Yuk cek https://www.instagram.com/mayhijap/
Buat yang lagi cari baju lucu atau rok start 45k bisa bangeet!! Jangan lupa klik highlight promo girlls!! Klik follow untuk update yaa
trying on a metaphor
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
dirt enthusiast
Lint Roller? I Barely Know Her

No title available

No title available

#extradirty
Mike Driver
KIROKAZE

祝日 / Permanent Vacation
taylor price
DEAR READER

⁂
I'd rather be in outer space 🛸
Claire Keane
No title available
sheepfilms
Sweet Seals For You, Always
$LAYYYTER
d e v o n
seen from Georgia
seen from T1

seen from Türkiye
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico

seen from United States
@penakecilkita
Yuk cek https://www.instagram.com/mayhijap/
Buat yang lagi cari baju lucu atau rok start 45k bisa bangeet!! Jangan lupa klik highlight promo girlls!! Klik follow untuk update yaa
Membaca Timeline Sejarah Palestina dengan Jernih
@edgarhamas
Membaca tentang Palestina selalu saja membuat kita antusias. Karena benar adanya, ia bukan hanya bicara tentang tanah lapang di tengah bumi yang sama seperti belahan bumi lainnya. Jauh lebih dari itu, Palestina, walaupun kecil ukurannya (hanya 2/3 dari luas Jawa Barat) namun sungguh sejarahnya penuh pesona. Begitu banyak shahabat Rasulullah ﷺ yang bercita-cita dimakamkan di bawah hamparannya dan tercapai citanya itu. Diantaranya Ubadah bin Shamit, Muadz bin Jabal, Shafiyah binti Huyai istri Rasulullah, Abu Ubaidah Ibn Jarrah dan banyak lagi, radhiyallahu anhum.
Palestina, selalu saja istimewa.
Dan kamu harus tahu, untuk mengetahui bahwa Palestina adalah bagian dari akidah kita, jangan mensetting ‘awal’ perjalanan bacaanmu dari episode Isra’ dan Mi’raj saja, walaupun benar bahwa peristiwa ini adalah momentum spesial yang mengubah arah sejarah manusia. Sebab nyatanya; Palestina adalah milik umat Islam jauh sebelum Rasulullah diutus. Palestina adalah tanah yang Allah berikan bagi penyembah-Nya yang shalih, bukan untuk yahudi yang dengan angkuhnya mengklaim Palestina milik mereka.
Apa yang Ada di Benak Yahudi?
Yahudi dengan sombong dan gampangnya berkata, “kami lebih berhak atas Palestina, karena kami bangsa pilihan Tuhan sementara yang lain hanya keledai dan monyet. Darah kami adalah darah para Nabi yang berasal dari Ibrahim”, kira-kira begitulah ringkasan pemikiran mereka yang ada di protokol zionis, talmud, dan taurat yang sudah diobrak abrik isinya.
Padahal Al Quran dengan tegas merekam dialog antara Allah dan Nabi Ibrahim, tatkala Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.”
Nabi Ibrahim berkata, “dan juga dari anak cucuku?”, maka Allah menjawab, “Janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim.”
Para mufasir menafsirkan ayat ini, bahwa yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim adalah; yahudi.
Episode kepemilikan Umat Islam atas Palestina nyatanya dimulai sejak Nabi Adam diturunkan ke alam dunia. Nabi Adam mendapat perintah dari Allah untuk membangun dua masjid pertama di muka bumi. Yang dibangun lebih dulu adalah pondasi Ka’bah di Makkah. Selang 40 tahun kemudian, Nabi Adam membangun masjid kedua di muka bumi. Masjid inilah yang kita kenal sekarang dengan nama Masjid Al Aqsha. Ya, sejak awal manusia di muka bumi, Al Aqsha adalah masjid! Bukan kuil, bukan tanah kosong, apalagi kandang kuda.
Nah, sekarang kita meloncat beribu tahun setelah Nabi Adam menuju zaman Rasulullah ketika Isra dan Miraj.
Menurut kamu, apa yang membuat Isra Mi'raj menjadi momentum yang sangat agung dan mulia?
Peristiwa Isra Miraj, dulu ketika kita masih kecil, selalu dominan tentang kisah Rasulullah Muhammad ﷺ naik ke langit tertinggi, bertemu para Nabi dan mendapat perintah shalat dari Allah. Benar. Memang begitu kenyataannya.
Namun sejatinya, semakin dewasa kita, seharusnya makin memaknai lebih detil apa yang terjadi di peristiwa Isra dan Miraj yang sangat sayang jika pemahaman saat ini sama dengan pemahaman kita di masa belia.
Salah seorang Ulama mengemukakan judul yang sangat bagus untuk menggambarkan rahasia Isra Miraj, yaitu; Sebuah Estafeta Kepemimpinan yang Baru.
Salah satu alasan, mengapa Allah memperjalankan Nabi Muhammad dari Makkah ke Baitul Maqdis dulu, baru ke langit, adalah karena Baitul Maqdis menjadi satu latar utama ‘serah terima kepemimpinan umat manusia’ dari nabi-nabi sebelumnya kepada Nabi Muhammad. Dan serah terima ini, disimboliskan dengan dijadikannya Nabi Muhammad sebagai imam shalat ratusan ribu Nabi dan Rasul di malam agung itu.
Ratusan ribu Nabi dan Rasul?
Benar. Bukan hanya mengimami Nabi-nabi Ulul Azmi yang lima sebagaimana kita diajari waktu kecil. Melainkan mengimami shalat “124 ribu Nabi dan 315 Rasul”, sebagaimana hadits Abu Umamah dari Abi Dzar. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani.
“Dengan dijadikannya Nabi Muhammad sebagai Imam shalat para nabi”, tutur DR Yusuf Qardhawi, “menjadi isyarat bahwa kepemimpinan umat manusia telah berpindah kepada umat yang baru dan Nabi yang baru ﷺ, kenabian yang sifatnya untuk semesta raya, bukan lagi yang terbatas pada satu kaum di ruang dan waktu yang berbeda. Kenabian ini untuk seluruh warna kulit manusia, segenap zaman, dan sampai hari akhir nanti.”
Isra Mi’raj Jadi Penegas; Pemimpin Baru Muncul, Bukan Lagi dari Bani Israil.
Ya. Kepemimpinan telah digantikan. Bukan lagi nabi-nabi dari Bani Israil. Allah telah menjadikan nabi terakhir dari bangsa Arab, untuk seluruh manusia bahkan semesta raya seluruhnya. Dengan momentum Isra Mi'raj ini, semakin terang bahwa Yahudi tidak berhak memiliki Palestina. Karena Rasulullah ﷺ diangkat menjadi pemimpin seluruh Nabi dan Rasul di atas tanah Palestina! Dan umat Rasulullah ﷺ adalah kita, Umat Islam.
Bagaimana keadaan Masjid Al Aqsha ketika Rasulullah melakukan Isra Mi'raj?
Keadaan Al Aqsha sangat memprihatinkan. Saat itu Al Quds dijajah oleh Romawi Timur dan diganti namanya menjadi kota Elia Capitolina. Bagian tengah Masjid Al Aqsha dijadikan tempat sampah kota, dan dibiarkan tidak terurus. Banyak sekali bangunannya runtuh karena peperangan dan perusakan yang dilakukan Romawi. Agar lebih jelas, akan kami ilustrasikan dengan gambar.
(sumber : Abdullah Al Ahmar Instutute for Ma’arif Maqdisiyah)
Jadi kita bisa menyimpulkan bahwa saat peristiwa Isra Mraj, Al Quds atau Baitul Maqdis berada dalam jajahan Romawi Timur, dan dalam keadaan yang 180 derajat berbeda dengan kondisinya sekarang. Sebab pada faktanya, Al Aqsha mengalami rekonstruksi berkali-kali sebab usianya yang sangat panjang semenjak Nabi Adam hingga kini.
Apa Usaha Rasulullah Muhammad untuk Membebaskan Palestina?
Ini sangat jarang dibahas secara khusus dalam buku-buku Sirah Nabawiyah Rasulullah. Padahal, banyak sekali fakta yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad sangat bersungguh-sungguh untuk membebaskan Palestina yang saat itu dijajah Romawi. Usaha itu meliputi; Pengiriman Utusan ke Raja Heraclius agar memeluk Islam, Perang Mu’tah –sebuah pertempuran pertama antara umat Islam melawan Romawi-, Perang Tabuk, hingga bahkan wasiat terakhir Rasulullah adalah ekspedisi Usamah yang bertujuan untuk membebaskan Palestina.
Perang Mu’tah (September 629 M) antara 3000 pasukan Muslimin melawan 200.000 tentara Romawi Timur.
Dalam pertempuran ini, 3 panglima muslim gugur, yakni Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rawahah, radhiyallahu ‘anhum. Kepemimpinan pasukan muslimin diambil alih oleh Khalid bin Walid. Hasil dari pertempuran ini adalah; seri. Namun efeknya besar; Romawi ketakutan, bagaimana mungkin 3000 pasukan bisa seri melawan 1/5 juta manusia. Faktanya, Mu’tah berada 88 kilometer dari Al Quds. Sangat dekat.
Perang Tabuk (Oktober 630 M/ 8 H) antara 30.000 pasukan Umat Islam melawan 500.000 tentara Romawi.
Pertempuran ini berujung pada tidak bertemunya kedua belah pihak, namun memberikan sinyal pada Romawi bahwa Umat Islam telah menjangkau wilayah terdekat menuju Palestina. Jarak antara Tabuk dan Al Quds adalah 397 kilometer. Sangat dekat.
Ekspedisi Usamah bin Zaid (Mei 632 M/ 11 H) adalah perintah terakhir Rasulullah sebelum wafatnya (Juni 632 M/ Rabiul Akhir 11 H) untuk membuat pasukan yang dipimpin seorang sahabat beliau berusia 17 tahun, Usamah bin Zaid, guna membebaskan Palestina dari cengkraman Romawi Timur.
Bersama Usamah, ada 3000 sahabat Rasulullah diantaranya Abu Bakr dan Umar bin Khattab.
Dari 3 momentum besar itu, kita seperti diberi sinyal oleh Rasulullah, bahwa pembebasan Palestina adalah ruh perjuangan yang tidak boleh mati. Keadaan kita bahkan sama dengan masa Rasulullah, dimana Palestina sedang dijajah oleh kekuatan yang zalim. Bahkan sebelum wafat pun, Rasulullah membangun pasukan pembebasan Palestina. Bukan main perhatian beliau agar tanah suci itu terbebaskan.
Selanjutnya di bawah kepemimpinan Abu Bakar, perjuangan pembebasan Palestina tetap dilanjutkan. Perintah pertama Abu Bakar adalah, “lanjutkan pemberangkatan pasukan Usamah!”. Bahkan beliau melakukan langkah sangat hebat; Mengutus 5 batalion raksasa Pasukan Islam yang menyebar di Persia dan Syam, finish akhirnya adalah Al Quds Palestina sembari berkata, “Ketahuilah wahai umat Islam, bahwa Rasulullah telah memerintahkan kita membebaskan Syam (kini Syam adalah Palestina, Yordania, Suriah dan Lebanon), maka aku akan melakukan hal yang sama sebagaimana Rasulullah lakukan.”
Akhirnya, Al Quds atau Baitul Maqdis dibebaskan oleh Umat Islam di masa kepemimpinan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab setelah pengepungan sebulan sejak November 636 M sampai April 637 M.
Umar sendiri yang datang untuk menerima kunci Al Quds dari penguasanya saat itu. Al Quds saat itu bernama Elia. Kota itu dipimpin Uskup tinggi bernama Patrick Sophronius, Ada sebagian besar orang Kristen disana dan fakta pentingnya; tidak ada satupun orang yahudi.
Umar bin Khattab menyebut pembebasan Baitul Maqdis sebagai “Fathul Futuh” Pembebasan terbesar. Sebab kota itu adalah milik Umat Islam, dan disanalah sahabatnya, Rasulullah Muhammad ﷺ mengimami para nabi dan rasul sebelum naik ke langit. Pada hari bebasnya Baitul Maqdis jugalah Bilal bin Rabah kembali melantunkan adzan merdunya setelah lama tak bisa melakukannya sejak Rasulullah wafat. Dalam suatu kesempatan Umar berkata tentang Baitul Maqdis :
عمر بن الخطاب: ”نعم المسكن بيت المقدس، القائم فيه كالمجاهد في سبيل الله، وليأتين زمانٌ يقول احدهم ليتني لبنة في بيت المقدس“
“Sebaik-baik tempat tinggal adalah Baitul Maqdis. Orang yang tinggal di dalamnya seperti nilai mujahid di jalan Allah. Dan akan datang suatu zaman ketika seseorang akan berkata; seandainya aku adalah salah satu bata dari bata-bata Baitul Maqdis.”
Baiklah, sampai disini sebenarnya sudah cukup panjang. Terlalu panjang jika kita terus menerus berjalan mengarungi sejarah palestina yang masih sangat-sangat jauh untuk dijelajahi.
Kita padahal belum berbicara bagaimana perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi yang heroik melawan pasukan 22 negara Eropa. Pasukan Salib menjajah Palestina tahun 1096 M, yakni 6 abad setelah Umar membebaskannya. Selama 90 tahun orang Nasrani menjadikan Masjid Al Aqsha sebagai kandang kuda pasukan Salib dan mengganti kubah Al Aqsha dengan salib raksasa. Hingga akhirnya tahun 1187 M, Shalahuddin bersama 13 ribu pasukannya mengalahkan 60 ribu pasukan salib di pertempuran Hitthin, untuk kemudian membebaskan Palestina yang kedua kalinya.
Sekarang, umat Islam merasakan penjajahan atas Palestina yang ketiga kalinya. Dan parahnya, yang menjajah Palestina adalah kaum yang paling keras permusuhannya dengan Umat Islam.
Siapa mereka? Yahudi.
Darimana kita tahu bahwa mereka sangat membenci umat Islam? Dari firman Allah dalam surat Al Maidah 82, “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” MasyaAllah.
Penutup; Sinyal Sejarah Sedang Berbicara Padamu
Kamu tahu? Ada sinyal yang sama, yang didengungkan sejarah padamu sebagaimana ia memberi sinyal pada Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al Ayyubi. Sinyal yang sama dan keadaan yang sama, yang membuat kamu hidup di titik sejarah dimana Umar dan Shalahuddin hidup.
Apa itu?
Baik Umar bin Khattab, maupun Shalahuddin Al Ayyubi, dan kita, sama-sama hidup ketika Palestina dijajah oleh kekuatan yang zalim. Umar menyaksikan Romawi menjajah Palestina. Shalahuddin menyaksikan dengan pedih pasukan Salib menyembelih umat Islam di Palestina. Dan kita, menyaksikan dengan mata kepala sendiri, zionis yahudi membunuhi anak-anak tak berdosa, mengebom masjid dan sekolah, meluluh lantakkan perumahan dan rumah sakit.
Sejarah sedang memberi sinyal. Apakah kita adalah generasi yang ditakdirkan untuk membebaskan Palestina? Sebab saat ini dunia Islam sedang bangkit. Di saat yang sama, kezaliman yahudi makin menjadi-jadi dengan membuat Al Quds sebagai ibukota mereka.
Namun ingat; fajar mentari terbit biasanya setelah malam gelap gulita. Gelombang laut akan tsunami setelah didahului dengan air surut.
Inilah saatnya kita merebut takdir sejarah kita. Jangan sampai kita lewatkan, jangan sampai kita tak peduli. Jangan sampai kita malah membuang muka dan mengoceh mengabaikan Palestina. Sebab bahaya, jika Allah akan ganti kita dengan yang lainnya, “dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (QSbMuhammad : 38)
Jangan pernah bosan membela Palestina!
(disampaikan dalam Diskusi Online bersama rekan perjuangan G10 Palestina. Komunitas G10 ini —Gerakan 10 juta untuk Palestina— komunitas sederhana yang dirintis mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk mulai ikut serta dalam Pembebasan Palestina melalui infaq rutin)
"Sahabat adalah teman hidup terbaik. Bosan itu pasti tapi bukan berarti pergi dan saling meninggalkan."
-temansebangkuku
Jadilah teman marahku, teman bertengkar, teman yang saling rindu, asal jangan jadi teman yang saling meninggalkan. Jadilah, teman dalam genap dan ganjil hidupku.
–boycandra
Kepada: Lelaki yang Ingin Kuganggu Seumur Hidup
Selamat, hidupmu tak akan tenang sejak sekarang.
Memang, aku adalah perempuan yang bisa mencari uang sendiri. Setiap harinya, hampir 24 jam kuhabiskan bercumbu dengan pekerjaan. Tumpukan artikel yang menunggu untuk diselesaikan, juga beberapa proyek suka-suka yang juga tak kalah menyita perhatian. Iya, aku sesibuk itu.
Lalu, kamu datang mengganggu. Sebelumnya, gangguan tak pernah terasa semenyenangkan ini. Rasanya seperti diingatkan kembali, bahwa hidup tak hanya melulu di kantor dan tentang deretan pekerjaan. Masih ada kegiatan menyenangkan lainnya, termasuk ngopi yang bukan karena meeting dan meeting.
Terima kasih sudah mengganggu.
Sungguh, datangmu menjadikan warna hidupku tak hanya kelabu.
Cerpen : Reda
Kudengar, seseorang yang bernama Hujan itu ternyata menyimpan perasaan kepada seorang lelaki. Kudengar itu dari sudut matanya, dari bagaimana ia melihat matahari pagi, bagaimana ia memandang hujan, juga bagaimana ia melihat barisan awan yang konon katanya berbentuk bunga, seperti perasaannya yang tengah berbunga-bunga.
Hujan adalah seorang perempuan yang tidak pandai berbohong, tidak pandai menyembunyikan perasaannya. Rona merah diwajahnya mudah terlihat saat ia malu, marah, atau hal-hal lain yang membuncahkan perasaannya. Juga, ia tidak pandai berpura-pura.
Perasaannya kepada lelaki itu seperti matahari, terang benderang. Siapapun yang mengenal Hujan, sudah pasti mereka bisa menerka bila Hujan sedang jatuh hati pada seorang laki-laki. Dan laki-laki yang itu, bukan yang lainnya.
Tulisan-tulisannya tidak menyembunyikan nama, aku juga sering membacanya. Hujan yang begitu polosnya tentang cinta, seperti melihat kisah cinta anak SMA. Penuh liku, lebih banyak lucunya. Namun, aku tahu. Perasaan Hujan tidak bercanda, ia memang seperti itu adanya. Perempuan yang tidak pandai menyembunyikan perasaan. Bukankah banyak yang seperti Hujan?
Dan lelaki itu, adalah lelaki yang sial. Ia terlambat menangkap hujan yang turun begitu deras. Ia terus menerus bersembunyi dari Hujan. Sampai suatu hari, hujan sudah reda dan ia baru mencari-cari kemana hujannya. Mengapa tak lagi turun?
Suatu hari, perasaan Hujan reda tak berbekas. Mengetahui jika perasaannya hanya turun tanpa arti ditempat yang salah, tempat yang tidak bisa menumbuhkan apapun. Ia sudah tumbuh menjadi perempuan yang berbeda, perempuan yang berhasil belajar dari kesalahan.
Aku bertemu dengan lelaki itu di sebuah kedai buku. Melihatnya melipat-lipat halaman buku, seperti menemukan paragraf yang mewakili perasaannya. Meminjam kata temanku, untuk menggambarkannya : Aku mendengarmu habis hujan berturut-turut, kemudian aku datang, kamu reda.
Hujan telah reda.
Yogyakarta, 30 November 2017 | ©kurniawangunadi
Jangan pernah mencari seseorang yang kamu tau akan meninggalkanmu. Jangan.
Karena dia akan hidup di urat nadi, aromanya abadi disetiap poripori. Hingga yang kau rasa ketika membuka mata nanti, adalah ingin menutupnya lagi. (via biashujan)
Jika Wanitamu adalah Aku
Pertama, kuucapkan turut berduka cita karena kamu mencintai wanita yang penuh dengan kekurangan dalam dirinya. Kedua, kuucapkan selamat karena kamu akan terus dicintainya dengan hebat.
Kelak, jika akhirnya kamu yang kupilih menemaiku, ketahuilah bahwa aku telah menerima seutuhnya dirimu. Kamu memang bukan yang pertama tapi kupastikan kamu adalah yang terakhir dari segalanya dan yang menempati satu tempat di hatiku dengan seluruhnya.
Aku tak bisa menjanjikan kamu akan bahagia tapi kupastikan aku akan terus berusaha membuatmu bahagia. Apa yang kamu rasa, aku tak ada kuasa. Kamu akan terus dan terus menemukan setiap kekurangan yang ada. Mungkin sesekali membuatmu jengah, tapi membiarkanmu pergi ke lain hati aku enggan sama sekali.
Jika kamu mendapatiku tersenyum saat kamu memujiku, ketahuilah saat itu aku sedang takut kamu akan kecewa. Jangan taruh ekspetasimu terlalu tinggi tentangku, karena aku tetap saja hanya manusia biasa.
Bahagiakan aku dengan hal-hal sederhana. Sesederhana mungkin aku membuatmu bahagia; dengan perhatian, dengan pijatan di kepala, dengan masakan-masakan uji coba, dengan menggandengmu kemana-mana.
Jangan berharap akan gadis anggun nan jelita, yang ada mungkin aku akan menganggapmu seperti kawan lama. Tertawa keras, berkata kasar sesekali, atau bahkan memukulmu saat kesal.
Kamu akan mendapati aku yang meledak-ledak. Setiap ledakannya akan berbeda tergantung suasana. Jangan kaget jika kamu mendapati aku tiba-tiba menangis tanpa sebab, bahkan hanya karena aku tak bisa mengungkapkan apa yang aku rasa.
Bisa jadi aku manja, merengek padamu seolah anak kecil pada ayahnya. Ketahuilah bahwa rengekan itu hanya kamu yang menerimanya. Bisa jadi aku dewasa, sehingga dapat memanjakanmu yang sewaktu-waktu berubah menjadi anak tk.
Sering kali aku akan banyak maunya. Meminta ini dan itu tanpa malu. Jangan kabulkan semuanya. Terkadang keinginanku hanyalah rasa penasaran yang berujung sia-sia. Kamu harus lebih pintar memilah yang terbaik untuknya.
Bersamanya kamu tidak akan pernah takut untuk ditinggalkan, kecuali jika Tuhan yang menginginkan. Bersamanya, kamu tidak akan pernah berjuang sendirian.
Sekedar bumbu hidup
Kakak angkatan : Kemaren gue abis interview di toshiba noh
Gue : trus trus.....
Kakak angkatan : Udah deh, gue disuruh penempatan jepang dengan gaji 80 jt nan
Gue : (mangap ampe keluar iler iler nya)
Kakak angkatan : trus gue lanjut nanya ke direksinya. "Pak saya disana bisa sholat jumat engga ya". Trus kata bapak direksinya "Maaf mas disana ga bisa sholat jumat".
Gue : Ckckckckck lah trus trus....
Kakak angkatan : Yodah gue mundur, ga gue ambil. Walopun dalem ati gue sedih banget dan nyesel banget. Gue posisi nganggur hampir 4 bulan nih.
Gue : manggut-manggut aja
Kakak angkatan : Eh lu tau kagak, 5 menit abis gue nolak tu toshiba. Gue ditelpon ama no asing. Noh disitu gue dikabarin kalo gue ketrima buat kerja di UN penempatan AS. Disono gue bisa jumatan katanya.
Gue : Masha Alloh..rejeki kagak kemane ya bang.
Moral story : Jangan gadaikan aqidahmu hanya untuk urusan rejeki mu. Tuhan selalu punya rencana yang baik untuk hambanya yang selalu mendahulukan urusan Iman nya dimanapun berada.
Nb : true story
Pernahkah terpikirkan di benakmu?! Sekali saja. Benar-benar sekali saja! Rasanya menjadi aku. Yang selalu ada, yang berusaha sekuat tenaga, yang menyembuhkan semua luka, yang menyemangati di tiap duka. Lalu ketika kau sembuh dan sadar bahwa aku juga punya rasa, kau pergi begitu saja! Lantas, apa bedanya kau dengan semua masa lalumu yang menyakitimu lalu pergi ke hati orang lain itu?! Pernahkah kau rasakan bagaimana jatuhnya aku?! Tak mengertikah kau? Yang kau lakukan itu, sama jahatnya seperti yang masa lalumu lakukan padamu hingga kemudian kita bisa jadi bertemu dulu.Slowly, for me; you’ve become someone who hurt you.
(via mbeeer)
Hmmm
Apakah aku yang terlalu bodoh yang percaya begitu saja dengan semua kata katamu ? -Tolong beritau aku Tuan-
karena aku sangat mudah untukmu
karena aku sangat mudah untukmu.
kamu tidak perlu lelah-lelah berjuang, sebab aku tidak mungkin sampai hati membiarkan orang yang ingin memperjuangkanku berjuang sendirian.
kamu tidak perlu repot-repot membuat dirimu diterima, sebab aku selalu bersedia mengambil tanggung jawab untuk lebih dari menerima–yaitu memaafkan, melupakan, bahkan melepaskan.
kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkanku, sebab aku sungguh selesai dengan diriku sendiri. sebab masa depanku adalah rangkaian rencana yang bisa diganti. sebab ambisiku selalu (hanya) sekeras tangan yang menggenggam pasir, secukupnya mencukupkanku.
kamu tidak perlu khawatir tentang apapun, sebab aku bisa mengikutimu ke mana pun. aku bisa diajak berjalan, berlari, merangkak. aku bisa bertahan pada segala musim dan cuaca, bisa berteman dengan segala rasa dan nuansa.
karena aku sangat mudah untukmu, semoga kamu merasakannya: bahwa yang mudah didapatkan, belum tentu tak berharga.
semoga aku sangat berarti untukmu.
The scariest moment is always just before you start.
Stephen King, On Writing: A Memoir of the Craft (via kurniawangunadi)
Ku masukan kedua tangan ku ke dalam saku celana, Ku menghampirimu, Ku bungkukkan badan, Ku tatap jauh kedalam mata coklatmu, ku ucap “besok, akulah orang yang paling mencintaimu”.
-seseorang dari masa depan
Kita tengah berjuang mengalahkan perasaan kita dengan keimanan, sebuah ketundukan dan ketaatan dalam ketetapan-Nya. Kita berjuang untuk melepaskan angan-angan dan harapan yang salah bersandar. Kita berjuang mengembalikan hati kita dalam genggam-Nya, semoga Allah menyelamatkan orang-orang yang lemah karena jatuh cinta. Kita percaya, kita tidak akan dibiarkan tersesat oleh-Nya. Rasa cinta-Nya selalu mampu mengalahkan kekhawatiran dan ketakutan kita.
©kurniawangunadi
Perempuan Dalam Impian
Ada gempita-gempita kecil dalam kepala kala melihat kau dengan bangganya mengenakan apron. Mungkin gempita itu dari debaran jantungku sendiri yang merangkak untuk memberitahu dunia seberapa kagumnya aku melihat kau sebagai sosok perempuan. Meski bibir ini harus berkhianat berkata bahwa ada yang lebih menggiurkan daripada ciummu, ah itu mungkin masakanmu.
Masaklah. Dan aku akan mencintaimu.
Mencintaimu aku tak sebatas hanya perihal rupa dan rasa. Suaramu adalah nyanyian pagi sekaligus alasan mengapa aku ingin sekali bangun lalu secepatnya mengecupmu. Puisi-puisiku tak bernyawa. Ia hanya tulisan dari letupan rasa-rasa yang kau ciptakan. Namun suaramu adalah tiupan Tuhan yang memberikan nyawa pada mereka. Mendengarkanmu membacakannya, aku merasa seperti seorang ibu yang mendengar anak dari rahimnya menangis untuk yang pertama.
Bacalah puisiku. Dan aku akan mendengarkan, lalu mencintaimu.
Cinta adalah bentuk sederhana dari bahagia. Sesederhana pakaian yang kau kenakan. Kaos polos beserta sepatu converse usang. Diselingi jaket yang wanginya membuatku ingin mendekapmu dan membawamu pulang sebagai hadiah untuk masa depan. Bagiku, kesederhanaamu adalah kelengkapan yang melengkapiku. Biarlah mataku sesekali melirik kepada wanita-wanita berkaki jenjang, namun hati dan kecupku setiap malam setia menelanjangimu hingga pagi menjelang.
Berpakaianlah sederhana. Dan sesederhana itu untuk aku mencintaimu.
Pernahkah aku berkata bahwa dirimu yang selalu aku utamakan? Melihatmu ada tentu aku bahagia. Maka tak pernah sedikitpun aku rela sakit menggerogotimu hingga kau terkapar lemas di atas ranjang. Makanlah yang banyak, tak usah pikirkan berat badan, aku mencintaimu di setiap keadaan. Makanan yang kau habiskan disertai piring-piring yang bersih adalah cara mudah untuk membuatku siap mengajakmu pergi di hari-hari selanjutnya.
Makanlah yang banyak, biar nanti pelukku yang membuktikan bahwa tubuhmu selalu nyaman bagiku dalam setiap keadaan.
Tak ada lelah jariku berpulang lembut di antara pipi dan lehermu. Tiada getir kecupku menciummu bibirmu kapanpun itu. Sebagai lelaki, aku akan berdiri menghadap dunia dan dengan lantang menantang bahwa tak ada yang lebih indah ketimbang kau yang tengah terpejam di antara waktu subuh dan fajar. Dirimu adalah bukti nyata bahwa mandi bukan pilihan untuk mengawali hari. Mata lelahmu yang baru terbuka, oh aku mencintainya. Bibir keringmu ketika kau baru terbangun, biarlah aku yang membasahinya, rambut kusammu ketika pagi menjelang, adalah cara Tuhan membunuhku secara perlahan.
Maukah di tiap pagiku kau seperti ini? permintaanku sederhana, tetaplah berbaring di sana, dan biarkan aku mensyukuri apa yang tengah aku punya.
Begitulah cara-caraku mencintaimu, wahai perempuan dalam impian.
Selamat Hari Perempuan Internasional, wahai wujud lain dari Tuhan di muka bumi.
Kau tak perlu berteriak untuk didengar. Kau tak perlu memohon untuk dicintai. Kau tak perlu merendah untuk diterima. Kau tak perlu menjual untuk bisa dilihat oleh mata dunia.
Perempuan. Kau sempurna di berbagai cara.
mbeeer- 8316
Belajar. Belajar mengikhlaskan adalah pelajaran tersulit yang pernah kutemui.