Karena sebuah lagu yang direkomendasikan seseorang. Lagu sialan pikirku. Tapi terus kuulang2 sampai menangis terasa membosankan. Atau aku cuma kelelahan. Dan memutuskan untuk diam.
Tidak pernah tau kalau kehilangan akan terasa sesakit ini. Menyadari kalau orang itu tak akan pernah lagi ada di sana selamanya. Menyadari kalau yang bisa kukunjungi hanya kenangannya. Karena bahkan tubuhnya terlalu jauh dari jangkauanku.
Kenangan tentangnya tak semua baik. Tak cuma berisi cinta tulus, panggilan sayang, tanggung jawab dan tawa setengah jam sampai sakit perut. Tapi juga berisi keacuhan, pengkhianatan, kemarahan, dan kekecewaan. Selayaknya manusia yg masih dikendali emosi dan jauh dari sifat-sifat terpuji.
Tapi tetap saja aku merindunya. Rasanya tak cukup ucapan "maaf telah mengecewakan" dan "terima kasih untuk segalanya" dan "aku selalu menyayangimu" dan "ya, nanti aku kesini lagi" yang telah kuucapkan padamu selama ini. Harusnya kukatakan sejuta kali lebih satu. Karena sekarang yang tak kumiliki bukan cuma ruang namun juga waktu.
Apa kabarmu di sana? Baik kan? Senang? Bahagia? Katanya orang baik akan selalu menemukan kebahagiaan dalam dirinya kan!? Kuharap kau juga. Atau perlu kumintakan pada Tuhan untuk kebahagiaanmu!? Walau kami tak dekat2 sekali, tapi rasanya permintaanku tak sulit buatNya. Kau juga layak mendapatkannya. Coba ya. Malam ini kupintakan. Kabari aku kalau sudah dikabulkan.
Aku pandangi bayangan di cermin. Mata bengkak. Hidung merah. Pandangan buram. Ah pantas saja kau benci melihatku menangis. Aku ingat bagaimana kau memarahiku, aku menangis, lalu kau ikut menangis sambil bilang, "jangan nangis. Aku ga suka liat kau nangis." Sekarangpun aku benci melihat bayanganku sendiri.
Aku bukan orang kuat. Berusaha kuat selama ini. Walau sesekali pecah berantakan juga di kegelapan malam. Terlalu pengecut untuk menangis di bawah sinar matahari. Sudahlah lemah, nanti ketahuan orang pula. Dobel hinaan mereka nanti.
Kuseka air mataku. Tarik nafas panjang. Mencoba mewaraskan lagi pikiran. Sudah. Apa yang sudah terjadi, ya sudahlah. Aku bukan hermione granger yg bisa kembali ke masa lalu. Aku hanya seorang manusia yang sering disiksa rindu. Andai ini andai itu.
Kamu, yang ada di sana. Pasti bisa merasakan kerinduanku kan? Kamu juga rindu kan!? Rindu berdebat masalah tak penting denganku sampai jam 3 pagi!? Rindu menggerecoki masakanku dengan saran ini itu!? Rindu tertawa pada cerita gigi palsu sampai pipi dan perut kaku. Jujur saja. Kau sudah habiskan delapan per dua tujuh hidupmu untuk jadi orang gengsian. Jangan buatku kesal dengan tambah empat per dua tujuh lagi.