Berawal Dari Tegur Sapa, Berujung Jadi Cinta
Memikat hatiku yang hampa lara
Tuuuut....tuuuut panggilan tak terjawab. Panggilan tersebut dari Sheyla sahabatnya Meisya. Meisya seorang gadis remaja berumur 17 tahun, ramah, manis, penurut dan sangat sayang sama ibunya. Ia anak yatim yang tinggal bersama ibunya, sedangkan ayahnya telah lama tiada ketika Meisya masih kecil.
Cekrek.......(suara pintu kamar mandi terbuka)
Meisya baru saja selesai mandi, kemudian dilanjutkan mengeringkan rambutnya. Sembari mengeringkan rambutnya, Meisya mengambil ponselnya dan melihat ada panggilan tak terjawab dari Sheyla dan ternyata ada juga sebuah pesan masuk dari Sheyla, "Sya, temenin aku ke toko buku dong sore ini. Kamu bisa kan? pliiiiisss 😌". Tepatnya saat itu Meisya lagi tidak sibuk dan punya waktu luang. Meisya pun langsung menelpon Sheyla.
Meisya : "assalamu'alaikum..hallo la".
Sheyla : "wa'alaikumsalam..iya sya".
Meisya : "maaf ya telpon kamu enggak ke angkat, tadi aku lagi mandi".
Sheyla : "iya gapapa kok sya, tapi kamu bisa kan temenin aku ke toko buka sore ini? aku pengen beli buku planner dreams, takut stocknya habis (dengan suara minta dikasihani)
Meisya : "iya, aku temenin. Tapi sorenya jam berapa la?"
Sheyla : "setelah sholat ashar aja gimana sya? enggak lama kok di toko bukunya. Setelah itu kita nongkrong di kafe tempat biasa".
Meisya : "oke deh la, ntar aku kabarin kalo udah otw yaa. See you, assalamu'alaikum."
Sheyla : "sip..see you, wa'alaikumsalam".
Sheyla dan Meisya pun bersiap-siap. And then, Meisya menghampiri ibunya untuk minta izin dan pamit keluar sebentar.
Meisya : "Bu, Meisya keluar sebentar ya mau temenin Sheyla ke toko buku. Sebelum magrib meisya udah pulang".
Ibu : "Yaudah, hati-hati ya nak".
Meisya : "Iya bu, Meisya pamit ya bu (sembari mencium tangan dan pipi ibunya). Assalamu'alaikum..".
Ibu : " wa'alaikumsalam...".
Meisya pun langsung memesan ojol, kemudian ia mengirimkan pesan kepada Sheyla untuk memberitahu bahwa ia telah berangkat ke toko buku,"assalamu'alaikum...la aku udah dijalan nih, nanti ketemu depan toko buku ya jangan masuk duluan".
15 menit kemudian........
Meisya pun tiba di toko buku, begitu juga dengan Sheyla. Mereka pun langsung masuk ke toko buku dan mencari buku yang diinginkan Sheyla. Ketika sedang mencari buku, tiba-tiba Sheyla dan Meisya bertemu dengan senior Sheyla saat SMP dulunya. Sheyla pun menyapa seniornya.
Sheyla : "hai kak Ardan".
Ardan : "hai juga Sheyla, udah lama enggak ketemu. Gimana kabarnya?"
Sheyla : "iya, alhamdulillah baik kak. Kakak gimana kabarnya?"
Ardan : "alhamdulillah baik, lagi cari buku ya?"
Sheyla : "iya kak. Oh iya...kenalin kak ini temanku namanya Meisya".
Ardan : "hai...salam kenal Meisya".
Meisya : "hahai kak Ardan (sambil menekuk malu)".
Sheyla : "Btw, kakak habis ini sibuk enggak?"
Ardan : "Hmm...enggak sih, emang kenapa Sheyla?"
Sheyla : "nongkrong yuk kak, udah lama enggak ngobrol-ngobrol bareng kakak".
Ardan : "boleh...mau nongkrong dimana?"
Sheyla : "kafe di dekat sini aja kak, tapi setelah aku nyari buku yang aku pengen ya kak hehe".
Ardan : "oke...ntar samperin kakak aja kalo udah selesai ya".
Sheyla : "oke, baik kak".
Sheyla dan Meisya pun menemukan buku yang dicari-cari. Setelah membayar buku yang ia beli, Sheyla pun menghampiri Ardan.
Sheyla : "kak Ardan, aku udah selesai nih."
Ardan : "oke..mau jalan sekarang?".
Sheyla : "iya kak, biar engga keburu magrib kak".
Ardan : "yaudah yuk berangkat."
Mereka pun berangkat ke kafe terdekat. Tiba di kafe Meisya langsung pergi memilih tempat duduk buat mereka dan Sheyla menyuruh Ardan menyusul Meisya, sedangkan Sheyla sendiri memesankan makanan dan minuman. Saat itu Meisya telah mendapatkan tempat duduk buat mereka, suddenly Ardan mengeluarkan celetukan, "indahnya senyummu memikat" dengan tatapan ke arah Meisya. Meisya pun sontak kaget mendengar celetukan Ardan tetapi ia hanya diam dan menekuk tanpa berani menatap Ardan. Ardan pun menyapanya, "permisi...aku boleh duduk di sini ya sya?" ujar Ardan. Meisya pun menjawab," oh tentu boleh kak, silahkan saja (sambil tersenyum)". Akhirnya mereka mulai membuka pembicaraan satu sama lain sementara Sheyla masih menunggu antrian pemesanan makanan dan minuman.
Ardan : "kamu teman satu sekolah dengan Sheyla?".
Meisya : "iya kak, Sheyla teman dekat aku juga".
Ardan : "oh gitu, tadi kamu beli buku apa?"
Meisya : "aku cuma beli buku nanti kita ceritakan tentang hari ini karya Marchella FB".
Ardan : "oh yang lagi booming itu ya, boleh aku minta penjelasan setelah kamu baca. Ibarat kayak review buku hehe"
Meisya : " boleh kak, tapi kan aku baru bacanya nanti".
Ardan : "iya gapapa nanti juga, kalo begitu aku boleh minta nomor what's up mu?". (Bisaan yaa modusnya wkwk)
Meisya : "boleh kak, 0813xxxxxxxx".
Ardan : "oke, thanks ya sya. Aku coba miscall ke nomor kamu ntar save aja nomor ponselku". Ardan pun miscall dan ringtone Meisya pun berbunyi.
Tiba-tiba Ardan kaget mendengar ringtone Meisya. Meisya hanya menunduk malu dan mengatakan, "udah masuk nih kak miscallnya". Tidak berapa lama kemudian, Sheyla pun datang membawa minuman dan mereka bertiga ngobrol sembari menunggu makanan.