Apa ini????? Apaaaa???? Kenapa sih bapak2 yg melakukan hal seperti ini terlihat sangat seksiihhh????? -_-
$LAYYYTER
I'd rather be in outer space 🛸

Discoholic 🪩

blake kathryn

#extradirty

Kiana Khansmith
Three Goblin Art

No title available

Kaledo Art
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
ojovivo
h
🩵 avery cochrane 🩵

Janaina Medeiros
KIROKAZE

Andulka
Jules of Nature
we're not kids anymore.

pixel skylines
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from Türkiye
seen from Brazil

seen from India
seen from United States

seen from United States

seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@reyhraih
Apa ini????? Apaaaa???? Kenapa sih bapak2 yg melakukan hal seperti ini terlihat sangat seksiihhh????? -_-
Belajar
Saya selalu tertarik pada segala sesuatu yang saya belum tahu. Walaupun ketertarikan itu kemudian hanya berujung pada kebosanan sebelum saya tahu banyak.
Pada awalnya, bahkan hingga beberapa minggu yang lalu, saya tidak tahu betul apa gunanya kalau kita belajar banyak hal, tahu banyak hal, membaca banyak hal, yang seringkali tidak ada fungsi aplikasinya di kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, untuk apa saya tahu reaksi air dengan lapisan pakaging tertentu, toh saya tidak bekerja di bagian R&D formula? Atau, untuk apa saya membaca sejarah PKI, toh sudah ada CERITA tentangnya di buku panduan sekolah?
Kalaupun kemudian saya tahu fakta sebenarnya tentang PKI, misalnya, lalu kenapa? Tidak ada yang saya bisa lakukan.
Ketika saya berbincang tentang sesuatu (entah apa saya lupa) dengan penulis-dan-editor-idola-amatir-namun-keren–ganteng-gondrong-teman-SMA, saya bertanya, buat apa ya kita datang kesini, dan tahu masalah ini? Jawaban dia pun absurd dan sepertinya saat itu dia sama gamangnya dengan saya. Yaitu, “yaaa…paling tidak, ada sesuatu yang bisa kamu ceritakan ke aku. Paling tidak kita bisa ceritain ke orang lain kan.”
Saya selalu senang mempelajari hal-hal baru meski tak sampai tuntas, lalu kemudian galau karena tidak tahu akhirnya ilmu itu untuk apa di kehidupan saya. Saya hanya senang, itu saja.
Lalu suatu hari saya sibuk mencari quote-quote Ali ibn Abi Thalib. Saya sangat menyukai cowok ini, karena sangat pintar dan bijaksana.
Dari semua quote nya, kemudian saya mengambil satu kesimpulan, bahwa beliau berwawasan luas dan memandang segala sesuatu dari berbagai macam sudut pandang. Doi cerdas, menyelesaikan masalah dengan simpel dan tidak bertele-tele. Dan harus diakui bahwa pesan-pesannya relevan diaplikasikan bahkan untuk masa kini.
Seseorang tidak mungkin bisa memandang segala sesuatu dari beragam sudut pandang tanpa dia tahu ilmu pada masing-masing sudut pandang. Itu berarti, dia tahu tentang hal-hal yang bahkan tidak dilihat oleh orang lain yang hanya menempatkan dirinya pada satu sudut pandang.
Dari itu, saya mengambil kesimpulan bahwa ilmu-ilmu yang kita anggap tidak penting, ternyata menambah sudut pandang kita. Menambah wawasan untuk mengambil keputusan dalam suatu persoalan. Meski semua itu kita dapatkan tanpa menyadarinya.
Itulah mengapa kita harus merantau, mempelajari budaya manusia lain. Agar sudut pandang kita luas, tidak melulu berjalan dengan kaca mata kuda buta. Itulah mengapa kita harus travelling, bukan untuk foto-foto, tapi untuk bercakap-cakap dengan dunia disana. Itulah mengapa kita harus suka membaca buku, untuk melihat sudut pandang masing-masing manusia yang menulis tentang sesuatu.
Mungkin, itulah salah satu alasan, Allah memerintahkan kita untuk ‘membaca’.
Jakarta, 3 April 2015
Ali bin Abi Thalib 💛
Kalem
Suatu hari, dan sering kali, saya berjalan biasa lalu limbung dan akan terjatuh. Pada saat seperti itu, saya teringat bahwa saya pernah hampir mati. Dengan sangat bijaksana, penyakit itu membunuh sifat ambisius saya. Saya yang selalu menginginkan ini itu, berada disana dan pergi kemana, lalu menempuh ujian apa dan mencapai apa, tiba-tiba tak berdaya dan dengan (berusaha) lapang mengambil keputusan : sudahlah Rabb, asal aku sembuh dan bisa hidup dengan baik, aku tak menginginkan yang wah wah lagi.
Kondisi ‘kalem’ itu bertahan beberapa waktu. Hingga saya pikir saya kembali sehat, lalu pantas berpikir yang muluk-muluk lagi. Ingin S2 di luar negeri, ingin bekerja di Jakarta, ingin menikah, ingin ini ingin itu semua yang pernah dulu terpikirkan.
Kembali pada langkah saya yang selalu tersaruk dan limbung, saya kembali pada bumi tempat saya berpijak. Seringkali saya merasa bahwa saya bisa mati kapan saja. Saya merasa hidup saya tidak akan lama lagi. Karenanya saya bahkan sudah menitipkan akun dan password blog ini pada dua orang sahabat terbaik saya, jaga-jaga jika tiba-tiba terjadi sesuatu pada saya.
Mengingat bahwa umur saya bisa jadi tinggal sejengkal, saya merasa berdosa untuk bermimpi muluk-muluk. Kita tidak tahu apa yang menanti di depan jalan. Saya tidak tahu kapan ‘sesuatu’ akan datang dan mengambil nyawa saya.
Ngoyo memikirkan karir, bagi saya hanya buang-buang tenaga. Saya tidak menginginkan kesempatan untuk ber wah wah dengan pekerjaan. Yang bisa saya lakukan adalah melakukan yang terbaik, pada apapun yang sedang saya kerjakan. Memberikan yang terbaik tanpa menyiksa diri dan berharap muluk-muluk. Bersyukur dengan kemudahan-kemudahan dan berkah dalam bentuk apapun. Karena toh mungkin saya tidak akan hidup lama untuk menikmati keberhasilan.
Ngoyo memikirkan menikah, beberapa hari ini saya merasa hanya sia-sia. Tentu ingin menikah. Tapi, suatu malam seorang teman baik bercerita tentang sahabatnya yang mengidap penyakit dan merasa tidak akan sanggup menikah. Saya jadi berpikir, mungkin sayapun tidak akan sanggup. Lalu mengapa saya bergalau ria dan membuat hati sendiri sedih? Saya mulai belajar membebaskan keinginan menikah. Karena toh jika saya menikah, saya belum tentu sanggup melayani keluarga dalam waktu lama.
Mungkin karena tidak mau saya kembali menjadi ambisius, Tuhan meninggalkan sisa-sisa akibat penyakit saya dulu. Mungkin untuk mengingatkan bahwa saya bisa mati kapan saja, bahwa saya tidak punya waktu banyak untuk memikirkan hal-hal yang tidak perlu saya kejar.
Ah, nampaknya saya perlu kembali ‘kalem’. Tidak perlu mengejar ini itu. Hidup ini terlalu sia-sia untuk dihabiskan dengan mengejar hal-hal yang belum tentu bisa kau nikmati. Berbuat saja yang terbaik, pada apapun yang ada di depan mata. Bahagia melihat yang lain bahagia, bersyukur dengan apapun yang kita terima.
Ah, semoga saya punya cukup umur, setidaknya untuk naik gunung sekali saja seumur hidup. :)
Jakarta, 08 Mei 2015
Beberapa bulan yang lalu....
Ya Allah aku serahkan semuanya pada-Mu. Aku sudah berusaha, Engkau pasti memudahkan. Deg-degan banget. Barusan habis yoga dan ini mau mandi, trus berangkat ke kampus buat sidang jam 9. Tenang han, hari ini pasti akan terlewati. Bayangin aja habis ini kamu bisa start mulai hidup yang baru, bisa mulai bisnis serius, bisa mempersiapkan langkah-langkah lagi buat masa depan. Jangan cemas berlebihan, Allah sudah janji, dibalik kesulitan pasti akan ada kemudahan. Percaya sama dirimu aja. Nanti waktu uda mulai presentasi pasti kamu tenang kok :") Bismillaah
Suprise
Sore ini, aku pulang ke rumah naik kereta tanpa ngabarin mama. Biasanya, jauh hari sebelum pulang aku pasti sms. Trus di perjalanan mama pasti sms, uda sampe mana, uda dikereta, dan lain-lain. Hari ini aku pengen sampe rumah dan ngasih suprise mama. Aku deg-degan. Selama 10 tahun lebih hidup merantau, aku selalu ngabarin mama kapan pulang, kapan balik lagi. Suprise ini yang selalu aku idam-idamkan dari dulu. Semoga sukses dan nggak ada hambatan berarti hehe. Nggak sabar liat muka kagetnya mama waktu aku nge bel pintu rumah. Wish me luck :)
Aku uda mempersiapkan hati untuk hari ini jauh-jauh sebelumnya. Mungkin 2-3 bulan yang lalu. Tapi kenapa waktu ini semua dtg aku ngerasa masih berat bgt ya? Kenapa masih nggak bisa bener-bener ikhlas ngelepasinnya? Aku malah td pas mau pulang masih ada pikiran buat pamit umik di kamarnya. Kehilangan memang hal yang sulit banget diterima. Logika dan ilmu-ilmu lainnya nggak akan bisa mengobati. Waktu dan doa, dua hal itu terkecuali. Kecup rindu buat nenekku tersayang. Terimakasih buat semua pelajaran hidup yang nggak ada duanya. Terimakasih sudah mau menjadi ibu dr 13 orang anak dan 49 cucu. Doaku nggak akan pernah terputus. Allah mencintaimu lebih dari perkiraan kita semua.
Bismillahirrohmanirrohim. Sesungguhnya Allah yang memberi penyakit dan Allah juga lah yang mengangkatnya.
Hari ini aku ulang tahun. Umurku 22 th mulai hari ini. Dan kamu tau? Rasanya biasa aja. Nggak seseram yang aku kira malem kemarin. Aku seneng, ada banyak doa yang terucap buat aku hari ini. Seneng, nggak berekspetasi banyak. Seneng, akhirnya hari ini terlewati. Aku masih punya 365 hari buat ulang tahun, tahun depan. :)
Malam 17 Juni
Kenapa ya setiap mau ulangtahun, aku selalu cemas di malam harinya kaya malam ini? Rasanya campur aduk. Sedih karena umur sudah nambah. Cemas juga, harus membuat hari besok se memorable kaya gimana. Pengennya malah nge skip tiap tanggal 17 Juni, tapi uda 21 tahun ini selalu nggak bisa. Nggak ada yang ngucapin, sedih. Ada atau banyak yang ngucapin, bingung jawab satu-satunya gmn. Nggak ngejawab dibilang sombong. Aduh.. Apa aku yang lebai, atau memang semua orang yang mau ulang tahun selalu kaya gini sih? Dalam sehari, kamu harus bisa memaknai waktu pergantian umurmu. Pengennya sih tidur aja, non aktifin hape seharian. Tapi juga nggak siap buat nggak denger, kata-kata ucapan selamat ulang tahun di hari ulang tahunmu. Buat mu hari ulang tahun selalu berjalan cepat ya? Duh resepnya apa sih? Kenapa buat aku jalannya lama banget. Kaya 24 jam x 3 deh. Ya Allah aku nggak bersyukur banget ya, bisa hidup dengan segala nikmat-Nya selama 22 tahun ini. Tapi aku nggak suka kebiasaan mengistimewakan ulang tahun. Kalo dulu di SMP-SMA yang ualng tahun selalu jadi korban, atau paling nggak seluruh mata tertuju padamu. Apalagi sekarang ada media sosial, nggak ngucapin gengsi, nggak ngepost sesuatu kaya di suprisin, atau dapet hadiah apa, dibilang nggak famous. Pengen tutup telinga sama mata buat semua itu. Duh harus apa ya seharian besok? Pura-pura ulang tahun tgl 18 Juni aja kali ya? Ini jauh lebih bikin mules dari sidang skripsi i guess. Fiuh
Maleficent. Orang jahat itu nggak mungkin tanpa sebab. Jahat atau nggaknya, itu tergantung dari cara kita ngeliatnya. True love kiss itu nggak selalu sama pangeran. Mungkin aja true love kita orang tua kita masing-masing. Rasanya terlalu cetek buat mikir true love itu selalu dari lawan jenis. Good job Jolie!
49 tahun usia Mama hari ini
Halo ma, aku seneng banget, mungkin lebih seneng dari mama sendiri yang ulang tahun. Kenapa? Karena tahun ini, sehari sebelum tgl 6 Juni, tgl 6 Juni, dan besok tgl 7 Juni, aku ada dirumah. Bisa ngeliat mama, bisa ngasih suprise kecil sama Sami tadi siang. Halo ma, tapi aku sedih banget. I dont have money to buy some gift. Bahkan buat beli dompet impiannya mama pun aku nggak sanggup. Rasanya kaya curang. Mama sudah berkorban sedemikan besaaar buat aku, tapi buat ngasih sesuatu yang sederhana di hari ulang tahunmu pun aku nggak sanggup. Halo ma, mama tau kan aku lagi berusaha? Aku anak pertama mama yang sudah hampir 22 tahun. Aku pengen banget tahun depan beliin mama oven bagus, biar mama bisa hidup sehat, mau masuk dapur, dan buat pizza lagi. Aku yakin setahun dr sekarang aku sudah punya uang buat itu. Halo ma, aku selalu minta biar mama selalu bahagia. Bahagia ma, bahagia dengan hidup sehat, bahagia dengan ibadah yang semakin bagus, bahagia karena mama semakin bermanfaat buat orang-orang disekitar mama. Halo ma, ini hari ulang tahunmu, dan seperti biasa mama sudah tidur disebelahku dari jam 8 tadi. Aku nulis ini sambil ngeliat mama tidur, dan mataku berkaca-kaca. Mama tau, aku nggak akan bisa bertahan hidup selama ini tanpa mama. Semoga Allah selalu menjagamu ya Ma. Amin.
Setiap habis dateng kondangan, sepertinya memori ini langsung kembali ke beberapa bulan yang lalu, waktu almarhumah tanteku meninggal sehari sebelum kawinan kakak sepupuku. Paginya aku ikut mandiin jenazah, malemnya resepsi kawinan dengan harus nahan air mata ngeliat anaknya almarhum yang tetep dtg dengan mata bengkak. Kemarin lusa, aku dtg kondangan temennya anak mama, itu resepsi kedua setelah resepsi kelam waktu itu. Rasanya nggak bisa ditutup-tutupi, aku melow nggak terkira, seolah-olah tanteku baru meninggal kemarin lusa. Apalagi mama, aku tau tiap malem dia masih sering nangis sesenggukan kangen adiknya. Kemarin pun aku beberapa kali mergokin mama nggak konsen diajak ngomong, matanya berkaca-kaca terus. Ya Allah, memang kunci hidup ini tidak lain, adalah belajar merelakan, belajar ikhlas, melepaskan orang-orang tercinta untuk kembali terlebih dahulu kepada Mu. Meskipun kami sama sekali nggak tau, seberapa ukuran ikhlas itu.
Aku semakin cemas memasuki bulan Juni 2014 ini. Aku semakin lemah lunglai sadar kalo sebentar lagi umur ini bertambah. Mungkin cemas ini bisa perlahan hilang dengan banyak-banyak bersyukur, 22 tahun bukan waktu yang sebentar, Han.
Jangan mengandalkan peruntungan. Kalau hari ini tidak beruntung, besok mungkin juga tidak beruntung. Hasil itu setara usaha. Kebetulanpun sama jarangnya.
Ibu Saya (via palawija)
:")
Walt and Lillian enjoying the morning at Disney’s California Adventure! #disneyland #disneyside #dca #rockyourdisneyside
Hail walt, thankyou for your brave heart to create amazing disney.
Gifs animados de Toy Story
oddly adorable.
Toy Story addict
Hari ini saya di acc buat lanjut ke BAB 5. Skripsi? Bukan, laporan magang -_- dan nggak tau kenapa saya biasa aja. Jenuh sudah diubun-ubun kayanya. Gimana nanti skripsi? Hanya Allah yang tahu.
Raihanah Rajab