Fakta bahwa aku terlalu pengecut untuk maju adalah benar.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Alisa U Zemlji Chuda
taylor price
Sade Olutola

pixel skylines

titsay
No title available
ojovivo

Discoholic 🪩

JVL
almost home

祝日 / Permanent Vacation
Show & Tell

#extradirty
occasionally subtle
todays bird

Janaina Medeiros

@theartofmadeline
dirt enthusiast
Stranger Things
seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Mexico

seen from Indonesia

seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Serbia
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
@ribuansenja
Fakta bahwa aku terlalu pengecut untuk maju adalah benar.
Fakta bahwa kita kembali asing itu benar. Seakan-akan dulu tidak pernah nyaring berkabar.
Wadawww siapa ituu??
Tepatnya udah sepuluh bulan berlalu, sejak aku menyatakan "aku suka kamu sejak bertahun-tahun lalu.." kepada seseorang yang lamaaaa sekali aku jadikan pusat rasa dari segala jatuh cinta.
Aku tipikal orang yang mudah menyukai seseorang, tapi tidak mudah jatuh hati lalu menetap. Menjadikan perasaan itu satu-satunya untuk orang yang bahkan dari dua puluh empat jam dalam satu harinyapun tidak ada aku mengisi disana. Dan aku, tidak keberatan untuk itu.
Tidak berambisi jadi yang terdepan juga tidak apa-apa. Ingin menjadi yang biasa-biasa pun juga boleh-boleh saja. Kamu tak harus besar, kamu hanya perlu tetap hidup.
Apa aku nyerah aja?
Ternyata kepala kita bising banget yah. Cuma dari luarnya aja kelihatan tenang. Padahal isinya berisik, rame banget.
Kadang sampe bikin lelah. Semenakutkan itu, menemui diri sendiri.
Mungkin kalau dibolehin berteriak dan engga bikin malu. Ingin sekali rasanya berteriak sekencang-kencangnya.
Sepertinya puas memaki diri sendiri. Rasanya lega nyalahin diri sendiri.
Salah siapa udah bikin sedih. Salah siapa engga ngambil tanggung jawab. Salah siapa ngelewatin banyak kesempatan gitu aja.
Salah diri sendiri bukan?
Jadi kalau sekarang khawatir, sekarang takut menjalani berikutnya. Itu salah siapa? Salah orang lain?
Gimana, udah capek kan?
Kita gak bisa apa-apa. Engga lantas selesai juga cesmasnya dengan mengutuk diri sendiri.
Iya.....tetep bakalan capek. Kita bakal kewalahan mengendalikan pikiran kita sendiri.
Karana kita sudah terlalu terbiasa menghindar. Kita sudah terbiasa pergi cari pengalihan di luar.
Padahal ujungnya sama. Kita balik lagi ke semula. Ke sebuah ruangan kotak, berhadapan tembok dengan tembok.
Di kamar kita, beserta isi kepala yang bising dan berantakan.
Kita memang terlalu sulit untuk mengurainya gitu aja.
Tapi setidaknya, kita tau kan pikiran yang ramai itu letaknya di mana aja?
Seperti isi kamar ini, yang berantakan.
Barangkali kita hanya perlu mengenalinya satu persatu.
Kecemasan, ketakutan, dan penyesalan-penyesalan itu ke mana seharusnya di kembalikan.
Engga usah dilawan yah, cukup kenali aja dulu.
Atau kalau emang rasanya udah engga kuat banget, boleh kok minta bantuan orang lain buat beresin.
—ibnufir
“Kuharap kelak ada satu hari di mana kita bisa bertemu lagi. Sebagai dua orang yang sudah saling memaafkan. Sudah saling berdamai. Lalu saling basa basi menanyakan kabar. Membicarakan apa yang tak sempat dulu kita bahas. Lalu kembali pulang ke kehidupan masing-masing.”
—
Yadeuhhh apasiiii
Pertemukan dia dengan cinta pertamaku ahahhaa please, ini bakalan lucu nantinya!!
Terus habis ini apa? Ini arahnya kemana lagi?? Genre hidup aku tuh sebenernya apa, sih?? Kenapa jadi kelabakan sendirian??
Being an adult woman is just like “oh my tummy hurts” “oh my head hurts” “oh the burden of being alive is so heavy today” and then carrying on with your day.
its okay to feel sad after making the right decision
Mencintai kamu adalah jatuh cinta paling indah sekaligus menyakitkan. Pada akhirnya, aku cuma dituntut harus mengikhlaskan. Bahagia selalu, cinta pertamaku. Selamat menjalankan hidup baru.
Tepatnya udah sepuluh bulan berlalu, sejak aku menyatakan "aku suka kamu sejak bertahun-tahun lalu.." kepada seseorang yang lamaaaa sekali aku jadikan pusat rasa dari segala jatuh cinta.
Aku tipikal orang yang mudah menyukai seseorang, tapi tidak mudah jatuh hati lalu menetap. Menjadikan perasaan itu satu-satunya untuk orang yang bahkan dari dua puluh empat jam dalam satu harinyapun tidak ada aku mengisi disana. Dan aku, tidak keberatan untuk itu.
Sampai aku tiba di satu fase dimana aku takut punya mimpi dan berekspektasi apapun pada kehidupan. Perihal impian dan cinta, keduanya harus selalu berakhir direlakan dengan paksa. Aku si penakut, takut bermimpi takut jatuh cinta (lagi).
Bohong kalau aku bilang tidak apa-apa. Sebab patah hati tidak pernah sesederhana jatuh hati. Lukanya menjalar sampai ke tahap "aku takut jatuh cinta lagi".
Yang berat dari mencintai seseorang yang pernah beri kita harapan adalah perginya bisa kapan saja bahkan tanpa aba-aba sekalipun.
Apa kabar??