sebenernya apa sih yang dicari di dunia ini?
setelah melalui banyak hal. Mulai dari sekolah sd-smp-sma- bahkan kuliah dua kali. Akhirnya mendapatkan pekerjaan. Bertemu dengan orang yg salah. Berusaha mencari pasangan hidup. Belum pergi ke luar negeri atau umroh. Setelah semua itu tercapai, apakah sudah selesai?
Manusia sejatinya memiliki banyak keinginan dan ingin semuanya terwujud segera. Maka dari itu, satu hal yang dicari di dunia ini, yaitu kebahagiaan.
Bahagia yang seperti apa? Definisi bahagia bagi tiap individu berbeda-beda. Bahagia memiliki uang yang banyak dan bisa dimanfaatkan dengan baik. Bahagia memiliki keluarga yang harmonis. Bahagia dengan pergi ke beberapa tempat. Semua definisi bahagia tidak ada yang salah asalkan tidak merugikan orang lain.
Kali ini aku ingin bercerita yang sedikit bertolak belakang dengan apa yang aku utarakan di atas.
Jujur. Aku sekarang sedang merasakan bahwa aku kurang bahagia. Mengapa? Mari aku ceritakan satu persatu.
1. Alhamdulillah akhirnya aku mendapatkan pekerjaan yang settle. Namun, aku bekerja dan tinggal di tempat yg jauh dari orang tua, yaitu Buleleng, Bali.
2. Aku masih beradaptasi dengan lingkungan baru
Benar adanya buah yang manis didapatkan dari sacrifice yang sangat luar biasa. Aku mendapatkan buah manis (pekerjaan yang settle dengan kisaran gaji yg cukup), dengan sacrifice (jauh dari orang tua, tinggal di sebuah desa, tidak banyak yang jualan). Menurutku, pengorbananku ini cukup luar biasa meskipun bagi manusia lain hal ini adalah hal biasa. Tapi, aku lumayan cukup berat beradaptasi dengan hal ini.
3. Tidak hanya beradaptasi dengan lingkungan, aku juga beradaptasi dengan tanggung jawabku
Hal baru ialah aku menjadi guru SD di salah satu desa di Bali. Sejujurnya, aku masih kurang pede mengajar di suatu kelas di sebuah sekolah. Tapi, aku percaya Allah mengirimku dan menyetujui semua keputusanku ialah hal benar. Hanya saja aku perlu menerima dan selalu belajar. Again, aku akan selalu beradaptasi.
Tiga alasan itu yang membuat definisi bahagiaku tidak berjalan. Jika ditanya, lalu apa bahagia menurutmu?
Aku bahagia ketika bersama orang yang aku sayangi. Aku bisa bercanda bersama. Aku bisa pergi bersama-sama.
Jadi, kamu tidak memiliki seseorang yang kamu sayangi di sana? Ada, namun tidak se sayang itu. Aku juga bingung.
Aku baru sadar bahwa aku kurang bahagia ketika temanku tiba-tiba bilang "kamu kok bisa sekurus itu? Padahal kamu ya makan. Umm kayaknya kamu gak bahagia ya?"
Aku langsung tersadar. "Ah iya aku gak bahagia di sini" aku makan hanya sekedar makan. Aku bernafas hanya sekedar nafas. Aku bekerja hanya fokus dengan tanggung jawab. Tidak ada cinta di dalamnya.
Untuk mengakhiri cerita yang aku yakini tidak ada ujungnya ini. Aku mau bilang, untuk saat ini aku berusaha. Aku pasti bisa.