Semua bukan hanya tentang usaha kita, tapi tentang doa yang diam-diam kita ucap sampai menggetarkan langit. Tahun ini bareng Allah terus yah... ✨
Mike Driver
i don't do bad sauce passes
Cosimo Galluzzi

titsay
No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
d e v o n
Alisa U Zemlji Chuda
Misplaced Lens Cap
cherry valley forever

Origami Around
DEAR READER
he wasn't even looking at me and he found me

PR's Tumblrdome
I'd rather be in outer space 🛸
YOU ARE THE REASON

shark vs the universe

if i look back, i am lost
NASA
Claire Keane
seen from Sri Lanka
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Switzerland
seen from United States

seen from South Korea
seen from Belarus
seen from Canada

seen from Algeria
seen from United States

seen from South Korea
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Poland
seen from Italy
@penahana
Semua bukan hanya tentang usaha kita, tapi tentang doa yang diam-diam kita ucap sampai menggetarkan langit. Tahun ini bareng Allah terus yah... ✨
Langkah-langkah kecil yang bantu perlahan upgrade diri di tahun 2026. Bukan fokus jadi siapa tapi makin bertumbuh sebagai hamba... ✨
Tidak semua orang start dari garis yang sama.
Jadi berhenti memaksa diri hidup dengan standar orang lain.
Tahun ini, mungkin kita gak butuh resolusi besar.
Kita cuma perlu keberanian buat jujur sama diri… dan bertumbuh sesuai kapasitas yang Allah titipkan.
👉 Apa satu hal kecil yang sanggup kamu jaga tahun ini?
Sederhana aja Ya Allah...
Hijrah 👉 Nikah 👉 Kaya Berlimpah 👉 Punya anak hafiz -hafidzah 👉 Mati Husnul Khotimah 👉 Masuk Surga karena Rahmat Allah... Aamiin Ya Mujib 🤲🤲🤲
Kata Ibnul Qayyim, inilah tanda-tanda orang yang tersentuh cinta...
👁️ Menghujamkan pandangan mata
👀 Malu jika dipandang orang yang dicintai
🗣️ Banyak mengingat, membicarakan, menyebut namanya
🫡 Tunduk kepada perintahnya, dan mendahulukannya dari pada kapentingan sendiri
😌 Bersabar menghadapi gangguannya
🗣️ Memperhatikan Perkataannya
💒 Mencintai tempat dan rumahnya
🫂 Segera menghampiri yang dicintai
🥰 Mencintai apa yang dicintai olehnya
🚶🏻♂️ Jalan terasa pendek saat mengunjunginya
Lanjutan...
🫣 Salah tingkah jika bertemu
🙈 Kaget dan bergetar tatkala berhadapan dengannya
🙎🏻♀️ Cemburu
👥 Berkorban untuk mendapatkan keridhaannya
😍 Menyenangi apa yang disenanginya
🙇🏻♂️ Suka menyendiri
🫶🏻 Tunduk dan patuh pada orang yang dicintai
🫁 Helaan napas yang sering panjang
💢 Menghindari hal-hal yang merenggangkan hubungan dan membuatnya marah
❤️ Adanya kecocokan antara orang yang mencintai dan yang dicintai
So, ada gak diantara kamu yang merasakan tanda-tanda itu? 🤭
Ujian itu Menguatkan
Satu kisah yang gue baca malam ini sebelum terpejam. Dan ini bikin hati gue nyes banget 🥹
Seekor anak kerang mengadu pada ibunya karena ada pasir kecil di dalam cangkangnya yang melukai tubuhnya.
Ibunya hanya bisa menangis seraya berkata: “Tuhan tak memberi bangsa kerang tangan, Nak. Maaf, Ibu tak bisa menolong."
Sang ibu tak kuasa menahan tangis, hingga bercucuran airmatanya.
"Terimalah ini sebagai takdir. Kuatkan hatimu, jangan terlalu banyak bergerak, balutlah pasir itu dengan getah perutmu.” Lanjut ucapan sang ibu menguatkan anaknya.
Anak kerang itu menurut, meski sakitnya sering tak tertahankan. Ia kadang meragukan nasihat ibunya, tapi tetap bertahan meski harus menahan air mata.
Hari berganti bulan, hingga setahun lebih, luka itu berubah menjadi mutiara yang utuh, besar, dan berkilau.
Penderitaan yang dulu terasa menyiksa justru melahirkan sesuatu yang berharga. Karena sakit yang diterimanya, dia tak lagi sama—dia menjadi kerang yang istimewa.
Dia Jauh lebih bernilai daripada ribuan kerang lain, yang hanya berakhir disantap oleh banyak orang di pinggir jalan.
Kadang, hidup juga menitipkan “butiran pasir” ke dalam diri kita rasa sakit, luka, atau ujian yang tak bisa kita hindari.
Awalnya terasa perih, bikin ingin menyerah. Tapi jika kita bertahan, menghadapinya dengan sabar, luka itu bisa berubah menjadi mutiara yang membuat kita jauh lebih kuat dan berharga. 🌊✨
Jangan buru-buru menolak rasa sakit. Mungkin itu cara Tuhan sedang memahat kita menjadi versi terbaik dari diri kita. ❤️✨
Untuk Kamu, yang Akan Jadi Rumahku Nanti
Hai, kamu.
Aku gak tahu kamu lagi di mana sekarang, atau lagi sibuk apa.
Tapi malam ini aku cuma pengen jujur—aku capek jadi kuat sendirian.
Aku capek berpura-pura gak butuh siapa-siapa.
Padahal yang aku butuhin cuma satu, seseorang yang bisa jadi rumah.
Bukan rumah yang megah, tapi yang hangat.
Yang kalau aku pulang dalam keadaan remuk, kamu gak panik, gak marah, gak banyak tanya.
Kamu cuma peluk, biar aku tahu, aku gak sendirian lagi.
Aku gak nyari pelampiasan, aku nyari kedamaian.
Seseorang yang ngerti bahwa aku bisa tegas di luar, tapi rapuh di dalam.
Yang tahu, di balik ketegaran, aku cuma perempuan yang pengen dipahami—bukan diatur, bukan disuruh kuat terus.
Aku gak butuh kamu sempurna.
Aku cuma pengen kamu yang apa adanya.
Yang mau berjuang bareng, belajar bareng, dan tumbuh bareng.
Aku pengen cinta yang jujur, yang gak harus selalu indah, tapi nyata.
Aku pengen mencintai kamu secara ugal-ugalan—tanpa takut keliatan bodoh, tanpa gengsi.
Yang kalau aku bilang “aku sayang”, itu bukan karena aku lemah, tapi karena aku berani jujur.
Jadi nanti kalau waktunya tiba, aku cuma mau kamu tahu,
Aku udah siap berhenti pura-pura kuat.
Aku udah siap jadi rumah buatmu juga.
Karena aku tahu, cinta sejati itu bukan tentang siapa yang datang paling cepat.
Tapi siapa yang datang, dan tetap bertahan,
sampai akhir perjalanan.
Sampai ketemu nanti, di waktu yang paling Allah restui. 🤍
Ternyata obat dari semua persoalan hidup kita itu cuma...
BACK TO ALLAH... BACK TO QUR'AN...
Setelah itu, enteng aja semuanya kayak gak punya beban. Masha Allah 💕
Kalau tiba-tiba kangen sama jodoh kita boleh gak Ya Allah? 🥹
Celetuk gue dalam hati. Tiba-tiba rasa kangen buat ada seseorang yang disebut pasangan.
Baru kemarin rasanya bilang, kok hati aku gak mudah suka sama orang Ya Allah, kenapa?
Jawabannya ternyata gue di bikin kangen sama jodoh gue, tanpa tahu orangnya, mukanya, dan dari mana asalnya.
Ini beneran kita cuma mau saling kangen? Gak nikah aja gitu biar kangennya bisa di ekspresikan?
Orang-orang yang peduli kepadamu, mereka selalu punya cara untuk kembali bagaimana pun keadaannya ✨
Syukur Alhamdulillah Ya Rabb 🤲🏻😇
Menatap dalam sebuah gambar yang betuliskan kata Pulih. Dengan warna favorit, biru langit, warna yang paling gue suka!
Pulih, ada kisah di baliknya!
Sebuah catatan dari kajian, di ramu menjadi sebuah buku. Alhamdulillah, hadza min fadli Rabbi... ❤️
Ceritanya di mulai dari....
Beberapa waktu lalu, tubuh gue nolak semua makanan. Hanya bisa terkapar di atas dipan, di hangatkan oleh selimut, lalu di tenangkan oleh Allah lewat lantunan dzikir.
Sepanjang sakit berminggu bahkan hampir sebulan, gue coba muhasabah. Muncul kata dalam benak...
"Ya Allah kenapa ini semua terjadi? Kenapa harus hamba yang sakit?"
Seolah Allah berbisik penuh sayang, "Why not hambaku. Bukankah Aku memberimu waktu sehat yang lebih lama di banding sakitmu?"
Ternyata, gue lupa banyak hal!
Gue protes lebih dulu.
Tagi, gue gak minta maaf (ampunan), gue gak muji (syukur), gue nanya balik (protes bentuk ketidakterimaan).
Di situ gue nangis! 😭
Sadar Han, sadar...
Kapan terakhir kali kamu berduaan mesra sama Allah minta banyak sambil nangis?
Kapan terakhir kali kamu doa penuh harap? Kapan terakhir kali kamu ngerasa hina dan cuma Allah yang paling dibutuhin?
Sakit ini, bantu gue pulih dari cara gue menjalani hidup yang sekadar seremonial atau rutinitas belaka.
Maksain diri sendiri buat all out kerja, bahkan sampai 14 jam Live!
Mungkin ini bentuk protes dari tubuh, yang bilang... "Gue butuh nyaman dan tempat bertumbuh bukan cuma uang!" #jleb
Setahun lalu, gue dikasih tahu Solver buat Taubat profesi.
Gue abai!
Ngerasa belum siap!
Padahal gue belum mulai coba.
Dan selama sakit, gue buka notes sama dream books gue. Gue terenyuh, ternyata diri gue sendiri kangen dengan bidang yang membuatnya bertumbuh.
Diri gue seolah bilang, "Han, gue itu lu. Lu itu gue. Mimpi lu juga jadi mimpi gue. Potensi lu juga potensi gue. Maaf gue gak sanggup di tempat ini. Ini sudah terlalu jauh dari jalan mimpi lu. Bisa kan kita bareng-bareng lagi kompak kayak dulu? Gue kangen bikin karya bareng. Kangen di tempat pelatihan, bukan cuma kajian. Gue butuh asah skill!"
Pelan-pelan diri gue bilang gini di akhir, "Nyalakan Cahayamu. Kalau lu takut, tenang. Ada gue di sini. Ada Allah yang gak pernah ninggalin kita apa pun yang terjadi."
Bulir-bulir hangat di pipi, jadi tanda tangis gue lebih dalam. Ada titik di mana saat diri hilang arah, Allah dengan caranya bantu mengingatkan kita. Lewat sakit ini, luka yang tak terucap, tubuh yang terkapar tak berdaya, perlahan gue sadar.
Melewati hari yang bosan dengan effort tubuh yang lemah hampir sebulan, gue banyak baca buku. Buka lagi buku catatan ternyata banyak ilmu yang sebain belum di amalkan, bagian lainnya belum tersampaikan.
Mata gue terhenti di catatan kajian tanggal 17 April 2025 bersama Ustadzah Tria Meriza, yang berjudul PULIH. Gue mulai buka notes hp. Rasanya, ini related sama keadaan gue saat ini. Gue berpikir, ada banyak orang di luar sana pun merasakan hal yang sama.
Banyak hari ini yang mulai hilang arah, karena upaya pertahanan hidup. Tapi, materi pulih ini ngajari gue buat sadar tentang banyak hal.
Salah satu di antaranya tentang doa. Doa itu senjata orang muslim, dan masih banyak hal lain yang lebih powerful lagi. Dan gue juga nemuin clue, tentang cara Allah menjawab doa kita. Apalagi bicara tentang sudut pandang masalah. Nah, ternyata ini yang bikin gue merenung lebih dalam. Hal lainnya, tentang cara menyusun tujuan dunia setelah pulih.
Masha Allah, Allah ajarin gue bangkit gak putus asa dari rasa sakit dan rahmatnya Allah. Allah ingatin mimpi dan goals gue. Allah kasih hati yang sabar, lapang nerima semuanya. Sampai di titik Allah kasih tenang meskipun banyak kekhawatiran yang seolah hadir menyapa tanpa jeda.
Sebagai perayaan atau pun bentuk syukur. Karya ini sudah bisa temen-temen akses yah 🤗
Semoga bisa jadi teman buat kalian, pelan-pelan pulih jadi tenang lagi. 🤗
Selamat membaca dan menemukan jalan pulih pelan-pelan…
Semoga Allah temani temen-temen, karena ternyata yang paling kita butuhkan saat terpuruk bukan harta, atau manusia lebih dulu. Tapi, Allah is the one and only ❤️
Writerspirer | Suka nulis dan storyteller reflektif, cinta, jodoh, nikah dan perjalanan pulang
Penting buat kita tahu kenapa kita diberi Ujian!
Satu waktu gue dapat notif dari WA, temen lama yang bilang, "Teh, aku hamba! Aku pengen Bvndir!"
Gue shock!
Titik di mana gue ngerasa dia ada di titik terendah yang menurut gue ini fatal!
Waktu itu gue masih kondisi kerja. Gue balas sekilas, "Teh, maaf aku masih kerja. Kita bahas sehabis aku pulang ya, Teh."
Sepanjang hari gue mikir, ternyata dunia modern, serba cepat, canggih dan instant lebih menakutkan kalau kita nggak punya pegangan hidup.
Kayak temen gue yang sebelumnya, menurut gue ini efek ketika jatuh gak punya pegangan.
Jujur, gue pernah mengalami hal yang sama kayak dia. Bedanya gue ditemeni sama orang baik yang jadi guru gue sampai saat ini.
Waktu gue terpuruk, merasa nggak berguna, apalagi case study gue bangkrut dan hijrah kurang di restuin orang tua!
Bayangin aja gue di rumah, tapi ngerasa itu bukan rumah buat gue!
Dingin, ngobrol seperlunya, bahkan di awal ketika memanas, gue cuma di anggap angin lalu. Gue cerita sama guru gue, lu tahu beliau bilang apa?
"Teteh, sekali pun harus merasakan dinginnya sikap orang terdekat jangan pernah pergi tanpa alasan dari rumah tanpa ridha mereka. Beli hati mereka dengan ketulusan dan kasih sayang nggak berbatas. Beri apa yang teteh punya, bisa tenaga, kehadiran perlakukan mereka sebaik mungkin."
Gue masih inget sampai sekarang kata-kata beliau. Termasuk momen pedih itu, tapi sekarang gue berhasil lewati semua dengan izin Allah. Hadza min fadhli Rabbi ❤️
Back to our topic, soal temen gue. Pas gue pulang, di jalan gue mikir, "Pasti ini bakal berat banget bahasannya." Gue lumayan sering dengerin orang-orang curhat, tapi energi orang yang pengen bvndir itu terlama yang sulit buat release.
Gue cuma inget kata Allah dalam firmannya, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah: 286)
Gue jadiin itu pegangan ketika ada masalah/ujian yang dihadapi. Termasuk ke temen gue, cerita ayat ini. Gue telpon dia, dan dia bilang gini...
Kenapa sih masalah ini harus datang? Perasaan gue di kasih masalah mulu, sekarang di kasih lagi. Yang kemarin aja belum pulih udah nambah masalah lagi? Kok nggak kelar-kelar ujian hidup gue!
Sebenernya kenapa kita di uji itu juga udah jadi takdirnya Allah. Bukan tanpa sebab ujian itu hadir. Jadi ke inget salah satu hadits...
“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih besar dari itu, melainkan akan dicatat baginya satu derajat dan dihapus darinya satu kesalahan.” (HR. Muslim no. 2572)
Artinya Allah lagi kasih kesempatan buat hambanya biar naik level!
Kalau misalnya gak lulus ujian, ya balik lagi remedial di kehidupan bakal muncul ujian yang sama.
Sampai kapan? Sampai lu bisa lulus, naik level lagi ke ujian yang lebih besar dari sebelumnya. Percaya aja lu bisa lewati semua ujian, yang penting satu terus deket sama Allah.
Ujian hidup itu pasti ada selama kita masih bernapas. Cuma perkara mau respon seperti apa, ini yang perlu kita banyak belajar. Respon terbaik dari setiap ujian, nunjukin kualitas keimanan lu di mata Allah.
Soal temen gue, gue cuma bisa nemenin dan berdoa. Selebihnya serahin semua sama Allah. Karena yang ngasih hidayah, solusi, sama petunjuk cuma Allah. Gue cuma ngasih insight apa yang gue dapet dari pengalaman hidup, ilmu dari para gue, karena gue juga sama masih proses belajar berbenah!
Perkara masalah/ujiannya kapan kelar, ini bukan wilayah kita. Ini ranah Allah!
Jangan coba ngatur Allah, soalnya kita ngatur hidup kita sendiri udah semrawut. Minta di atur Allah aja udah, emang paling bener!
Gue berdoa, semoga siapa pun yang baca Threads gue, "Insyaallah, jalan ujiannya di mudahkan Allah, rezeki mengalir deras, hatinya diliputi kebahagiaan dan ketenangan, selalu di tolong Allah, dan jadi hamba yang paling dicintai, sampai bisa temukan hikmah dari setiap ujian yang dilewati."
Aamiin Ya Rabb 🤲🏻😇
Btw, gue punya ebook ringan yang bahas tentang pulih. Lu bisa cek di sini yaw...
Writerspirer | Suka nulis dan storyteller reflektif, cinta, jodoh, nikah dan perjalanan pulang
Beberapa kali sempat hilang arah. Ternyata, saat doa dan keyakinan terus tumbuh dalam diri, akan menghantarkan pada keajaiban juga pertolongan-Nya.
Kamu hanya butuh percaya bahwa semua yang terlewati baik adanya. ❤️ -penahana
Gue di katain, "Lu gak nikah-nikah mau jadi Perawan Tua di negeri orang!"
Sebelum gue cerita perasaan gue...
Kalau lu yang alamin gimana rasanya? Emosi jiwa gak? Kek pengen sumpal bibirnya gak? Wkwkwk
Jujur, Gue awalnya mau marah. Cuma gue waktu itu, tarik napas dalam, senyum depan orangnya, sambil bilang, "Enggaklah, gue juga mau nikah. Emang belum nemu yang klik aja!"
Lanjut dia bilang, "Jangan pilih-pilih, belum tentu juga lu ada yang mau."
Dalam hati, Gue tahu lu udah nikah, punya anak, tapi gue tahu kisah lu di balik itu semua kek gimana. Dan kalau lu ngatain gue kayak gitu, kek gue pengen bongkar aib lu depan banyak orang. Tapi, gue masih cukup waras, dan punya hati buat lakuin hal itu. Gue belajar sabar dan senyum lepas di tikam kata-kata busuk!
Honestly, gue gak mau asal nikah, cinta gue gak murahan cuy! Gue pengen ketemu laki yang emang satu value.
Kalau gue cuma mau nyari kaya doang mah, dari kemarin gue udah nikah. Cuma, gue lagi baca maksudnya Tuhan, "Apa sih yang bakal di kasih, dan rencana indah apa di balik semua ini?"
Lu tahu, setelah gue gagal berkali-kali taaruf atau hubungan spesial, Tuhan pengen gue ngenal Dia lebih dalem. Bayangin, di saat yang lain sibuk ngurus anak, suami, konflik batin rumah tangga banyak, cerai, bisnis ancur, di tipu bisnis sama pasangan, di selingkuhin, dan gue jadi saksi mereka.
Apa gue kena sindrom, "Marriage is Scary" tentu tidak sayang!
Justru ini jadi bahan muhasabah or evaluasi diri. Ternyata kalau asal nikah kurang lebih, gue bakal bernasib sama kaya temen gue.
Tuhan ajarin gue Islam lebih dulu, ilmu cinta, parenting, bisnis pake aturan islam, dan banyak hal lainnya sampai gue ngerasa, "Sumpah, Tuhan sesayang ini sama gue, gak pengen gue bego urusan akhirat." 😭
Jadi, orang yang tikam gue pake kata-kata busuk itu, gak begitu ngefek sekarang!
Kenapa? Kok gak ngefek? Apa dia bosan?
Tentu tidak!
Gue cuma perlahan nunjukin value diri gue yang baru dengan islam. Meskipun di anggap sok suci, si paling ustadzah, si paling anti yang haram, gue belajar respon tenang sambil senyum.
Gue percaya Tuhan gak tidur! Gue udah doa siang, malam gak kenal waktu, kalau di ijinkan menikah pengen punya suami seperti apa. Bukan cuma kaya, tapi punya value, visi, prinsip or nilai hidup yang sama kaya gue.
Prosesnya mungkin gue butuh sabar dalam penantian cukup panjang. Tapi, di proses aja gue bisa setenang ini, dan ngerasa damai banget, kenapa harus buru-buru karena omongan seseorang.
Bagi gue, saat gue cinta sama seseorang bukan cuma simpen rasa. Tapi, gue ngelakuinnya dengan penuh kesadaran. Gue punya reason yang kuat kenapa harus sayang dan cinta sama dia. Gue ngasih di keleluasaan, dan mau jalan di bawah arahan/kendali dia.
Buat gue nikah bukan cuma bikin anak doang! Jauh dari itu, ada visi akhirat, nyentuh sisi spiritual sampai nilai legacy. Makanya, sadar impian gue besar dan tinggi, gak bisa instan jalannya. Apalagi langgar aturan Tuhan!
Gue gak bakal lakuin hal konyol. Gue gak mau dapat makhluk, tapi gegara makhluk jadi jauh sama Tuhan. Mendingan gue sendiri dulu sambil benahi diri.
Di sela penantian yang paling bikin gue melting, di saat jatuh terpuruk berkali-kali, Tuhan tuntun menuju Impian tak terlihat!
Dari kisah gue, buat lu yang pernah dapat perlakuan yang sama, semoga lekas pulih hati, mental dan imannya. Gak usah risau apa kata orang. Ketika lu tahu, jalan ada di track mana, lu gak bakal ancur. Tenang aja, dekingan lu Tuhan Maha Segalanya.
Kalau lu ngerasa kata-kata orang menyakitkan banget sampai bikin lu gak nyaman, ambil jeda, tarik napas dalam, kenali value diri lu dan berbenah. Fokus sama hidup dan impian lu. Gue tahu ini berat, dan posisi kita sama!
Tapi, satu yang gue yakin!
Gerak dengan iman dan percaya sama Tuhan, di balik semua ada rencana indah, thats powerful!
Di perjalanan, lu bakal melting, seromantis apa Tuhan bimbing lu buat bertumbuh dan jadi versi terbaik diri. Karena faktanya, Tuhan gak bakal tinggal diam ngelihat hambanya yang berjuang abis-abisan buat nyuri cinta dan perhatian-Nya.
So, keep spirit in every moments Dear!
Gue lagi nulis buku "Lewat Badai Aku Bertumbuh" nanti gue kabarin kalau udah mau launching 🤗
Sejenak melupakan EYD yang biasa gue pake waktu nulis. Pake bahasa ngobrol dari hati ke hati.
Cinta pertama anak perempuan itu adalah ayahnya. Meskipun sering beradu argumen kek abg labil, yang kadang baikan tanpa kata maaf. Terus ujungnya ngajak jajan, atau bagi-bagi makan sampe lupa kalau kita lagi marahan. Woy, tolong bapak-bapak model kek begini mana ada duanya hey... 😭
Sekarang lihat pake selang idungnya, kedua tangannya di infus. Mohon maaf, kenapa lebaran pikniknya jauh amat ke RS Jantung Bekasi. Mana sekarang masuk ruang isolasi. Manjanya mau di temenin istri buat selalu di sisi. Tolong adegan romantis macam apa ini, terhura woyyy 🙏😭
Pas telpon tadi, Bidadari tak bersayap bilang gini,
🧕🏻: Bestie, gimana dah deket ma orang belum?
Me: kalem Doain aja. (Dalam hati why bahas ini 😌)
🧕🏻: Mama punya kenalan kang Nana Gerhana. Mau?
Me: Siapa itu?
🧕🏻: Ustad Tiktok yang lagi viral. 40 tahun, lumayan kan!
Me: Itu mah bukan om-om, bapak-bapak abg tua 🙏😭
🧕🏻: Ih gak apa-apa, lumayan tahu banyak cuannya
Me: Gak mau abg tua Mah 🙏😭
Bukan Mama gue, kalau lagi genting gak ngelawak. Ini bakat alami yang sulit gue tiru. Padahal kalau lagi galau gak usah bully anaknya 🙏😭
Back to our topic, dari dua sejoli yang di uji dengan sakit salah satunya, dapat satu kesimpulan besar, ternyata gak ada manusia yang hidup di dunia tanpa badai! Siapa pun dan kapan pun, pasti lewati badai sesuai garis yang Tuhan takdirkan. Cuma pas lewatinya, ada yang memilih menyerah, ada yang beranikan untuk bertumbuh lewat badai.
Pas gue nulis buku "Lewat Badai Aku Bertumbuh" bukan berarti gue gak punya badai. Bahkan badai itu gue alamin di fase awal nulis buku, sampai mau berjalan akhir menuju proses jadi buku. Kayak badai dua sejoli yang tadi Gue cerita di awal 🙏😭
Gue tahu sendiri lewati badai itu berat. Kadang ada di titik semua kek menjauh tinggal kita, diri sendiri sama Tuhan. Di titik itu, gue muncul keresahan. Gak semua orang kena badai bisa waras berpikir. Kadang mereka butuh didengar dan dipahami tanpa dihakimi.
Lewat buku, "Lewat Badai Aku Bertumbuh" gue harap bisa jadi sosok teman, memeluk dan menemani kalian lewat kata. Gue pengen ada di pihak kalian!
Sudah sejauh mana kamu memberi apresiasi untuk diri? Jangan-jangan, kamu lebih banyak menuntut, mengutuki diri 🥹
Padahal dia yang paling setia setelah Allah, yang tak pernah meninggalkanmu 😭
Lewat Buku ini, aku ingin memeluk dan menemani kalian lewat kata. Jadi teman dengar dengan tanpa menghakimi ❤️
*Coming Soon.... My Solo Book*🔥
"THE REAL, ALLAH ITU MAHA MENDENGAR"
Satu miracle yang gue alamin di bulan puasa. Kemarin gue ngerasa gak kuat ambil keputusan stay di Jogja dan gak balik ke properti. Berbulan-bulan gue ngerasa berat banget. Tapi, pas gue kajian, sering dengerin konsep rezeki, mental kaya dan berkelimpahan, konsep Tauhid, itu semua tanpa sadar ngebentuk mental dan pemahaman baru.
Gue kadang mikir, baru terlintas aja belum tengadahkan tangan buat minta dan bahkan gue udah lupa sama doa itu, Allah kabulin... 😭
Beberapa hari lalu, gue udah bikin planning buat tuntasin amanah. Alhasil, ambil keputusan buat saving money lebih di gajian. Gue ceritanya udah minta ijin buat gak pulang, stay Jogja Lebaran tahun ini. Ini keputusan pahit yang gue ambil. Tiket kereta pun di cek, udah abis. Gak bisa booking juga.
Mama dan Papa, mulai sering chat soal tiket kereta. Sampai gue bilang, "Mama, minta doa yah. Kemarin aku drop pas pulang karena kecapean di bis. Doain tiket kereta ada biar lebih cepet pulangnya."
Gak tahu gimana ceritanya, dua bulan sebelumnya gue cek sold. Pas tanggal 6 maret gue cek, ada dong. Meski gue denger kabar Papa masuk RS. Booking tiket itu bagian usaha gue buat bahagiain mereka... 😭
Tapi, problemnya adalah gue pake money yang gue anggarin bayar amanah ke Mbak A. Gue bayar dikit, dari yang seharusnya gue lunasin. Gue minta keringanan, Alhamdulillah dia baik banget mau mundurin lagi waktunya.
Pas gue chat sama Mbak A, sambil bilang dalam hati, "Ya Allah mudah bagi Engkau menitipkan rezeki kepada hamba untuk melunasi amanah ke Mbak A sesuai target planner. Kasih kemudahan Ya Allah, beliau orang baik, hamba gak mau menahan hak rezekinya yang ada pada hamba."
Dan selang beberapa jam, gue dapat pesan dari Ustadzah. Beliau mau ketemu gue ngasih sesuatu. Kita punya agenda di hari yang sama. Bedanya, gue nemenin Tim ngaji kelompok, sedangkan Ustadzah di agenda anak-anak.
Akhirnya gue balesin chat. Janjian ketemu abis agenda kita selesai. Qadarullah, Ustadzah buru-buru pulang. Gak ketemulah kita, jadi di tunda lagi. Tapi, pas beliau sampai rumahnya, bilang minta No rekening gue. Akhirnya, kirimlah apa yang diminta. Posisi tadi sore gue lagi kajian di Masjid.
Gak lama setelah itu, gue dapet notif wa lagi dari Ustadzah. Kiriman sejumlah uang sekian. Dan lu tahu, jumlah nominal itu melebihi dari yang gue butuhin buat bayar ke Mbak A.
Gue auto melongo. Dan Ustadzah bilang, ini amanah dari seseorang Mbak buat Mbak. Terima yah, Semoga Berkah.
Gue setelah melongo berkaca-kaca. Sampai keluar masjid dulu. Nangis gue, kok Allah baik banget. Gue baru ngebatin dalam hati belum doa sungguh-sungguh udah di bantu. 😭
Uang titipan dari Ustadzah itu, bukan cuma bisa buat bayar amanah aja. Tapi, bayar kelas dauroh usul fiqih sama tambahan buat beli tiket kereta pulangnya ke Jogja. Ya Rabb speechless cuma bisa bilang Alhamdulillah... 😭
Ada beberapa poin yang gue ambil dari kejadian hari ini.
1️⃣ Jadiin Allah satu-satunya tempat lu berhantung. Curhat mao mewek-mewek bebas. Yang penting minta sama Allah yang tulus dan gak modus.
2️⃣ Jadiin dakwah dan menuntut ilmu yang utama. Ajak juga orang yang lu sayang, or yang lu temui buat kenal islam lebih dalam.
3️⃣ Minta doa sama orangtua or guru. Meskipun lu jauh, chat or telpon buat apapun yang mau lu lakuin. Insyaallah doa mereka jadi wasilah kemudahan.
4️⃣ Banyakin lagi syukurnya sama minta ampunan Allah. Makin inget Allah lagi, meskipun lu tiap hari maksiat. Ini jalan mudahin segala urusan kita juga.
Gue jadi inget salah satu apa yang di bilang syekh, "Allah akan mudahkan orang-orang yang senantiasa dekat dengan Quran sama jaga interaksi dengan Quran. Apalagi kalau hidupnya, amalan bersumber dari Quran."
Mungkin itu satu yang menancap di hati gue. Dan ibrahnya yang 4 hal tadi yang gue jalanin. Gue makin yakni, kalau hadapin masalah dekingannya Allah, tenang banget Guys. Meskipun banyak mustahilnya kalau di pikir logika manusia.
Gak semua hal bisa masuk di logika manusia. Karena kejadian sore ini, cuma bisa di pake kacamata Iman.
Dan gue jadi inget bahasan dari guru gue juga tadi sore. Ciri orang beriman ada dua, yaitu:
✅ Apabila di perintahkan Allah maka samina wa atona (kami dengan dan kami taat)
✅ Apabila di sebut nama Allah, maka hatinya bergetar.
Ternyata taat itu jalan pintasnya orang beriman. Sisanya ikhtiar di balut tawakal di awal, tengah sampai akhir. Hasilnya, biar Allah yang kasih. Dah lah, memang paling bener jadiin Allah gantungan. Sekalian belajar juga jadi hamba yang manja sama Allah. Tapi, cukup tahu diri gimana adabnya sama Allah.
Allah bukan kantong doraemon yang bisa ngabulin semua yang kita pengen. Tapi Allah itu Raja, Rabb semesta alam, pencipta sekaligus penguasa yang Maha Segalanya.
Semoga yang baca cerita gue, gue doain lu dapet miracle dari masalah yang lu hadapin. Allah kasih pertolongan gak terduga sampai lu ngerasain lega yang kayak gue rasain.🤲🏻😇
Anyway, masalah gue belum kelar sepenuhnya. Tapi, gue ngerasa tenang aja hadapin semuanya karena gue yakin Allah pasti bantu, dan punya maksud tertentu. Satu di antaranya, lewat masalah ini, gue jadi belajar agama lebih dalam,hal yang gak pernah gue jadiin dream dalam hidup gue. Masha Allah 😭❤️