Diamku ini akan menghasilkan apaa ya, kelak?
Claire Keane

gracie abrams

❣ Chile in a Photography ❣
TVSTRANGERTHINGS
Game of Thrones Daily
Stranger Things
almost home
NASA
he wasn't even looking at me and he found me

#extradirty
noise dept.
$LAYYYTER

Kiana Khansmith
I'd rather be in outer space 🛸
KIROKAZE

oozey mess
Cosmic Funnies
untitled
hello vonnie

Product Placement

seen from France

seen from United States

seen from Netherlands

seen from Austria

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Ireland

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Chile
seen from Sweden

seen from Malaysia

seen from New Zealand

seen from United States

seen from United States
@ordinarywomens-world
Diamku ini akan menghasilkan apaa ya, kelak?
Jadi baik itu gampang,
Kalau semua berjalan seperti yang kita inginkan.
Yang berat itu jadi baik, di saat semua tak menjadi seperti yang kita mau dan inginkan.
Selamat Datang, 29!
Tahun ini adalah tahun terakhir usiaku diangka 2. Usia-usia yang sudah menunjukkan banyak ‘pertambahan dan pengurangan’ sekaligus.
Dalam hal pertambahan, tentu pengalaman akan selalu jadi guru bijak yang utama. Caraku memandang sesuatu diusia awal 20-an dan akhir 20-an bisa dibilang jauh berbeda.
Dulu kupikir, menikah diusia muda itu keren! Tapi sekarang aku bisa bilang bahwa; menikahlah diusia yang kedewasaan mental dan emosionalmu matang.
Usia tidak menjadi jaminan kemampuan & kebijaksanaan seseorang. Ada banyak anak kecil yang diasuh dalam tubuh orang dewasa. Belum sempat menujukkan hasilnya, ia ternyata harus turut mengasuh anak kecil yang berasal dari perpaduan dirinya dan pasangannya. Butuh usaha dan dukungan yang solid untuk bisa bangkit.
Awal 20-an juga aku pernah berpikir bahwa; menikahlah dengan orang yang kau cintai. Tapi kini, pikiranku berubah. Cintailah orang yang kau nikahi.
Cinta tidak bisa menjadi tolok ukur kecocokan. Rasa tidak punya penggaris yang bisa diukur. Kemolekan wajah juga bukan patokan kebahagiaan dan kepuasan pernikahan.
Adalah cara berpikir, kematangan emosi, keterikatannya pada hukum syara’ yang mengundang sakinah itu hadir.
Bagi lelaki, kesiapan finansial akan menopang banyak keberjalanan rumah tangganya nanti. Bagi perempuan, kemampuan mengelola harta suami & harta pribadi akan membantu mengukuhkan kesehatan keuangan keluarga.
Aku tidak bilang kita perlu menikah dalam kondisi ‘kaya’. Tapi milikilah kekayaan ilmu dan keberanian dalam mengikhtiari jalan rezeki berupa materi.
Ada banyak cerita rezeki bertambah-tambah ketika sedang menjalani rumah tangga. Semoga Allah mudahkan & lancarkan urusan kita perihal ini~
Dalam hal pengurangan, yang paling terasa adalah soal fisik. Rasanya badan makin cepat lelah apalagi jika skip olahraga. Bunyi sendi kadang terdengar, sakit kepala bikin cepat tepar. Masalah kesehatan jadi prioritas dan perhatian.
Padahal dulu lomba sprint sanggup, sekarang hanya mengerjakan pekerjaan domestik terasa lari marathon puluhan kilometer.
Doaku saat memasuki era akhir usia 20-an ini sederhana Ya Allah:
Semoga aku + keluargaku selalu diberikan kesehatan yang baik.
Dan semoga kami dikumpulkan dengan orang-orang baik juga.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Tangerang, 31 Oktober 2025 | 05.38 WIB
Ma, seiring bertambahnya usia ku.. aku jadi semakin takut untuk hidup, namun aku juga tak punya keberanian lebih untuk mengakhiri hidup. Segalanya nampak semakin kelam, dengan luka-luka lama yang semakin melebam.
Ma, seiring berjalannya waktu.. sulungmu tenyata tak sekuat yang engkau kira, ia sangat lemah tak berdaya ketika ditanya masa depan akan seperti apa.
Ma, seiring berdetaknya jantungku.. aku semakin tak tahu menahu apa yang harus kucari tahu, semuanya nampak samar abu-abu dan juga kian pilu.
Ma, maafkan sulungmu.
Selamat Datang, 29!
Tahun ini adalah tahun terakhir usiaku diangka 2. Usia-usia yang sudah menunjukkan banyak ‘pertambahan dan pengurangan’ sekaligus.
Dalam hal pertambahan, tentu pengalaman akan selalu jadi guru bijak yang utama. Caraku memandang sesuatu diusia awal 20-an dan akhir 20-an bisa dibilang jauh berbeda.
Dulu kupikir, menikah diusia muda itu keren! Tapi sekarang aku bisa bilang bahwa; menikahlah diusia yang kedewasaan mental dan emosionalmu matang.
Usia tidak menjadi jaminan kemampuan & kebijaksanaan seseorang. Ada banyak anak kecil yang diasuh dalam tubuh orang dewasa. Belum sempat menujukkan hasilnya, ia ternyata harus turut mengasuh anak kecil yang berasal dari perpaduan dirinya dan pasangannya. Butuh usaha dan dukungan yang solid untuk bisa bangkit.
Awal 20-an juga aku pernah berpikir bahwa; menikahlah dengan orang yang kau cintai. Tapi kini, pikiranku berubah. Cintailah orang yang kau nikahi.
Cinta tidak bisa menjadi tolok ukur kecocokan. Rasa tidak punya penggaris yang bisa diukur. Kemolekan wajah juga bukan patokan kebahagiaan dan kepuasan pernikahan.
Adalah cara berpikir, kematangan emosi, keterikatannya pada hukum syara’ yang mengundang sakinah itu hadir.
Bagi lelaki, kesiapan finansial akan menopang banyak keberjalanan rumah tangganya nanti. Bagi perempuan, kemampuan mengelola harta suami & harta pribadi akan membantu mengukuhkan kesehatan keuangan keluarga.
Aku tidak bilang kita perlu menikah dalam kondisi ‘kaya’. Tapi milikilah kekayaan ilmu dan keberanian dalam mengikhtiari jalan rezeki berupa materi.
Ada banyak cerita rezeki bertambah-tambah ketika sedang menjalani rumah tangga. Semoga Allah mudahkan & lancarkan urusan kita perihal ini~
Dalam hal pengurangan, yang paling terasa adalah soal fisik. Rasanya badan makin cepat lelah apalagi jika skip olahraga. Bunyi sendi kadang terdengar, sakit kepala bikin cepat tepar. Masalah kesehatan jadi prioritas dan perhatian.
Padahal dulu lomba sprint sanggup, sekarang hanya mengerjakan pekerjaan domestik terasa lari marathon puluhan kilometer.
Doaku saat memasuki era akhir usia 20-an ini sederhana Ya Allah:
Semoga aku + keluargaku selalu diberikan kesehatan yang baik.
Dan semoga kami dikumpulkan dengan orang-orang baik juga.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Tangerang, 31 Oktober 2025 | 05.38 WIB
Ada pelajaran dari hidupmu untuk mereka, dan ada pelajaran dari hidup mereka untukmu. Kita semua adalah kekurangan-kekurangan yang belajar hidup dari kekurangan orang lain.
- tulisan seseorang, semoga Allaah menjaganya.
September ends, lembutkanlah hati kami Yaa Rabb..
Akage no Anne
Akage no Anne (30 pages) coloring has been added to patreon.
Check on my coloring collection subscription ❤️
Ada yang lebih babak belur dari kita, tapi keluhannya tidak terdengar ramai. Ada pula yang memiliki luka gores, namun teriakannya hingga ke ujung dunia. Pertanyaannya: "Kita ada diposisi yang mana?"
Teman seperjuangan yang tak pura pura sukses.
Di antara deretan teman seperjuangan, ada satu yang tak pernah bercerita soal seminar, tak pernah unggah sertifikat pelatihan gratisan, dan tak sibuk memberi motivasi pagi dengan kutipan dari buku yang tak pernah ia baca.
Ia tak berpura-pura jadi CEO di bisnis yang bahkan belum punya pelanggan. Tak menuliskan "Alhamdulillah, tak menyangka" setiap habis makan siang di kafe coworking space.
Ia hanya bekerja. Ya, bekerja.
Tanpa perlu mengabari dunia bahwa ia sedang berproses. Tanpa perlu menyebut setiap kegagalan sebagai "pembelajaran luar biasa".
Ia hanya diam, menambal lubang hidupnya pelan-pelan, tanpa sound effect dari media sosial.
Sementara teman-teman lain, sibuk saling mencolek di dunia maya, mengundang satu sama lain dalam seminar yang mereka sendiri tak pahami, berteriak soal sukses dari atas panggung yang mereka dirikan sendiri.
“Perjuangan itu proses,” katanya bukan postingan.
“Kesuksesan itu senyap,” bukan headline yang dibayar pakai barter kopi gratis dan kursi lipat.
Ia tak memakai kata-kata seperti "naik kelas", "mentoring", atau "healing". Ia lebih percaya pada kata "menabung", "menyusun ulang", dan "tidur cukup".
Lalu ketika yang lain sibuk menciptakan personal branding, ia justru memilih memperbaiki personal reality.
Dan saat dunia bertanya, mengapa ia tak pernah muncul dalam daftar inspiratif, ia hanya tertawa kecil, seperti tahu bahwa yang paling berhasil tak pernah butuh pengakuan dari yang paling bising.
--lartikriyadisworld--
Hiduplah penuh ketenangan, tidak terpengaruh dengan kebahagiaan orang lain.
Kebahagiaan mereka tidak merugikan kebahagiaanmu juga.
Rejeki mereka juga tidak mempengaruhi jatah rejekimu karena kita tahu tuhan berlaku adil. Selalu
Hiduplah dengan kebesaran hati agar hatimu tidak mudah iri dengan kebahagiaan orang lain.
Karena baik atau buruk selalu kembali kepada diri.
Kata mereka..
Bagi pria, wanita yang ia cintai adalah kelemahannya.
Sedang bagi wanita, lelaki yang dicintainya adalah kekuatannya
Namun aku memohon kepadaNya..
Jadikan aku kuat meski harus tanpanya.
Dan baginya, jangan jadikan aku kelemahannya.
Sebaliknya, jadikan aku sebab baginya,
Semakin kuat dalam mencintaiMu, Rabb-nya..
5 Februari 2020
Bu, anak mungilmu ini sudah tumbuh menjadi perempuan yang setiap saat meyakinkan dirinya bahwa bisa melewati apapun sendirian. Anak perempuanmu ini sudah banyak belajar sigap untuk setiap yang berat dan berusaha mengurainya, sendirian.
Meski anak perempuanmu sempat mencela sampai protes, ia tetaplah darah dagingmu. Maafkan aku yaa Bu yang dulu pernah berkata "kau tak pernah peduli". Padahal kau selalu beri naungan, tapi aku berlarian. Kau selalu menyuguhkan rumah, tapi aku enggan, kau tak pernah luput menasihati, tapi aku pura-pura tak peduli.
Akhirnya kau memberikanku kebebasan, mempersilakan memilih beberapa jalan, dan tetap meyakinkan apa yang sudah kupilih. Lantas mengapa aku masih merasa terkekang? Bebas mana yang kukategorikan?
Aku sungguh bersyukur Bu, aku bukan terlahir dari manusia berdarah biru, bangsawan, ningrat, maupun orang terpandang. Sebab aku lebih bisa leluasa dan belajar tentang sosok Ibu yang terus menyemangati saat aku terperosok, jatuh, tersandung, terseret, hingga dikecewakan. Sampai cahaya itu terang, memikat, dan menyadarkan atas buah dari jatuh-bangun itu nyata ada.
Sudah bertahun-tahun lebih aku kuat karena kaukuatkan aku dengan jarak, dengan segala riuhnya nasihatmu, dengan amarah karena kenakalanku, dan tentu dengan doamu yang terus kaurapal dengan tulus.
Bu, kau telah berhasil mendidik anakmu menjadi sebesar ini. Meski aku belum sehebat Ibu, tapi izinkan aku berkelana lebih jauh lagi yaa Bu. Mengambil setiap buih-buih cinta kehidupan yang terus Allah turunkan, melebarkan senyum meski puing-puing harapan tak selalu rapi, dan membagi apa yang aku bisa bagi, seperti Ibu mengajarkanku dulu. Yaa Bu?
Sekali lagi Bu, anak mungilmu ini sudah tumbuh dewasa. Sudah mampu menyembunyikan lukanya sendirian dan sudah bisa menyelesaikan masalahnya sendirian. Esok atau lusa, aku pasti akan cerita banyak ke Ibu, tentang betapa Maha Baiknya Allah menghidupkanku dengan bantuan wanita juang sepertimu.
Sejak belajar untuk memaknai hal sederhana yang hadir di dalam hidup, mengurusi orang tua dan sesekali ikut serta mengurusi adik Syaki, membuat aku melek dan sadar kalau sepenggal lirik lagu kasih ibu yang berbunyi "hanya memberi tak harap kembali" semakin dalam maknanya.
Semakin memahami perasaan wanita yang disebut ibu, perjuangannya tiada akhir, bahkan rasa sakitnya menjadi kuat semenjak kehidupan lain tumbuh di dalam rahimnya.
Membaca tulisan para ibu perihal pengalamannya selama menyandang peran menjadi ibu hebat, jadi semakin bangga kepada para ibu di dunia. Keren ya, Allah yang membuat ibu menjadi kuat, lalu ibu menjalaninya dengan penuh cinta.
Semoga semua ibu yang memenuhi kehidupan anaknya dengan cinta, selalu diberi kekuatan, kesabaran, keberkahan yang tidak pernah mengusai.
- 10 Mei 2024
ADA SURGA DI RUMAH
Buk, setiap manusia tak bisa memilih untuk lahir dari rahim siapa. Tapi aku sangat bersyukur karena Allah titipkan aku pada rahimmu dulu.
Buk, ada banyak teori tentang parenting yang dibahas para cendekiawan. Tak peduli seberapa tepat caranya, menurutku caramu yang terbaik.
Buk, kawanku sering mendapat pujian dari orang tuanya. Namun kutau, kau tak ingin aku tumbuh menjadi anak lemah yang miskin validasi. Kau tempa agar aku kuat berdiri di atas kakiku sendiri.
Buk, saat dunia tidak berpihak kepadaku, aku tenang. Karena aku masih punya Ibuk dan sepaket doanya yang tak pernah tertolak.
Buk, ada banyak anak-anak hebat di luar sana. Tapi kau bilang bahwa kau selalu bersyukur punya aku. Dengan apa sebenarnya Tuhan menciptakan hatimu, Buk?
Buk, aku yang minim kata dan over gengsi seringkali gagal menunjukan bahasa cintaku. Tapi aku yakin, pada setiap gerakanku, kau paham betul kemana arahku kan, Buk?
Buk, suatu hari nanti saat aku harus menjadi seorang Ibu aku ingin menjadi yang terbaik, sama sepertimu saat ini. Aku ingin anakku tau bahwa neneknya adalah seseorang yang hebat.
Bagi mereka, mungkin Ibuk hanya wanita biasa. Namun bagiku, Ibuk adalah Surga.
Buk, masih banyak yang ingin kutulis, tapi kataku terbatas.
Buk, jangan bosan jadi ibuk nomor satu buat aku ya?
Kamu harusnya tahu, diluar sana itu sangat mengerikan. Ada begitu banyak perempuan yang terlihat baik baik saja, mereka paling haha hihi, padahal hati dan kepalanya sedang kacau-kacaunya.
Hidupnya terlihat sangat baik, melakukan aktifitas seperti biasanya bahkan masih selalu mengutamakan orang lain.
Akan tetapi tidak seorang pun sadar dan bisa melihat bagaimana jiwanya sudah mati, hidupnya hancur dan betapa sangat mengerikannya mental dia.
Aku telah pernah.
Aku telah pernah begitu berharap, tapi qadarallaah, Allaah belum mengizinkanku untuk memperolehnya saat ini, dan semoga nanti, akan ada waktu terbaik-Nya insya Allaah.
Aku telah pernah begitu khawatir tentang 'buram'nya masa depanku, padahal Allaah telah menyiapkan dan mengatur sebaik-baik takdir untukku.
Aku telah pernah begitu menyalahkan diri sendiri karena merasa gagal memberikan yang terbaik, tapi Allaah selalu mengelilingiku dengan orang-orang baik yang berusaha memahami kekuranganku dan memberi kesempatan untuk belajar lebih baik.
Aku telah pernah begitu payah memaksa diri, tapi Allaah selalu mengingatkanku dengan lembut untuk beristirahat, melepaskan segala keluh kesah dan pinta hanya kepada-Nya.
Duhai Allaah, Engkaulah satu-satunya Dzat yang berhak ku ibadahi, berkahilah hidupku, penuhilah dengan kebaikan yang senantiasa bertambah dan bertumbuh.
Aku tahu kamu orang nya suka bercerita. Maka setara yang kamu perlukan adalah menemukan yang mau mendengarkan bukan hanya ingin didengar.
Agar ocehanmu tidak dianggap angin lalu. Keluh kesah mu tidak dianggap beban dan ributmu tidak dianggap kebisingan.
Selamat menemukan.