styofa doing anything
Keni

blake kathryn
Sweet Seals For You, Always
almost home

titsay
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
No title available

roma★

No title available
ojovivo
Mike Driver
Claire Keane
Today's Document
Jules of Nature
trying on a metaphor
art blog(derogatory)

Andulka

pixel skylines
$LAYYYTER

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Chile
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from Czechia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Russia
@omegaaworld
Kadang bentuk kasih paling jujur adalah Tidak harus selalu ikut campur , jangan masuk terlalu dalam ke masalah hidup orang lain melampaui batas , apalagi ketika untuk saling mengingatkan tidak di dengar
Biarkan hidup yang mengajar …
Karena pelajaran yang ditanggung sendiri itu jauh lebih membekas…
Follow my INSTAGRAM | FACEBOOK
Rasanyaa badan gue udah kayak mau remuk, capek bangeeeettt. Gue ga nyangka bisa sesibuk ini hidup gue tiap hari. Kayak 24 jam dalam sehari itu kurang aja.
Dari pagi sampe jam 2 ngajar di sekolah, jam set 3 udah cabut ngajar privat. Jam 4 udah bergeser lagi ngajar privat sampe jam 6. Balik rumah masih mengajar les di rumah. Setelah itu ngaji. Setengah 10 sampe rumah, gue baru duduk teringat belum nonton video cctv kelas mencari penyelesaian dari sebuah kasus :)
Tapi ya yaudah deh dinikmatin aja, Alhamdulillah masih bisa kerja, terimakasih yaallah. Ya walaupun capek gpp deh, yang penting semoga lelah ku menjadi berkah dan barokah aamiin 🤙
"Semoga Allah menggantikan untuk kita dengan sesuatu yang lebih baik darinya" (Al-Qalam: 32)
Singkat, tapi bikin nangis..
Coba hilangkan penyesalanmu dengan membaca ayat ini pelan-pelan.
Atas setiap kesempatan yang hilang, pekerjaan yang terlepas, kekasih yang berhenti menggenggam tanganmu di tengah jalan, atau setiap sahabat yang wajahnya dulu kamu anggap indah namun kini berpaling dingin.
Karena takdir Allah, semuanya baik. Baik yang membuatmu tersenyum, maupun yang membuatmu menangis.
Tidak ada kehilangan yang terjadi kecuali untuk mengeluarkanmu dari luka yang lebih dalam. Jika kamu memahami hikmah-Nya, bersyukurlah. Jika belum mengerti hikmah-Nya, bersabarlah.
Sesungguhnya, segala keputusan Allah adalah kebaikan, entah ia datang dalam bentuk yang lembut, atau dalam rupa yang melukai.
Maka, tenangkan hatimu. Setiap kali sesuatu pergi, katakanlah dengan lembut:
عَسَىٰ رَبُّنَاۤ أَن یُبۡدِلَنَا خَیۡرࣰا مِّنۡهَاۤ...
"Semoga Allah memberikan ganti kepada kita dengan pada apa yang lebih baik daripada yang ini..."
Ada seseorang, yang tenang dan penuh prasangka baik begitu maksimal, saat ia ditanyai soal pekerjaannya.
"What do you think if we don't hire you?"
"It's okay. Thats means Allah will put someone better than me for this place, and put me somewhere better than this place"
Ikhtiarnya maksimal, dan tawakkalnya lebih maksimal. Gapapa, insyaallah semuanya akan baik-baik saja :')
@jndmmsyhd
Mau istirahat tapi dunia terus berputar
Riuh suara di kepalamu terasa lebih keras dari detak jantungmu. Bahkan saat dalam keramaian, suaranya tetap terdengar keras sampai-sampai kamu jarang memerhatikan suara yang lain.
Dan riuh suara itu semakin terdengar tatkala kamu mengukur-ukur dirimu, sibuk memerhatikan nikmat yang dimiliki orang lain. Kamu tak mampu membungkamnya padahal itu adalah dirimu sendiri.
Semakin dewasa. Rasa tenang itu adalah hal yang berarti, hanya saja kita kerap lupa jika tenang berangkat dari rasa cukup. Merasa cukup dengan apapun yang kita miliki dan dapatkan, sesuatu yang saat ini menjadi jatah rezeki kita. Mencukupkan diri dengan yang halal, tidak hanya halal tapi juga toyib. Mencari rezeki tidak dengan eksploitasi orang lain. Mengusahakan rezeki yang berkah untuk keluarga.
Semakin dewasa. Validasi yang kita butuhkan seharusnya cukup dari orang tua kita sendiri, atau mungkin dari pasangan, bahkan dari anak-anak. Kita tidak perlu mendapatkannya dari semua orang.
Saat kita diapresiasi karena menemani anak-anak bermain. Saat kita diapresiasi karena bisa mentraktir bapak dan ibu makan bakso dengan gaji kita. Saat kita diapresiasi karena udah bekerja keras seharian sama pasangan. Semua itu udah cukup.
Belajar rasa cukup saat dewasa adalah seni untuk bisa menjalani kehidupan dewasa dengan lebih tenang. Cita-cita kita mungkin tidak meraih bintang-bintang dan tidak menjadi orang yang bersinar, tapi cukup hadir untuk keluarga. Bisa hadir untuk anak-anak.
Entah siapa yang menuntutmu untuk menjadi luar biasa. Menjadi pucuk-pucuk dunia. Kalau kamu lelah, apakah kamu tahu bagaimana caranya beristirahat? (c)kurniawangunadi
Setelah menamatkan drama melo movie, perasaan gue saat ini adalah sesak, hampa.
Mengutip kata kata dari melo movie:
"Begitulah rasa sakit akibat kehilangan. Awalnya ga kerasa apa apa, karena banyak hal yang terjadi. Tapi, saat kamu membutuhkan orang itu dan sadar dia tidak bisa lagi menemanimu, saat itulah rasa sakitnya mulai kerasa"
Jika aku terlahir kembali, aku tak akan meminta kehidupan yang lebih mudah atau lebih indah. Aku tak akan mengubah apa pun, sebab mungkin, setiap tangis dan tawa yang telah kulalui adalah sebuah jalan yang membawaku pada pemahaman tentang makna dari kehidupan itu sendiri.
Aku hanya ingin hidup dengan hati seluas samudra, menerima segala cuaca yang datang tanpa mengeluh, dan menerima segala gelombang tanpa takut tenggelam. Aku ingin menikmati setiap detik yang kupijak, baik ketika pijakan itu lembut maupun keras karena keduanya adalah sesuatu yang tak dapat kupilih jalannya.
Hidup di dunia yang sementara ini bukan sekadar tentang mencari kebahagiaan, tetapi tentang bagaimana aku memahami dan menerima, kehidupan dengan segala kejutannya serta peristiwa dengan segala pembelajaran dibaliknya.
Sebab, mungkin bukan hidup yang harus menjadi lebih mudah, tetapi aku yang harus lebih berani dan berbesar hati dalam menjalaninya.
Seperti Traffic Light
Hidup itu kadang kayak traffic light. Yang di suatu waktu dari jauh kita lihat lampunya hijau, kita mau buru-buru supaya bisa terus jalan. Tapi tiba-tiba makin deket lampunya justru berubah jadi kuning yang mana kita diminta hati-hati. Sampai akhirnya lampunya berubah merah dan kita harus berhenti.
Abis itu, sadar atau nggak, sengaja atau nggak, kita kadang sibuk bertanya-tanya. Kenapa sih tadi nggak lebih cepet aja biar bisa jalan terus. Sama kan kayak hidup. Kita maunya buru-buru, mau cepat sampai tujuan, penasaran ada apa di depan, padahal lampu lalu lintas ya nggak selalu hijau terus.
Ada kalanya, kita perlu lampu kuning supaya kita bisa lebih berhati-hati, dan perlu lampu merah supaya berhenti buat ambil jeda. Di waktu itu mungkin kita bisa merenung, melamun, berpikir, atau sekadar lihat-lihat sekitar aja sampai nanti waktu minta kita buat jalan.
Karena ketika jalan, manusia memang nggak harus sampai dalam satu waktu yang sama.
Kak gimana cara menguatkan diri untuk percaya bahwa jodoh kita akan datang di saat kita terus dihantam rasa pesimis ya?
Hehe khawatir nggak bisa ngasih kata-kata yang kamu pengen :")
Saya berdoa semoga kesabaran kamu dilipatgandakan, dapet jodoh yang baik dan keluarga yang sakinah nantinya.
Udah lama pengen ngelanjutin obrolan tentang menjadi single di usia 30+. Gue ngerasain fase yang berganti-ganti. Mulai fase merasa tertinggal, fase merasa tidak utuh, fase menenangkan orang tua, fase bersabar hingga fase tenang seperti sekarang.
Usia 30+ itu usia yang sangat riskan jika kita tidak belajar mendewasa. Tekanan dari masyarakat sangat mungkin membuat kita terburu-buru. Just because kita 30+, doesn't mean kita boleh serampangan banget jalanin hidup.
Di waktu gue kecil, gue mengira orang tuh akan otomatis menjadi dewasa seiring dengan bertambahnya usia. Tapi ternyata enggak. Masih ada orang yang melajang bertahun-tahun, pengen banget dapat jodoh tapi ketika berkonflik dengan orang lain masih sangat kaku. Passive agressive. Tidak bisa mengeluarkan uneg-unegnya dengan assertive atau bahkan insecure.
Buat gue, indikator kesiapan hidup berumah tangga adalah ketika kita mengenal diri sendiri dengan baik. Tahu apa saja kekurangan kita. Punya keinginan kuat untuk memperbaiki diri. Di sisi lain, ketika berkonflik, kita bisa mengevaluasi diri sendiri dengan adil. Tidak bersikap atas dasar trauma. Karena jika kita tidak punya awareness tentang hal semacam ini, kita akan stuck. Tidak bertumbuh sebagai manusia. Dan hubungan pernikahan ya hanya sebatas akad tapi nggak ada esensinya. Nggak saling menumbuhkan. Kita akan jauh secara emosional dengan pasangan. Enggak mampu terbuka.
Di umur 23 - 24, gue dapet banyak undangan nikah. Lalu 10 tahun kemudian gue dapet banyak kabar perceraian. Gue nggak judging temen-temen gue yang divorce. Tapi setelah perceraian-perceraian itu kami jadi paham bahwa kunci hidup bersama orang lain ya menurunkan ego, tidak menuntut kesempurnaan pasangan ketika udah berumah tangga. Dalam arti kita menerima pasangan seutuhnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Karena saat berumah tangga tuh kita tidak menuntut kesempurnaan, maka sebelum rumah tangga itu dimulai, kita berhak banget mempertimbangkan dengan matang. Bukan sekedar mempertimbangkan harta ataupun rupa tapi apa dia termasuk orang yang bisa mengutarakan kemarahannya dengan baik? Apakah dia bisa bertanggung jawab? Apakah dia bisa mengakui kesalahan? Apakah dia bisa mengingatkan kita dengan baik saat kita salah? Apakah dia mau menghadapi kesulitan bersama-sama saat berumah tangga? Saat kita kelelahan dengan new born baby? Saat kita menemukan ketidakcocokan dengan mertua, apakah dia bisa memposisikan diri? Mengayomi isteri dengan baik dan tetap berbakti kepada orang tua? Selalu bayangkan konflik-konflik yang terjadi. Memang tidak harus sempurna tapi apakah bersedia menjadi baik di tengah segala ketidaksempurnaan?
So, sebelum kamu melangkah lebih jauh ke pernikahan, jangan pernah menganggap pernikahan sebagai solusi dari semua masalah. Rawat aja diri kamu dengan baik. Memang tidak ada jaminan kapan jodoh akan datang. Tapi setidaknya kita udah nyari bekal untuk membentuk hubungan yang sehat dengan orang lain.
Zonasi
Kalau di 2007 ada sistem zonasi, mungkin sekarang aku berakhir sebagai ibu 3-4 anak, gak kuliah, dan bekerja jadi buruh pabrik gaji sejuta/bulan di desa.
Gak akan ada "jiwa kompetitif" karna bersekolah di sekolah favorit satu kabupaten. Perlu bangun pagi, berangkat 05.45 biar bisa ngejar angkot ke Kota yang jaraknya 27km, sampai di sekolah 06.30. Pulang jam 3 sore, repeated again and again for 3 years.
"Untung" aku gak sekolah di SMA "favorit" di kecamatan ku, yang mana 90% teman SMP pasti sekolah disana. Pikir ku, bersekolah di kecamatan tidak ada "prestige" nya. Kalau dipikir sekarang, bukan soal prestige, lebih ke, lingkungan yang support untuk belajar, dengan teman-teman yang cukup "ambis".
Anak "kota" gak akan paham gimana rasanya bersekolah dengan fasilitas biasa dan teman-teman yang malas. Si anak desa ini, somehow, butuh lingkungan yang kondusif biar ga terus-terusan "miskin" pemikiran.
Mungkin zonasi bisa works di kota besar, tapi GAK di desa/kabupaten. Mereka, anak-anak "kampung" yang pintar, butuh lingkungan yang "pintar" di kabupaten/kota nya. Berlian butuh berlian lagi, bukan malah disimpen di pasir dan jadi stagnan sendirian.
Sistem zonasi hanya membuat sisi anak-anak medioker (yang porsinya besar) untuk malas-malasan semakin tinggi. Padahal, kalo mereka bisa di lingkungan yang "banyak orang pinternya", mereka bisa ikutan "pinter" walau dipandang "gak pinter-pinter" amat.
Yang ngide sistem zonasi siapa sih? gak aneh ada tiktok berseliweran kalo Jakarta itu termasuk ke Provinsi Jawa timur.
22 Oktober 2024
Sistem zonasi akan berjalan dengan baik kalau infrastruktur pembelajaran rata dan pendidikan kita punya visi 🤣🤣🤣 Tapi masalahnya pendidikan tuh nggak rata.
Sebenernya kalo dilihat dengan perspektif yang lebih luas, zonasi tuh bisa bantu anak-anak yang di luar jawa biar nggak usah ke jawa kalo nyari pendidikan yang bagus. Karena ongkos ke luar pulau tuh mahal banget. Beneran. Gue baru ngerasain privilege lahir di jawa ya pas dewasa. Cuman kalo langsung dilaksanakan ekstrim tanpa persiapan ya gitu. Yang pinter harus terjebak dalam infrastruktur yang bapuk.
Moga aja pemerintah nanti ada yang mendapatkan hidayah agar kurikulum pendidikan nggak diganti seenaknya selama lima tahunan. Jadi beneran ada rencana jangka panjang yang berfokus ke peningkatan kualitas dan pemerataan.
Ngelihatin kurikulum merdeka belajar, w sebagai orang yang konservatif ngikut taxonomy bloom tiap ngerancang game edukasi tuh jadi pusing 🤣🤣🤣
“Jadi gini kak, hewan itu diciptakan bukan karena dia haram atau halal. Hewan diciptakan ya karena ada gunanya di muka bumi ini. Buat makanan hewan lain, misalnya. Atau buat penelitian. Haram atau halal itu aturan dari Allah untuk orang Islam saja.”
Gausa penjelasan aneh2 pake bawa cacing pita segala. Benerin dulu aja premisnya, and tell them what it is.
“Terus kalau haram, kenapa masih ada orang Islam yang makan?”
“Kaka pernah main skipping?”
“Pernah,,”
“Kaka kuat berapa kali?”
“10 kali.”
“Kalau kaka disuruh mama langsung main skipping 1000 kali sekarang juga kaka kuat ga?”
“Engga,,”
“Aturan agama itu kayak olahraga, nak. Kamu ga akan bisa menjalankan semuanya langsung sekarang juga. Ada orang yang baru bisa 10 kayak kaka. Ada yang udah bisa 50. Orang yg kaka bilang barusan itu mungkin aja baru bisa 5 kali. 10 kalinya kaka mungkin sama dengan sholat, puasa, gak makan babi. 5 kalinya orang bisa aja baru sholat dan puasa aja. Yang penting kita semua berusaha supaya bisa jadi 100 dengan kemampuan masing2. Mamah juga belum sampai 100 kok. Makanya kita berusaha sama-sama ya.”
Teach them to have a compassion and empathy. Bukan cuma masuk neraka dan masuk surga aja.
Ribut ribut dari meninggalnya seorang anak tetangga yang masih berusia 15 tahun karena kecelakaan. Rumah anak itu ga terlalu jauh dari rumah gue dan sekarang gue lagi duduk bareng temen gue yang lagi ngomomgin dia yang sudah berpulang.
Temen gue bilang ternyata kalo kita sadar mati itu mendadak dan ga terduga ya. Gue diem, memilih menyimak pembicaraan dia dengan yang lain.
Iya ya yang masih muda udah mati, yang anak anak mati, bayi mati, yang udah tua masih idup. Kata temen gue yang lain. Gue masih sama, diam enggan menambahkan atau sekedar bicara membenarkan. "Rencana allah itu emang susah di tebak yaa" lanjutnya dengan sedih "paginya pergi sehat, sorenyaa pulang tinggal jasad"katanya.
Ngomongin rencana allah yang ga bisa di tebak, gue jadi mengingat ngingat banyaknya rencana yang gue susun dan doakan. Banyak banget rencana yang udah disusun rapih berakhir dengan berantakan, dan doa doa yang selalu dipanjatkan namun tidak kunjung dikabulkan. Rasanya sedih, putus asa. Bilang, allah jahat. Tapi ketika waktu berlalu, dan mengingat ngingat lagi ternyata ada banyak hal, rencana dan doa doa yang ternyata kalau kita sadar itu dikabulkan. Cuma emang dasarnya namanya manusia. Gak pernah punya rasa sabar dan rasa husnudzon billah. Pikirannya udah mikir, kalau doa ga di kabulkan tuhan itu ga sayang sama kita. Padahal kalau mengingat ngingat nasehat yang pernah disampaikan, allah akan mengabulkan doa kita dengan tiga cara langsung dikabulkan, ditunda, diganti dengan yang lebih baik.
Dan, disetiap hal yang terjadi. Gue jadi mulai belajar bahwa ada hal baik dan ada doa doa yang akan allah kabulkan entah sekarang, tahun depan, lima tahun lagi atau di ganti dengan yang lebih baik lagi. Dan di setiap kejadian, di setiap hal sakit, kehilangan ada hal baik yang menggantikan. Ya, meskipun dalam konsep manusia kehilangan orang yang tersayang, jelas ga bisa di gantikan. Yang jelas, kita cuma manusia gak ada yang abadi. Bagaimanapun keadaannya, usianya, pekerjaan, jabatan akan hilang kalau allah sudah berkehendak. Yang kehilangan semoga di berikan kesabaran, kelapangan dan keikhlasan. Yang banyak hal ingin di capai terus doa sampai akhir, kita gatau doa mana yang duluan yang allah akan kabulkan.
capee banget yaa?
bersih-bersih dulu gihh,
habis itu lanjut istirahat lagi yaa,
kamu pasti capee banget kan?
semangat okeee you did great today have some rest i'm proud of you
aku tau semua ini kamu lakuin untuk masa depan kamu, ga banyak orang yang bisa ngehargain perjuangan kamu kan?
ga papa,
kamu tau istilah "roda kehidupan itu pasti berputar" kamu sekarang lagi berusaha memutar roda itu, putar roda itu sekuat tenaga kamu sampe kamu berada dititik yang kamu mau, aku kadang kepikiran kamu antara sedih sama bangga, sedih nya ngeliat kamu mau ngerjain apapun demi keluarga kamu, apapun kamu lakuin sampe ga mikirin diri kamu sendiri dan disatu sisi aku bangga ngeliat kamu bisa ngelaluin ini tanpa ngeluhh, aku salah satu orang yang beruntung bisa jadi salah satu orang yang hadir dan menyaksikan alur cerita hidup kamu take care yaa.
sekali lagi i'm proud youu
Info list redflag dari cowo yang bisa dijadikan pasangan dong. Biar kalo ada cowo yang lolos filter redflag bisa dipertimbangkan untuk maju ke tahap berikutnya
#sesibirojodoh
Hahah yaampunn. Gpp kang gausa repot2 🥲🙏 orang aink juga skrg ga tllalu ngoyo haha
Tapi ya aink jawab aja mumpung kodingan aink udah beres siang ini.
Sebenernya w pernah nulis kalo gw skrg lebih prefer ngeliat greenflag. Kalo 🚩🚩, setelah latest update *cailah* ada beberapa. Cuma mungkin lbh tepat kalo dibilang deal breaker ya…
Beda agama
Sebenernya bukan karena aink gasuka yg beda agama ya.. jd dibilang redflag juga engga sepenuhnya bener. However, it is important. Murni karena gue udah males banget drama sama keluarga inti dan keluarga besar. Yg seagama aja blm tentu di-acc, apalagi yang beda. Gapunya energi buat memperjuangkan. So, demi kemaslahatan bersama lebih baik dari awal yang sama aja.Keluarga gw kebetulan Islam, so be it.
Merokok
Lagi2, gue bukannya membenci secara personal org ngerokok. Lebih ke benci behavior spesifik ini. I put up with smoker before. Some of them are great guy. Tapi setelah w evaluasi, gue memutuskan untuk memasukkan ini ke dalam deal-breaker karena jika harus selamanya hidup sama dia, gue tidak akan tahan dengan rokok.
Terlibat judi online dan kegiatan adiksi merugikan lainnya
Termasuk mabuk2an sampe wasted out, merokok, main game online, seks, dll. If he cannot control his impulse as human being dan itu merugikan diri sendiri dan khalayak, bye.
Histori kekerasan seksual, fisik, verbal, selingkuh
Self explanatory. Satu saja ada, he’s out.
Terlibat hutang pinjol untuk alasan tersier atau memiliki keluarga inti yang problematik
With all due respect, kecuali dia bisa membuat boundaries, bisa tegas, dan bukan tipikal yes-man, mungkin masih bisa dipertimbangkan (khusus yg keluarga problematik). Terlibat pinjol buat urusan gapenting is a big no.
Terlalu agamis atau fanatik agama
With all due respect again, if being religious makes him a bigot that annoys other people, chances are he will annoy me too. Yg masuk kategori ini adalah yang sampai disrespecting people yg berbeda pandangan. Gue punya banyak teman dan kenalan dari berbagai kalangan dan kaum minoritas mulai dr yg diterima masyarakat luas sampe yg engga. Jadi jika keagamisan dia bertentangan sangat kuat dengan hal ini, sebaiknya tidak usah saja.
Tidak bisa mengelola amarah dengan baik dan tidak memiliki mental problem solving yang baik
Termasuk kalo ada masalah malah ghosting atau selingkuh, bukan ngomong langsung baik2.
Mokondo tidak punya dan tidak mau tanggung jawab, tidak mau berusaha
Self explanatory.
—
Intinya, gue menyamakan ini sama nyari kandidat employee. After all, marriage is a teamwork and a lot of work. Kalo elu aja punya banyak syarat buat kandidat pegawai, masa iya buat hidup sendiri kagak..
Oh ya, tentang beda usia. Sebenernya gue fine2 aja yg lbh tua ataupun lebih muda. Gada yg bs jamin juga lebih tua lebih dewasa karena pernah nemu yg lebih tua tapi karena gak work on his trauma or whatsoever, jd klo ada masalah ilang.. itu juga ada.
Asal jangan lebih muda 5 taun. Klo lebih 5 taun dibawah gue rasanya gue kayak jd sugar mommy 😭😭 tp ini bukan redflag sih… lebih ke apa ya.. preferensi.
"Makasih banyak deh. Semoga data data temen2 yang lain baik baik aja, kasihan juga mereka pak. Kalo bapak ngisi atau ngurusnya ngasal2. Mau bilang lain kali kalo ngisi data ati ati, tapi udah sering, udah di ingetin masih aja sama lagi, berantakan lagi. Ya, yaudah deh Semogaa panjang umur deh ya pak, sehat selalu👍"
Kata-kata di atas adalah kata kata yang sebenernya udah pengen saya kirim ke salah satu orang yang udah ngacak ngacak data data saya. Ga satu dua kali, marah udah. Ini tinggal sisa sisanya aja. Udah exhausted bgt mau marah marah. Yang dimarahin ga pernah mikir, dari pada keluar kata kata penuh cacian, ngabisin tenaga, nyakitin orang lain yang berakhir dia kemungkinan bakal sakit ati, ya yaudah saya tahan. Toh, saya marah marah data saya sama aja kaga berubah, kalo ga dibenerin. Akhirnya berakhir dengan kata-kata "udahlah. Udah ada yang ngurusin. Makasih" dan seperti biasa, seperti tidak merasa bersalah dan berdosa pesan yang saya kirim hanya dibaca, ketimbang mintaa maaf. Emang menguji banget manusia satu ini.