“Jika lelah, beristirahat lah sejenak. Ketika energi mu telah utuh, kembalilah dengan berlari maupun hanya dengan berjalan. Tapi ingat, jangan pernah berbalik ke belakang”.
Sejak awal aku tahu bahwa berada di jalan ini memang tidak lah mudah, apalagi jika dilihat dari latar belakangku. Aku memang harus berusaha lebih keras bila dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Usaha ku semakin terasa ringan ketika ku temui teman seperjuangan. Mencoba untuk memulai segala hal dari nol, bertumbuh bersama dan berjanji untuk berkembang serta saling menguatkan.
Kesulitan apapun yang menerpa, masih tetap dijalani meski ada tangis didalamnya. Terkadang hal paling sulit yang ditemui di jalan ini, membuat ikatan semakin terjalin erat. Bahkan aku tak pernah menyangka bisa berjalan sampai sejauh itu.
Aku masih ingat dengan jelas tangisan di suatu tempat kala itu, kita saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lain. Kita juga pernah punya tekad untuk tetap berpegang teguh dengan jalan ini, upgrade kapasitas diri, dan menebar manfaat lebih banyak lagi untuk sesama. Sayangnya tekad itu tak terawat dengan baik, menguap begita saja.
Adalah hal biasa bahwa adanya pertemuan pasti akan tiba pula saatnya untuk berpisah. Aku menyadari itu, tapi sayangnya aku tak cukup memiliki kesiapan untuk itu.
Ketika satu per satu teman bertumbuh mulai pergi dengan tujuan mereka masing-masing, aku mulai kehilangan keberanian. Meski sangat ingin untuk tetap bertahan, tapi pada akhirnya ketakutan mengalahkan segalanya. Rasanya ada jarak amat jauh, yang aku sendiri tak yakin bisa menggapainya.
Ahh..semua memang karena salahku. Ketika ada seseorang menghampiri dan mengulurkan tangganya, aku malah terus menerus membangun tembok pembatas. Selama ini, aku tak mengijinkan diriku untuk percaya kepada orang lain. Rasa yang selama ini terus dibiarkan tumbuh dalam diri, kini berbuah menjadi sebuah keterasingan. Semakin lama, semakin menciutkan nyali. Semakin lama membuat ku semakin menjauh.
aku masih sangat ingin kembali, tapi entah masihkah aku punya kesempatan untuk itu?
aku masih sangat ingin kembali, tapi ketakutan ini terus menerus mengikutiku
Pada akhirnya aku hanya terus menerus (kembali) menjauh :’(
Yogyakarta, 10 September
13.50