Allah selalu memberi yang terbaik, bahkan pada keputusan yang kita anggap salah :)
-py
★
Color Me Curious
Monterey Bay Aquarium
Interview Vampire Daily
Cosimo Galluzzi
almost home

PR's Tumblrdome
untitled
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
todays bird

Kiana Khansmith

tannertan36
Not today Justin
𓃗
No title available
EXPECTATIONS
Fai_Ryy
taylor price
Xuebing Du
No title available

seen from Colombia
seen from United States
seen from Ecuador
seen from Brazil
seen from Germany

seen from Russia
seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Colombia

seen from Colombia
seen from Germany
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Indonesia
seen from United States

seen from Vietnam

seen from Germany
@penikmatskenario
Allah selalu memberi yang terbaik, bahkan pada keputusan yang kita anggap salah :)
-py
lapis-lapis penerimaan
ya Allah. engkau adalah Allah yang maha merencanakan. engkau adalah Allah yang maha menetapkan. engkau adalah Allah yang maha memiliki seluruh pengetahuan. ya Allah, aku beriman kepada-Mu dan kepada takdir-Mu. maka, bantu aku ya Allah.
bantu aku untuk tidak menentang takdir-Mu, ya Allah. bantu aku untuk tidak menyalahkan siapa-siapa, tidak mendendam kepada siapa-siapa, tidak membenci siapa-siapa. bantu aku untuk tidak berandai-andai tentang hal yang tidak bisa aku ubah. bantu aku untuk tidak mengungkit-ungkit hal yang hanya akan menambah luka. bantu aku ya Allah.
bantu aku untuk menerima takdir-Mu ya Allah. bantu aku untuk memahami bahwa setiap orang beriman pasti diuji. bantu aku menyadari bahwa ada takdir-takdir yang adalah karena ulahku sendiri. bantu aku mengerti bahwa yang terjadi pasti adalah yang terbaik menurut-Mu. bantu aku untuk memeluk setiap perasaan yang hadir bersama dengan ujian ini. bantu aku untuk memaafkan segalanya.
bantu aku untuk mensyukuri takdir-Mu ya Allah. bantu aku menemukan ibroh dan hikmah dari takdir-Mu. bantu aku sampai kepada khidr moment-ku. bantu aku tidak hanya untuk melihat pelangi setelah badai, tetapi juga memahami mengapa badai ini turun ke bumi, kepadaku.
bantu aku untuk mencintai takdir-Mu ya Allah. bantu aku untuk bertaubat. bantu aku untuk menjadikan ujian ini titik balikku, titik kebangkitanku, titik kembaliku. bantu aku untuk keluar dari badai ini sebagai seseorang yang baru, seseorang yang lebih tebal imannya, lebih bertakwa. bantu aku terus bergerak.
ya Allah, kata-Mu, tidak ada ujian yang melampaui kesanggupan penerimanya. dengan imanku yang aku upayakan ini ya Allah, aku yakin bahwa aku akan sanggup——jika engkau membantuku. maka, bantu aku ya Allah. bantu aku tidak menentang takdir-Mu. bantu aku menerima takdir-Mu. bantu aku mensyukuri takdir-Mu. bantu aku mencintai takdir-Mu, mencintai-Mu.
baru kembali ke dunia ini, lalu menemukan tulisan ini...
KETENANGAN
semakin bertambahnya usia, doaku hanya ingin diberikan ketenangan dalam kehidupan. ya doa itu bukan hanya untuk kehidupanku, tapi untuk sosok yang akan mengiringi langkah kakiku aku membutuhkan sosok yang hadir dengan membawa ketenangan, mengajarkanku untuk bersama-sama mengambil keputusan dengan tenang, menjalani hari dengan penuh kesadaran, membangun mimpi dengan penuh kebaikan. aku ingin menjalani kehidupan seperti ibadah terpanjang yang penuh ketenangan
Anugerahi itu ya Rabbi..
Allah nomor satu ya :)
2025
aku tak memaksa diriku untuk berhenti. tapi aku hanya berdoa agar aku bisa bertumbuh dan menerima semua takdirNya. aku tak memaksa padaNya, aku percaya Ia berlarut mengajarkanku pada hal yang sebenarnya aku tak pernah lulus. ya ini memang ujian dalam penjagaanNya.
Ku buka lagi, ku tulis kembali
maaf ya ceritanya masih disini. tapi nyatanya aku terus berusaha. aku benar-benar berusaha dan terus mencoba. dalam setiap tulisan ini, hatiku selalu berkata "ya Allah bantu aku.."
aku tak ingin bergulir pada takdir yang bukan menjadi kuasa-ku, semua ini kuasa-Mu. hentikan aku pada setiap kuasa yang rasanya aku ingin menjadi penguasanya.
tunjukkan aku kuasaMu..
Di kimia, ada istilah "Like dissolve like", bahwa sesuatu itu akan terlarut pada sesuatu yg sama. Itulah kenapa air dan minyak tidak pernah bercampur, karena mereka beda jenis kepolaran nya.
Kalau dalam konteks manusia, seseorang pernah menyampaikan ttg "Value attract value", bahwa apa yg kita jadikan nilai pada diri kita itulah yg akan mendekatkan kita pada orang² yg serupa.
Karena"kamu akan menemukan apa yang kamu cari, maka carilah sesuatu yang baik diantara banyaknya hal yang bisa dicari"~~~
Berdamai
Setelah beberapa kali tadkir bergilir, akhirnya pertemuan itu hadir. aku mengucapakan selamat kepada diriku sendiri: berdamai atas setiap keadaan yang selama ini terjadi. ya memang tak pernah terjadi apa-apa; bagimu. tapi tidak untukku.
aku berterimakasih kepada diriku sendiri yang bisa kembali kepada aku yang dulu. aku yang tak memiliki harap; meski membaca pesan itu bagaikan sebuah doa. tapi aku percaya doa itu di tulis sebagai pengamat jauh dalam perjalanan ini.
aku paham: mengamati memang berbeda dengan mengiringi. meski kalimat itu sederhana, tapi maknanya dalam: bagiku yang sedang membutuhkan.
tapi kembali lagi dengan judul di awal: bukankah aku sedang terus berusaha berdamai?
maaf ya diri, mari terus berusaha berjalan dan berdamai :)
Rasional!
Jangan hanyut pada kesemuan, ada pijakan yang harus dipikirkan.
"Ya Allah fokuskan diri pada sesuatu yang harusnya menjadi apa yang di pikirkan. Hapus sesuatu yang seharusnya tidak ada dalam kemampuan diri memikirkan. Jaga diri ini ya Allah"..
Ketahuilah bahwa jiwa yang lelah itu tidak akan kembali pulih dengan tidur atau tempat yang mewah, sungguh jiwa yang lelah itu hanya butuh kedekatan dengan Tuhannya. Menangis dan meminta kekuatan pada pemilik dunia dan seisinya.
Sebab pundak yang memikul beban ini pasti akan lemah dan tak sekuat masa muda, maka mintalah kekuatan agar seberat apapun beban yang harus dipikul ia tetap kokoh dan kuat membawanya, sampai kapan? Sampai Allah ambil beban itu atau Allah menyuruh kita untuk meletakkannya.
Serindu ini hati dan jiwa ini pada sepertiga malam yang sudah lama ditinggalkan, serindu ini hati dan jiwa ini untuk kembali menangis dan mengadukan semua perihal lelucon dunia ini pada-Nya.
Mari kembali, barangkali jiwa dan hati kita butuh pulang, butuh merendah, butuh sujud dengan tangisan. Tidak ada yang tahu kecuali kita dan Tuhan kita saja.
@jndmmsyhd
Look in.
Sebagaimana yang dikatakan Ibu Elly Rusman hafidzahullah, di unggahan sebelumnya bahwa poin penting sebagai orang tua dalam pengasuhan adalah look in (selalu melihat ke dalam diri) semisal ada tipe orang tua yang mengekang anak, ada pula yang demokratis.
Tanyakan pada dirimu sebagai orang tua (look in), mengapa selalu menuntut atau mengapa terlalu membebaskan? Apa dulu terlalu terkekang sehingga sekarang ingin membebaskan anak supaya tidak merasakan seperti dirimu? Apa itu benar? Sering-seringlah look in dan meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Ini sudah benar apa belum.
Dan pengasuhan pun sejatinya, hubungan ke atas atau hubungan vertikal (hablun minallah) dahulu baru setelahnya hubungan horizontal (hablun minannas). Inilah yang juga sering diremehkan.
“Jika anakku bertingkah hari ini, bisa jadi karena ada hak Allah yang aku abaikan. Jika anakku sukar diatur hari ini, bisa jadi karena ada hak Allah yang aku lalaikan. Jika anakku menguras emosiku hari ini, bisa jadi karena ada hak Allah yang aku akhirkan. Terkadang penyebab utama seluruh kesukaran karena kita tidak menunaikan hak Allah di atas yang lainnya. Tentang salat di akhir waktu dengan terburu-buru. Tentang lembar Quran yang tak dibuka apalagi ditadaburi. Berharap semua berjalan sempurna tapi Pencipta hanya diberi waktu sisa. Hai aku, jangan bercanda.” - Derry Oktriana Syofiadi hafidzahullah
Lagi-lagi tentang look in sebagai bentuk evaluasi kepada diri sendiri dan mengevaluasi hubungan orang tua dengan Allah Subhanahu Wata’ala.
Sebuah kontemplasi agar tidak serta-merta menyalahkan anak yang akhirnya memicu luka dalam pengasuhan lalu melabelinya dengan sebutan nakal, dsb.
“Anak durhaka kepada orang tua? Ada. Orang tua durhaka kepada anak? Tidak ada. Orang tua durhaka? Ada, durhaka kepada Allah Subhanahu Wata’ala sebab yang diingkari adalah perintah Allah Subhanahu Wata’ala kepada orang tua untuk memenuhi hak anak.” - Mamazi hafidzahullah
Sebagaimana yang dikatakan pula oleh Ibu Elly Rusman hafidzahullah, orang tua sering lupa menempatkan bahwa anak adalah amanat Allah Subhanahu Wata’ala sehingga suka semena-mena.
Banyak kasus di mana ibu kesal dengan ayah, anak yang jadi korban. Di sinilah bentuk contoh bahwa orang tua tidak menempatkan anak sebagai amanat dari Allah Subhanahu Wata’ala.
Mereka yang menempatkan anak sebagai amanat dari Allah Subhanahu Wata’ala tanpa peduli apa pun kondisinya, harus mencari nafkah juga, harus mengasuh anak juga, harus mengurusi keluarga yang lain juga yang entah rasa capeknya sudah tidak tahu ada di sebelah mana tetap saja on track sebab meyakini pula ada Allah Subhanahu Wata’ala yang akan menolongnya.
Inilah dalam pengasuhan perlu meyakini bukan hanya menyoal hal tersebut saja. Mau apa pun metodenya, intinya adalah Allah Subhanahu Wata’ala. Bagaimana hubungan orang tua dengan Tuhannya? Look in.
Jika anak yang bermasalah, bagaimana tauhid orang tua pun akan memengaruhi sikapnya untuk merespon. Ia akan merespon secara proporsional.
“Jika kamu sebagai individu melakukan kesalahan inginnya disikapi seperti apa? Dibentak-bentakkah? Dipukulkah? Tentu tidak ingin kan? Lalu mengapa kamu melakukannya kepada anakmu? Anak melakukan kesalahan langsung diomelin, dibentak, dipukul. Apa kamu pun siap ketika melakukan kesalahan langsung diazab oleh Allah Subhanahu Wata’ala? Kepalanya dipecah dengan batu atau dimasukkan ke dalam tungku api. Anak (yang mungkin masih kecil) tidak bisa berbuat apa-apa tetapi bukankah Allah Subhanahu Wata’ala mampu melakukan apa yang kamu lakukan itu ke anak-anakmu dengan hal yang jauh lebih berat dan lebih besar? Allah Subhanahu Wata’ala lebih berkuasa atas kamu dibanding kekuasaanmu terhadap anak-anakmu dan Dia lebih sanggup menghukum atau menyakitimu dibanding kemampuanmu untuk menghukum atau menyakiti anak-anakmu.” – Ust. Nuzul Dzikri hafidzahullah
Lagi-lagi look in dan yang juga perlu dievaluasi adalah bagaimana suami memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya halalkah? Tayibkah? Zabiha hewan yang dikonsumsi jelaskah? Sebab apa yang dikonsumsi akan memengaruhi jiwa.
Inilah yang juga penting dan dasar namun jarang dibahas dalam kelas-kelas pengasuhan. Bisa jadi anak susah diatur sebab dampaknya berasal dari sumber nafkah yang haram. – Ummu Sajjad hafidzahullah dan Ust. Fatih Karim hafidzahullah
“Jagalah hak Allah niscaya Allah akan menjagamu.” (HR. Tirmidzi, no. 2516 dan Ahmad, 1:293)
Semakin sedikitnya doa yang kita ucap, pertanda semakin sedikitnya pula kita bergantung pada Tuhan. Biasakan berdoa pada semua kebutuhan, agar Tuhan sayang dan cinta. Bukankah seseorang yang cinta dan sayang itu pasti akan memberikan segalanya untuk yang dicintai? Apalagi Tuhan, pemilik dunia dan isinya.
@jndmmsyhd
Perempuan Dominan
Sebenernya pengen bahas ini dah lamaaa banget, tapi bingung nulisnya kayak gimana. Sampai akhirnya aku terpantik dari story tehdin sekitar minggu lalu, yangmana belio dapat nasihat jangan terlalu dominan
Aku agak gemes, karena dominan seringkali konotasinya negatif. Padahal tidak selalu seperti itu
Oh iya, sebelum menulis ini, aku tanya dulu sama suamiku, "Aku ini dominan nggak sih mas?". Dia jawab, "Iya".
"Definisi dominan menurut mas itu kaya gimana?", tanyaku. "Unggul, kuat", jawabnya
"Hmm masa? Kayanya lebih ke berpengaruh gitu nggak sih mas?", tanyaku. "Hmm gak juga. Tapi iyasih, membawa pengaruh", jawabnya
"Akupun juga terpengaruh beberapa hal dari mas. Buktinya aku sekarang lebih calm dan gak se-sangar dulu", kataku. "Trus mas nyesel gak nikah sama aku? Aku kan dominan. Biasanya cowo-cowo gak mau tuh sama cewe yang suka ngatur", tanyaku
"Enggak. Meski kamu sering reaktif, bawel, tapi itu kan juga perhatian. Aku suka sama orang yang bisa diajak diskusi dan ngasih saran. Trus kadang kalo aku sudah maunya A, kamu juga gapapa, bisa terima aja", jawabnya
Perempuan dominan memang cocok sama laki-laki yang perlu dukungan dan validasi; yang perlu diajak negoisasi dan diskusi. Dominan seringkali dianggap negatif, padahal bukan berarti angkuh dan berkuasa, justru dominan itu memiliki kontrol kuat dalam dirinya, sehingga mudah menempatkan diri pada kondisi
Namun bukan berarti nantinya tidak ada konflik, pasti ada karena dua individu berbeda. Biasanya kita mencari yang minim potensi konflik
___
Dulu sebelum menikah, yang paling khawatir ialah mamaku, karena beliau tau aku orangnya dominan, tidak mau diatur, kuat pendirian dan keras kepala. Padahal aku merasa diriku gak semenakutkan itu. Terbentuk seperti itu karena keluargaku memang keras, ceplas ceplos, no baper-baper. Aku merasa diriku ini diplomatis, gak saklek, tapi ketika orang-orang menilai berbeda. Ya slow aza
Kayanya udah biasa ya, cewe-cewe dominan dan independen selalu dapat nasihat dari orang lain yang intinya jangan terlalu dominan. Tapi aku selalu skeptis. Why? Ya nggak apa-apa dong, asalkan paham dengan kapasitas diri, paham dengan peran berdasarkan prinsip masing-masing, bisa mengatur ego
Gak masalah menjadi perempuan yang dominan, strong, independen atau apa lah sebutannya. Justru itu harus, daripada nggak punya pendirian, gak tau tujuannya apa, cuma ngikut alur dan mudah terwarnai. Manut-manut ae, dikon nyemplung kali moro gelem sisan wkwk candaa ini perumpamaan aja
Kalau istri cenderung dominan dari suami, tetap harus bisa menghargainya sebagai kepala keluarga; juga sebagai suami. Beri ruang, dan turunkan ego. Pahami love language pasangan. Dua tahun ini, aku juga akhirnya belajar, bahwa memang benang yang mbulet itu harus diluruskan (dibicarakan baik-baik dan belajar memvalidasi apa yang sedang dirasakan)
Sekalem-kalemnya suami, tentu ia tetap ingin diperlakukan sebagai kepala keluarga yang punya andil besar dalam setiap keputusan. Istri mendampingi, menemani dan keduanya saling support
Jadi.. pasangan itu bukan saingan, justru saling mendukung. Siapapun yang lebih dominan, sebisa mungkin mau memposisikan diri dalam hal satu atau hal yang lainnya. Kedudukan suami di atas, dan istri di bawah suami, bukan berarti ada penindasan atau sebagainya. Dikarenakan suami memiliki peran dan tanggungjawab paling besar di dalam keluarga
Semoga Allah lembutkan hati kita untuk terus berbaiksangka, juga saling mendukung orang-orang di sekitar kita
Jakarta, 1 Agustus 2023 | Pena Imaji
Yang sedang orang-orang bahas tentang aku;
"kamu jangan terlalu dominan. Laki-laki minder liat perempuan dominan"
Pada rencana yang hancur dan air mata yang berjatuhan, seakan Tuhan tidak setuju dan benar-benar memaksamu untuk berhenti. Percayalah bahwa Tuhan hanya tidak ingin kamu celaka dengan rencanamu. Dia pun hanya ingin memutuskan harapanmu dari manusia agar kamu kembali menaruh harap pada-Nya. Tidak apa-apa, sabar ya.
Menangis saja jika itu bisa melegakan, sepertinya Tuhan tahu bahwa kamu sudah lama tidak menangis terisak memohon kepada-Nya. Sebut nama-Nya dalam doa dan setiap ucapan bibir.
Tidak apa-apa, semua akan mudah. Mulailah menarik napas dan berusaha merangkai lagi serpihan mimpi yang terpecah dan terpencar, rangkai sebisanya. Sisanya, nanti biar Tuhan yang melengkapi dan membantu.
Kamu kuat, hanya saja sekarang sedang butuh dikuatkan. Entah oleh kejutan Tuhan atau oleh prasangka baikmu pada-Nya.
Semangat, ya. Setiap kita harus menangis pada apa yang sedang diupayakan dan diusahakan. Wajar kok.
Selamat melanjutkan langkah dan perjalanan, ya.
@jndmmsyhd
Aku akan melangkah!
Sebelumnya terimakasih sudah menjadi bagian dalam langkah perjalanan ini. Terimakasih sudah menjadi bagian pelajaran hidup yang paling berharga.
Melangkah memang tak mudah, ada bayang-bayang yang selalu menghampiri. Melangkah memang susah, ada rasa yang tak kunjung usai.
Tapi melangkah menyambut lembaran baru adalah takdirNya. Meskipun tak mudah, meskipun susah; aku akan tetap melangkah!
Hari ini, aku belajar mengenai iman kepada Qada' dan Qadar. Teringat dulu sewaktu kecil begitu antusias dalam menghafal rukun iman tersebut karna pasti akan masuk kedalam soal ujian. Jika dulu Sewaktu kecil kita cuman tau kalimatnya saja, maka kini kita harus lebih paham dan mengerti maksud dari 6 Rukun iman tersebut.
Iman kepada Qada dan Qadar maksudnya percaya dan yakin betul sama semua takdir dan ketentuan yang Allah beri untuk kita.
Kalian pasti sering mendengar qoutes dari ust Agam kan?, "Hadiah terbaik adalah apa yang kamu miliki, dan takdir terbaik adalah apa yang kamu jalani".
.
Setiap kali, saat melihat indahnya pencapaian orang lain yang dirasa begitu membahagiakan. Dan diri terus terusan membandingkannya. Lalu akhirnya yang merasa tersakiti adalah hati sendiri, merasa tertinggal, merasa terintimidasi, dan lain sebagainya. Mengapa ya bisa begitu?
Kata ustadzah ku, Jawabannya adalah karena jiwanya kosong.
Iya, kosong dari rasa syukur, kurang dicintai, sering direndahkan dll.
Perasaan seperti ini akan hilang, jika disekitarnya diisi dengan orang-orang yang mengisi kekosongan itu. Mengisi dengan apa? Tentunya dengan rasa Cinta dan kasih sayang dalam bentuk perhatian, bimbingan, dan dukungan. Dan pasti, jika benar benar merasakan, selalu ada orang yang seperti itu dalam hidup kita. Rasakanlah kehadiran mereka, walau hanya satu dua orang.
Bila yang kosong tadi sudah teratasi, maka sangat mudah bagi kita untuk ikut bahagia melihat orang bahagia.
Itu baru dari manusia, bagaimana jika jiwa kita yang kosong itu di isi dengan kedekatan kita kepada sang khalik? Di isi dengan 99 asmahul husna-Nya? Kasih dari Ar Rahman, sayang dari Ar Rahim...
Rasakanlah, kehadiran-Nya...
Jika demikian adanya, maka insyaAllah kita akan bisa membantu jiwa orang orang disekitar untuk kembali tumbuh lagi kuat, lalu bermekaran bunga-bunga...
InsyaAllah..
Yuk kita hadirkan lingkaran kasih sayang demi menciptakan nasib yang lebih indah...
If Allah guides you to remember him, it’s a sign that He loves you.
Na’am, we need to start running to our lord. You ever know when you won’t be guided back and that’s the scary part. Whom so ever Allah misguides none can guide. Whom so ever Allah guides none can misguided. May Allah make us amongst those who are steadfast.