bagaimana kalau ruang, jarak dan waktu yang diberikan tidak dapat memberikan alasan untuk tetap bersama dan yang ada pada akhirnya hanyalah rasa lelah dalam berharap.
kembali ke awal tanpanya.

❣ Chile in a Photography ❣
Keni

JVL
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Three Goblin Art

Product Placement
art blog(derogatory)
noise dept.
styofa doing anything
trying on a metaphor

@theartofmadeline
todays bird

tannertan36

祝日 / Permanent Vacation
Cosmic Funnies

Kiana Khansmith
Misplaced Lens Cap
Show & Tell

★
Stranger Things

seen from Australia

seen from Egypt

seen from France

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
@penikmat-senja
bagaimana kalau ruang, jarak dan waktu yang diberikan tidak dapat memberikan alasan untuk tetap bersama dan yang ada pada akhirnya hanyalah rasa lelah dalam berharap.
kembali ke awal tanpanya.
Kenapa Kau Kembali?
Kenapa kau selalu kembali ketika mengetahui bahwa hatiku akan selalu lagi dan lagi Menerimamu Memaafkanmu.
Padahal aku tahu kau tak pernah tahu betapa menyakitkannya semua itu untukku. Menyadari bahwa aku selalu luluh. Menjaga hatiku dari orang-orang baru hanya karena berpikir suatu saat akan ada waktu di mana kau akan kembali ke pelukanku.
Kenapa kau selalu kembali? Jika pada akhirnya tetap selalu pergi. Tak pernahkah kau berniat untuk tinggal lebih lama dari kata selamanya?
Kenapa kau selalu kembali? Dan kenapa aku masih saja tetap peduli?!
Kamu kembali datang dan dengan mudahnya pertahananku kembali runtuh.
I wish dating was that simple.
Thoughts under blanket #1
Kadang, sering bingung dengan orang yang menyalahkan seseorang hanya karna ia lebih lambat dalam sesuatu. Contohnya, jika seseorang yang sampai diumur tertentu belum pernah berpacaran. Seakan-akan “pacaran” dijadikan tolak ukur nilai seseorang.
Padahal setiap orang memiliki waktunya sendiri, ada yang datangnya cepat, ada pula yang harus lebih bersabar dalam menunggu. Dan hal ini seharusnya tidak dipaksakan karena pasti setiap orang punya prioritasnya masing-masing.
Karnanya seseorang terkadang menjadi memaksakan hatinya, seharusnya bukan karna takut dinilai seseorang tapi karena hati mereka yang siap dan waktu yang tepat.
I want some tender and passionate love.
Bolehkan aku menjadi playlist favoritmu, yang selalu kamu dengarkan kapanpun.
Bolehkan aku menjadi film favoritmu, yang selalu kamu tatap dengan keseriusan.
Bolehkah aku menjadi kumpulan puisi favoritmu, yang selalu kamu resapi maknanya.
Bolehkah aku menjadi komedian favoritmu, yang dapat menimbulkan gelak tawamu.
Bolehkah aku menjadi buku favoritmu, yang selalu kamu baca tanpa merasa bosan.
Bolehkah aku menjadi kucing favoritmu, yang selalu kamu sentuh dengan kelembutan.
Bolehkah?
Ketika mencari seseorang yang tidak ingin dicari.
sebetulnya, apa yang terlihat mata tidak benar-benar nyata. banyak orang memalsukan raut wajahnya, menyembunyikan kesedihannya lalu menggantinya dengan senyuman, serta beberapa kata yang menguatkan bahwa ia sedang dalam keadaan yang baik-baik saja. tidak semua orang senang berbagi tentang apa yang tersembunyi di dalam hati. hanya kepada yang paling dipercayai saja, ia tidak bisa membohongi diri. senyum seseorang yang kalian lihat, tidak semuanya berarti baik-baik saja, mungkin ia hanya sedang menyamarkan luka, yang kedalamannya hanya ia sendiri yang mengetahuinya. tidak semua yang bisa membaca, benar-benar mampu membaca. tetapi, orang-orang yang benar peduli, akan sanggup membacamu, bahkan saat matamu mencari cara untuk menyembunyikan luka, ia akan tetap tahu, bahwa sebenarnya kamu sedang tidak baik-baik saja. setiap orang pasti memiliki keahlian untuk menyembunyikan kesedihan, yang harus kamu pedulikan ialah, temukan satu teman hidupmu yang sanggup membacamu, menangkap setiap apa pun yang ada di dalam matamu. mata itu, jurang, jika ada yang rela jatuh, kamu tahu siapa yang benar peduli kepadamu. . 📷: pinterest 💌: @penakecil_id
terkadang, aku jatuh cinta pada aku yang sendirian. yang hanya ingin dibiarkan, yang hanya ingin berbagi isi kepala kepada pagi, malam atau hujan. sebab, aku tahu, serumit apa pun aku melewati hidup, tetap saja akan ada seseorang yang tidak benar-benar peduli. itu alasannya aku lebih senang berbagi sendirian, mendamaikan isi hati dan kepala, agar di antara keduanya seimbang dalam menentukan rasa. iya, aku perempuan yang juga manusia biasa. aku tidak hanya memiliki rasa bahagia, tetapi juga rasa sedih, rasa kecewa. aku tidak ingin selalu berpura-pura kuat untuk menahannya, saat aku sudah merasa tidak bisa, aku akan menangis. percayalah, menangis bukan karena kita lemah, tetapi tanda bahwa ya memang kita hanya manusia biasa. . 📷: pinterest 💌: @penakecil_id
Pengganti #R
Aku masih ingat jelas, terakhir kali aku menulis tentang #R adalah pada tanggal 07-07-2017. Yang mana, di tulisan itu aku bertekad untuk berhenti menulis tentang dia lagi. Dan kalau ditanya “kenapa bisa?”, aku akan menjawab dengan lantang bahwa: time heals (almost) everything.
Setelah cerita #R berakhir, aku bertemu dengan seseorang. Secara nyata dan kali ini dapat dijangkau. Seseorang yang secara tidak langsung membuatku melupakan harapan tentang #R. Seseorang yang mendadak membuat #R menjadi tidak penting lagi. Seseorang yang membuatku percaya, selalu ada waktu lain untuk mencinta.
Dia orang yang baik. Tapi, sepertinya dia juga baik pada semua orang. Dan itu yang membuat aku resah. Aku tidak tahu kapan tepatnya aku mulai melihat dia bukan sebagai teman biasa lagi. Yang pasti, aku ingin dia menatapku dengan kadar kekaguman yang sama seperti aku menatapnya. Namun, itu adalah hal yang mustahil. Aku tahu itu. Sejak dari awal.
Percakapan dengannya selalu berkesan di ingatanku. Dari yang singkat hingga yang lama. Aku jelas tahu dia tidak ingin melibatkan rasa. Maka dari itu, aku mencoba untuk tidak menunjukkan, walau sebenarnya aku selalu gagal untuk tidak memberi kode-kode padanya. Aku menghargai keputusannya untuk berteman saja. Aku, dia, kami tahu semua akan jauh…jauh…jauh…lebih sederhana jika tidak bawa-bawa perasaan.
Seperti kata Kak Susyillona–apa yang bisa membuat kita tersenyum, nikmati dan jalani saja. Kita tidak akan pernah tahu siapa yang terbaik kalau kita tidak membuka hati. Jadi, ya, sekarang aku pun berusaha untuk menciptakan kesempatan-kesempatan itu, tapi aku tidak ingin memaksa dia. Kali ini, aku akan membiarkan semesta yang memberi tanda untuknya.
Dan, sekarang mari kita lihat bagaimana cerita ini selanjutnya.
Entah mengapa aku percaya kita akan bertemu pada satu titik yang sama lagi, pada satu kesempatan lagi, pada satu masa yang akan terjadi esok hari. Hari ini, biarlah kita memutar jalan, sejauh apapun itu percayalah, kita akan bertemu kembali.
(via dwsrkhns)
Satu kata yang membuat saya berhenti di kamu adalah cukup. Denganmu saya merasa cukup; cukup merasa dihargai, disayang, dihormati, dan diperjuangkan.
Bagian mana dari kalimat di atas yang tidak kamu pahami? (via halamanbercerita)
Aku tidak pernah tahu kalau mengirimi sebuah pesan singkat berupa kata ‘hai’ saja dapat menimbulkan konflik batin yang luar biasa dashyatnya. Sebelumnya, aku baik-baik saja bila tidak mendapati satu notifikasi pun. Tapi, untuk kali ini, darimu, aku sangat ingin.
Mungkin, pesanku tergolong kalimat basa-basi yang bisa dengan mudahnya diabaikan. Padahal, kuperlukan beberapa waktu untuk bergumul dengan perasaan sendiri, apakah lanjut dikirim atau dihapus saja. Selalu ada ketakutan tersendiri; bagaimana jika aku tidak cukup menarik untuk kauindahkan?
Jangan pergi. Dua kata yang tidak pernah kamu dengar, tapi cukup keras kuucapkan dalam hati–setiap kali kamu mengakhiri percakapan. Tidak inginkah kamu berbincang denganku lebih lama lagi? Membahas apa saja seperti saat pertama kali kamu mencanduku dengan cerita-ceritamu.
Kadang, aku iri padamu yang bisa mencairkan suasana dengan satu ‘hai’ singkat. Hal yang kuharap aku pun berdaya melakukannya. Tapi, aku tidak pernah benar-benar tahu bagaimana caranya membuatmu bertahan di lingkaran obrolan kita.
Dan sayangnya, aku selalu merasa belum begitu akrab denganmu untuk meminta laporan mengenai kabarmu, kesibukanmu, dan hal-hal yang ada di keseharianmu. Maka, yang bisa kuperbuat hanyalah menggandakan kesabaran.
Barangkali, di kesepianmu itu, kamu akan mencariku. . . . Aku ingin percaya–entah kamu ada di mana, entah kapan, entah sedang bersama siapa–hanyalah aku yang kamu cari dan kirimi pesan-pesan berarti itu. Jikalau tidak pun, biarkanlah aku tetap berpikiran begitu, selamanya. . . . Art: @misscyndiii
Perasaan yang Tak Kusuka
Aku tak pernah menyukai tentang perasaan dan pikiran-pikiran yang menggaung ini. Aku tak pernah bisa menerimanya. Ini pikiran dan perasaan sedang selaras, tapi egoku tak mau tahu juga. Aku tak suka. Tak mau.
Menjadi mudah peka
Menjadi mudah tersingguing
Menjadi mudah marah
Menjadi mudah membutuhkan
Menjadi mudah khawatir
Hingga tersampaikan hal-hal berlebih dan kamu tahu sendiri hasilnya seperti apa?
Aku tak suka, ketika kita harus perlahan menjauh atau bahkan pergi karena sudah tak nyaman satu dengan lain.
Aku tak suka nyaman yang kurasa harus ternodai.
Aku tak rela segala tawa dan pemikiran itu akhirnya kamu bawa pergi, Tidak.
Aku hanya nyaman. NYAMAN.
Aku tak suka kamu menjauh. Aku tak suka perasaan ini. Aku tak ingin, kamu juga. Aku tak suka jika aku tak bisa lagi mengganggumu tiba-tiba dengan cerita bodoh dan abstrak, lalu kamu menertawakanku. Iya aku tak suka. Aku tak mau.
Aku tetap ingin nyaman yang dulu, tanpa apa-apa. Cukup.
Aku takut kamu menjauh, sungguh.
Satu dua tiga dan tak terhingga. Aku tak dapat membendungnya.
Aku rindu percakapan-percakapan kecil kita. Kamu yang menimpali dan sering kali iseng berbagi. Aku rindu ocehan-ocehanmu; tentang berbagai hal. Bahkan aku rindu suara sumbang dan berbagai foto yang kau kirimkan. Aku rindu kamu. Entah aku harus bagaimana?
(via dwsrkhns)
You didn’t find this post for nothing. Allah allowed you to see this for a reason. There are millions of blog posts out there, but you’re reading this one right now. I just want you to know that Allah is right there with you and He loves you more than you will ever understand. He knows what you’re going through. He knows what you want. He knows what you need. He won’t let you down so just rely on Him and trust Him. Everything is gonna be okay, you just have to let His plan work out. If you’re looking for a sign or something to give you some hope and strength, then let this be it. Don’t give up!