Setiap malam, aku bergelut di kesunyian, menggali kata-kata yang tenggelam usai ditangguhkan. Mungkin, bisa kutemukan sekeping nama yang sempat kusemogakan tapi kemudian terabaikan.
Mungkin saja, bukan?
Batusangkar, 08122023
seen from New Zealand
seen from China
seen from Canada
seen from Türkiye

seen from Israel
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Brazil

seen from Germany

seen from United States
seen from Malaysia

seen from South Africa
seen from China

seen from Yemen
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Czechia
Setiap malam, aku bergelut di kesunyian, menggali kata-kata yang tenggelam usai ditangguhkan. Mungkin, bisa kutemukan sekeping nama yang sempat kusemogakan tapi kemudian terabaikan.
Mungkin saja, bukan?
Batusangkar, 08122023
Kadang, ada yang diinginkan namun tak diizinkan.
Yang tak diinginkan malah dipilihkan.
kita emang ga pernah tahu mana yang terbaik buat diri kita.
Proses-proses, alur dan jalan cerita yang kita lalui memang kadang ga seperti yang kita bayangkan. Semua seperti sebuah kejutan yang menjadikan kita manusia yang lebih tegar dari sebelumnya.
Nikmati setiap alurnya, jangan lupa syukurnya karena syukur tak boleh libur.
Menaruh Harap
Dengan segala keterbatasan yang kamu punya, kamu tetap mau berjuang kan?
Kamu pasti nggak akan sampai hati membuat kecewa orang-orang yang sudah menaruh banyak harap padamu. Kamu pasti nggak akan tega mematahkan hati orang-orang yang sudah begitu percaya padamu. Kamu pasti akan berjuang mati-matian demi mereka, demi bahagianya, demi orang-orang yang kamu cinta, iya kan?
Padahal kamu hanya manusia biasa. Banyak kekurangan. Banyak keterbatasan. Perihal berjuang? Kamu hanya bisa mengusahakan.
Lalu, pernahkah terlintas, kepada siapa kita berdoa?
Kita memohon kepada Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kita berdoa kepada Dzat Yang Maha Sempurna, tanpa kekurangan, tanpa keterbatasan. Kita meminta kepada Dzat yang apabila Dia menghendaki sesuatu, hanyalah mengucapkan “Jadilah!”, maka terjadilah ia. Dan kita memohon kepada Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Lantas, apalagi yang perlu kamu ragukan?
Setelah ini, kamu nggak perlu takut akan dikecewakan. Harapan-harapanmu itu, jangan berhenti kau langitkan. Terus saja sebut dalam sepertiga malam. Toh, ada pahala disana. Toh, doa menjadi caramu mendekat pada-Nya. Percayalah, Ia adalah penulis takdir terbaik dan nggak akan mengecewakan.
Rumah, 26 Mei 2018
MARAH
Setiap manusia tentu memiliki kondisi emosional yang berbeda-beda. Emosi bukan hanya marah, tapi juga rasa gembira, sedih, haru, juga cinta. Hakikat dari emosi adalah luapan perasaan yang mudah memuncak dan surut dalam waktu singkat. Ada yang lebih suka memendam, ada juga yang diungkapkan. Kita, tak perlu menyalahkan seorang introvert, karena mereka lebih sulit menunjukkan emosinya. Pun, tak perlu sinis dan jengkel terhadap sosok ekstrovert, yang suka blak-blakkan dengan apa yang mereka rasakan.
Tahukah? Sifat bisa diubah dengan kebiasaan, tapi tidak dengan watak. Sekeras apapun kita berusaha menyembunyikan tabiat kita, suatu saat ia akan muncul disaat tak terduga.
Marah itu sifat, bukan watak. Ada dua jenis implementasi kemarahan manusia; diam memendam atau bicara memberontak. Dikarenakan marah ialah sifat, ia bisa diubah dengan cara membiasakan diri untuk bersabar. Marah datangnya dari setan, tapi adanya sabar karena iman.
Sungguh, membiasakan diri dalam kebaikan bukanlah hal yang mudah. Tapi, tak mudah bukan berarti tak bisa kan? Teruslah berusaha, meskipun harus berkali-kali ditampar dan terkapar. Hasil yang baik, tentu berproses secara berkala bukan? Tak apa, kita hanya butuh waktu untuk men-soul treatment diri kita sendiri.
Marah itu wajar. Tinggal bagaimana kita mengelola kemarahan itu dengan bijak. Apabila kita sedang dalam kondisi marah, usahakan tidak berbicara. Mengapa? Mungkin kita bisa menarik kemarahan kita, tapi tidak dengan ucapan kita.
Malang, 23 Februari 2017 | Pena Imaji
Allah itu akan selalu menunjukkan jalannya, meski mungkin kita sering ga menyadarinya.
Jangan terlalu berharap sama manusia, nanti kecewa.
Berharaplah hanya pada Allah saja.
Terkadang kita menyalahkan sesuatu terjadi karena akibat dari orang lain. Padahal bisa jadi tanpa disadari, yang menjadi sebab ialah diri kita sendiri 🥺
Sebaik-baik penjagaan ialah pada-Nya.
Meski raga tak bisa bertemu keluarga, semoga Allah lindungi dan terus jaga kita semua.
Berhenti !!!
Aku pernah berharap, bahwa kisahku akan berakhir indah Rasa yang menumpuk itu akan berujung Tapi aku salah... Ternyata semua layu sebelum berkembang Kini waktu nya untuk benar-benar mengakhiri Agar tak ada waktu yang terbuang sia-sia Agar aku bisa kembali menata kehidupan Cukup...saatnya untuk berhenti Tak perlu lagi memberi ruang Karena sejatinya, memang tak pernah ada harapan