he wasn’t sure about me which is … okay.
karena akupun tidak mau jadi seseorang yang tidak menjadikan aku untuk yang mereka sangat inginkan.
tapi, ego yang lain tetap ingin dia akhirnya tunduk.
ntah apa akhirnya nanti, yang jelas aku sudah tidak berharap.
percayalah, setelah video call kita malam itu… aku sudah membulatkan tekatku untuk :
1. tidak double chat
2. harus tahan menjadi “biasa saja”
ada hal yang aku yakinin tentang “mengejar” apa yang kamu mau :
semuanya akan kelihatan.
semuanya akan jelas.
tapi kamu ini bikin bingung,
setiap ada kesempatan kita berada di satu pulau, selalu menyempatkan untuk hadir.
tapi untuk online, sepertinya aku bukan pilihan.
ada juga yang lebih jelas .. ini. jangan di abaikan, Putri.
kamu juga pernah bilang dan bahas tentang “trauma”. like you’re the only one who got the huge scars of loving someone? HAHAHAHA I IGNORE EVERYONE BUT YOU! :)
apakah ini karma ku karena menyia-nyiakan mereka? kata2nya ga menyia2kan. tapi bisa di simpulkan, sikap saya dingin karena saya tidak suka. kalau saya tidak suka saya tidak akan mau bertemu.
lho teori saya ini terpatahkan oleh kamu, kamu dingin tapi kalau ketemu hangat.
“sesuatu yang ragu. kyknya harus ditinggalkan saja”
aku masih memberi waktu sebelum kamu berulang tahun hingga akhir minggu ini. btw. saya sudah siapkan kado. yang sudah kucari dengan spek yang sangat kamu suka.
Damn putri! why so stupid?!
gpp gpp cuma sampe ulang tahunnya. :)
and one thing that you might considering about me … i’m not the one you’re unsure about :) cz i’m the best one who’ll get.















