Ketertarikan saya pada dunia sejarah, khususnya tentang takhta kerajaan di berbagai belahan dunia, membawa saya untuk mendalami garis suksesi kerajaan-kerajaan pada abad ke-19 dalam konteks The Holy Roman Empire.
Kesulitan memahami pembagian wilayah Austria, Bavaria, dan Jerman pada masa itu mendorong saya melakukan deep dive lebih jauh untuk menelusuri dinamika politik dan dinasti di Eropa Tengah.
Sosok paling terkenal dari istana Eropa Tengah pada era Dinasti Habsburg adalah Empress Elisabeth, yang akrab dipanggil Sisi, dengan gelar lengkap Empress of Austria and Duchess in Bavaria. Hal ini didapat, karena Sisi berasal dari Dinasti Wittelsbach di Bavaria, kemudian ia menikah dengan Kaisar Austria dari Dinasti Habsburg, yaitu Emperor Franz Joseph I.
Tau ga?
Seiring berjalannya pemerintahan suaminya, status politik Sisi pun berubah. Setelah Kompromi Austria–Hongaria 1867, ia resmi dimahkotai pula sebagai Queen of Hungary, sehingga gelarnya bertambah menjadi Empress of Austria and Queen of Hungary.
Sebuah foto langkah Sisi yang diambil oleh fotografer Oscar Kramer memperlihatkan sosoknya yang jarang tersorot oleh kamera.
Sisi dikenal sebagai Empress/permaisuri yang sangat berempati terhadap rakyatnya, sering disebut sebagai salah satu perempuan tercantik dalam sejarah Eropa, serta memiliki kepribadian yang misterius, ia gemar menulis puisi, mencintai freedom, mahir berburu dan berkuda, tetapi juga terkenal keras kepala dan kerap membangkang aturan di istana.
Hal ini tidak terlepas dari konteks abad ke-19, ketika sistem sosial masih sangat patriarkal. Di tengah dunia yang membatasi ruang gerak perempuan, Sisi justru melakukan banyak hal yang umumnya hanya dianggap pantas dilakukan laki-laki dan berulang kali menantang tradisi istana yang menurutnya terlalu kaku.
Berikut sebuah arsip undangan pernikahan Sisi dengan Franz, ternyata bentuk undangan zaman dulu sudah cukup modern seperti abad ke-21. Pernikahan mereka berlangsung pada tanggal 24 April 1854.
Acara pernikahan mereka diadakan sangat megah. Acara pernikahan ini yang sangat ditunggu-tunggu oleh rakyat Habsburg dan Princess Sophie of Bavaria (ibunda dari Emperor Franz). Souvenir pernikahan mereka mulai dari patung porselin, botol dengan cover muka Sisi, medali pernikahan, dan juga terdapat detail tambahan pada gaun pernikahan Sisi khusus ada di pernikahan ini (foto ke-2 mulai dari sisi kiri atas-kanan bawah).
Beberapa foto ini menggambarkan kebersamaan Sisi dan Franz, mulai dari lukisan, ilustrasi, hingga foto-foto Sisi bersama keluarga kerajaan di istana. Meskipun Sisi sering mengalami konflik dengan ibu mertuanya, hanya Franz yang benar-benar memahami bahwa Sisi telah banyak berkorban demi menyesuaikan diri dengan aturan istana dan tuntutan ibunya Franz :")
Dari pernikahan tersebut, total anak Sisi dan Franz ada 4.
Anak pertama Sisi, Sophie meninggal saat masih bayi akibat disentri, sementara (harusnya) calon pewaris takhta selanjutnya, Archduke Rudolf, meninggal karena bunuh diri. Hanya Gisela dan Marie Valerie yang keturunannya masih bertahan hingga kini, meskipun Dinasti Habsburg sendiri runtuh pada tahun 1918 (di masa pemerintahan Kaisar Franz Joseph I) sebagai dampak dari Perang Dunia I.
Wilayah dari Dinasti Habsburg kemudian menjadi Republik Austria, sedangkan Dinasti Wittelsbach kemudian menjadi negara bagian Bavaria terletak di Republik Jerman yang kita kenal saat ini.
Sources:
Empress Elisabeth
Emperor Franz Joseph I