus selalu siap dengan ketidak-cocokkan terhadap orang lain. Terlebih lagi pasangan. Harus banyak sabar, harus banyak-banyak berlapang dada.
Berhenti memberi makan ego. Saatnya merendah dan memahami pasangan kita seutuhnya. Itulah yang akan melanggengkan.
Saling menuntut tidak akan ada habisnya. Percuma. Sebab di sana ada hawa nafsu yang sedang menggerogoti jiwa. Saling pengertian lah yang akan membuahkan ketentraman dan kebahagiaan.
Doa di waktu mustajab kali ini, semoga hal yg saat ini menjadi ragu, tabu, dan segala cobaan yg mendera jiwa bisa diterkam dengan keyakinan bahwa Allah-lah pemilik segala. Dia yang memudahkan yg sulit, melapangkan yg sempit, dan mengabulkan doa orang-orang yg mau. Aamiin
Masalah datang, luaskan hati yang lapang.