instagram | colourspeak_kerry_
TVSTRANGERTHINGS

No title available

bliss lane
todays bird
Monterey Bay Aquarium
macklin celebrini has autism

No title available
he wasn't even looking at me and he found me
Jules of Nature
The Bowery Presents

izzy's playlists!

PR's Tumblrdome
I'd rather be in outer space 🛸

JVL
Sade Olutola
hello vonnie
wallacepolsom
Misplaced Lens Cap
trying on a metaphor

tannertan36

seen from United States

seen from United Arab Emirates
seen from Bolivia

seen from United States
seen from Spain
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Austria
seen from Canada

seen from Italy

seen from Türkiye
seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from Bangladesh

seen from United States

seen from Canada
seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from South Africa
@perempuwanita
instagram | colourspeak_kerry_
20.03.2022 79/365
Kamu yang-tinggal-memori;,.
Mencintaimu itu perlu siap berlapang dada pada luka-luka yang bakal bersemi tanpa pernah tahu akan terluka lagi.
Mencintaimu itu adalah bungkusan dari pengajaran tentang kehidupan yang tanpa pernah tahu menjadi bagian langkah ke masa hadapan.
Mencintaimu itu adalah nyaman meskipun kita tidak saling berpapah arah menuju sebuah tujuan untuk menjadi satu.
Mencintaimu itu adalah tentang kehilangan yang membawa pada sebuah pertemuan di hari ini.
Aku telahpun melepaskan dan berserah dengan kehilangan ini. Syukur kepada Illahi kerna dari perkenalan ini aku belajar untuk ikhlas dalam berbagi meski tidak dibanjiri dengan pekungan rasa dari dia yang pernah aku cintai. Tuhan lebih tahu mengapa juga kenapa aku disini dan jika menurut-Nya perpisahan ini jalan yang terbaik aku berserah sepenuhnya kepadaMu Tuhan. Syukurku lebih banyak kerna dilindungi dan dipelihara dari keburukan juga kejahatan yang bakal terjadi.
—Terima kasih Tuhan, Alhamdulillah ♡
Now this is something I’d watch on tv!
(via)
Just because my dreams are different than yours, doesn't mean they're unimportant ~ Little Women (2019)
Redbubble | TeePublic | Shop
nature series 3/∞
Ingatlah setiap tangan yang menadah ke langit, tidak akan pernah kembali dalam keadaan kosong.
Makbul tidak makbul doa kita itu adalah rahsia Allah.
Jangan pernah jemu berdoa, sebab Allah tak pernah jemu mendengar suara kita ketika merintih padaNya.
@tweetislamik
instagram | gracerosefarm
instagram | clangart
instagram | farmgirlflowers
Beautiful entrances.
instagram | triplewrenfarms
Kemuliaan Perempuan
﷽
Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak perempuan adalah bahwa kemuliaan perempuan tidak bergantung pada ada tidaknya laki-laki yang mendampinginya, tidak pula pada sudah atau belumnya mereka terkarunia melahirkan buah hati dari rahimnya.
Tahu darimana?
Dari tiga kisah perempuan mulia; Maryam, 'Asiyah dan 'Aisyah. Yang salah satu di antara mereka bahkan namanya Allah abadikan menjadi nama surat yang ke 19 dalam Al Qur'an.
Yang pertama, Maryam binti Imran, perempuan suci, tak pernah disentuh lelaki, tertakdir tak bersuami, namun diuji harus mengandung & melahirkan bayi lelaki yang di kemudian hari akan menjadi seorang Nabi.
Yang kedua, 'Asiyah binti Muzahim, perempuan dengan akhlaq terpuji, tertakdir bersuamikan lelaki zhalim yang mengaku Tuhan, yang kemudian tega membunuhnya karena tak mau menjadikan sang suami sebagai sesembahan.
Yang ketiga, 'Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq , perempuan yang pernah difitnah secara keji, hingga Allah turunkan ayat pembelaan tuk mengklarifikasi. Perempuan ini, tertakdir tak pernah mengandung dan melahirkan buah hati meski bersuamikan seorang Nabi yang merupakan lelaki terbaik di muka bumi.
Apakah hal itu lantas mengurangi kemuliaan mereka? Tidak sama sekali!.
Bahkan ketiganya (Maryam, 'Asiyah dan 'Aisyah) disebut secara khusus oleh Rasulullah sebagai perempuan yang "sempurna" (Memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh perempuan lainnya) dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa,
“Banyak dari kaum laki-laki yang sempurna, dan dari kaum perempuan tidak ada yang sempurna kecuali Asiyah istri Fir’aun, Maryam binti Imran, dan sungguh keutamaan Aisyah atas kaum perempuan adalah sebagaimana keutamaan tsarid (roti yang direndam oleh kuah dan dicampur dengan potongan daging) atas semua makanan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Itulah mengapa bagi para shahabiyah (perempuan-perempuan beriman yang bertemu langsung dengan Rasulullah), yang terpenting adalah bagaimana mereka mendapatkan kemuliaan di sisi Allah dan bagaimana mereka meraih keridhaan Allah dengan senantiasa menjaga cinta dan ketaatan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.
Mereka sama sekali tidak risau dengan perkara-perkara yang bersifat dunia, seperti jodoh yang belum kunjung tiba atau anak yang belum jua terkarunia, atau harta benda yang tak semewah milik tetangga, yang kesemuanya itu hanyalah perhiasan kehidupan dunia.
Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Quran surat ke 18 (Al Kahfi) ayat yang ke 46,
{الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا} [الكهف : 46]
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."
Bukan berarti memiliki pendamping hidup, keturunan (anak-anak) dan harta itu tidak penting (gak gitu ya konsepnya). Maksudnya disini lebih kepada tidak menjadikan semua itu sebagai standar ukuran kemuliaan seseorang. Sehingga menganggap tidaklah mulia atau jadi kurang sempurna ketika hal-hal tersebut Allah takdirkan tak terkarunia.
Kecintaan para shahabiyah terhadap Allah dan Rasul-Nya lebih besar daripada kecintaan mereka terhadap dunia & seisinya bahkan terhadap diri mereka sendiri.
Sebagaimana dikisahkan di kitab Fadhail A'mal yang ditulis Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandalawi rahimahullah.
Kala tersiar kabar bahwa pasukan kaum muslimin mengalami kekalahan di perang uhud dan banyak di antara pasukan kaum muslimin yang syahid dan mengalami luka parah, keluarga pasukan kaum muslimin yang menanti di Madinah menjadi khawatir dan gelisah.
Di antara mereka ada seorang shahabiyah yang karena begitu besar kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya, sibuk sekali mencari kabar tentang bagaimana keadaan Rasulullah. Ia begitu mengkhawatirkan keselamatan beliau shallallahu 'alaihi wa salam.
Ketika terlihat olehnya kerumunan rombongan orang-orang yang sedang membicarakan kabar kekalahan tersebut, ia segera menghampiri mereka.
"Bagaimanakah keadaan Rasulullah?" tanyanya penuh kekhawatiran.
Melihat kedatangannya, salah seorang dari mereka berkata, "Wahai saudariku, Ayahmu telah syahid".
"Innalillaahi wa inna ilaihi raaji'un.." ucapnya, sesaat ia terdiam. Ada telaga yang tercipta di sudut matanya. Namun tak lama kemudian ia kembali bertanya, "Apakah Rasulullah baik-baik saja?"
Karena tak mendapatkan jawaban, ia pun berlalu dan menyusuri rombongan baru, diantara rombongan tersebut ada yang kemudian menghampirinya dan mengabarkan, "Semoga Allah memberimu kesabaran, karena suamimu telah syahid" Ucap salah seorang dari mereka.
"Inna lilaahi wa inna ilaihi raaji'un.. " Jawabnya sambil menarik nafas panjang yang mulai terasa berat. Ia kembali terdiam beberapa saat. Telaga bening di kedua sudut matanya mulai terasa ingin tumpah, namun ia segera teringat dengan Rasulullah,
"Lalu keadaan Rasulullah? Apakah Rasulullah terluka?"
Belum sempat ia mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, ada yang datang dan mengabarkan kepadanya, "Maafkan aku karena harus memberitakan kabar duka ini, saudaramu telah syahid" Ucap orang itu.
"Anak-anakmu juga semuanya syahid" Timpal seorang yang lain lagi.
"Innalillaahi wa inna ilaihi raaji'uun.." tuturnya dengan suara bergetar. Satu per satu air matanya mulai keluar. Namun ia tak hirau, ia justru kian mengkhawatirkan keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Tolong siapa pun beritahu aku bagaimana keadaan Rasulullah?"
"Tak perlu khawatir, Alhamdulillah, Rasulullah baik-baik saja" Jawab salah seorang dari mereka.
Namun ia belum puas sebelum ia memastikan dengan mata kepalanya sendiri.
"Dimana Rasulullah? Aku ingin melihatnya?" tanyanya lagi.
"Rasulullah ada dalam rombongan yang itu" Tunjuk salah seorang yang lain.
Segera ia berlari menuju tempat yang di tunjuk. Saat tampak olehnya sosok Rasulullah, barulah hatinya merasa tenang dan lega, hingga wajahnya mampu menyunggingkan seutas senyum bahagia.
"Ya Rasulullah, penderitaanku menjadi ringan setelah aku melihat engkau" Ucapnya.
Di riwayat yang lain dia mengatakan, "Ya Rasulullah, demi ayah dan ibuku, setelah aku melihatmu dalam keadaan hidup dan selamat, maka aku tidak peduli terhadap musibah apa pun yang telah menimpaku."
MasyaAllah laa quwwata illa billah.
Apa hikmah yang bisa diambil?
Kemuliaan perempuan terletak pada ketaqwaannya yang tercermin dari seberapa besar kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Bukan pada bentuk fisiknya, bukan pada status sosialnya, bukan pada nasabnya, bukan pada harta benda yang dimilikinya, bukan pula pada statusnya sebagai istri ataupun sebagai ibu biologis.
Semoga Allah menolong dan memampukan kita menjadi perempuan-perempuan yang mulia di mata Allah. Yang shalihah, yang qanitah, yang hafizhah, yang kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaannya kepada dunia & seisinya.
Allahu a'lam bisshawab.
اللَّهُمَّإِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أََحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ. رواه الترمذي
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang dingin (di padang yang tandus)." [HR. Tirmidzi].
Ukhtukum fillah,
©Rizkipratiwiabdullah.