CUANWIN923°PLATFORM OFFICIAL TERBAIK 2026!
➮𝐃𝐀𝐅𝐓𝐀𝐑
➮𝐋𝐎𝐆𝐈𝐍
➮𝐈𝐃 𝐋𝐈𝐌𝐈𝐓𝐄𝐃

Love Begins
trying on a metaphor
Mike Driver

if i look back, i am lost

Discoholic 🪩

Andulka
hello vonnie
No title available

祝日 / Permanent Vacation

shark vs the universe
taylor price
Alisa U Zemlji Chuda

JVL
todays bird

Janaina Medeiros
h
Monterey Bay Aquarium

JBB: An Artblog!
sheepfilms
he wasn't even looking at me and he found me
seen from United States

seen from France

seen from China
seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Philippines

seen from Indonesia

seen from South Korea

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from Portugal
@raqifray
CUANWIN923°PLATFORM OFFICIAL TERBAIK 2026!
➮𝐃𝐀𝐅𝐓𝐀𝐑
➮𝐋𝐎𝐆𝐈𝐍
➮𝐈𝐃 𝐋𝐈𝐌𝐈𝐓𝐄𝐃
REDWIN606; PLATFORM OFFICIAL TERBAIK 2026
➮𝐃𝐀𝐅𝐓𝐀𝐑
➮𝐋𝐎𝐆𝐈𝐍
➮𝐈𝐃 𝐋𝐈𝐌𝐈𝐓𝐄𝐃
Truth!
Mungkin memang aku yang kurang meyakinkan
Lihat saja, betapa lalai nya aku
Tanpa nama, tanpa nada
Tiba tiba mencinta
Ku kira kali ini beda
Ternyata tetap saja
Seperti
Semua tau rasaku harus dihentikan
Karna mereka tau rasamu
Tak berbalas
Untukku
Tapi
Lalai memang
Ada dia yang bagai angan
Dan yang tak diharapkan
Jangan dipaksa
Tolong
Katakan tidak
Pada aku yang bodoh ini
Dan terbang lah, raih nama kemenangan itu!
Huru Hara Akhir Zaman
Bukankah sudah sampai kepada kita berita tentang apa itu hari akhir? Bahkan banyak dari kita yang sudah hafal diluar kepala dengan ayat yang menjelaskan tentang hari akhir. Selalu terulang setiap sholat bahkan kita dianjurkan diakhir sholat untuk meminta pertolongan untuk diselamatkan dari fitnah akhir zaman. Namun, sayangnya masih banyak dari kita yang selalu lalai. Masih mencoba rakus mengejar dunia walau isinya hanya sementara.
Kawan, tengoklah belakangan ini. Ketika waktu terasa semakin sempit. Ibadah semakin berat. Iman semakin melemah, karna pandemi ini menjauhkan kita dari amalan amalan berjamaah. Banyak fitnah tentang huru hara dalam negara. Banyak negara mulai mengalami resesi dalam hal ekonomi. Kawan, tidakkah sebagai seorang muslim ini cukup sebagai pertanda?
"Investasi dong selagi muda"
Ketika yang lain sibuk mengupayakan kuantitas. Aku lebih tertarik untuk mencari yang berkualitas (halal dan thoyyib). Memang aku itu aneh, gausah di ikutin. Ketika yang lain berupaya untuk mencari, aku lebih sibuk untuk memberi.
Pelajaran ini sudah ditanamkan ayahku, sedari aku kecil. Investasi terbaik, bukan reksadana, mobil, tanah, emas, saham, atau jenis harta yang lainnya. Investasi terbaik, adalah sodaqoh. Inget rumusnya kan 10-1=101. Sudah lah sandarkan saja semua pada Allah. Bukankah ini semua titipan?
Dulu ayahku pernah marah besar, karna aku membawa pulang tutup pentil ban motor variasi. Padahal itu pemberian salah satu teman ku. Tapi ayahku tau, bisa saja itu berasal dari ban motor orang dan temanku mengambilnya kemudian memberikan kepadaku. Ya, begitu peduli nya ayahku tentang apa yang aku bawa kerumah. Bikin gak berkah katanya. Kemudian setelah itu, ayah mengajakku ke toko aksesoris motor untuk membeli tutup ban yang aku suka sendiri.
Ayahku berpesan, sesulit apapun berikan yang terbaik. Jangan pinjem punya orang lain, kalo kamu pengen usaha beli sendiri, walau cuma sendal jepit.
“Mungkin hanya belum. Mungkin memang tidak.”
—
Allah itu Maha Adil
Kapan adilnya? Manusia gak akan pernah sabar. Mereka menyangka cobaan dan halangan adalah suatu masalah. Tapi nyatanya kadang kegagalan kita pada suatu hal membuka gerbang menuju petualangan baru. Kehilangan sesuatu terkadang menyadarkan kita bahwa semua ini hanya titipan. Bahkan kita serakah dengan dunia, padahal Allah berjanji bahwa dunia itu sementara.
Tapi ada suatu hal yang harus seimbang. Kita paham Allah itu adil, dan maha adil. Tapi kita harus tetap bertawakal dan tidak berhenti pada suatu kegagalan yang terjadi.
Sedikit cerita, nenek ku dulu sangat menginginkan anak laki laki. Bayangkan anak pertama sampai anak ke enam perempuan semua. Sampai nenek ku dulu pernah mencuri cobek (ulekkan) milik tetangga, supaya mendapatkan anak laki laki (menurut mitos orang jawa dulu harus gitu).
Dan kalian tebak, bagaimana adilnya Allah? Begitu cucu pertama lahir, ternyata berjenis kelamin laki laki. Bahkan 8 dari 12 cucunya semua laki laki. Ingat pointnya bukan mencuri cobek ya karna itu syirik kalau dipercaya. Pointnya adalah gimana Allah itu Maha Adil. Allah itu ngerti, paham kalau kamu pengen. Cuma Allah menunggu, dan memberikan jawaban dengan lebih indah. Percaya deh.
Tetep semangat ya
Bidadari Pertama Itu
"Bud ajarin gue buat idungnya", kata isti.
Tugas seni budaya untuk membuat karya seni dari batok kelapa pada saat itu, memang sedikit rumit. Bayangkan dari batok kelapa yang biasa saja, harus kami sulap menjadi barang yang menarik untuk dinilai. Sejujurnya pelajaran seni budaya ini membuat pusing, apalagi pemilik tangan kaku seperti aku ini. Hingga malam aku harus lembur menutup bagian luar batok kelapa dengan kertas lipat warna warni untuk menghiasnya.
Kami waktu itu duduk di bangku sekolah, isti merupakan murid yang sangat pintar. Apalagi pelajaran matematika, seperti loncat loncat kalau mengerjakan. Sedangkan aku? Bukannya tidak bisa, hanya saja aku tidak tertarik dengan matematika saat itu, yang materinya tentang persamaan kuadrat. Ya, aku budi, hanya murid biasa yang suka ceng cengin temen kelas sebelah.
"Sini sini, mau idung yg mancung apa yang gimana?" Ku jawab.
"Kalo kata orang orang sih, idung ku mancung sambil memegang hidungnya yg kecil dan imut itu"
Aku yang saat itu membantu isti membuat hidung untuk topeng nya langsung memperhatikan wajah isti. Wah, cantik nya perempuan ini. Mancung dan manis pada saat itu.
Dengan sigap ku bantu dia membuat hidung untuk topengnya. Topeng berwarna warni miliknya terlihat lucu, sayang aku lupa warnanya. Topengku sendiri berwarna ungu, entah pada saat itu aku lupa bawa kertas lipat jadi minta sisa sisa punya orang. Momen pertama itu membuat ku tertarik pada isti. Dia orangnya kecil, manis, dan rambutnya diikat. Awalnya sering ku ledekin dia, tapi akhirnya kok aku yang suka. Isti ini seorang yang suka karate, pukulannya sakit. Apalagi kalau dipukul pakai gagang sapu besi sampai bengkok. Haha.
Dan tibalah saat penilaian oleh guru. Si isti yang ku bantu mendapat nilai lebih tinggi karna menggunakan warna yang lebih banyak. Sedangkan punya ku hanya berwarna ungu. Kesel gak sih haha.
Momen pertama ini membuat ku gemas dengan si isti, padahal waktu itu aku bucin dengan wanita lain.
Dimulai dari tingkat dua. Kami yang sempat berbeda kelas, harus sekelas lagi karna suatu alasan. Dan yah, berita baiknya aku bisa sekelas sama isti lagi haha. Di tingkat dua ini banyak hal yang terjadi. Aku mulai aktif (suka nongkrong) diruang osis. Padahal waktu itu ruang osis terkenal buat tempat mesum. Aku biasa main gitar di ruangan itu, entah yang lain aku tak perhatikan.
Pada suatu saat, kami dapat tugas kelompok. Harus dikerjakan di rumah salah satu teman kami. Aku dan isti saat itu sekelompok. Kami mengerjakan tugas bersama. Dan dilanjut ngerujak dong, pada saat itu aku pengen mengatakan perasaan ku ke isti. Aku waktu itu memang sudah memendam perasaan ku. Cuma ya kok konyol, yang keluar dari mulutku malah gini.
"Is mau ya is"
Gitu sampe beberapa kali.
Eh dia cuma nyaut iya iya aja.
(Bersambung)
Bukan penyapu kata kata, bukan penginspirasi atau bahkan bukan orang nomer satu di kampus biru ini. Hanya pecundang bodoh yang mencintai bidadari. Menikmati senyum manis itu sendiri. Dan hanya ku lihat jauh dari balik gedung C ini.
Raqif ray
Terus bergulir merintih
Terurai lebur dan mati
Berombak walau sunyi
Berhenti bukan menjadi
Memilih tuk tetap mencintai
Walau tak tentu memiliki
Tetap berjuang tanpa isi
Tak tau bertemu diujung ini
Jika kamu mau
Pun aku sadar diri. Haha bodoh
Berbahagialah.
Karna musik mu berbeda dengan musik ku.
Aku suka netral, kamu suka ardhito pramono.
Jauh banget!
Kamu tau, sudah berapa lama aku berlari?
Aku memang egois, tak pernah mau mengerti perasaan mu.
Sejak awal, aku sudah jatuh memang. Namun kamu sepertinya tidak.
Sampai kuhapus semua cerita ku, hanya untuk mendapatkan cerita mu.
Mungkin karna ke egoisan ku juga, yang menginginkanmu lebih dulu membuat perasaanmu yang seharusnya bisa terwujud sirna.
Gila. Setelah semua cerita yang ku lalui, walau tanpa mu.
Aku tetap, ingin mengatakan aku tetap padamu.
Ya mungkin waktu itu akan datang.
Pada akhirnya kamu menemukan nada yang akan mewarnai musikmu.
Dan aku, hanya akan menjadi nada minor yang memainkan musiknya sendiri
Jika kamu mau
Pun aku sadar diri. Haha bodoh
Here comes the sun
Rindu, malem ini ku rindu
Melayang ingatanku
Praktikum yang seru
Dan wajahmu
Kala itu
Hingga fajar
Dan kita senam bersama
Ditemani instruktur
Dengan lagu hits kala itu
Entah ku rindu
Pada kebersamaan itu atau padamu
we are all one
Aqc14
Kalianda
7/7 19
DRK
Hasbunallah wani'mal wakiil..
Sudahkah kita bersyukur hari ini? Atau kita sibuk menghitung kekurangan kekurangan kita membandingkan dengan kelebihan kelebihan orang lain? Atau kita salah menyandarkan hidup kita pada manusia? Pada perusahaan? Pada jabatan?
Bagaimana kita ini, sibuk bermaksiat sedang karunia Nya begitu besar? Bagaimana bisa Allah menjaga mu setiap waktu, tapi kau sibuk dengan dunia mu? Tidak kah kita merasa malu?
Ada yang berilmu hanya untuk mencela. Bahkan semua dicela bahkan tuhan pun dicela. Ayolah kawan sadar, tidak kah diri ini malu? Hanya mementingkan nafsu hanya untuk dipandang ber logika sehat?
Terkadang hidup tidak bisa dijelaskan dengan logika manusia, karna semua berjalan berdasarkan logika Illahi.
Maka cukup Allah sebagai penolong. Cukup Allah sebagai tempat bersandar. Karna Allah mengetahui masa depan, sedangkan kita tidak.
Selamat malam
Kalianda, 5/7 19
Nasehat Seorang Pemimpin
Pagi itu tatkala ku kembali beraktivitas, ku membuka lembaran kisah baru, dimana hari ini aku mulai bekerja di salah satu perusahaan benih udang dilampung. Senyum mentari tatkala mulai merona, ditemani oleh si jago hitam motor kesayangan melabas jalanan berbatu kerikil. Cukup 45 menit waktu perjalanan ku dari rumah ke tempat kerja. Memang dekat, sengaja ku memilih yang dekat supaya dapat menjaga orang tuaku kelak.
Lambaian satpam menyambutku masuk kedalam kawasan perusahaan.
"Baru ya mas?" Tanya nya,
"Iya mas baru hari ini masuk" jawabku.
"Wah semangat" ujarnya sambil mengacungkan jempol
Ku pacu motorku ke kantor HC untuk diarahkan ke bagian departemen tempat ku bekerja. Di kantor HC ku masuk keruangan manager HC dan langsung ku bertemu dengan manager HC. Kami pun ngobrol kesana kemari sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 07.30. Waktunya aku menuju kantor untuk bekerja. Sebelum ku keluar dari ruangan manager HC itu, beliau menyampaikan sebuah wejengan yang akan selalu teringat.
"Kar, di perusahaan ini pegawai ditekankan untuk beribadah tepat waktu, berjamaah di masjid. Kita bekerja dengan komoditas hidup, bukan emas, minyak atau batu bara. Kita sangat bergantung pada Allah. Sedetik nyawa udang di ambil, kita bisa gagal panen. Maka beribadahlah yang baik, karna pekerjaan kita hanya wasilah dalam mencari rizki. Allah lah yang akan memberi rizki"