Ini tengah malam dan hujan tengah turun dengan deras tak henti-henti semenjak sore
Entah dengan esok akankan hujan kerap melanda
Hujan, aku suka dengan dinginnya yang menyejukan hati juga pikiranku
Bunyi rintiknya yang deras maupun rintik yang gerimis adalah bunyi paling indah dan merdu di telingaku
Gelap dan sendu memberikan suasana yang damai dalam hidupku
Alih-alih terganggu dengan hujan aku malah senang kehadirannya yang memupus panas dan gersang yang tidak hanya ada pada alam saja, ia juga memupus panas dan gersang yang ada dalam diriku.
Seketika ingatanku kembali kepada ingatan masa kanakku
Hujan yang deras tak menjadi alasanku untuk takut
Aku berlarian kesana kemari, main hujan melawan serangan hujan yang datang bertubi-tubi dan aku senang
Membuat puluhan perahu kertas untuk kuhanyutkan dalam parit kecil yang membawa air hujan menuju selokan
Bermain bola bahkan mandi berkeramas di bawah hujanpun aku lakukan
Rasanya tidak pernah aku membenci hujan padahal kini saat aku beranjak dewasa hujan seringkali membuat pakaianku basah bahkan saat aku mengendarai motorku aku tak luput dari cipratan air yang meloncat akibat dilindas motor, mobil hingga truk yang melaju kencang.
Ah rasanya aku masih menyukai hujan meski di berbagai daerah ia berubah menjadi banjir
Hey, itu bukan salah hujan. Itu tetap saja menjadi salah kita yang tak bisa mengondisikan sampah yang kita hasilkan
Berhentilah menyalahkan hujan
Hujan kadang bersahabat dengan badai dan menurut sebagian orang ia adalah bencana.
Katakanlah begitu tapi pernahkah kau perhatikan bagaimana hari-hari setelah hujan?
Indah tiada tara, masyaAllah
Langit begitu biru dan awan bergumpal dengan indahnya. Di kejauhan kita saksikan bagaimana gunung-gunung yang hijau berderet-deret rapi dan mengundang decak kagum. Terik matahari seakan diatur dengan hangat yang menyenangkan.
Pernah kutemui pemandangan indah selepas hujan di sore hari, langit jingga dengan awan-awan yang berarak indah memaksa aku untuk berhenti sejenak dan menikmati keindahannya.
Jika beruntung bahkan sepas rintik di sore hari tetesan hujan membiaskan cahaya matahari dan berubah menjadi pelangi yang indah.
Ah hujan bagaimana bisa aku benci
Dari hujan saja aku belajar bahwa hujan yang kadang memberikan rasa pahit itu akhirnya akan memberikan keindahan pula setelahnya seperti dalam kehidupan kita
Ujian, bencana, itu hanya cap kita bagi mereka yang datang mengusik kenyamanan kita, menggeser kita dari zona nyaman.
Sejatinya mereka adalah pembersih yang kemudian mendatangkan langit biru, awan putih bergumpal lembut, atau bahkan pelangi dalam hidup kita
Maka pantaskah kita katakan mereka adalah bencana?
Malu rasanya bila kita masih memandang kepahitan kepahitan dalam hidup kita dengan cara seperti itu.
Bila kita ikhlas kepahitan itu akan menjadi sebuah manis yang membahagiakan.
Ah aku pun masih berusaha mengatur hati, mengatur pikiran aku bisa memandang mereka dengan baik.
Aku belajar banyak dari hujan tentang kehidupan.
Hujan barangkali adalah cara Allah untuk memberikan pelajaran
Alhamdulillah terimakasih hujan dan tetaplah datang dengan teratur serta menyenangkan.