semesta terlalu rumit untuk dibayangkan. Begitu juga hatimu
- Senja Hari ini

if i look back, i am lost
Monterey Bay Aquarium
No title available
official daine visual archive
Claire Keane
trying on a metaphor

No title available

titsay

bliss lane

pixel skylines
Today's Document
Mike Driver
he wasn't even looking at me and he found me
will byers stan first human second
hello vonnie

Andulka
ojovivo
Noah Kahan
taylor price
we're not kids anymore.

seen from United States

seen from Brazil

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Colombia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Poland

seen from United States
seen from Pakistan

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@pejuangkerinduan
semesta terlalu rumit untuk dibayangkan. Begitu juga hatimu
- Senja Hari ini
Jangan bertahan, jika ini membuatmu semakin terpuruk dalam kerinduan tak terbalas
CC
Yang perlu kamu pegang teguh adalah kebahagiaan. Sementara urusan perih dan luka biar aku saja yang merasakan.
Sebab, sesering apapun kamu menghadiahkanku getirnya luka. Ambisi untuk selalu mencintaimu akan memulihkan segala pilu yang tertera.
Tenang, aku kuat.
— Arief Aumar Purwanto
Di matamu aku sembunyikan perasaanku. Kau tak pernah menatap betapa sungguh aku inginkanmu. Kau sibuk saja dengan duniamu, tanpa pernah sadar kau adalah duniaku. Seberapa lama lagi aku harus menunggu. Kau terbangun dari kelalaianmu memahami arti tatapku.
–boycandra
KPOPERS
Baiklah, ini postingan terakhir saya soal kpoper di tahun ini. Sebisanya saya tidak membahas ini lagi, karena saya bukan kpoper. Namun, beberapa hari ini ada hal yang membuat saya cukup sedih. Bukan, bukan karena semata idola kpopers yang meninggal. Saya sedih justru melihat remaja kpopers yang dibully habis-habisan oleh orang yang merasa lebih baik, barangkali, menurutnya.
Pertama; saya pernah begitu menyukai lagu last child, diari depresiku, saya pertama kali dengar di angkot padang sebelum band itu terkenal seperti sekarang. Meski kondisi saya tidak seburuk di lirik lagu itu. Sebagai anak yang ditinggal meninggal ibunya, saya memiliki banyak beban emosi yang saya tanggung sendiri. Beban itu membuat saya jadi pemberontak, pemarah (teman-teman seorganisasi saya tahu, bagaimana saya pemarah waktu tahun awal kuliah) dan saya tidak punya teman dekat seperti anak-anak lain. Lagu-lagu salah satu yang membuat saya merasa memiliki teman. Saya merasa punya semangat. Membunuh kesepian sendiri.
Barangkali, itu juga yang dirasakan sebagian anak-anak kpopers. Mereka merasa sepi dan tidak punya teman. Lalu, mereka menemukan dunia baru, dunia yang menghadirkan semangat mereka. Dunia yang membuat mereka percaya, bahwa cita-cita itu masih ada, harapan akan dibangun lagi. Dan, lagu-lagu serta karya-karya idola itu yang menjadi penyemangat mereka. Membawa mereka pada pengalaman baru, teman-teman baru. Sampai pada satu titik, idola itu meninggal dalam keadaan depresi berat. Mereka –para kpopers berkabung—mereka kehilangan.
Pada bagian sedih ini, ada sekolompok orang yang malah membullly. Sekolompok orang yang membanding-bandingkan dengan hal lain, yang sebenarnya tidak bisa dibandingkan. Sekolompok orang yang pengecut, menghina orang lain, menyakiti perasaan orang lain, dan menyedihkannya pakai bawa-bawa agama. Apakah mereka tidak sadar, agama tidak mengajarkan menyakiti hati orang lain? Saya kesal bagian ini. Karena, saya sering ditinggal mati oleh orang-orang yang saya sayangi, ibu saya, nenek saya, mereka meninggal saat saya masih muda sekali. Itulah salah satu yang membuat saya dulu merasa kesepian dan melarikan diri pada lagu-lagu. Dan, bagi saya tidak ada kematian yang layak ditertawakan oleh siapapun.
Kalaulah kamu mau menasihati mereka, teman-teman kpopers yang mungkin menurutmu berlebihan. Sampaikanlah dengan baik. Mereka adalah remaja-remaja cerdas. Bagaimana tidak, mereka bisa tahu kebudayaan luar yang mungkin tidak terjangkau olehmu. Jangan merasa lebih baik, lalu menyakiti orang lain dengan cara buruk. Apalagi akun-akun anonim yang cuma mencari sensasi. Duh, ini kelewatan sekali.
Remaja-remaja kpopers adalah anak-anak muda pencari jati diri. Nanti saat mereka sudah bertambah usia, setelah bertambah pemahaman, bisa jadi mereka tidak begitu fanatik lagi dengan kpop, mereka bisa jadi ikut pengajian, atau senang dengan ceramah-ceramah ustadz di youtube. Mereka tidak butuh bullyan, mereka butuh dihargai.
Mereka –para kpopers—adalah anak muda aset bangsa ini. Seperti yang lain. Mereka butuh proses tumbuh. Mereka butuh rangkulan. Mereka butuh diskusi dalam banyak hal. Mereka butuh teman-teman yang hangat. Mereka tidak butuh bullyan.
–boycandra
teruntuk rindu...
Biarkan aku hidup sehari tanpa merindukan seseorang.
Ini benar benar sulit, apakah aku harus hidup di dalam kerinduan yang tak sampai ini(?)
Biarkan aku merasakan dirindukan seseorang bukan aku yang merindukan seseorang.
Caca
saya beruntung bertemu kamu dan mengenalmu.
apakah kamu juga beruntung bertemu saya? Atau kamu malah menyesalinya ?
Cc
seperti luka ini, yang masih sakit namun harus berdiri menerima kenyataan🎭
-cc