
gracie abrams
Cosmic Funnies
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
noise dept.

blake kathryn
Mike Driver

Kiana Khansmith
𓃗

★
will byers stan first human second
trying on a metaphor
he wasn't even looking at me and he found me
TVSTRANGERTHINGS
Xuebing Du
Not today Justin

bliss lane
Claire Keane
Misplaced Lens Cap
we're not kids anymore.
No title available
seen from Brazil
seen from Netherlands
seen from Brazil

seen from Italy

seen from Spain
seen from United States
seen from United States
seen from Poland
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
@pulpenkuning-blog
“The early lovers Not sure what to do but care for one another”
—
Nicholas A Browne | Haiku 542
Terkadang, aku membenci diriku saat jatuh cinta. Saat intensitas komunikasi berkurang, tubuhku meremang mengirim ngilu pada ulu hatiku. Dan asumsi-asumsi negatif terbayang di kepala.
Aku tak setegar yang kau kira, aku hanya berusaha untuk terlihat wajar, seperti biasa.
Detergen Alami
Jadi ceritanya lagi tertarik sama #zerowaste dan #lesswaste. Mulai ikutan tips-tips dari akun yang ada di IG tentang cara mengurangi bahkan meniadakan sampah. Salah satu hal menarik adalah menggunakan buah klerak/lerak sebagai pengganti deterjen. Awal pesen sih rada ragu gitu masa iya bisa bersih buat nyuci. Trus pas pesenan udah datang langsung nyoba buat saking penasarannya. Sayangnya belum bisa dikatakan 100% berhasil. Soalnya waktu itu kleraknya cuma kurendam pake air hangat semaleman, nggak kurebus. Alhasil buahnya belum empuk bener buat dikeluarin saripatinya. Tapi meski belum sepenuhnya berhasil, buat cuci baju udah bersih looh. Percobaan pertamaku adalah seprai sama sarung bantal, nggak bau apek (padahal musim ujan jadi nggak langsung kering gitu) terus udah kerasa bersih kesat. Memang sih busanya nggak banyak, tapi setelah membaca beberapa sumber di gugle (😂) busa itu tidak menentukan bersih dan tidaknya daya cuci. Buktinya si klerak ini.
Oya, selain kupakai buat nyuci baju perasan buah klerak juga kupakai cuci piring dan waw masyaallah lemak-lemak dan minyak segampang itu ilang. Padahal pas aku nyuci pake mam* lem*n atau s*nlight harus kuulang 2 kali baru bersih. Dan aku makin percaya bahwa alam telah menyediakan banyak hal yang akhirnya memudahkan kehidupan kita. Tinggal kita mau atau tidak mengeksporenya. Kembali menggunakan produk-produk dari alam adalah cara kita berterima kasih atas kebaikan Allah yang menghamparkan bumi dan isinya. Kita semua pasti tahu kan, residu kimia dari produk-produk pabrik (detergen salah satunya) dapat mencemari air dan memusnahkan ekosistem di dalamnya. Belum lagi sampah plastik yang dihasilkan, meski ribuan tahun tak bisa diurai cyin 😭.
Tak perlu hal-hal besar di awal, cukup memulai hal-hal kecil tetapi telaten dan berkelanjutan. Itu adalah sebuah perubahan menuju kebaikan.
(Terkait manfaat klerak bisa gugling sendiri ya, karena aku gabakalan cerita tentang itu biar pada kepo dan baca-baca sendiri 😁)
Wooaahh 😍😍😍 terima kasih untuk sharingnyaaaa, mba Krisaaann. Manfaat bgt!!!!
Saya Sekarang
Kalau kamu sadar, saya lebih ekspresif akhir-akhir ini. Saya sadar, selama ini saya menutup hati dan pikiran yang ternyata membuat saya selalu berprasangka buruk tentang kamu yang belum juga kembali.
Saya membuka, tapi tetap menunggu. Cepat kembali ya, saya rindu.
Aku Menghapus Kamu
Karena, sayang, akan terasa perih jika aku selalu mengingat kamu.
Aku menutup pintu untuk kamu. Karena, sayang, rindu yang tak terbalas akan selalu hadir berkunjung.
Cepatlah Kembali
Hei, apa kabar?
Beberapa tahun terakhir ini saya mencoba mencari penghuni hati yang kosong karena kamu tinggalkan.
Parah, saya sudah berkali-kali terpaksa mendepak mereka karena tidak mau saya menyakiti mereka lebih lama. Mereka terganggu dan tidak nyaman berada dalam satu ruang yang seharusnya kamu tempati tapi mereka memaksa untuk tinggal. Jadi saya selalu menguncinya dan menghilang agar mereka tidak datang lagi.
Kamu, kapan kembali?
Harus saya apakan ruangan ini?
Saya mohon, cepatlah kembali. Saya lelah bersembunyi..
Kita berdua sama-sama kepala batu. Kurasa aku tau kemana arah kita selanjutnya berjalan.
Berpisah.
Kita ini memang lucu. Yang masih ingat ingin dilupakan. Yang sudah lupa masih coba diingat. —ibnufir
“I don’t know if you’ve ever felt like that. That you wanted to sleep for a thousand years. Or just not exist. Or just not be aware that you do exist. Or something like that.”
— Stephen Chbosky (via quotemadness)
“Now that she had nothing to lose, she was free.”
— Paulo Coelho, Eleven Minutes (via books-n-quotes)
Ruang Kita Nanti
Nanti, kamu bisa mengambil buku sepuasnya dari lemari buku di ruang tengah. Lemari buku milikku, yang tentu nanti juga akan kamu miliki. Bacalah selama mungkin yang kamu mau. Karena aku sudah mengisinya dengan judul-judul buku yang kamu sukai.
Kalau aku boleh menyarankan, kamu bisa coba duduk di meja yang ada di pinggir jendela. Di sana kamu bisa meman-dang keluar jika mulai terasa bosan, juga bisa membuka jen-dela saat sore tiba. Dan saat hujan turun, kamu akan punya dua pilihan. Kamu bisa membuka daun jendela kalau mau merasakan dinginnya. Atau kamu bisa memilih untuk menu-tupnya, dan melihat tetes air hujan yang menempel di kaca yang mencari jalan jatuhnya sendiri. Selagi kamu membaca, keduanya akan sama-sama menenangkan.
Buku yang aku miliki mungkin tidak terlalu banyak, tidak sebanyak yang biasa kamu lihat dan baca di perpustakaan kota. Dan kursi yang nanti kamu duduki, mungkin juga tidak terlalu nyaman. Tapi tidak perlu khawatir, tentu bisa kita perbaiki di kemudian hari.
Kita sudah memilih tempat ini, membangun semuanya dari sini, dan memulai dari apa yang kita miliki. Semoga apa yang kita perjuangkan sekarang, tidak hanya akan menjadi tempat terbaik untuk tinggal, tapi juga untuk pulang.
Surabaya, April 2018 ©Danny Dzul Fikri
And I start to imagine. Suasana yang cantik..
semesta ajak bicara
Nyatanya, mau berpuluh kali, berjuta kali hingga mungkin tak terhitung jumlah kehilangan yang dirasa. Hilang tetap saja akan memberi sedikit sentilan bagi diri. Apa pun bentuknya, bagaimana pun kondisinya, ia tetap akan membuat hening menguasai. Meski mungkin, akan jauh lebih cepat diatasi setelah sebelumnya pernah merasakan hal serupa.
Diam-diam airmata di ujung mata kembali tak jadi luluh. Mengganjal memang, tapi menjadi kuat bagi beberapa orang dirasa lebih dari sekadar perlu. Semuanya melemah, sepasang kaki jauh lebih rapuh dari kursi-kursi kayu yang lapuk.
Satu kedipan menjelma jawab. Ujung-ujung memori di kepala mengulang beberapa peristiwa yang akhirnya menyublim pengertian. Mungkin memang semesta lagi-lagi ingin ajak bicara. Tentang kebaikan yang datangnya bersama hal tak nyaman. Tentang senang yang harus bertukar peran dengan sedih, meski hanya terpaut hitungan waktu.
Jemari bergetar lebih kencang dari gigi yang menggeletuk. Ada ruang yang tiba-tiba kosong. Tapi penghuni semesta itu tahu, alam sedang ajaknya bicara lewat nada yang kadang diabaikan.
Mengerti, mengerti, mengerti dan menerima. Itu pesannya.
Januari dan Kehilangannya,
Hujan Mimpi
Aku mengutip lagu Nina,
I always love you, deep inside this heart of mine, I do love you.
Untukmu.
Halo, sayang..
Halo, sayang..
Apa kabar?
Aku harap kamu masih baik-baik saja. Jangan lupa makan teratur dan tidur cukup ya. Aku khawatir melihat kamu masih saja kurus seperti dulu..
Sayang,
Hari ini aku lihat dia memposting foto baru. Foto dia di depan penghulu. Tapi bukan dengan mu. Ada apa?
Bukan kah kamu memilih pergi karena dia?
Sayang,
Kamu pasti sudah melihatnya kan?
Sayang,
Semoga kamu bisa mengerti arti kehilangan dan bisa menjadi ikhlas atas pernikahannya. Sama seperti aku yang ikhlas perkara sudah kamu tinggalkan.
Kuat-kuat ya, sayang.
Dari aku,
Yang pernah menjadi Kamu-mu.
If life is a movie, you’re the best part.
Daniel Caesar ( “Best Part” Feat. H.E.R.)